Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: disiplin & manajemen waktu

Tips Motivasi agar Semangat dalam Bekerja

Pada tulisan kali ini saya akan membagikan tips motivasi agar semangat dalam bekerja. Motivasi ini sangatlah penting, produktivitas akan meningkat jika kita bekerja dengan penuh semangat.

Berikut beberapa tips motivasi agar semangat dalam bekerja:

Yang pertama adalah bangun lebih pagi.

Dengan bangun lebih pagi, kita akan memiliki momentum semangat. Pikiran lebih segar dan badan juga lebih fit rasanya jika bangun lebih pagi daripada bangun kesiangan. Bangun kesiangan malah membuat lemas dan pusing, serta melemahkan semangat dalam bekerja.

Bila bangun pagi; waktu terasa lebih lama, kita menjadi lebih termotivasi dan sempat mengerjakan beberapa hal tanpa tergesa-gesa. Berbeda jika kita bangunnya kesiangan: waktu terasa mepet, terburu-buru jadinya, dan membawa stres pada akhirnya. Kita bisa memulai hari lebih dini, sempat sarapan dan bermeditasi/kontemplasi; agar proaktif dalam mengawali pekerjaan kita.

Baca tulisan saya sebelumnya tentang cara bangun pagi disini dan disini. Baca juga tentang cara meredakan stres disini.

Setelah bangun pagi, jangan lupa gosok gigi dan sambil bercermin, semangati diri dengan: Afirmasi Positif.

Ingatkan diri dengan afirmasi dan kuatkan alam bawah sadar agar selalu percaya diri dalam memulai hari. Afirmasikan optimisme, keyakinan diri dengan mensyukuri pencapaian yang ditargetkan di masa depan. Afirmasi pada pagi hari akan lebih ampuh karena pikiran kritis belum terlalu sadar secara penuh.

Afirmasi yang sukses akan menguatkan determinasi diri agar selalu bersemangat dalam bekerja. Afirmasi juga akan mengarahkan pikiran agar selalu termotivasi dan berkonsentrasi penuh pada pekerjaan. Afirmasi yang berhasil akan membentuk pribadi yang optimis serta positif.

Silahkan baca tentang afirmasi disini dan tentang pikiran kritis disini.

Selanjutnya, setelah afirmasi atau bisa dikatakan sebagai berpikir dan berkata positif adalah bertindak positif. Ini adalah ketiga pilar perasaan positif.

Dengan perasaan yang positif, kita akan lebih antusias yang secara otomatis akan meletupkan harapan serta semangat dalam bekerja. Kerja kita akan lebih gigih dan tidak mudah menyerah jika kita berperasaan positif. Emosi positif akan mengobarkan motivasi semangat kerja yang positif juga.

Tiga pilar perasaan positif yang bisa membakar motivasi kerja ini bisa dibaca disini.

Lalu, kita harus ingat kembali nilai-nilai yang kita pegang. Beberapa prinsip seperti tanggung jawab dan cinta keluarga perlu ditanamkan di dalam hati sepanjang hari. Ucapkan dalam doa, tujuan kita bekerja; mencari nafkah demi kesejahteraan keluarga.

Baca kembali sasaran-sasaran yang ingin kita raih, peningkatan karir yang bisa kita dapatkan, serta angka-angka di dalam slip gaji atau upah hasil kerja kita. Catat dalam selembar kertas dan bacalah beberapa kali dalam sehari selama jam kerja kita. Ini akan menjaga level motivasi kita selama bekerja.

Boleh baca tentang meningkatkan level motivasi disini.

Selain itu, mumpung hari masih pagi buatlah daftar prioritas, tetapkan 3 sasaran besar yang ingin dicapai hari ini.

Fokuskan diri agar mengejar hal-hal yang terpenting dahulu. Jangan sampai terlanjur sibuk tapi ternyata sibuk mengerjakan hal-hal yang bukan tugas utama kita. Paksakan diri untuk berdisiplin karena kedisiplinan akan membawa semangat motivasi kerja dan menciptakan budaya kerja yang produktif.

Silahkan baca tentang cara pencapaian tujuan yang efektif disini. Serta baca tentang kesibukan yang tidak produktif disini. Dan baca tentang disiplin disini.

Di tempat kerja jadilah pribadi yang positif, dan kelilingi diri dengan pribadi-pribadi yang positif pula.

