Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: karir & pekerjaan

4 Strategi Motivasi

Motivasi bukan hanya pupuk penumbuh semangat untuk bertindak, namun juga buah dari tindakan yang terinspirasi.

Banyak orang mencari inspirasi agar termotivasi untuk bekerja, namun seringkali motivasi justru bertumbuh seiring upaya yang dilakukan.

Ternyata, inspirasi berasal dari lingkaran tindakan-termotivasi-tindakan. Maka, strategi pertama adalah:

1. Bertindak.

Lakukan sesuatu. Bergerak, melangkah maju. Proaktif dan jangan hanya menunggu inspirasi datang. Mungkin saja inspirasi jatuh dari langit, akan tetapi motivasinya akan menghilang jika tidak cepat-cepat ditindaklanjuti.

Dan seringkali kita melakukan penundaan. Biasanya pekerjaan yang ditunda itu terasa berat atau terlalu sulit. Maka, strategi kedua untuk memudahkan melakukan tindakan perubahan adalah:

2. Mulai dari hal yang kecil.

Jika kita merasa terlalu sulit untuk berdisiplin dan membuat suatu kebiasaan baru, mulailah dari hal yang kecil. Misalnya, datanglah tepat waktu pada satu janji temu atau satu rapat di setiap harinya. Lama-kelamaan, kebiasaan terlambat yang sulit diubah mampu diubah.

Ubahlah satu hal kecil yang bisa diubah dengan mudah. Namun kadangkala, ada saja tugas yang terasa susah dan kita membutuhkan pengetahuan atau pertolongan dari orang lain. Jadi, strategi yang ketiga adalah:

3. Bekerjasama atau meminta bantuan orang lain.

Bekerja dalam suatu kelompok yang memiliki tujuan yang sama atau sejenis akan mengobarkan semangat bekerja bersama-sama. Bekerja bersama orang lain akan menguatkan motivasi kerja dengan saling memotivasi dan memberikan inspirasi.

Dan strategi terakhir dalam tulisan ini adalah:

4. Konsisten.

Kita tidak ingin menjadi termotivasi hanya untuk sesaat saja dan tidak dalam jangka panjang. Inspirasi yang dimiliki tidak tahan lama dan memudar. Agar semangat tidak pernah hilang, kita memerlukan konsistensi. Konsisten untuk selalu bertindak, melakukan hal-hal kecil yang penting rutin dan terus-menerus. Selalu bekerja sama dan mau meminta bantuan orang lain dalam setiap tantangan. Semuanya dilakukan secara konsisten.

Konsisten dalam bertindak, melakukan hal yang kecil, dan bekerja sama dengan orang lain. Inilah strategi utama untuk termotivasi dan tetap terus bersemangat. Selamat bekerja!

Satu Cara Manajer Memotivasi Karyawan

Seorang manajer memang tidak bisa memberikan uang perusahaan sesuka hatinya kepada karyawan sebagai sebuah motivasi.

Tapi seorang manajer bisa memberikan insentif sederhana untuk memotivasi karyawan sesuai batas kewenangannya.

Sebenarnya, untuk memotivasi karyawan tidak dibutuhkan insentif yang terlalu besar. Insentif besar malah bisa menjadi kontra-produktif.

Contohnya: dalam suatu perusahaan, sebuah ide yang bisa berkontribusi atau menambah efisiensi diberikan insentif dalam jumlah yang banyak.

Maka yang terjadi selanjutnya; sedikit sekali ide-ide yang muncul karena karyawan akan menjadi sangat perhitungan mengingat insentif yang dipertaruhkan besar.

Pikirannya menjadi tidak kreatif karena tersumbat ketakutan atau obsesi dari insentif yang besar. Persaingan yang muncul di antara karyawan juga menjadi keras, saling menjegal dan menjadi persaingan yang tidak sehat.

Insentif yang besar akan mensyaratkan ide yang berdampak besar juga. Perusahaan tidak akan perduli pada ide-ide kecil. Padahal dari ide-ide yang kecil, bisa diolah bersama dan dikembangkan menjadi suatu gagasan yang hebat.

Sedangkan pada perusahaan lain yang menerapkan pemberian insentif yang kecil, sederhana, atau murah bahkan; akan memancing banyak ide-ide baru. Ide- ide besar atau kecil, bermunculan.

