Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Month: April, 2012

Tips Relaksasi untuk Optimalisasi Otak

Otak bekerja seperti komputer, dan stres membuat otak tidak bisa berfungsi secara optimal. Stres memang diperlukan untuk memicu inisiatif. Namun stres yang berlebihan membebani kerja otak yang seperti komputer itu.

Dalam perumpamaan ini, stres bagaikan program (software) yang mengkonsumsi memori (RAM) komputer. Membuat komputer (otak) berjalan lambat. Pemikiran menjadi terhambat dan buntu.

Saya pernah menuliskan beberapa tips untuk meredakan stres. Disini, saya akan berbagi lagi beberapa tips relaksasi yang berguna juga dalam meredakan stres dan mengoptimalkan kerja otak.

Otak yang bekerja secara optimal akan mampu berpikir secara inovatif, menangkap berbagai peluang, memaksimalkan ingatan serta intuisi, menemukan solusi yang kreatif, dan sebagainya. Berikut adalah tips-tips singkat relaksasi untuk optimalisasi otak;

1. Pasrah dan ikhlas menerima apapun yang telah terjadi (di masa lalu) serta yang akan terjadi (di masa depan). Tapi tetap proaktif mengusahakan perubahan yang bisa dilakukan sekarang(di masa kini). Belajar terus agar bijaksana dan bisa memisahkan hal-hal mana yang masih bisa diubah dan hal-hal mana yang harus diterima karena diluar kendali kita sebagai manusia.

2. Pijat. Otot-otot yang tegang menyimpan ingatan stres yang terkadang tidak disadari bahkan sudah terlupakan oleh otak tapi tidak bagi otot. Pijatan akan melepaskan stres yang tersimpan yang menciptakan ketegangan di otot. Pemijatan yang tepat juga akan melancarkan peredaran darah yang pada akhirnya akan memaksimalkan distribusi nutrisi serta oksigen ke otak sehingga kita bisa berpikir dengan optimal.

3. Bernafas dalam dan banyak minum. Ketika stres, nafas kita cenderung pendek untuk memompa adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung berdetak dengan lebih cepat. Dengan bernafas secara panjang dan mendalam akan menenangkan jantung kita serta menurunkan tekanan darah. Nafas yang dalam juga akan membawa banyak oksigen ke otak, yang diperlukan dalam proses berpikir otak yang membutuhkan banyak oksigen serta energi. Jangan lupa juga untuk minum karena dehidrasi atau kekurangan cairan menurunkan daya berpikir serta merusak sel-sel saraf di otak. Air dan oksigen adalah dua kebutuhan utama untuk otak.

4. Memejamkan mata. Otak yang stres akan memproduksi banyak gelombang beta. Gelombang beta akan membuat otak selalu waspada yang pada akhirnya akan melelahkan otak. Sedangkan otak yang rileks akan berada dalam gelombang alpha yang lebih rendah dari gelombang beta. Memejamkan mata secara otomatis menurunkan gelombang otak. Silahkan tidur siang sebentar saja jika keadaan memungkinkan. Selain itu, maksimalkan tidur malam serta jangan lupa agar selalu bangun pagi agar otak segar dan prima. Baca tips untuk bangun pagi disini.

5. Berolahraga dan berada di bawah pancaran sinar matahari. Olahraga akan membuang hormon yang menyebabkan stres. Angkat berat di gym, memukul sansak, atau berenang bagus untuk meredakan stres. Lebih bagus jika bisa berjalan kaki di luar ruangan selama 30 menit. Berjalan akan mengeluarkan stres dari sistem saraf dan sinar matahari akan memicu produksi vitamin D yang telah terbukti membantu melawan depresi. Orang yang kekurangan sinar matahari akan cenderung dilanda stres, makanya ada istilah winter blues atau bete di musim dingin. Berkeringatlah!

6. Istirahat dan berlibur. Ambil jeda singkat dalam jam kerja. Ajukan cuti dan pergi liburan setelah beberapa bulan bekerja. Lepaskan ketegangan di tubuh, khususnya di area mulut dan rahang jika kita sering menggunakannya dalam pekerjaan kita. Setiap hari di kantor, ambil waktu untuk istirahat minimal 3 kali; sekali untuk makan dan dua kali untuk coffee break serta berdoa (sholat bagi yang beragama islam baru lanjutkan dengan doa) atau bisa juga melakukan visualisasi dan afirmasi yang positif. Baca tentang cara melakukan afirmasi yang baik disini. Ambil waktu 5 menit untuk pause atau menenangkan pikiran di setiap jam kerja jika bisa. Setiap minggu, pergilah ke tempat-tempat yang alami dan banyak pohonnya seperti taman daripada hanya sekedar berjalan-jalan di mal. Berliburlah ke pegunungan, danau, atau pantai setiap mendapatkan cuti tahunan. Alam akan membawa suasana damai di dalam batin.

