Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

Agar Beruntung

Maksimalkan peluang keberuntungan dengan perbanyak silaturahmi, berinteraksi dengan orang lain maupun kenalan lama.

Berpikiran terbuka dan tidak kaku alias santai, relaksasi serta mencari inspirasi dengan mencoba beragam pengalaman baru.

Mendengarkan intuisi dengan membersihkan perasaan agar memiliki firasat atau ilham yang benar, belajar meditasi/menenangkan diri.

Meyakini bahwa masa depan akan lebih baik (optimis) jadi antusias, tidak mudah menyerah dan bangkit kembali jika gagal.

Gigih berusaha untuk mencapai tujuan, bahkan jika peluang keberhasilan tampak tipis, tetap bertahan untuk terus tekun dan sabar.

Memiliki itikad yang baik dan berprasangka positif, bertekad untuk menjalin komunikasi tanp distorsi emosi yang negatif.

Belajar dari kesalahan di masa lalu, dan tetap percaya bahwa hari esok akan lebih beruntung dengan berdoa dan bersyukur selalu.

#theluckfactor
*Referensi: Dr. Richard Wiseman

Iklan

Ilmu Bahagia

Ilmu Bahagia atau ‘Kawruh Begja’ alias ‘Kawruh Jiwa’ adalah pemahaman kehidupan untuk mengolah jiwa/rasa yang diajarkan oleh Ki Ageng Suryomentaram (KAS).

KAS adalah seorang pangeran, putra Raja Hamengkubuwono VII yang keluar dari kehidupan istana di keraton menjadi rakyat jelata dan mencari pencerahan dalam hidup.

Kebahagian didapatnya walau melepaskan kekuasaan, kekayaan, dan ketenaran karena bahagia itu soal rasa bukan keadaan/status.

Rasa senang dan susah tidak ada yang abadi, hanya sementara dan datang silih berganti. Tidak ada kesenangan yang selamanya seperti tidak mungkin susah terus dan kepuasan itu tidak ada habisnya.

Kepuasan bisa terus mengembang bisa mengecil, tergantung keinginan dan rasa kecukupan, adalah semu untuk menganggap bisa bahagia selamanya jika mencapai yang diinginkan atau menderita terus menerus kalau tidak mendapatkan keinginan atau menghindari situasi yang ingin ditolak.

Tidak ada di dunia ini yang layak untuk dikejar sampai mengorbankan segalanya atau sesuatu harus dijauhi tidak boleh terkena sama sekali, itu tak perlu dirisaukan.

Janganlah khawatir dengan masa depan, merancang boleh, cemas jangan. Dan jangan menyesali yang sudah terjadi, percuma kecewa oleh masa lalu, jadikan kenangan atau pelajaran namun harus ‘move on’.

Juga tak perlu iri karena kita tidaklah kalah secara absolut pada siapapun serta tidak ada menang mutlak jadi tak usah sombong.

Jadilah orang yang serba kecukupan, menerima dan bersyukur akan yang ada di masa sekarang, saat ini, bagaimanapun kondisinya dijalankan dengan ikhlas.

Pasrah itu bukan berarti tidak berusaha, justru terus berusaha mencari kebenaran, khususnya dengan mengolah rasa dengan memperdalam lapisan diri ini, melewati beragam catatan/memori/program yang sudah menjadi ciri/karakter sampai tiba pada satu diri sejati yang tanpa ciri.

Diri yang menjadi pengamat, pemerhati abadi dari perilaku sehari-hari, pemikiran ego yang dipengaruhi keinginan-keinginan tanpa henti.

Berkarya atau bekerja bisa lebih rasional, dengan keyakinan yang kuat karena sudah mengetahui yang kekal, jadi tidak mudah goyah dengan hasrat atau emosi sesaat.

Cobalah belajar olah rasa dengan mengamati jiwa binatang, lalu berlatih dengan memperhatikan anak-anak, hingga lawan bicara orang dewasa siapapun itu.

Pada akhirnya, bisa memiliki jarak untuk melihat kejiwaan diri sendiri secara jernih, secara obyektif dapat kuat berdiri tegak, tabah menghadapi apapun di dunia fana ini.

Tidak masuk ke neraka dunia, kegelisahan sampai depresi, tapi bisa merasa tenteram bebas dari ketakutan dan kegalauan akibat terombang ambing dari gelombang kejadian yang jadi pengalaman pribadi, tetap tenang.

Setelah ketenangan, muncullah pilihan untuk selalu bahagia. Itulah Begja yang sempurna!

*KAS juga menjadi pengajar/penceramah, yang dihormati oleh Ki Hajar Dewantara, KAS juga menjadi murid dari pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan serta berguru kepada pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. KAS turut menggagas ide kemerdekaan dan tentara di Indonesia diberi ‘Jimat Perang’ yang menginspirasi Presiden pertama Ir. Soekarno, maka KAS juga sempat memberikan wejangan/nasehat kepada Bung Karno dari masalah kenegaraan/kebangsaan hingga isu pernikahan/rumah tangga.

Mindfulness

Penelitian membuktikan pelatihan ‘Mindfulness’ dalam beberapa minggu saja bisa membantu mengatasi masalah psikologis seperti stres, kecemasan, hingga depresi.

Mulailah dengan kesadaran akan arah perhatian Anda, bagaimana cara kerja pikiran dalam mempengaruhi suasana hati,

Coba mulai dari melatih konsentrasi saat rileksasi, lalu mulai menyadari segalanya yang ada di momen masa kini, melepaskan fokus dari masa lalu atau masa depan.

Biarkan bayangan atau angan itu datang dan pergi dalam kesadaran tanpa diberikan perhatian khusus,

Jadikan nafas atau satu obyek di depan mata sebagai jangkar jika perhatian larut pada sesuatu produk batiniah dan kesadaran mulai pudar.

Pada akhirnya, kita semua akan meraih suatu perasaan yang damai, ketenangan yang terasa mendalam.

Walau di tengah-tengah problematika kehidupan, kita bisa tetap tenang untuk mengambil keputusan yang terbaik dan bersikap tanpa gegabah.

Laku ‘Mindfulness’ yang konsisten akan menyelamatkan hidup Anda.

Referensi: Alice Malpass, Kate Binnie, Lauren Robson. Medical Students’ Experience of Mindfulness Training in the UK: Well-Being, Coping Reserve, and Professional Development. Education Research International, 2019; 2019: 1 DOI: 10.1155/2019/4021729