Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: bisnis & wirausaha

Kunci Sukses

Apakah kunci dari kesuksesan itu?

Apakah berasal dari gen yang kita miliki? Faktor keturunan dan keluarga? Warisan atau modal uang? Jaringan bisnis atau lingkungan usaha? Ide inovatif dan pemikiran yang kreatif? Ilham dari ilahi atau intuisi yang tajam?

Ataukah perilaku kita yang bisa menentukan kesuksesan, keberhasilan kita? Apakah sukses dipengaruhi oleh sikap kita? Bagaimana kita bertindak? Seperti apa paradigma kita? Dan apa yang kita lakukan? Strategi dan taktik apakah yang mesti dijalankan?

Bisa jadi sukses malah hanya soal keberuntungan. Nasib baik saja. Hoki.

Atau mungkin kombinasi dari kesemuanya yang saya tuliskan di atas?

Memang kesemuanya ini adalah faktor-faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. Namun kunci sukses yang terutama bukanlah itu semua.

Untuk meraih kesuksesan, kita harus melakukan perubahan. Perubahan dari keadaan yang sekarang menjadi kondisi yang diinginkan. Kondisi keberhasilan. Sukses.

Kunci sukses untuk melakukan perubahan yang berhasil adalah:

“Keputusan untuk berubah.”

Perubahan apapun baru bisa dilakukan secara efektif jika diawali dari keputusan yang tegas untuk berubah. Tentunya didukung juga oleh faktor-faktor yang saya tuliskan sebelumnya.

Keputusan ini sebagai garis tegas penanda awal dari perubahan. Pembatas yang tegas antara masa lalu dan masa depan. Masa depan dimana kesuksesan kita berada.

Kita mulai memisahkan dari masa lalu dan mengarahkan langkah sukses ke masa depan, dimulai dari satu keputusan yang solid. Sebuah janji yang kuat. Satu komitmen untuk keberhasilan. Suatu resolusi.

Sukses dalam berubah 10 kali lebih berhasil pada orang yang membuat suatu resolusi yang spesifik daripada hanya sekedar memiliki keinginan namun tidak membuat suatu resolusi (penelitian psikolog John Norcross).

Setelah kita membuat suatu keputusan, berkomitmen pada suatu resolusi yang spesifik, maka: pintu perubahan sudah terbuka. Tidak terkunci lagi. Dan kita harus mendorong pintu itu, melangkah memasuki masa depan yang sukses.

Kita tidak perlu sendirian dalam melakukan perubahan ini. Kita tak perlu hanya menggantungkan resolusi kita pada kekuatan kehendak diri semata. Kita sebaiknya mencari teman seperjalanan.

Lalu, kita bisa mencari rekan yang mendukung, kelompok yang suportif, lingkungan yang sehat untuk kesuksesan, sistem yang bagus, dan sebagainya.

Akan tetapi, kita tetaplah direktur utama dari perubahan yang ingin kita jalankan. Kita adalah CEO dari langkah kesuksesan kita sendiri. Kitalah pembuat keputusan yang utama.

Tidak ada yang bisa mengawasi diri kita sendiri selama 24 jam penuh. Jika kita belum memutuskan untuk berubah, maka kita tidak akan pernah berubah. Keputusan untuk berubah adalah kuncinya.

Ngomong-ngomong soal direktur utama atau CEO, di perusahaan saya ada pesan CEO yang bagus, yaitu: “Ekseskusi! Eksekusi! Eksekusi!”

Diulang sampai tiga kali. keberhasilan suatu komitmen sampai bisa mencapai kesuksesan ditentukan oleh eksekusinya. Banyak perusahaan yang gagal bukan karena tidak memiliki rencana yang bagus, namun karena kurangnya eksekusi yang proaktif.

Setelah membuka pintu sukses dengan kuncinya: keputusan untuk berubah, maka selanjutnya kita harus beraksi: membuka pintunya dan melangkah masuk. Eksekusi!

Last but not least, kadangkala komitmen kita seiring waktu bisa kendor. Motivasi kita bisa turun-naik sepanjang perjalanan kita untuk berubah. Disini saya akan berikan satu tips khusus.

Ingat-ingatlah satu kalimat yang bisa memberikan inspirasi, membakar motivasi. Sebuah slogan, motto pribadi. Kalimat bisa seperti apapun, kata-kata indah atau kutipan dari seorang tokoh yang dikagumi.