7. Dengarkan musik yang menenangkan. Biasanya berupa musik instrumentalia dengan melodi yang lembut. Atau apapun jenis lagunya yang penting membuat kita tenang, senang, atau riang-gembira. Bisa juga mencoba mendengarkan instruksi meditasi dan brainwave entraintment seperti binaural beat kalau cocok. Meditasi dan binaural beat akan menurunkan gelombang otak, yang pastinya bisa meredakan pikiran yang sedang stres.

8. Bersahabat dengan orang-orang yang positif dan optimis. Minta dukungan mereka yang baik hati serta ceria. Ceritakan masalah (curhat) jika itu bisa membuat kita lega. Yang perlu diingat, lingkungan akan sangat mempengaruhi mood kita maka kelilingilah diri kita dengan orang-orang yang bisa menenangkan kita bukan orang-orang yang malah menyedot energi dengan mengeluh, bergosip, dan suka menyalahkan orang lain. Berkumpul dan bersosialisasi telah terbukti membawa perasaan percaya diri serta mampu menghilangkan stres yang tak perlu. Kesendirian malah membawa perasaan kesepian yang membuat stres otak dan hati kita.

9. Bercinta. Berpegangan tangan, berpelukan, dan segala jenis sentuhan dengan orang yang dicinta akan membuat otak secara otomatis memproduksi hormon yang membahagiakan. Hormon yang mampu meredakan stres. Usahakan hubungan asmara kita berjalan romantis, jangan sampai pasangan malah menjadi salah satu sumber stres kita. Bicarakan segala masalah yang timbul secara baik-baik dan kompak. Rutinlah mengalami ‘puncak’ keintiman bersama-sama. Dijamin stres akan segera menghilang jika kita memiliki interaksi yang mesra dengan pacar atau suami/istri.

10. Berkonsultasi dengan profesional. Jika stres sudah terlampau memberatkan (mengganggu keseimbangan neurotransmitter). Mulailah dengan konselor, lalu psikolog, baru psikiater sebagai pilihan terakhir yang menggunakan bantuan dari obat-obatan (awas kecanduan). Jangan remehkan perasaan stres yang depresif sehingga menimbulkan kebencian diri, rasa ingin bunuh diri, atau pekerjaan yang terlalu menekan mental. Hati-hati dengan stres yang bisa membuat kita gila atau schizofrenia, paranoid berlebihan, berhalusinasi, dan sebagainya.

Sekian dahulu tips singkat saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam Damai šŸ™‚

2 Faktor Motivasi

Frederick Herzberg adalah salah satu psikologis yang paling berpengaruh dalam manajemen bisnis. Dia merupakan profesor di bidang manajemen dan penulis buku teori motivasi serta artikel bisnis di Harvard Business Review. Teorinya telah digunakan di beragam perusahaan di banyak negara.

Teori motivasinya secara garis besar menyatakan ada 2 jenis faktor di dalam pekerjaan demi kepuasan kinerja. Jenis faktor-faktor yang meningkatkan motivasi berbeda dengan faktor-faktor yang menurunkan motivasi.

Motivator dan demotivator bukanlah kebalikan dari satu dan lainnya, namun merupakan jenis faktor yang berbeda-beda yang saling melengkapi.

Sebagai contohnya; seorang karyawan bisa merasa tidak puas dengan gajinya. Karyawan tersebut terdemotivasi karena upahnya yang dirasa kurang. Masalah bayarannya ini menurunkan tingkat motivasinya sehingga kontribusinya terhadap produktivitas perusahaannya menjadi rendah.

Lalu, jika masalah upah ini diatasi tidak serta merta karyawan tersebut puas dan menjadi termotivasi tinggi. Walaupun karyawan tersebut sudah merasa cukup dengan gajinya, belum tentu semangat kerjanya meningkat.

Ada seperangkat faktor lainnya yang mempengaruhi peningkatan kinerja yang berbeda dari faktor-faktor yang mendemotivasi.

