Jalan Menuju Kesuksesan

by @rezawismail

Ada dua jalan menuju kesuksesan. Yang pasti dan yang tercepat. Dan keduanya bukan jalan yang sama.

Mendaki puncak gunung kesuksesan, ada dua jalan. Yang paling cepat, jalan tegak lurus langsung ke atas. Namun ini jalan yang berbahaya, terjal dan rawan kejatuhan. Atau yang kedua, jalan landai yang mengelilingi gunung. Jalan yang spiral memutar, lambat tapi pasti.

Banyak orang ingin sukses dengan cepat dan mudah. Menjadi artis sensasional, mencoba lewat Youtube atau kontes bakat di TV misalnya. Membeli lotre. Mudah dan cepat, namun tidak pasti.

Kalaupun berhasil sukses, tidak akan bertahan lama. Mentalnya belum siap. Terbukti banyak pemenang lotre kembali miskin setelah beberapa tahun. Selebriti hasil kontes TV dan sensasi Youtube tidak bertahan lama. Mereka belum siap untuk sukses.

Dan yang gagal di jalan tercepat ini, sangatlah banyak. Mereka berjatuhan di tengah jalan pendakian kesuksesan. Kehabisan tenaga, terpeleset, dan kurangnya pengalaman.

Beberapa orang di jalan yang lambat melingkar, mereka bisa dipastikan akan mencapai puncak keberhasilan. Dan bertahan lama disana. Dengan energi yang masih terjaga, mental, dan pengalaman yang matang. Dengan beragam kenangan akan keindahan mengelilingi gunung kesuksesan.

Tapi jalan yang pasti ini tidaklah mudah. Jalan ini membutuhkan motivasi yang terjaga untuk terus berkomitmen dan berdisiplin. Termotivasi untuk selalu melangkah maju. Kesabaran juga dibutuhkan karena perjalanan yang lebih jauh. Layaknya seorang dokter bedah saraf yang hebat, dia telah menjalani berpuluh-puluh tahun untuk pendidikan dan pembelajarannya.

Ada dua jalan menuju sukses. Yang cepat tapi tidak pasti dan yang pasti tapi tidak mudah. Mana yang kamu pilih?

About these ads