Satu syaratnya, harus bisa menggugah hati kita. Dan ini bersifat pribadi, personal, tergantung masing-masing karakter orang.

Kalimat ini harus bisa menjadi pengingat, sebuah anchor dalam istilah psikologi atau NLP yang mampu memicu reaksi emosional tertentu; dalam hal ini yang kita harapkan membuat kita termotivasi.

Seperti yang pernah saya dengar dalam satu film: Negeri 5 Menara. Disitu tokohnya selalu mengulang-ulang kalimat: Man Jadda Wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.

Keputusan yang dibuat harus dengan sungguh-sungguh dan eksekusinya juga harus bersungguh-sungguh. Konsisten. Untuk mengobarkan semangat, tokoh utama dalam film Negeri 5 Menara mengulang-ulang kalimat: Man Jadda Wajada setiap membutuhkan pembangkit motivasi.

Pilihlah satu kalimat inspirasi. Kalau perlu catatlah dalam sebuah kartu. Kantongi kartu tersebut. Lihat tulisannya setiap membutuhkan dorongan motivasi, lihat setiap ada waktu dan kesempatan. Baca beberapa kali sepanjang hari agar harimu penuh dengan semangat.

Coba saja dan buktikan sendiri kehebatan tips ini. Silahkan ikuti twitter saya untuk mendapatkan inspirasi.

(Terinspirasi oleh tulisan Meg Selig di blog Psychology Today dan film Negeri 5 Menara)

Tehnik Penutupan Penjualan (Closing)

Dalam kegiatan menjual terdapat beberapa tahap.

Pertama-tama kita mencari calon pembeli yang potensial yang biasa disebut prospek. Lalu kita mencoba membuat janji temu dengannya. Setelah bertemu, jangan langsung membicarakan produk kita terlebih dahulu. Berbincang-bincanglah dahulu.

Dalam perbincangan dengan prospek, kita menggali kebutuhan dan keinginan prospek. Tahap selanjutnya adalah membuat suatu presentasi yang sesuai dengan profil sang prospek. Setelah itu kita bisa menjawab beberapa pertanyaan dan keberatan yang timbul.

Dan akhirnya melakukan penutupan penjualan atau biasa disebut closing.

Memang, ini bukanlah tahapan penjualan yang paling akhir. Masih ada tahap after sales service dan pengelolaan keluhan. Kita juga harus meminta referal jika pembeli puas dengan pelayanan kita.

Namun, tahap yang paling menentukan adalah tahap penutupan ini. Dan saya akan berbagi beberapa tehnik closing yang telah teruji dan terbukti berhasil yang bisa diterapkan oleh para wiraniaga atau tenaga penjual:

1. Tanpa Meminta.
Inilah tehnik closing yang paling hebat. Kita sebagai sales hanya diam dan menunggu sang prospek mengatakan ingin membeli produk kita. Tehnik ini membutuhkan produk yang mengundang kekaguman, presentasi yang luar biasa, dan reputasi yang memukau.

Calon pembeli malah mengular dalam antrian. Caranya: buat produk yang berkualitas tinggi dan terkenal. Ciptakan marketing sapi ungu yang sensasional. Seperti fenomena iPhone oleh Steve Jobs.

2. Tanyakan Saja.
Setelah kita memberikan presentasi, lihatlah apakah prospek peduli dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Lalu kita jawab semua pertanyaannya dengan baik. Setelah itu, sewajarnyalah kita bertanya balik apakah sang prospek berminat membeli produk kita.

Ini adalah tehnik alamiah yang bisa terjadi jika presentasi dan sesi tanya-jawab kita berlangsung dengan sukses. Bisa juga menggunakan orang lain untuk meminta pembelian kepada prospek, misalnya pegawai dari pelayanan pelanggan (customer service) yang bisa datang membawa formulir pemesanan setelah kita selesai presentasi.

Atau meminta bantuan atasan, seperti tehnik yang selanjutnya berikut ini;

3. Lewat Atasan.
Kita bisa meminta bantuan orang lain, atasan kita misalnya. Untuk hadir setelah kita memberikan semua materi presentasi dan menjawab segala pertanyaan dari prospek.