Dalam teori Herzberg; ada 2 faktor dalam mempengaruhi tingkat motivasi pekerja. Ini disebut Faktor-Faktor Motivator dan Faktor-Faktor Higinitas atau Demotivator.

Seperti pada contoh yang di atas, faktor-faktor yang bisa menurunkan motivasi adalah: bayaran atau gaji/upah finansial beserta bonus dan tunjangan lainnya. Yang lain adalah: peraturan perusahaan dan kebijakan administrasi, kondisi lingkungan kerja, hubungan dengan sesama pegawai, supervisi atau interaksi dengan atasan.

Faktor-faktor yang menurunkan motivasi pada contoh di atas harus diperhatikan oleh perusahaan. Kesemua faktor di atas perlu dikelola agar para karyawan tidak terdemotivasi. Dan selanjutnya; untuk meningkatkan motivasi karyawan, perusahaan perlu mengelola faktor-faktor lainnya yang berbeda. Ini disebut faktor-faktor yang memotivasi.

Berikut adalah contoh faktor-faktor yang dapat membawa kepuasan kerja dan meningkatkan motivasi karyawan agar lebih produktif.

Faktor-faktor motivator itu adalah:
– Pencapaian Prestasi/Target
– Penghargaan dan Pengakuan
– Pengembangan Diri dan Karir
– Wewenang dan Tanggung Jawab
– Karakteristik pekerjaan dan Promosi

Herzberg menyimpulkan bahwa lawan dari kepuasan kerja bukanlah ketidakpuasan tapi ketiadaan kepuasan. Begitu juga lawan dari ketidakpuasan kerja bukanlah kepuasan namun tanpa ketidakpuasan.

Sehingga, perbaikan dalam faktor-faktor eksternal yang bisa mendemotivasi karyawan tidak serta-merta membuat karyawan langsung termotivasi. Perusahaan perlu memperbaiki juga kualitas faktor-faktor internal yang memotivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.

Menurut Herzberg, suatu pekerjaan perlu memberi tantangan yang cukup bagi potensi kemampuan karyawan untk digunakan secara maksimal. Karyawan yang berkeahlian tinggi perlu juga diberikan wewenang dan tanggung jawab yang tinggi pula. Jika seorang pekerja merasa potensi dirinya tidak terpakai secara optimal di dalam perusahaan, maka dia tidak akan menjadi terlalu produktif bagi perusahaan.

Teori ini telah teruji dan terbukti pada banyak perusahaan. Teori ini juga didukung oleh penelitian dan survei yang dilakukan oleh banyak lembaga riset pegawai lainnya. Pendekatan konsep motivasi oleh Herzberg ini mengaitkan keahlian dan motivasi kepada kinerja pegawai.

Rumusnya menjadi, kinerja sama dengan utilisasi keahlian pekerja beserta tingkat motivasinya. Atau: Produktivitas = Kemampuan Pegawai x Tingkat Kepuasan Kerja. Namun, untuk memperhitungkan kontribusi seorang pegawai tidak sesederhana itu. Terdapat beberapa faktor kunci dalam tehnik motivasi yang mesti dikelola oleh perusahaan.

Silahkan baca juga:
faktor kunci motivasi karyawan
Teori Motivasi dari Hati
Kepemimpinan yang Memotivasi

Tujuan dan Motivasi

Perilaku manusia sudah terprogram secara alamiah untuk bertahan hidup. Manusia berinteraksi dengan alam atau lingkunggannya dengan beradaptasi dan menguasai lingkungannya. Kebutuhan untuk mengendalikan inilah yang mendorong kita sebagai manusia untuk terus mengembangkan diri.

Kita harus selalu belajar dan meningkatkan kompetensi diri. Lingkungan akan selalu memberikan peluang dan tantangan. Jika kita sudah menyiapkan kompetensi yang diperlukan, saat peluang yang sesuai dengan keahlian tersebut hadir; maka kesuksesan akan diraih.

Namun kita juga harus mewaspadai ancaman dari beragam permasalahan yang mungkin timbul. Tantangan yang timbul harus mampu kita antisipasi agar stres tidak menjadi masalah besar.

Silahkan baca tentang mengelola stres disini.

Kita mesti menguatkan mental-pikiran, fisik dan spiritual, untuk menghadapi berbagai persoalan dalam pekerjaan serta kehidupan pada umumnya.

Nah, untuk memotivasi diri agar kita terus belajar meningkatkan kompetensi serta menguatkan diri, maka kita memerlukan tujuan yang mendorong perilaku. Tanpa adanya tujuan, seseorang akan menjalani kehidupan dengan tingkat motivasi yang labil. Motivasi yang tanpa tujuan menjadi sangat lemah dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, padahal kita sebagai manusia terprogram untuk menguasai lingkungan kita.

