Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

Mindfulness

Penelitian membuktikan pelatihan ‘Mindfulness’ dalam beberapa minggu saja bisa membantu mengatasi masalah psikologis seperti stres, kecemasan, hingga depresi.

Mulailah dengan kesadaran akan arah perhatian Anda, bagaimana cara kerja pikiran dalam mempengaruhi suasana hati,

Coba mulai dari melatih konsentrasi saat rileksasi, lalu mulai menyadari segalanya yang ada di momen masa kini, melepaskan fokus dari masa lalu atau masa depan.

Biarkan bayangan atau angan itu datang dan pergi dalam kesadaran tanpa diberikan perhatian khusus,

Jadikan nafas atau satu obyek di depan mata sebagai jangkar jika perhatian larut pada sesuatu produk batiniah dan kesadaran mulai pudar.

Pada akhirnya, kita semua akan meraih suatu perasaan yang damai, ketenangan yang terasa mendalam.

Walau di tengah-tengah problematika kehidupan, kita bisa tetap tenang untuk mengambil keputusan yang terbaik dan bersikap tanpa gegabah.

Laku ‘Mindfulness’ yang konsisten akan menyelamatkan hidup Anda.

Referensi: Alice Malpass, Kate Binnie, Lauren Robson. Medical Students’ Experience of Mindfulness Training in the UK: Well-Being, Coping Reserve, and Professional Development. Education Research International, 2019; 2019: 1 DOI: 10.1155/2019/4021729

Iklan

Berteman Bikin Bahagia

Epicurus sang filsuf Yunani pernah mengajarkan bahwa salah satu hal yang membawa kebahagian adalah pertemanan..
.
Jangan selalu memikirkan nanti mau makan apa, tetapi mau makan dengan siapa? Itulah kunci kesehatan badan.
.
Sahabat yang terbaik adalah yang memberikan kekayaan batin kita, selera humor yang memicu tawa, empati yang menguatkan jiwa.
.
Dan siapapun bisa kita perlakukan seperti kawan lama, tak mesti yang sudah kenal dekat seperti keluarga, tapi juga rekan kerja bahkan dengan siapapun kita berinteraksi sehari-hari.
.
Selalu terbuka potensi untuk memiliki pengalaman keakraban yang mampu membuka pintu kebahagian itu! #tipsmotivasi #positivedoing

Bunuh Diri Bukan Sekedar Ingin Mati Saja

Tidak semua orang yang berpikir tentang bunuh diri ingin benar-benar mati secara mekanikal.
.
Mati dalam arti fisik; jantung berhenti memompa, otak berhenti beraktivitas, nafas berhenti mengalir.
.
Kebanyakan yang ingin mati bunuh diri karena putus asa itu merasakan suatu emosi yang sangat menekan.
.
Ingin mati karena merasakan beban berat kehidupan, patah hati karena cinta, kesedihan yang tak tertahankan, kehilangan tanpa harapan, rasa buntu, dan beragam perasaan emosional lainnya.
.
Yang ingin dimatikan sebenarnya adalah perasaan yang sangat menyesakkan ini.
.
Dan banyak contoh emosi ini akan lama-lama layu lalu mati sendiri.
.
Misal ingin bunuh diri karena tidak tahan perasaan sakit hati dan cemburu karena seseorang.
.
Namun seiring waktu, jika belum bunuh diri, kekuatan tekanan dari emosi itu berkurang sendiri.
.
Seperti orang yang diputusin pacarnya waktu muda dulu, rasanya ingin mati, tapi setelah tua, perasaan itu sudah mati, dan keinginan bunuh diri hilang.
.
Jadi yang ingin dibunuh bukanlah diri ini, bukanlah ingin menghentikan gerakan jantung, aktivitas otak atau paru-paru, tapi ingin perasaan yang membuat putus asa itu yang mati.
.
Matikan perasaan itu, beri waktu untuk emosi itu memudar, kalau perlu minta bantuan, minimal cari teman.
.
Jangan sendirian, karena kehidupan bukan untuk dihabiskan di dalam ruang isolasi tanpa orang lain.
.
Dunia ini penuh dengan keberadaan, coba bersosialisasi saja, cari interaksi, dan semoga mendapatkan arti.
.
Dengan memiliki arti, hidup jadi lebih berharga untuk dijalani.
.
Dengan memegang makna, semangat untuk terus bertahan dan melanjutkan kehidupan akan semakin dikuatkan.
.
Kebahagian bisa datang dari melupakan diri, merasakan ketakutan tapi tetap terus bergerak dan tidak. berhenti berkomunikasi.
.
Khususnya dengan mereka yang kita cintai dan peduli dengan masalah kita juga, walau mereka sendiri bermasalah.
.
Bersama-sama, kita mampu membunuh emosi yang menghantui itu.
.
Jangan pernah berhenti berharap!