Contoh yang terbaik adalah; prospek bisa melihat kita mencoba memperjuangkannya dengan meminta diskon kepada sang manajer, lalu kita kembali padanya dan memintanya untuk membeli setelah kita sukses mendapatkan diskon ‘khusus’ untuknya dari sang manajer.

Atau kita bisa minta tolong kepada para pelanggan kita sebelumnya. Bisa lewat testimonial atau pernyataan bahwa mereka puas dengan membeli dari kita. Bahkan calon pelanggan lain bisa kita manfaatkan sebagai bukti bahwa produk kita laris diantri oleh banyak prospek.

Nyatakan produk kita memiliki banyak pelanggan yang telah puas dan mempunyai banyak prospek lain yang tertarik untuk membeli. Buktikan kalau produk kita memang produk yang laris dan terpercaya oleh banyak orang.

4. Memberikan Pilihan.
Berikan beberapa pilihan jika memungkinkan, tapi jangan terlalu banyak. Cukup dua atau tiga saja. Misalnya pilihan pertama lebih hemat namun dengan fitur yang dikurangi, pilihan kedua dengan cara bayar yang lebih fleksibel dengan tambahan fitur, dll.

Berikan rasa kepercayaan diri pada prospek bahwa ini pilihannya bukan karena termakan rayuan sang penjual. Tidak ada orang yang ingin merasa menjadi korban. Biarkan prospek merasa berwenang atas keputusan pembeliannya.

Dengan perasaan otoritatif, dia akan merasa tidak terpaksa dan bersedia membeli dari keinginannya (pilihannya) sendiri. Kombinasikan tehnik ini dengan memberikan batasan waktu kalau perlu, beri deadline kapan pilihannya tersedia sampai masa berakhirnya.

5. Menetapkan Batas Waktu.
Kita tak perlu memaksakan penjualan terjadi setelah presentasi. Kasih waktu kepada prospek untuk berpikir. Bahkan berlakulah seakan-akan kita menolak jika prospek ingin membeli hari ini juga, dengan syarat kalau prospek tampak ragu-ragu dan belum terlalu yakin mau membeli. Bahkan terlihat ingin menolak.

Pastikan bahwa prospek kita memang cenderung ragu dan terlihat ingin menolak. Minta waktu bertemu lagi di masa depan, beberapa hari dari sekarang. Berikan jangka waktu juga sampai kapan penawarannya berlaku. Batasi masa berlaku promosi seperti diskon atau beritahukan rencana kenaikan harga, minggu depan misalnya.

Asumsikan bahwa prospek setuju untuk membeli di masa depan dan ceritakan keuntungan serta juga kekurangan dari produk kita. Bangunlah dahulu kepercayaan dengan memberikan presentasi yang fair. Tapi kelebihan yang dimiliki produk kita bisa menutupi kekurangan yang ada. Dan jangan kalah oleh produk para pesaing. Lalu biarkan prospek membanding-bandingkan produk kita dengan pesaing itu. Beri waktu.

Sekian dahulu tips saya kali ini. Sebenarnya masih banyak sekali tehnik-tehnik closing pada tahapan penutupan penjualan. Dari yang terbaik seperti yang saya tuliskan di atas. Sampai yang terkonyol seperti mencoba menjebak dengan mengajak bersalaman, meminta tanda tangan di formulir pemesanan dengan menanyakan pilihan pulpen prospek apakah bertinta hitam atau biru, mengancam, memanipulasi, dan seterusnya.

Sebenarnya tahapan penutupan akan berjalan secara natural tidak perlu tehnik closing yang aneh-aneh. Yang penting, kita memiliki banyak prospek yang sesuai target market produk kita, produk dan presentasinya berkualitas prima, serta tenaga penjualnya yang persuasif. Semoga tips saya kali ini membantu!

4 Kunci Keberhasilan Perubahan

Kita semua pernah membuat sebuah komitmen untuk suatu perubahan.

Kita ingin lebih hemat, ingin lebih langsing, lebih sering berolahraga, lebih sukses menjual, dan seterusnya.

Dan seringkali kita gagal memenuhi komitmen itu. Entah kenapa tekad kita melemah, luntur. Kebiasaan lama mulai dilakukan kembali.

Perubahan yang diinginkan tidak berhasil.