Jadi, amatlah penting untuk membangkitkan motivasi diri dengan menetapkan tujuan dan berusaha meraihnya.

Silahkan baca tentang cara-cara mencapai tujuan yang efektif dan yang tidak efektif disini.

Kembangkan tujuan seumur hidup, tuliskan rencana jangka panjang dan jangka pendek beserta prioritas-prioritas yang bisa segera dikerjakan. Luangkanlah waktu yang cukup untuk mencari tujuan yang mampu memotivasi.

Agar tingkat motivasi kita selalu terjaga, peliharalah selalu kepercayaan diri kita. Jangan biarkan diri terasa lemah tanpa kontrol, raih kendali dalam keseharian, perbuatlah apa yang bisa dilakukan semaksimal yang kita mampu. Lalu, jangan kalah oleh kegagalan; bangkit dan optimis karena masih banyak kesuksesan lain yang bisa diraih.

Baca tips motivasi ketika gagal disini.

Singkirkan perasaan tidak berdaya karena kegagalan dengan mengingat-ingat prestasi yang pernah diraih dan potensi diri yang masih bisa dioptimalisasi. Tetaplah berpegang teguh pada prinsip-prinsip sejati yang bermakna bagi kehidupan yang dimiliki. Jangan terlalu memikirkan apa kata orang lain, yakinilah nilai-nilai yang kita hargai sebagai prinsip yang akan mengarahkan kita pada tujuan.

Memotivasi diri dengan tujuan yang berarti…

Taktik Presentasi Sales agar Sukses

Salah satu langkah terpenting dari seorang sales dalam proses penjualan adalah presentasi.

Proses penjualan yang dilakukan oleh para sales pada umumnya. adalah:

1. Menjaring dan menyaring prospek dengan Cold Call atau membuat janji temu lewat telpon kepada suspect (calon prospek) dari database atau daftar referal.

2. Meeting pertama/pertemuan awal dengan prospek untuk perkenalan (basa-basi) dan memaparkan informasi profil perusahaan atau pengetahuan produk secara singkat.

4. Mencari tahu lebih lanjut tentang prospek dengan tanya-jawab/wawancara (biasanya secara informal seperti acara ngobrol-ngobrol biasa) untuk menganalisa kebutuhan/keinginan, cara konsumsi produk/jasa, dan kemampuan membeli dari sang prospek.

5. Menyusun proposal dan memberikan presentasi kepada prospek dengan penawaran yang sesuai hasil analisa yang telah dilakukan setelah sesi tanya-jawab di langkah keempat.

6. Closing atau meminta prospek untuk memberikan keputusan untuk membeli, menolak, atau menunda pembelian. Silahkan baca beberapa tehniknya disini.

7. Meminta referal, evaluasi untuk presentasi yang selanjutnya, dan jika berhasil menjadi pembeli; memberikan layanan after sales service yang baik seperti penanganan komplain serta cross-selling agar konsumen menjadi pelanggan yang loyal.

Dari kesemua langkah di atas, langkah yang paling krusial adalah presentasi. Disinilah inti dari taktik sales berada. Poin yang menentukan keberhasilan dari keseluruhan proses penjualan yang dilakukan sales.

Ketika sales memberikan presentasi, disinilah tahap dimana taktik penjualan dilaksanakan. Taktik adalah implementasi dari strategi yang telah dibuat. Jika strategi penjualan berasal dari aktivitas marketing di tingkat konsep maka taktik penjualan adalah aktivitas pada tingkat operasional di dalam segmen market yang ditargetkan.

Strategi pemasaran yang biasanya disusun oleh perusahaan kepada produknya, diawali dari pencitraan yang ingin ditanamkan di benak pembeli potensialnya. Ini disebut positioning.

Penanaman citra atau positioning produk ini berupa penawaran atau janji-janji yang dikomunikasi lewat iklan, aktivitas humas, dll. Maka, taktik adalah penerjemahan dari strategi pemasaran seperti positioning yang dipromosikan tersebut.

Pada saat presentasi inilah, seorang sales bisa menjalankan suatu taktik yang mengeksekusi klaim positioning produknya. Delivery dari janji atau citra yang ditebarkan. Taktik yang kongkrit yang bisa membawa sales kepada kesuksesan dari proses penjualan yang dilakukan.