Bersihkan lingkungan kerja dari sampah yang sebenarnya dan juga omongan sampah. Jangan bergosip, ikut-ikutan mengeluh, dan segala bentuk obrolan negatif lainnya. Jangan meracuni semangat dengan kata-kata demotivasi dari rekan kerja. Kalahkan obrolan yang negatif dengan selalu bangga dengan pekerjaan kita, perusahaan kita, dan bersyukur dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Tebarkan senyuman serta kebaikan.

Kalau perlu, upayakan rasa persaingan dengan rekan kerja. Pikirkan promosi dengan memberikan hasil kerja yang optimal. Sumbangkan kontribusi yang lebih baik daripada rekan-rekan kerja yang setingkat. Tonjolkan kinerja yang tinggi agar terpantau pantas untuk diangkat menjadi atasan bagi rekan-rekan kerja yang masih setara. Tingkatkan peluang diri untuk sukses mengungguli yang lainnya.

Baca juga cara menghentikan pikiran negatif disini dan meningkatkan peluang untuk sukses disini.

Akhirnya, akhiri hari dengan evaluasi: apa yang bisa diperbaiki di hari ini. Bagaimana melakukan pekerjaan dengan lebih baik di esok hari. Tips terakhir ini harus dilakukan terus-menerus. Tingkatkan kualitas kerja meski sedikit yang penting konsisten. Jika kita meningkatkan kualitas kerja kita 1% saja setiap harinya, maka dalam setahun kita akan meraih peningkatan sebanyak 365 persen!

Cara Disiplin dalam Bekerja

Setiap keunggulan sumber daya manusia berasal dari: ilmu pengetahuan, sikap, dan disiplin.

Ilmu pengetahuan memberikan keunggulan dengan inovasi dan efisiensi. Sikap memberikan keunggulan dalam kompetensi dan kepemimpinan. Disiplin memberikan keunggulan yang konsisten dan tahan lama.

Ilmu pengetahuan di era informasi ini relatif lebih mudah dicari dan dipelajari. Sikap biasanya sulit diubah karena sudah tercetak dalam karakter yang ditentukan oleh genetika dan faktor lingkungan pembentuk kepribadian seseorang.

Sedangkan, yang sulit dibentuk pada awalnya namun menjadi mudah dan menguntungkan pada akhirnya adalah kedisiplinan. Disiplin yang sukses akan menjadi kebiasaan seseorang atau budaya di dalam perusahaan bahkan negara.

Jika ilmu pengetahuan berarti meningkatkan kapasitas otak dan sikap adalah kecerdasan emosi seseorang, maka kebiasaan dari disiplin berasal dari pembentukan jalan saraf.

Semakin sering dilakukan dan dipraktekkan, suatu perbuatan akan menjadi semakin mudah. Jalan sarafnya akan semakin terbentuk kuat dan cepat untuk dilakukan.

Contohnya seperti belajar bersepeda atau mengemudi. Awalnya terasa sangat sulit namun lama-kelamaan akan menjadi mudah. Disiplin yang berhasil adalah disiplin yang menjadi kebiasaan.

Memang, seringkali untuk berdiplin itu pertama-tama memang susah. Dan pada awalnya untuk berdisiplin seseorang harus dipaksa dulu dan merasa terpaksa barulah bisa serta terbiasa. Inilah fase disiplin yang sulit, lalu setelah bisa dan terbiasa: disiplin menjadi mudah. Disiplin telah bertransformasi menjadi kebiasaan, bahkan budaya.

Pemerintah Singapura menerapkan denda yang tinggi jika membuang sampah sembarangan. Pada awalnya, warga Singapura merasa terpaksa untuk hidup bersih. Kini, mereka telah terbiasa dan menjaga kebersihan sudah menjadi budaya negara.

Disiplin harus diterapkan karyawan dalam beberapa aspek: disiplin waktu agar selalu tepat, disiplin kerja untuk menjalankan proses yang konsisten, disiplin menjaga kualitas, disiplin dalam berkomunikasi dan mempererat hubungan di kantor, dan akhirnya disiplin untuk memberikan hasil yang terbaik.

Perusahaan manufaktur Jepang menerapkan budaya disiplin dengan sangat keras, tapi hasilnya bisa sukses mengalahkan perusahaan-perusahaan Amerika dalam waktu yang tidak lama. Kini, kerja keras telah menjadi budaya bagi orang Jepang.

Disiplin memang harus dipaksakan pada awalnya. Maka dari itu, disiplin membutuhkan kekuatan untuk berinisiatif. Motivasi dari tindakan berdisiplin. Alasan untuk melakukan suatu perbuatan secara terus-menerus. Ini adalah soal penanaman nilai.

