Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Month: Juni, 2016

Tips Menyingkirkan Bad Mood atau Perasaan Bete

Ketika saya merasa merana, bad mood alias bete saya coba berbuat baik pada orang lain. 

Ternyata, saya malah merasa bahagia.

Mengapa bisa begitu?

Ketika kita buat kebaikan kita akan melupakan diri kita sendiri. Apalagi kalau berbuat baiknya dengan ikhlas, maka ego yang merasakan bete itu akan terlupakan.

Coba saja sendiri, berbuat baiklah seikhlasnya dan sebanyak-banyaknya. Jangan terlalu memikirkan diri sendiri.

Mulailah dengan senyum, berikan pujian yang tulus. Kasihanilah orang-orang yang sebenarnya juga memiliki penderitaan dan kesusahan masing-masing. Pandanglah kalau setiap orang itu memiliki kesusahan, atau sakit yang kita tidak tahu.

Berilah sedikit waktu, tenaga, uang, bantuan, atau sekedar perhatian.

Dengan memberi, kita akan menerima.

Berpikir dan Bertindak

Ada saatnya berpikir, ada saatnya bertindak.

Melakukan kedua-duanya secara bersamaan akan sangat rentan gagal fokus dan mudah terpengaruh yang lain. Jangan sampai menyesal karena tidak optimal dalam berencana dan bertindak.

Pisahkan keduanya.

  • Berpikir sebaik-baiknya secara matang dengan mengantisipasi segala kemungkinan.
  • Bertindak sesuai rencana secara konsisten dengan energi serta konsentrasi maksimal.

Setelah bertindak barulah membuat evaluasi tindakan dan membuat perbaikan rencana jika diperlukan. Setelah membuat rencana yang lebih baik barulah bertindak mengikuti rencana jangan pusing-pusing berpikir lagi.

Namun dari semula, pastikan berpikir dahulu sebelum bertindak.

Cobalah dari hal-hal kecil, seperti membuat daftar belanja sebelum pergi berbelanja agar jangan sampai menyesal karena tidak ada daftar jadi berbelanja mengikuti impulsif pikiran atau pengaruh dari orang lain.

Setiap malam atau pagi, rencanakan hari dengan menuliskan prioritas sebanyak tiga sampai lima hal yang ingin dikerjakan hari itu.

Siapkan skenario yang setiap interaksi yang penting. Susun prosedur dari setiap kegiatan. Semua aktivitas kalau bisa ada protokolnya.

Sehingga di saat kita akan mengeksekusi rencana, kita tidak ragu sampai labil atau bingung dan tak termotivasi karena sudah tinggal menjalankan rencana tanpa perlu susah-susah lagi berpikir.

Kalau kita masih malas bertindak dan mengaplikasikan rencana, itu berarti kita masih dalam mode berpikir. Energinya masih banyak ada di dalam pikiran belum tersalurkan kepada otot-otot tindakan.

Terdapat masa transisi dari mode berpikir ke mode bertindak. Tips motivasi untuk mengerjakan apapun sesuai rencana semula adalah: 

  1. Pertama-tama, kita harus membuat rencana tindakan langkah demi langkah yang jelas secara urut walaupun juga bisa membuat beberapa rencana cadangan atau alternatif tapi tetap tertib dan mendetail.
  2. Kemudian setelah berpikir keras dan menghasilkan rencana yang brilian, mulailah berhenti berpikir jika sudah mau memulai tindakan dari rencana tersebut sesuai dengan waktu tenggat (dead line) yang telah ditetapkan.
  3. Salurkan perhatian dari pikiran kepada sensasi fisik pernafasan. Rasakan gerakan dada atau perut, jalannya udara di hidung, dan atur pernafasan dengan sengaja.
  4. Kalau perlu tahan nafas sebisa mungkin dan mulai bertindak. Jika masih sulit bertindak, mulailah dari satu tindakan sederhana. Gerakkan satu jari, telunjuk misalnya.
  5. Setelah itu, gerakkan semua jari lalu seluruh tangan, kedua tangan, selanjutnya  tubuh dan kepala mulai bergerak. Lanjutkan gerakan kecil menjadi satu aktivitas seluruh tubuh.
  6. Gerakan seluruh tubuh ini memulai mode bertindak dan menghentikan mode berpikir, maka jangan kembali ke mode berpikir lagi.
  7. Segera lakukan langkah pertama dari rencana yang telah disusun di langkah kesatu dan ikuti urutannya untuk bertindak sesuai rencana.

(Saya mendapatkan ide transisi ini saat mengalami sleep paralysis yaitu kelumpuhan otot di saat otak terjaga dan sadar, namun tubuh masih dalam keadaan tidur dan otot-otot tidak ada yang bisa digerakkan kecuali ada sedikit pergerakan badan saat bernafas, kemudian saya mencoba bangun dari tidur tersebut)

 

 

Kutipan

People tend to dwell more on negative things than on good things.

So the mind then becomes obsessed with negative things, with judgments, guilt and anxiety produced by thoughts about the future and so on.

~Eckhart Tolle

Pikiran

Kita semua kecanduan berpikir..

Susah berhenti berpikir. Kalau saja kita bisa sejenak berhenti berpikir, kita akan lebih relaks.

Bisa lebih baik dalam menjalani kehidupan ini..

Tapi jangan memaksa pikiran diam. Itu tidak akan berhasil malah menambah stres.

Biarkan saja pikiran itu berjalan sendiri. Abaikan pikiran, tak usah diikuti, biarkan saja lewat.

Lama kelamaan pikiran akan mereda, maka kita akan bisa menemukan ketenangan..

#tipsmotivasi