Taktik sales yang berhasil ini harus mampu memberikan keunggulan kepada produk atau perusahaan dari para pesaingnya. Taktik penjualan ini biasa disebut diferensiasi. Inilah taktik yang memberikan perbedaan demi kemenangan dalam persaingan. Saya pernah menuliskan tips marketing sapi ungu sebagai tehnik diferensiasi yang sukses disini.

Seorang sales yang ingin menerapkan taktik diferensiasinya dengan sukses haruslah mengetahui perbedaan produk yang dijualnya terhadap para kompetitornya. Jadi, selain memiliki product knowledge, sales juga harus mempunyai competitor knowledge.

Presentasi yang standar biasanya hanya berisi product knowledge saja, seperti pemaparan fitur-fitur dan benefit atau manfaat dari produk yang dipresentasikan. Presentasi yang unggul haruslah menawarkan solusi khusus kepada konsumen sebagai bagian dari diferensiasi yang menarik. Diferensiasi inilah yang membuat produk yang ditawarkan menjadi menonjol di antara para pesaingnya.

Diferensiasi yang menarik ini harus benar-benar unik agar selalu diingat oleh para pelanggan dan sulit ditiru oleh para kompetitor. Perusahaan dan sales harus mampu memberikan kemasan, isi, dan/atau infrastruktur pendukung (seperti teknologi, fasilitas, serta sikap pelayanan dari karyawan) yang benar-benar membawa perbedaan.

Sales yang ingin berhasil harus mampu membuat pelanggan menyadari dan merasakan sendiri diferensiasi yang memukau, yang berbeda dari para pesaing walau mereka telah berusaha untuk menyerupai produk yang ditawarkan. Orisinilitas dan otentisitas mesti dijaga sebagai kredibilitas penyokong taktik penjualan ini. Diferensiasi yang berpengaruh adalah diferensiasi yang kredibel dan persuasif, serta penuh kepedulian.

Silahkan baca beberapa tips membujuk dengan persuasi disini dan trik menggunakan psikologi persuasif disini. Untuk membangun kredibilitas dan kepedulian, seorang sales harus menyusun taktik diferensiasi bukan hanya pada fitur dan manfaat/benefit yang bisa ditawarkan oleh produknya, namun juga menawarkan solusi bagi pelanggannya dalam suatu kerja sama yang awet.

Sales yang sukses adalah sales yang telah bertransformasi menjadi seorang commercial trader dan juga sebagai seorang relationship manager. Sebagai seorang commercial trader; sales mampu memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak lewat solusi yang ditawarkannya. Win-win solution istilahnya. Solusi yang sama-sama menguntungkan bagi perusahaan dan pelanggan.

Kalau sebagai seorang relationship manager berarti seorang sales mampu menjaga dan meningkatkan kualitas hubungannya dengan pelanggan dalam jangka panjang. Pelanggan dianggap sebagai mitra yang setara. Hal ini dilakukan dengan konsisten berkomunikasi secara terbuka, terpercaya, dan penuh kepedulian.

Dengan menjadikan pelanggan sebagai mitra, seorang sales akan memiliki pembeli yang setia, berulang-ulang, dan memberikan referal bahkan turut membujuk orang lain untuk ikut membeli produk yang ditawarkan sang sales. Dan akhirnya akan membawa kesuksesan kepada sang penjual secara terus-menerus, yang diawali dari presentasi dengan taktik sales yang berhasil: yaitu diferensiasi.

Kunci Sukses Manajemen dari Steve Jobs

Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang kisah inspiratif kepemimpinan kreatif dari Steve Jobs disini. Namun memang, masih banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari gaya manajemen ala Steve Jobs.

InovasiĀ yang diciptakan olehnya membawa transformasi kepada beragam industri: musik, animasi, telpon genggam, komputer tablet dan personal, serta toko serta penerbitan digital. Steve Jobs akan selalu dikenang sebagai pendiri Apple di tahun 1976, lalu keluar di tahun 1985 dan kembali pada tahun 1997 untuk menyelamatkan Apple dari kebangkrutan serta membawa kejayaan perusahaan ini hingga kematiannya di tahun 2011.

Beberapa kreasinya seperti iMac, iPod, iTunes, MacBook, iPhone, iPad, App Store, OS X Lion, dan juga film-film animasi Pixar menjadi produk yang hebat dan meraih kesuksesan. Apakah kunci sukses dari manajemen ala Steve Jobs ini?

