Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: tehnik

5 Tehnik Pencapaian Tujuan yang Efektif dan 5 Tehnik yang Tidak Efektif

Ada beragam tehnik yang diajarkan oleh banyak guru motivator untuk mencapai tujuan. Di jaman modern ini, kesuksesan diukur dari pencapaian tujuan kita. Kita memerlukan lebih dari sekedar otot yang yang bertenaga, ketajaman mata, dan refleks yang terlatih untuk mendapatkan sesuatu.

Kita perlu tehnik-tehnik khusus untuk mencapai sasaran-sasaran kita. Namun, manakah dari sekian banyak tehnik pencapaian tujuan yang efektif?

Seorang psikolog, Richard Wiseman (2010), melakukan penelitian dengan ribuan partisipan selama sekitar setahun, untuk mengetahui manakah dari sekian tehnik pencapaian tujuan yang memberikan hasil. Banyak dari partisipan yang gagal dan hanya sekitar 10 % saja yang sukses mencapai tujuannya.

Berikut adalah strategi pencapaian tujuan yang umum digunakan, namun kurang sukses memberikan hasil:

1. Memotivasi diri dengan meneladani orang lain yang sudah sukses.
2. Memikirkan konsekuensi negatif jika tidak mencapai tujuan.
3. Mencoba menekan pikiran negatif yang tidak membantu pencapaian tujuan.
4. Bergantung pada kekuatan kehendak/tekad dai dalam diri sendiri saja.
5. Membayangkan/berfantasi betapa hebatnya hidup setelah berhasil mencapai tujuan.

Ingat, daftar di atas adalah tehnik-tehnik yang sepertinya memang masuk akal namun ternyata kurang efektif. Pada riset yang sama, terdapat beberapa tehnik yang digunakan oleh orang-orang yang sukses mencapai tujuannya.

Tehnik-tehnik yang membawa keberhasilan tersebut adalah:

1. Membuat rencana pencapaian tujuan langkah demi langkah.

Pecahlah tujuan menjadi beberapa sasaran yang kongkrit, terukur dan terjadwal.

2. Memberitahukan orang lain tentang tujuan yang ingin dicapai.

Membuat deklarasi secara publik akan meningkatkan motivasi untuk mencapai tujuan dan menghindari perasaan malu.

3. Memikirkan hal-hal yang positif yang akan terjadi jika tujuan telah tercapai.

Namun hindari berfantasi/membayangkan rasa hebat/hebohnya. Boleh juga dikombinasikan dengan memikirkan konsekuensi negatif yang akan terjadi jika tujuan tidak tercapai (jangan berpikir terpisah, digabungkan dengan memikirkan kekontrasan antara pemikiran positif dan negatifnya).

4. Memberikan reward/imbalan sederhana jika mencapai kemajuan dalam proses pencapaian tujuan.

Imbalan yang kecil di setiap kemajuan dalam proses pencapaian tujuan akan mendorong lebih cepat untuk meraih kesuksesan yang besar.

5. Mencatat kemajuan dalam proses pencapaian tujuan tersebut.

Buatlah jurnal, grafik, atau penggambaran secara tertulis yang mengukur perkembangan yang terjadi selama proses pencapaian tujuan.

Inilah beberapa tehnik pencapaian tujuan yang teruji dan terbukti efektif. Tujuannya sendiri harus ditetapkan secara terfokus. Jangan membuat banyak tujuan dalam waktu yang sama. Juga, buatlah tujuan dalam jangka waktu yang tidak terlalu pendek.

Terakhir, buatlah tujuan yang menginspirasi, tidak terlalu spesifik, namun harus fleksibel serta cukup menantang. Kalau sudah dipecah menjadi beberapa sasaran yang terukur barulah boleh lebih detail, dengan jangka waktu yang pendek, dan realistis untuk dicapai.

Dan untuk mencapai tujuan, seseorang harus menggunakan beberapa perangkat mental seperti komitmen, disiplin-diri, segera memulai satu langkah pertama (Zeigarnik effect), memvisualisasikan prosesnya (bukan hasilnya), menghindari penundaan, fokus/konsentrasi yang kuat tidak terpecah dan terurai, dan membuat rencana antisipasi jika ada halangan-rintangan yang bisa muncul di dalam proses pencapaian tujuan tersebut.

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya…

Iklan

Motivator yang Merugikan

Ada satu trik motivasi yang bisa menjadi bumerang dan merugikan diri sendiri. Apakah itu? Afirmasi dan pernyataan keinginan yang berlebihan. Banyak motivator yang mampu memompa semangat sedemikian dahsyat.

Baca disini untuk tehnik afirmasi yang telah teruji dan terbukti berhasil.

Mengimingi kesuksesan yang luar biasa dengan mengajak kita bermimpi tinggi-tinggi dan menyatakan impian tersebut dengan lantang ataupun berulang-ulang.

Pada awalnya kita merasa sangat bersemangat setelah mengikuti seminar motivasi seperti ini. Para motivator jenis ini seperti entertainer, sangat menghibur bahkan memukau kita.

Paparannya diiringi musik pembangkit emosi, malah ada yang memakai sound system seperti pertunjukkan musik rock. Tampilan materinya seperti pesulap, komedian, dan memberikan banyak permainan seru.