Supaya komitmen untuk berubah bisa berhasil dan sukses dalam jangka waktu yang lama, berikut 4 kunci keberhasilan untuk melakukan perubahan:

1. Kelihaian

Lihailah dalam membuat suatu perubahan. Pikirkan tehnik-tehnik yang revolusioner agar perubahan terjadi dengan lebih segera. Manfaatkan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, gunakan manajemen waktu yang efisien, dan olah berbagai sumber daya dengan efektif.

Pelajari beragam tips mengolah batin agar lebih siap untuk berubah. Perkuat komitmen dengan pemrograman pikiran diri sendiri dan mempengaruhi pikiran orang lain.

2. Kesabaran

Jangan terlalu berharap kita bisa berubah secara instan. Perubahan membutuhkan waktu. Alam telah menunjukkan itu lewat evolusi. Perubahaan yang bertahap. Bersabarlah.

Jika kita bersabar, perubahan yang diinginkan bisa diraih dan akan bertahan dalam jangka panjang. Pada akhirnya, konsistensi akan lebih menjamin hasil yang lebih baik daripada antusiasme yang meledak-ledak di awal-awal saja.

3. Kegigihan

Setelah bersabar, kita tingkatkan kesebaran dengan secara aktif gigih dalam bertindak. Lakukan segala hal yang bisa kita lakukan semampunya untuk menciptakan perubahan yang diinginkan.

Jangan pernah berhenti berusaha. Ketekunan akan membuahkan hasil seperti air yang lembut mampu melubangi batu yang keras dengan tetesan-tetesannya yang gigih.

4. Ketabahan

Dalam perjalanan kita untuk mencapai kesuksesan, untuk berhasil berubah sesuai komitmen awal kita, terdapat banyak halangan dan rintangan yang akan menjatuhkan semangat kita.

Seiring waktu berjalan, usaha kita akan diuji dan kekecewaan akan datang silih berganti. Motivasi akan meredup karena kegagalan-kegagalan yang ditemui. Tetaplah tabah.

Cari jalan lain, putar otak buat strategi baru. Tabahlah menghadapi masalah dan bangkitlah mencari solusi. Tabah dan terus proaktif.

Jika kita sudah menggunakan kelihaian, lalu bersabar dan meningkatkan kesabaran tersebut dengan kegigihan, maka ketabahan akan menyempurnakan upaya kita untuk mengadakan perubahan.

Perubahan yang sempurna membutuhkan 4 kunci: kelihaian, kesabaran, kegigihan, dan ketabahan.

Di antara komitmen dan tujuan kita, ada rencana tindakan. Dan tindakan-tindakan kita harus mengandung keempat elemen kunci untuk perubahan ini. Selamat beraksi!

Mencari Inspirasi

Ada hari-hari dimana kita merasa tidak memiliki inspirasi, ketika kita membutuhkan semangat dan kreativitas untuk mengerjakan sesuatu. Menulis blog ini misalnya.

Seringkali, saya merasa bingung harus menulis apa. Kalau kata orang bule: writer’s block dan saya harus mencari inspirasi untuk bisa menulis.

Dalam tulisan ini, saya akan berbagi beberapa tips untuk mencari inspirasi.

(catatan: dalam salah satu tips saya sebutkan dengan membaca blog orang lain kita bisa terinspirasi. Dan tulisan ini terinspirasi oleh blog zenhabits.)

Saya memang bukan yang paling ahli dalam mencari inspirasi namun saya ingin berbagi beberapa tips yang berguna.

Mengapa kita terkadang sulit mendapatkan inspirasi?

Inspirasi adalah suatu hal yang tidak dapat dipaksakan. Banyak orang menganggap inspirasi itu seperti sebuah ilham atau wangsit. Sulit didapatkan secara instan sesuai kehendak kita.

Sebenarnya inspirasi itu adalah penemuan yang didapatkan dengan mencari secara terbuka. Jangan kita menutup diri dan mengkhususkan pencarian dengan ide bertemakan tertentu.

Inspirasi adalah ide yang ditemukan dengan mencari secara proaktif. Jangan hanya menunggu, segera bertindak. Dan inspirasi yang mampu memotivasi kita adalah sebuah ide yang tidak hanya ditemukan namun memicu tindak lanjut dari kita.

Inspirasi didapatkan dari mencari dan mengamati karya ilahi, spiritual (seperti ilham/wangsit), kreasi orang lain, inspirasi dari alam, dari ide-ide yang lama maupun yang baru.