Ternyata, kunci sukses yang utama dalam manajemen ala Steve Jobs ini adalah fokus. Dia kembali memimpin Apple setelah membawa sukses kepada Pixar, perusahaan animasi terbaik yang berhasil memproduksi film-film sukses seperti Toy Story. Waktu itu Apple hampir bangkrut dan Steve Jobs melihat permasalahan utama dalam manajemen saat itu adalah kurangnya fokus. Apple terlalu banyak memproduksi beragam jenis komputer dan perangkat, waktu itu komputer Macintosh saja memiliki belasan versi.

Steve Jobs dengan berani membawa pemikiran yang berbeda. Dengan moto atau slogan: Think Different, dia mengajak para tenaga ahli di perusahaan untuk menciptakan produk yang sederhana tanpa terlalu banyak jenis. Steve Jobs berfokus pada manufaktur komputer profesional berjenis Ā desktop dan laptop yang memuaskan pelanggan profesional.

Setiap pertemuan dalam pembahasan ide-ide dengan karyawan Apple, Steve Jobs selalu berkonsentrasi untuk membuang banyak ide dan memprioritaskan hanya tiga ide saja. Saking fokusnya, Steve Jobs bersemangat hadir dalam setiap rapat dengan manajemen tanpa memperdulikan kondisi medisnya. Sebegitu fokusnya Steve Jobs, hingga sakit pun bukan halangan dia untuk bekerja.

Prinsip fokus ini juga yang membawa kesederhanaan dan kemudahaan penggunaan produk-produk dan perangkat lunak dari Apple. Steve Jobs tidak ingin desain produknya serumit Microsoft, pesaingnya. Dia membuat fungsi-fungsi komputernya menjadi begitu intuitif sehingga siapapun bisa dengan cepat dan nyaman mengoperasikan produk-produk Apple. Pemakai komputer Apple sangat dimanjakan dengan desain yang simple namun indah dan elegan.

Steve Jobs fokus pada kesempurnaan, dia berani membuang banyak hal yang tidak perlu, menunda perilisan produk demi perbaikan atau penambahan fungsi baru, dan membawa revolusi berbagai produk elektronik. Steve Jobs membawa perubahan pada bagaimana cara seseorang membeli dan mendengarkan musik, meredefinisi telpon genggam dengan layar sentuh, dan memulai tren pada ultrabook (laptop/netbook tipis) dan komputerĀ tablet.

Fokus Steve Jobs pada kreativitas membawa inovasi yang jauh melampaui para pesaingnya. Pada jaman komputer digunakan orang-orang untuk mengopi lagu-lagu ke dalam format CD, komputer iMac yang pertama tidak ikut-ikutan melakukan itu. Steve Jobs malah membawa sistem baru dalam menikmati musik. Dia menciptakan iPod & iTunes yang fenomenal itu. Kini, banyak orang bisa membeli, mengunduh, mengelola, dan mendengarkan lagu secara yang lebih baik dengan perangkat yang handal.

Dan visinya ke depan dalam industri telekomunikasi membawa keberhasilan produk iPhone, sebuah telpon genggam yang membawa tongkat estafet dari iPod. Ketika banyak pesaing baru mulai ikut-ikutan memproduksi pemutar musik digital yang portabel, iPhone datang dan meneruskan kejayaan iPod ke skala yang lebih besar lagi. Selanjutnya adalah iPad, sebuah komputer tablet yang konsepnya didesain ulang sehingga berhasil meraih banyak penjualan.

Dengan fokus yang setajam sinar laser, Steve Jobs membawa kesuksesan kepada iPhone serta iPad. Dengan prinsip fokus yang sangat kuat, dia membuat suatu sistem pendukung untuk produk iPhone serta iPad. Disamping iTunes yang memberikan hiburan berupa musik, film serta ebook; Steve Jobs menyiapkan App Store yang berisi ribuan bahkan jutaan permainan (video-games), aplikasi, serta berbagai jenis perangkat lunak yang melengkapi iPhone dan iPad. Steve Jobs fokus pada keterikatan dan kepuasan pelanggan agar setia pada produk-produknya dengan prinsip fokusnya yang menyeluruh.

Sebenarnya, masih banyak pelajaran-pelajaran lain yang bisa kita petik dari seorang Steve Jobs. Saya akan menuliskan kembali inspirasi dari kehidupan Steve Jobs dan beberapa orang yang jenius lainnya dalam tulisan-tulisan mendatang. Tetap setia membaca blog ini yaa!