Memotivasi Karyawan Kunci agar Tidak Pindah Kerja

by @rezawismail

Steve Jobs sangat baik kepada saya, dia jadikan saya seorang karyawan dan itu adalah salah satu kehormatan terbesar di dalam hidup saya. -Steve Wozniak

Di jaman sekarang, bajak-membajak karyawan menjadi hal yang biasa. Dan jika karyawan yang dibajak atau pindah itu adalah salah satu karyawan kunci, maka perusahaan bisa terancam produktivitasnya.

Karyawan kunci adalah karyawan penting bagi perusahaan, ia merupakan karyawan yang berharga karena kompetensinya sangat berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Keahliannya dibutuhkan bagi perkembangan usaha atau bisnis di tempatnya bekerja.

Kepindahan karyawan biasanya diiming-imingi dengan remunerasi yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi, dan bonus yang lebih besar. Bisa juga karena jenis dan tempat kerjanya sesuai dengan yang diinginkan karyawan.

Karyawan mau pindah kerja juga karena menginginkan kesempatan yang lebih baik atau menghindari tekanan yang negatif. Sebagai contoh, ada konflik dengan rekan kerja, konfrontasi dengan atasan, atau pekerjaan yang terlalu membebani fisik dan psikis pekerja atau malah kurang menantang, jenuh, sampai membosankan.

Perusahaan yang ingin unggul dalam persaingan bukan hanya menuntut kinerja yang baik dari para karyawannya namun juga loyalitas atau kesetiaan. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan manajemen untuk meningkatkan loyalitas.

Loyalitas karyawan memang bisa diperkuat dengan beberapa upaya manajemen di luar sistem remunerasi yang ada. Misalnya dengan mengadakan acara-acara sosial yang mempererat hubungan antar rekan kerja dan dengan atasannya, atau perusahaan bisa memberikan peningkatan keahlian dengan training dan pelatihan yang berkualitas sehingga karyawan merasa dihargai.

Suasana kerja dan lingkungan kantor juga bisa diatur agar lebih menyenangkan jangan sampai menciptakan stres yang tak perlu. Kondisi psikologis para pekerja perlu diperhatikan, dan manajemen bisa membuat keadaan menjadi lebih baik dengan beragam stimulasi positif seperti musik dan kegiatan penyalur hobi karyawan seperti olah raga.

Budaya organisasi perlu dipedulikan dengan mengutamakan kesetiaan, integritas, sopan santun dan semangat untuk bersinergi serta saling membantu. Suatu sistem budaya yang terintegrasi dengan pekerjaan bisa dibuat dengan berbagai event seremonial dan change agent sebagai penopang budaya organisasi ini.

Interaksi dan etika berkomunikasi juga perlu diperhatikan oleh pimpinan, namun yang paling vital tetaplah pemenuhan kebutuhan sang karyawan yang bersangkutan. Baik itu kebutuhan dasar kehidupan, hingga kebutuhan untuk berprestasi dan aktualisasi diri.

Perusahaan mesti dapat memberikan imbalan materi yang memadai dan tunjangan-tunjangan lainnya, beserta asuransi yang mensejahterakan karyawan bersama anggota keluarga yang ditanggungnya.

Pengelolaan sumber daya manusia juga mesti mengutamakan perekrutan orang-orang yang menjunjung tinggi prinsip kesetiaan dan menempatkan karyawan pada posisi yang tepat, sesuai minat dan bakatnya.

Kewenangan dan jalur karir yang memuaskan mesti disiapkan agar karyawan bisa memiliki suatu tujuan yang jelas dalam kehidupannya yang sekarang dan di masa depan, untuk bekerja secara loyal dengan satu perusahaan tertentu.

Tugas-tugas yang diberikan kepada karyawan juga harus cukup menantang (tapi tidak terlalu memberatkan) agar memberikan motivasi untuk bekerja dan terlibat secara penuh.

Atasan yang baik perlu memberikan tekanan tapi jangan memancing ketidaksukaan apalagi kebencian. Cukup diberikan pengawasan dan pengarahan lewat atensi dan bimbingan kepada karyawan secara rutin. Diskusi dalam pertemuan dengan karyawan dan pengayoman oleh pimpinan mesti dikedepankan.

Salah satu metode untuk mengikat karyawan kunci agar tidak pindah kerja adalah memberikan suatu janji keuntungan yang signifikan di suatu waktu di masa depan jika karyawan kunci tersebut mau bertahan dan tidak pindah ke perusahaan lain.

Misalnya, perusahaan bisa menawarkan bonus yang lumayan sampai suatu tanggal tertentu di masa depan jika karyawan tetap bertahan. Para manajer yang sangat kompeten bisa ditawarkan opsi pembelian saham yang baru bisa dicairkan dalam suatu jangka tertentu tapi akan hangus jika mereka berpindah ke perusahaan lain. Para pegawai bisa dijanjikan suatu proyek yang menarik beberapa bulan ke depan. Dan para pekerja diberikan janji yang menawarkan peluang promosi dalam satu tahun lagi dan peluang peningkatan karir di tahun-tahun yang berikutnya.

Imbalan lain selain secara finansial atau keuangan yang juga bisa menguatkan loyalitas karyawan. Akan tetapi, pembayaran uang yang langsung diberikan tetap bisa membuat para karyawan pindah kerja.

Kata kuncinya adalah janji, penawaran imbalan yang berlaku di masa depan yang tidak terlalu lama, akan bisa mengikat loyalitas sang karyawan.

Imbalan yang dijanjikan kriterianya tidak terlalu jauh ke depan sehingga tidak menarik lagi, biasanya jangka waktu yang umum berkisar di antara satu sampai dua tahun saja.

Meskipun begitu, jika nanti bonus yang dijanjikan telah didapat, karyawan bisa saja pindah. Maka, perusahaan sebaiknya menyiapkan suatu penawaran lagi yang akan dipenuhi dalam satu-dua tahun ke depan dan begitu seterusnya secara berkala.

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

Baca juga:
Meningkatkan Kepuasan Kerja untuk Motivasi Karyawan
Pengembangan Model Motivasi Karyawan
Kebosanan = Musuh Motivasi Karyawan
Olahraga Meningkatkan Produktivitas Karyawan

About these ads