Inspirasi yang kita temukan juga akan menginspirasi orang lain pada saatnya nanti. Inilah pencapaian inspirasi tertinggi, menjadi inspirasional.

Cara Mencari Inspirasi

Inspirasi dimulai dengan niat kita untuk mencarinya. Mencari dengan mata terbuka dan tidak terpusat pada satu tempat atau satu hal saja. Itulah kunci dalam mencari inspirasi: untuk menjaga pikiran terbuka. Pikiran yang tertutup tidak akan dapat menampung ide inspiratif yang datang.

Jadilah orang yang peka. Menjadi jeli dan sensitif terhadap keindahan dari segala sesuatunya. Lihatlah segalanya di sekitar kita yang mungkin kita tidak duga-duga bisa menjadi sumber inspirasi.

Beberapa sumber inspirasi yang potensial:

  • Membaca buku, blog (orang lain dan diri sendiri), majalah, koran, dll.
  • Menonton film berbagai genre, melihat berita, dokumenter, program acara TV, mendengarkan radio, podcast, dll.
  • Orang di sekitar, amati dan ajaklah berbincang. Lihat situs jejaring sosial seperti twitter dan facebook tetapi jangan terlalu terbuai sehingga menghabiskan waktu.
  • Alam atau carilah tempat yang banyak pohonnya. Taman kota terdekat misalnya. Kalau tidak sempat, minimal pandangi lukisan tentang alam.
  • Pergi saja kemanapun, berjalan kaki, naik mobil/motor, traveling atau naiki bis dan kelilingi kota. Lihatlah anak-anak bermain, amati kesibukan kota, ikuti sebuah promo tour dan nikmati pemandangan sepanjang perjalanannya.
  • Datangi pertunjukkan seni, konser musik, opera. Pergi ke museum, dll.
  • Pelajari beragam sejarah, budaya, agama di dalam negeri dan seluruh dunia. Cari beragam foto-foto yang indah dari semua tempat di bumi.
  • Berolahraga, main bilyar atau bowling dengan kawan-kawan. Berlatih basket atau badminton dengan teman. Atau berenang sendirian, dll.
  • Ingat-ingat mimpi kamu semalam, atau tanyakan mimpi dari orang lain. Ceritakan khayalan dan fantasi yang pernah dimiliki, tulis ulang.
  • Cari kisah inspiratif di internet; google, lihat diskusi forum, baca wikipedia dan kisah-kisah sukses dari orang lain, perusahaan besar, dll.
  • Renungkan kehidupan, inspirasi itu ada di mana-mana.

Mempertahankan Inspirasi

Tentunya kita tidak ingin inspirasi hanya datang sekali. Kita membutuhkan inspirasi secara berkala dan terus-menerus selama kita ingin terus berkarya.

Jika kita gunakan tips-tips mencari inspirasi seperti yang telah saya tulis di atas, lama-kelamaan kita akan semakin baik dan cepat dalam mendapatkan inspirasi. Semakin sering tips-tips di atas dilakukan, semakin bagus.

Namun, terkadang inspirasi cepat menghilang. Bagaimana caranya untuk mempertahankan agar inspirasi terus terjaga?

Berikut adalah tips untuk menjaga inspirasi agar selalu hadir:

  • Bekerja dengan orang-orang yang positif, kreatif, energik, orang-orang yang penuh semangat dan antusiasme. Antusiasme itu menular.
  • Membaca setiap hari beragam hal, beragam topik.
  • Pergi keluar. Alam adalah inspirasi yang baik, janganlah berada di dalam ruangan atau kantor sepanjang hari.
  • Bicara dengan orang-orang yang baru dikenal dan orang-orang yang selama ini hanya kenal sekilas saja. Banyak cerita menarik yang akan kita dapatkan dari orang-orang ini.
  • Keluar dari rutinitas, lihatlah segala sesuati dari perspektif yang berbeda. Ambil rute yang lain ketika ke kantor atau pulang ke rumah. Cicipi makanan di restoran yang baru. Kunjungi tempat-tempat yang baru di daerah kita.
  • Ambil waktu dalam kesendirian. Lakukan sejenis meditasi atau perenungan kontemplatif. Observasi pemikiran-pemikiran yang melintas di benak kita sendiri. Amati nafas dan segala sensasi diri.
  • Aktif berolahraga setiap hari. Minimal berjalan kaki selama 10-20 menit perhari. Peredaran darah akan lancar dan otak akan segar serta siap menerima inspirasi.
  • Sekarang ambil tindakan walau masih belum mendapatkan inspirasi. Menulis blog contohnya; tulislah artikel sejelek-jeleknya, tanpa inspirasi sama sekali pada awalnya. Tidak usah diterbitkan dahulu. Nanti, saya jamin di tengah-tengah tulisan, inspirasi akan datang.