Contohnya; jika seorang anak ingin dilatih agar terbiasa menggosok gigi maka tehnik pertama dalam disiplin adalah penanaman nilai kesehatan gigi. Dengan adanya alasan untuk menjaga kesehatan gigi, fase pertama disiplin bisa dimulai.

Paksa, bisa, lalu terbiasa. Mungkin pada awalnya anak ini akan merasa susah, kesulitan menggosok gigi. Lalu, setelah bisa dia harus mengulang-ulang kegiatan menggosok gigi ini sampai menjadi suatu ritual. Akhirnya, anak ini setelah dewasa akan terbiasa menggosok gigi sebagai ritual, budaya hidupnya. Tanpa merasa sulit lagi seperti waktu awalnya dipaksa menggosok gigi. Menggosok gigi menjadi suatu kegiatan yang otomatis tanpa kesulitan yang berarti.

Jadi, untuk berdisplin itu awalnya memang sulit. Tapi seiring waktu akan menjadi mudah karena terbiasa. Jalan sarafnya akan terbentuk dan semakin kuat serta cepat. Tips-nya adalah paksakan saja! Perusahaan yang ingin memiliki karyawan yang disiplin harus berani memaksa. Tapi jangan lupa, tanamkan nilai serta beri motivasi/alasan kuat untuk berdisiplin.

Selanjutnya, silahkan baca tulisan saya sebelumnya tentang meng-install kedisiplinan lewat membangun kebiasaan yang sukses dalam 21 hari.

Inspirasi Sederhana untuk Semangat Bekerja Karyawan

Kembali lagi dalam tulisan singkat saya, setelah sebelumnya saya memaparkan suatu ide sederhana. Inspirasi kali ini adalah:

Lebih baik kita mencintai pekerjaan yang kita punya daripada mencari pekerjaan yang kita cintai.

Memang, idealnya kita bekerja dalam bidang pekerjaan yang kita sukai. Namun, apakah kita yakin kita akan selalu 100 persen mencintai pekerjaan ideal tersebut setiap hari, sepanjang tahun, selama kita bekerja?

Sedangkan sifat manusia pada umumnya memiliki pikiran dan perasaan yang berubah-ubah. Kita bisa saja jatuh cinta pada suatu ketika dan berhenti mencintai pada saat yang lain. Contohnya seperti pacaran saja. Kita bisa saja berganti-ganti pacar karena perasaan cinta kita tidak selamanya ada.

Awalnya, kita merasa telah menemukan pacar yang ideal. Namun lama-kelamaan, kita akan mengenal lebih dalam dan mengetahui kekurangan-kekurangan pacar tersebut. Pada akhirnya, kita bisa berhenti menyukainya dan jatuh cinta pada orang lain. Begitulah kira-kira analoginya dalam mencari pekerjaan yang sempurna.

Tapi jika kita telah memiliki suatu pekerjaan yang sudah kita anggap mencukupi dan bermasa depan cerah, kita bisa berusaha mencintai pekerjaan yang ada ini walau bukan pekerjaan yang ideal.

Belajar untuk menyukai pekerjaan yang dimiliki bisa dianalogikan seperti orang yang telah menikah. Kita telah berkomitmen untuk mencintai sampai ajal memisahkan. Dalam hal ini, bekerja dengan semangat dan loyal sampai kita merasa cukup serta selesai bekerja di perusahaan yang sekarang.

Ingat, perbedaan antara jatuh cinta dan mencintai: jatuh cinta hanya sementara karena reaksi kimiawi hormonal, sedangkan mencintai adalah komitmen untuk terus menyayangi dalam jangka panjang. Jatuh cinta hanya perasaan, mencintai adalah perbuatan.

Banyak cara untuk berbuat sesuatu agar bisa menyenangi pekerjaan yang dilakukan setiap harinya. Carilah sudut pandang yang sesuai untuk menunjang perspektif ini. Kita bisa belajar mengendalikan pikiran dan perasaan kita, cobalah bermeditasi dan kontemplasikan beberapa aspek dari pekerjaan kita yang bisa kita sukai. Berusaha menikmati pekerjaan yang ada dengan membangun mood yang riang-gembira dalam bekerja. Miliki sahabat-sahabat baik di kantor dan bersenang-senang. Tersenyumlah!

Alasan lainnya adalah, sulitnya mengandalkan kesukaan atau kesenangan kita menjadi suatu pekerjaan yang mencukupi dan stabil untuk di masa depan. Jauh lebih banyak kesempatan bekerja dan berkarir meski pekerjaannya bukanlah sesuatu yang kita sukai pada awalnya.

