Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

LIBAS: Inspirasi Spiritual


Semua orang mencari kedamaian jiwa, ketenangan batin. 

Yang mencari kebahagiaan sebenarnya menginginkan kebebasan dari kesusahan, kedamaian. Yang menginginkan obyek atau pengalaman seperti harta dan pasangan sebenarnya mengingnikan ketenangan, tidak perlu kuatir akan masa depan. Yang mendambakan kekuasaan sebenarnya ingin keleluasaan, lepas dari tekanan. 

Jadi, sesungguhnya yang ingin dicapai ada di dalam diri sendiri. Kedamaian dari dalam jiwa dan ketenangan di dalam batin.  

Sulitnya, bahkan dalam sepi pikiran kita sangatlah berisik. Sehari bisa puluhan ribu pikiran berseliweran di dalam kepala. Kebanyakan pikiran tidak penting dan mengganggu kedamaian, ketenangan. 

Banyak pikiran hanya berputar-putar tanpa solusi. Hanya beberapa pikiran yang penting dan praktis terkait dengan apa yang ada di depan mata dan harus dikerjakan. Beberapa pikiran berguna untuk perencanaan dan menjalankan fungsi beraktivitas. 

Namun, sisanya, mayoritas pikiran kebanyakan hanya kebisingan. Memori dari masa lalu, penyesalan, kegalauan, kenangan buruk, kecemasan, ketakutan akan sesuatu yang belum pasti terjadi, prasangka buruk, khayalan-khayalan, pesimisme, dan sebagainya. 

Bahkan sekedar pikiran akan hal-hal remeh saja ada banyak sekali dan terus berulang-ulang disuarakan setiap hari di dalam hati, sehingga membuat ketenangan batin hanya impian belaka. 

Atau banyak cerita-cerita fiksi, pemikiran yang muncul dengan isi yang tak sepenuhnya benar menyeret diri kepada penderitaan, keputusasaan yang menghambat terciptanya kedamaian jiwa. 

Stop, berhenti sejenak. 

Lupakan dulu suara-suara pikiran yang belum tentu nyata 100%. 

Caranya salah dengan LIBAS:

  • LOOK. Coba buka mata dan lihatlah sekeliling tanpa menilai. Pandangi bentuk-bentuk dan warna tanpa melabeli dan menganalisa. Selanjutnya lihat ke dalam diri, perhatikan siapa yang sedang memandang di balik mata, biarkan pikiran datang dan pergi tidak usah diikuti. Pandang saja kesadaran yang menjadi latar belakang, yang hening tanpa suara. 
  • INNER BODY. Selanjutnya tutup mata dan rasakan seluruh tubuh tanpa melihat dan menyentuh. Sadari tangan, kaki, semuanya, seluruh badan dengan penginderaan enterosepsi. Rasakan energi yang melingkupi diri dari balik kulit dan meluas kesemua arah. Rasakan kesadaran yang hening tanpa suara ini. 
  • ACCEPTANCE. Katakan ‘Ya’ kepada masa kini, momen di saat sekarang. Apapun yang terjadi, terima saja dulu jangan dilawan, ditentang, ditekan, dialihkan perhatiannya, lepaskan segala pemikiran: seharusnya, semestinya, sebaiknya. Saat ini sudah sempurna hadir utuhlah dalam kekinian. Biarkan skenario kehidupan berjalan dan diri ini bereaksi sesuai intuisi, tapi untuk masa sekarang dengarkan dulu semuanya baru ambil respon tindakan yang sesuai. Jangan terburu-buru menilai, tapi terima dulu. Sadari momen yang sedang terjadi supaya bisa pasrah. Ikhlaskan semuanya di masa sekarang supaya batin tenang, lepaskan dulu segala penghakiman dan pengharapan, serta akhirnya mencapai kedamaian jiwa saat ini juga. 
  • SILENCE. Dengarkan semuanya, termasuk keheningan di balik semua suara. Jeda di antara nada, perhatikan spasi yang diisi oleh segala jenis bunyi. Maka, kesadaran yang berdiam dalam kesunyian terdengar. Menyanyikan lagu kedamaian, membawa ketenangan. 

Silahkan LIBAS pikiran-pikiran yang tak berguna itu. Nikmati kedamaian jiwa, ketenangan batin. Kehidupan yang lebih bernilai, karena semuanya menjadi ekspresi hati yang jatuh cinta pada momen kekinian, apa adanya. 

Cara Rileks Sekarang Juga!


Seringkali pikiran kita membuat banyak cerita. 

Entah itu berupa memori dari masa lalu, atau bayangan akan masa depan. 

Kebanyakan malah penyesalan atas kesalahan atau pilihan yang tidak diambil, atau sekedar kesedihan karena masa lalu yang dikenang sudah tidak terjadi lagi. 

Beberapa kekhawatiran bisa juga berasal dari ketakutan akan kemungkinan-kemungkinan yang buruk yang akan terjadi, atau malah yang hal-hal dianggap mustahil untuk didapatkan di masa depan. 

Sekedar berpikir dengan beragam kisah dan skenario yang berbelit-belit, melompat-lompat, pikiran ini sungguh tidak bisa diam. Menyeret kesadaran kesana kemari, menambah kelelahan saja. 

Stop. 

Berhenti berpikir, lepaskan dulu segalanya untuk momen sejenak. 

Lupakan semuanya, beristirahatlah sekarang tanpa perlu memikirkan yang sudah berlalu atau yang akan datang. Atau bayangan, khayalan, dan segala bentuk pemikiran. 

Alihkan pikiran ke badan untuk sesaat. 

Rasakan ketegangan di beragam bagian tubuh, lalu lepaskan saja. 

Biarkan pikiran datang dan pergi, sadari saja kalau pikiran memang nyata tapi isinya bisa jadi hanya cerita. 

Coba tutup mata untuk sejenak dan bernafas dalam.

Beristirahatlah dengan menerima segalanya apa adanya. 

Sadari saja nafas, suara-suara yang ada, perasaan dari dalam diri yang muncul dan disadari. 

Sadari yang terjadi tanpa menilai atau beropini. Biarkan semuanya lewat, santai saja dulu. 

Nikmati masa kini. Apapun yang dialami saat ini. Terima apapun yang hadir lalu lupakan. Perhatikan saja perhatian itu sendiri, menyadari kesadaran. Kesadaran yang mencakup segalanya, yang luas dan tanpa batas. 

Menyadari luasnya kesadaran tanpa keterbatasan pikiran akan membawa rasa damai.

Silahkan rileksasi dalam kedamaian tanpa batas itu.

Rileks..

Tips Menyingkirkan Bad Mood atau Perasaan Bete

Ketika saya merasa merana, bad mood alias bete saya coba berbuat baik pada orang lain. 

Ternyata, saya malah merasa bahagia.

Mengapa bisa begitu?

Ketika kita buat kebaikan kita akan melupakan diri kita sendiri. Apalagi kalau berbuat baiknya dengan ikhlas, maka ego yang merasakan bete itu akan terlupakan.

Coba saja sendiri, berbuat baiklah seikhlasnya dan sebanyak-banyaknya. Jangan terlalu memikirkan diri sendiri.

Mulailah dengan senyum, berikan pujian yang tulus. Kasihanilah orang-orang yang sebenarnya juga memiliki penderitaan dan kesusahan masing-masing. Pandanglah kalau setiap orang itu memiliki kesusahan, atau sakit yang kita tidak tahu.

Berilah sedikit waktu, tenaga, uang, bantuan, atau sekedar perhatian.

Dengan memberi, kita akan menerima.