Setelah mendapatkan inspirasi ambillah tindakan dan lakukan sesuatu. Minimal catatlah ide yang datang sebelum terlupakan. Kembangkan inspirasi menjadi inovasi dan kreasi yang akhirnya menjadi sebuah karya yang menginspirasi dunia.

Kisah Efisiensi vs Inovasi

Pada suatu ketika* terdapat dua perusahaan yang bergerak di industri otomotif.

Mereka memproduksi mobil. Kita sebut saja mereka perusahaan E dan I.

Kedua perusahaan ini telah menikmati masa kejayaan mereka. Produksi minyak untuk BBM melimpah. Daya beli pasar yang tinggi. Pesaing yang masih sedikit, dst.

Lalu, datanglah krisis..

Produksi minyak mulai berkurang. Perekonomian masyarakat melemah. Persaingan meningkat. Peraturan mengetat dan isu lingkungan mencuat.

Dan banyak hal lagi yang membuat dua perusahaan ini mulai goyah.

Bagaimana mereka memecahkan masalah ini?

Perusahaan E melakukan efisiensi. Karyawannya dikurangi. Biaya-biaya yang bisa ditekan; ditekan, bahkan dibuang kalau bisa.

Fokus manajemennya ada pada efisiensi. Dan perusahaan E bisa survive melewati krisis kali ini.

Lalu krisis kedua datang lagi. Ketiga. Keempat. Kelima. Dst. Minyak bumi pun makin habis. Masyarakat makin berhemat. Produsen mobil lain makin banyak.

Dan banyak tantangan lain yang timbul yang mengurangi keuntungan dari penjualan mobil.

Perusahaan E terus mengencangkan pinggang terus mengutamakan efisiensi. Laju produksi diturunkan. Banyak karyawannya yang dikeluarkan dan akhirnya keluar dengan sendirinya. Teknologi mobil buatannya kurang inovatif, boros bensin dan dianggap kemahalan.

Lalu perusahaan E mulai kehilangan banyak pelanggan. Pendapatannya menyusut. Hutang menjadi tertunggak.

Pada akhirnya perusahaan E pun kolaps. Harus di bail-out pemerintah atau bangkrut. Binasa.

Lain ceritanya dengan perusahaan I. Ketika krisis, meski harus melakukan efisiensi. Perusahaan I tidak berfokus kesitu. Perusahaan I berfokus pada inovasi.

Inovasi dengan riset dan pengembangan meski biayanya tidak efisien. Memperbaiki proses produksi dengan peralatan yang baru. Mencari dan memelihara SDM yang ahli meski biayanya tinggi.

Yang terpenting adalah inovasi.

Perusahaan I mencoba menciptakan mesin baru. Yang irit dan membutuhkan sedikit BBM. Mesin hybrid. Mesin listrik. Mesin hidrogen. Mesin berteknologi canggih.

Mesin yang akhirnya tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan produksi minyak karena kecanggihannya.

Lalu perusahaan I membuat lini produksi baru. Mobil-mobil jenis baru yang peduli lingkungan dan didukung masyarakat serta disubsidi pemerintah.

Mobil canggih yang dijual murah tapi dengan mesin berteknologi baru yang berkualitas. Mobil jenis baru kala itu. Perusahaan I membuka segmen pasar baru yang masih sepi pesaing.

Seiring waktu, pasar baru ini mulai banyak pesaingnya. Mobil canggih dan murah mulai diproduksi pabrik mobil lainnya. Namun para konsumen percaya dengan pengalaman panjang perusahaan I sebagai pelopor yang terbukti terus mengutamakan inovasi.

Posisi perusahaan I aman untuk jangka waktu yang lama. Selama fokusnya pada inovasi, bukan efisiensi.

(*) berdasarkan kisah nyata yang sedikit dimodifikasi