Jadi, senangilah pekerjaan yang ada karena pekerjaan yang disenangi belum tentu juga membawa kesejateraan dan ketenangan batin dalam jangka panjang.

Memaksimalkan Produktivitas

Produktivitas bisa dirumuskan sebagai: nilai yang dihasilkan dibandingkan waktu dan sumber daya yang digunakan.

Maka untuk memaksimalkan produktivitas, kuncinya ada di efisiensi waktu atau efektivitas penggunaan sumber daya dan inovasi yang mampu meningkatkan nilai yang dihasilkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya.

Contohnya; jika seorang pekerja ingin memaksimalkan produktivitasnya, maka yang dapat dia lakukan adalah sebagai berikut:

1. Optimalisasi waktu dan sumber daya.

Seorang karyawan yang produktif harus tahu sasaran-sasaran kinerjanya. Tugas-tugas yang menjadi sarana dalam pencapaian target utamanya harus dia prioritaskan.

Dengan menetapkan prioritas, seseorang menjadi lebih efektif dalam memfokuskan pekerjaannya. Penggunaan sumber daya yang efektif dan efisiensi waktu yang dihasilkan dari penetapan prioritas ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas.

Tanpa prioritas, seseorang bisa jadi melakukan banyak hal hingga tampak sibuk tapi sebenarnya tidak produktif. Sedangkan untuk hal-hal lain harus bisa didelegasikan kepada orang lain.

Jangan sampai malah kita mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh orang lain. Hindari juga penundaan, rapat-rapat perencanaan yang berulang-ulang. Segerakan eksekusi!

Sumber daya yang ada juga perlu dihemat. Dalam hal ini, waktu juga bisa dibilang sebagai suatu sumber daya juga. Maka, optimalkan penggunaannya dengan memilih pemakaian sumber daya yang bermanfaat dan produktif.

Buanglah kegiatan-kegiatan yang sekiranya hanya membuang-buang waktu dan sumber daya. Misalnya: menggosip, makan siang atau merokok terlalu lama, dan sebagainya.

Tips tambahan: bangunlah lebih pagi agar menambah waktu dan mengurangi kemalasan.

2. Inovasi untuk peningkatan nilai yang dihasilkan.

Perbanyak volume yang bisa dihasilkan atau tambahkan fitur dan manfaat dari hasil yang diproduksi. Peningkatan nilai yang dihasilkan bisa berupa penambahan kuantitas dan kualitas dengan sumber daya yang terbatas.

Strategi berinovasi ini lebih baik dari hanya sekedar efisiensi belaka. Silahkan baca tulisan saya: inovasi vs efisiensi. Malah, ada inovasi yang bisa menambahkan jumlah sumber daya yang ada. Carilah tambahan sumber daya serta waktu untuk berproduksi.

Salah satu sarana untuk meningkatkan nilai yang dihasilkan dari penggunaan waktu dan sumber daya adalah: teknologi. Perusahaan harus memanfaatkan teknologi dan mengikuti perkembangannya jika ingin menang dari persaingan.

Selain teknologi, ilmu pengetahuan dan informasi menjadi sarana lain untuk peningkatan nilai produksi. Pertajamlah keahlian dan kompetensi dengan selalu belajar serta berlatih. Asahlah gergaji.

Perbaikan kualitas secara konsisten juga merupakan salah satu strategi untuk peningkatan nilai produksi. Taktiknya bisa berupa Kaizen, TQM (Total Quality Management), atau program continuous improvement lainnya.

Jika ada kualitas yang cacat atau kesalahan produksi harus bisa diantisipasi dengan cepat dan baik, karena hal ini bisa meruntuhkan nilai dari keseluruhan produksi. Misalnya pada kasus merek mobil yang di recall.

Maka, bisa disimpulkan bahwa untuk memaksimalkan produktivitas; kita harus memanfaatkan sumber daya secara efektif seoptimal mungkin dan berinovasi meningkatkan kuantitas serta kualitas nilai yang dihasilkan dalam proses bekerja atau berproduksi.

Sekilas formula ini terlihat sederhana, namun inilah kunci untuk keberlangsungan suatu usaha. Perusahaan yang produktif akan terus bertumbuh untuk menyerap permintan pasar dan bertahan untuk terus unggul dalam menghadapi persaingan. Ini adalah persoalan yang rumit, yang membutuhkan perhatian khusus dan mendetail.

Silahkan evaluasi produktivitas dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang ada di dalam kedua aspek yang telah saya sebutkan di atas!

