Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

Tips Semangat Permanen: Passion

Jangan sekedar ter-inspirasi untuk berubah..

Inspirasi itu mudah tapi hanya sesaat saja!

Kobarkan api motivasi menjadi kedisiplinan yang bertahan selama berkehendak kuat.

Jadikan konsistensi dari disiplin ini bertransformasi menjadi kebiasaan atau habits & rituals yang tak perlu susah berpikir.

Dan kebiasaan yang seperti otomatis akan semakin permanen dengan mengukuhkan identitas diri, tidak hanya sekedar menjaga kedisiplinan namun menjiwai lebih berakar.

Akar yang kuat dari pohon kesuksesan yang menjulang tinggi (dipupuki penghargaan dan rasa syukur bahkan pada tiap hal-hal kecil) – adalah hasrat kecintaan yang membara!

BE PASSIONATE

Iklan

Never Give Up

 

img_20190110_222547

Teruslah melangkah, jangan menyerah.. Selama masih bisa bernafas, jalani saja semuanya dengan usaha sebisanya serta jangan lupa berdoa juga yaa! #optimism #hope #positive

4 Disiplin Eksekusi (The 4 D X Summary) Bagian 2

Baca Ringkasan sebelumnya di: https://tipsmotivasi.com/2018/12/18/4-d-x-the-4-disciplines-of-execution/

Kembali dalam review buku yang ditulis oleh Chris McChesney, Sean Covey, dan Jim Huling yang berjudul: The 4 Disciplines of Execution berikut adalah poin-poin pentingnya.

Ide yang baik itu biasa, tapi yang langka adalah kemampuan mengeksekusinya.

Ide-ide menjadi percuma jika tanpa eksekusi, dan ratusan ribu pemimpin di survey tentang mengapa ide menjadi gagal dieksekusi.

Yang utama adalah ‘whirlwind’ alias pusaran angin kesibukan yang menjadi distraksi, bikin sibuk dan memaksa segalanya menjadi penting ‘urgent’ dilakukan jadi tidak fokus atau ‘chaos’ yang membuat seakan-akan menguasai diri dan sulit mengeksekusinya ide yang utama.

Masalah yang pengalihan orang dari mengejar tujuan yang terpenting dari satu ide bagus alias  si ‘whirlwind’ ini perlu diatasi dengan sistem eksekusi yang kuat.

Ada empat disiplin dalam sistem eksekusi yang bisa diandalkan untuk menghadapi gangguan dan pengalihan untuk selalu bisa terus fokus dalam mengeksekusi ide jadi nyata.

Pertama adalah fokus pada yang paling penting sebagai prioritas, yaitu menetapkan hanya ada satu hal saja sebagai sasaran, ini yang disebut WIG (Wildly Important Goal) yang dimulai dari dengan mengevaluasi opsi kinerja yang ada.

Pencapaian kinerja apa yang terpenting dan atau terutama serta bagaimana cara mencapainya juga ukurannya.

Jadi, disiplin yang kedua adalah memiliki pengukuran dari perilaku-perilaku yang mengarah kepada hasil (Measure Lead Behavior) dengan selalu mengejar kemajuan/peningkatan.

Perilaku ini adalah aktivitas sehari-hari atau kebiasaan yang konsisten yang bisa diukur serta dapat dilakukan perbaikan dari waktu ke waktu.

Maka Disiplin ketiga adalah membuat suatu penghitungan yang spesifik angkanya dengan jangka waktu tertentu, yaitu sebuah ‘scoreboard’ sebagai pengingat.

Bisa dengan papan skor yang dapat mudah dilihat di kantor atau di rumah atau tempat dimanapun yang bisa memberikan motivasi untuk terus melaksanakan langkah-langkah eksekusi dengan menuliskan komitmen.

Untuk menguatkan komitmen ini, dibutuhkan disiplin yang ke-4 yakni akuntabilitas.

Bisa dengan bantuan orang lain, pertemuan mingguan dengan rekan atau atasan atau siapapun yang bisa mendukung eksekusi untuk terus dilakukan dan memberikan dorongan sosial-psikologis dengan publisitas ke mereka.

Mereka bisa terus menyemangati untuk fokus pada sasaran (WIG), lalu terus-menerus mengerjakan tugas (LEAD), secara terukur ada skornya, dan siap dipertanggungjawabkan.

Keempat disiplin eksekusi ini masing-masing akan meningkatkan peluang kesuksesan agar sebuah ide yang bagus terjadi, tidak hanya dalam angan-angan saja atau mudah teralihkan dengan hal-hal yang kurang penting/bukan prioritas utama.