Kita dibuat bersemangat dosis tinggi dengan melonjak-lonjak, menggebrak meja, menghentak lantai, berteriak, bertepuk tangan, bahkan menangis. Lalu kita diajak menetapkan tujuan yang besar, bermimpi hebat dan memutuskan untuk berubah. Kita menjadi pribadi yang sangat termotivasi!

Untuk beberapa hari saja.

Setelah beberapa saat, efek motivator tersebut mereda. Kita kembali kurang motivasi dan menyalahkan diri sendiri. Lalu kita ikuti kembali seminar/kelas motivasi karena kita pikir ini seperti mandi/makan, mesti diulangi kalau kotor/lapar lagi.

Kita menjadi kecanduan materi-materi motivasional dan hidup tetap tidak ada kemajuan yang berarti. Malah efeknya bisa lebih parah. Kita semakin down dan tanpa disadari menjadi semakin apatis sampai-sampai berputus asa.

Inilah efek buruk trik motivasi yang merugikan dalam jangka panjang. Trik yang malah menyerang citra diri dan mengempiskan tekad kita. Membuat kita kehilangan semangat.

Demotivasi.

Ada riset yang menarik yang menyatakan 87 persen dari kita setelah membuat pernyataan impian dan afirmasi positif; malah menjadi semakin rendah diri dalam jangka panjang. Ketika kita kesusahan mencapai impian yang luar biasa itu, realita menampar harga diri kita.

Afirmasi positif malah membentur level belief system/tingkat keyakinan kita yang masih terbatas. Pernyataan impian yang terlalu muluk tidak sesuai kenyataan malah membuat kita malas/takut dan tidak bertindak untuk meraih tujuan yang telah dinyatakan tersebut.

Afirmasi positif menjadi jebakan untuk kejatuhan diri kita. Dan parahnya, membuat kita merasa gagal. Sungguh trik yang merugikan.

Lalu bagaimanakah penetapan tujuan yang baik itu? Berikut sekilas gambarannya (saya akan rinci lebih lanjut pada tulisan-tulisan selanjutnya):

1. Buat tujuan yang cukup menantang, tidak terlalu mudah tapi juga tidak terlalu tinggi sehingga mustahil diraih. Tuliskan tujuan secara realistis dan bisa dipecah menjadi beberapa sasaran yang terukur.

Goals yang bagus itu sedikit di atas zona nyaman kita namun kita bisa memperluas comfort zone tersebut karena tampat dekat/tidak terlalu jauh untuk dijangkau. Ukurannya adalah kalau sekarang kita terbiasa di level penghasilan jutaan, targetkanlah peningkatan di level beberapa juta di atasnya atau puluhan juta saja dahulu jangan langsung ratusan juta bahkan milyaran sebagai contohnya.

Teladanilah orang yang mampu mencapai satu-dua level di atas kita, jangan dulu menginginkan jadi seorang milyarder. Justru dengan cara ini kamu pelan-pelan malah bisa menjadi milyarder dengan meraih tujuan demi tujuan (yang realistis bisa dicapai). Sampai akhirnya berhasil tanpa perlu patah semangat dan down.

2. Rencanakan 3 hal terpenting yang bisa dicapai dalam satu minggu dan setiap hari daftarkan 1 tugas yang menjadi prioritas, maksimal 3 tugas saja. Kerjakan di pagi hari sebelum beraktivitas apapun. Jangan sampai nantinya sibuk tapi tidak produktif.

Mengeset prioritas harus tetap realistis dan melihat tantangan yang ada. Pikirkan bahwa kesuksesan itu bertahap dan butuh waktu. Kesuksesan yang instan biasanya juga tidak tahan lama. Pencapaian itu harus bertahap agar belief system di alam bawah sadar bisa mengikuti dan beradaptasi.

Peningkatan level kesuksesan paling baik bertahap dan seiring keahlian serta pengembangan diri kita. Citra diri akan semakin terjaga malah meningkat seiring tercapainya impian-impian yanng realistis namun tetap menantang.

3. Jangan terlalu banyak berpikir, menganalisa, apalagi menghayalkan impian lama-lama. Ini kontra-produktif dan bisa menjadi alasan untuk penundaan kita. Segera kerjakan apa yang bisa dikerjakan, kosongkan pikiran dengan menuliskan semua yang muncul di pikiran (juga agar tidak kelupaan).

Siapkan notes kecil sepanjang hari, dan pada malam harinya kamu bisa memindahkan tulisan tersebut ke komputer/buku/dll. untuk dianalisa dan difilter menurut relevansinya. Ingat, fokus kita ada pada eksekusi bukan perencanaan/berpikir kelamaan. Termotivasilah dengan tindakan bukan pikiran semata.

Terakhir, motivasi yang baik bukan hanya ledakan emosi sesaat. Tapi motivasi yang berkesinambungan adalah motivasi yang mengikuti momentum pergerakan dari tindakan kita.

Tetapkan tujuan yang menantang sekaligus realistis, buat rencana yang berkelanjutan dengan membagi tujuan tersebut ke sasaran-sasaran mingguan dan tugas harian yang harus diselesaikan.

Selalu gunakan akal sehat kita sebagai mahluk yang rasional. Jangan sampai logika terlarut dalam emosi!