Cara Memberi Motivasi Pegawai

Persoalan memberi motivasi pegawai merupakan satu hal yang tidak sesederhana sekedar persoalan memberikan remunerasi yang cukup.

Selain itu, banyak faktor di dalam sistem suatu perusahaan yang bisa mengurangi motivasi pegawai yang jika diperbaiki, tidak serta merta meningkatkan motivasi pegawai.

Regulasi, gaya kepemimpinan, dan kondisi lingkungan kerja bisa menjadi beberapa hal yang menurunkan tingkat motivasi pegawai jika tidak dikelola dengan benar.

Namun, walaupun hal-hal ini sudah disempurnakan, belum tentu tingkat motivasi pegawai akan langsung melonjak.

Untuk meningkatkan motivasi pegawai, perusahaan membutuhkan pengetahuan di bidang psikologi mutakhir. Dan ilmu ini terus berkembang.

Dengan adanya kemajuan teknologi seperti scan otak dengan gelombang magnetik atau fMRI, 80 persen wawasan psikologi sebelumnya menjadi kurang relevan.

Banyak penemuan-penemuan baru yang di bidang riset otak dan saraf manusia yang memberikan banyak wawasan-wawasan psikologi baru yang berbeda dari yang selama ini diketahui secara umum.

Cara memberi motivasi pegawai harus mengikuti prinsip-prinsip psikologi terkini yang telah teruji dan terbukti. Motivasi kerja yang baik bukan hanya sekedar berteriak-teriak saja. Banyak aspek yang perlu diperhatikan, seperti:

Pegawai harus diberikan kesibukan yang berarti. Pegawai bukan seperti pengusaha, yang semakin sibuk, semakin produktif, dan akhirnya semakin tinggi pendapatannya.

Sedangkan pegawai, seproduktif apapun akan mendapatkan gaji yang sama tiap bulannya. Sehingga banyak pegawai bekerja sekadarnya yang hanya menunggu waktu, jam pulang kantor.

Kalaupun menyibukkan diri, kadangkala kesibukannya tidak terarah. Maka dari itu, pegawai perlu diberikan arahan untuk menyibukkan dirinya, bekerja dengan sasaran-sasaran yang jelas.

Sistem remunerasi pun perlu diberi beberapa variabel tambahan, tidak hanya sekedar gaji yang tetap dan upah lembur yang berdasar waktu. Tapi juga dilengkapi insentif berdasarkan kinerja, komisi berdasarkan produktivitas, dan sebagainya.

Semangat dan loyalitas pegawai pun harus dijaga, lewat program-program pengembangan diri. Pendidikan dan training serta peluang karir yang terbuka juga adil mesti dipersiapkan bagian SDM perusahaan.

Asuransi kesehatan pegawai dan keluarganya, fasilitas pinjaman, dan investasi untuk masa pensiun juga perlu diperhatikan oleh perusahaan.

Pemberian motivasi kepada pegawai harus bersifat harian. Setiap hari, mungkin saat briefing pagi dan setelah berdoa bersama, pegawai diberikan sesi motivasi khusus oleh manajernya.

Para pegawai mesti diingatkan setiap pagi, tujuan dan sasaran mereka bekerja. Ingatkan betapa pentingnya peran mereka di dalam perusahaan dan bagi keluarga yang dinafkahi.

Peluang untuk memaksimalkan keahlian dan kontribusi pegawai kepada kantornya, juga harus dijabarkan dengan lugas setiap ada kesempatan.

Penghargaan atas suatu ide inovatif atau kreativitas yang dapat memajukan perusahaan juga harus distimulasi tanpa perlu dibatasi secara ketat.

Ceritakan kisah-kisah yang inspiratif, keteladanan seorang atasan, dan ciptakan suatu kelompok fokus yang saling bersaing secara sehat di dalam memelihara budaya perusahaan.

Nilai-nilai utama berorganisasi mesti dituangkan ke dalam budaya perusahaan. Budaya ini jangan hanya menjadi simbolisasi tapi diwujudkan ke dalam beragam kegiatan yang partisipatif di setiap harinya.

Evaluasi karakter pegawai juga perlu dinilai secara berkala. Minat dan preferensi pegawai harus disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Secara rutin, atasan sebaiknya juga memberikan berbagai tantangan yang cukup sulit tapi tidak terlalu mustahil untuk kemampuan sang pegawai.

Yang paling penting, perusahaan harus mampu membuat suatu sistem yang bisa mengawasi dinamika sosial-politik di antara para pegawai dan keadaan emosional di dalam batin sang pegawai.

Oleh karena, emosi; adalah faktor kunci dari ilmu motivasi