Meskipun banyak ide yang muncul yang tidak terlalu praktis pada awalnya, cepat atau lambat, beberapa ide tersebut akan berkembang menjadi ide-ide yang brilian.

Insentif kecil tidak akan memacu respon emosional yang bisa menyumbat kreativitas. Semua karyawan akan saling bersaing dengan sehat bahkan bisa saling membantu mengembangkan ide-ide dari rekan-rekannya yang lain.

Insentif yang kecil juga akan memicu reaksi psikologis dalam diri seorang karyawan. Ia akan berpikir bahwa ia melakukannya bukan karena insentif, oleh karena kecilnya insentif tersebut, ia akan menjustifikasi bahwa tindakannya itu muncul dari dalam dirinya sendiri.

Motivasi dari hati akan jauh lebih kuat daripada insentif apapun.

Jadi, para manajer harus kreatif dan memberikan insentif yang sesuai kemampuannya. Insentif bisa saja hanyalah sebuah piagam atau pena yang cantik. Tapi dampak dari penghargaan yang kecil ini tidaklah kecil.

Karyawan akan merasa diakui dan pekerjaannya menjadi sedikit menarik dan cukup menantang. Inilah yang terpenting dari aspek intrinsik sebuah pekerjaan. Dorongan bekerja yang datang dari inspirasi. Motivasi dari hati. 100%!

Sukses di Tujuan Sukses di Perjalanan

Kesuksesan sebaiknya tidak hanya diukur dari keberhasilan dalam mencapai tujuan saja.

Sepanjang perjalanan, kita bisa meraih kesuksesan juga.

Kesuksesan yang indah adalah kesuksesan yang lengkap. Tidak hanya sukses di tujuan, sukses di perjalanan juga.

Dan kesuksesan yang paling elok adalah yang diraih dengan jalan yang lurus.

Bukan kesuksesan yang didapat dari perilaku yang menyimpang, merugikan orang lain, dan tidak bermoral. Sehingga bisa disebut gagal dalam perjalanan menuju kesuksesan.

Gagal menjadi manusia. Menjatuhkan derajat pribadi. Mencoreng harkat diri.

Banyak orang terlalu berambisi dalam mencapai tujuan sehingga menghalalkan segala cara dan merusak kisah perjalanan. Memori yang ada; diingat-ingat sebagai pribadi yang cacat.

Kegagalan dalam berperilaku, menghancurkan kemuliaan pencapaian cita-citamu.

Sukses yang sejati, didapatkan dengan cara-cara yang mulia. Upaya dalam meraih sukses diiringi dengan nurani yang bersih. Usaha yang beretika membuat pengejaran mimpi menjadi berestetika.

Jangan sampai ketika kita telah sampai pada impian kita, mimpi itu dialami oleh jiwa yang telah rusak. Dikenal sebagai orang yang jahat. Berjiwa picik.

Jiwa yang tidak akan bisa berbahagia.

Begitu banyak orang menjadi terlalu bernafsu. Di dalam perjalanannya meraih sukses di tujuannya menjadi terasa hampa. Pikirannya sempit. Hatinya sesak.

Mereka menjadi lupa untuk bersyukur, menikmati, dan memaknai perjalanannya. Sukses di tujuan menjadi hambar, karena sukses dalam perjalanannya tidak disyukuri.

Jangan menunggu untuk merayakan kesuksesan hanya karena sukses di tujuan belum diperoleh. Rayakan setiap kemenangan kecil di sepanjang perjalanan menuju sukses.

Dan di sepanjang perjalanan ini; kita memperoleh banyak hal yang berharga, mendapatkan teman-teman baru, menjadikan sahabat-sahabat lama lebih teruji, mengetahui banyak wawasan dari umpan balik dan belajar dari pengalaman. Semuanya yang sungguh berarti.

Sukses itu bukan hanya di tujuan. Sukses di perjalanan karena memiliki pembelajaran yang berharga. Sukses di perjalanan yang melengkapi kisah sukses secara keseluruhan.

Maka; kita jangan hanya mementingkan pencapaian kesuksesan kita. Sehingga kita lupa untuk memetik banyak hikmah dan pelajaran di sepanjang perjalanan.

Ingat-ingatlah ini; sebelum kita meraih kesuksesan besar di ujung perjalanan, kita bisa merayakan banyak keberhasilan kecil di sepanjang perjalanan kita.

Begitu pun dengan kegagalan, menjadi berharga ketika kita tidak terlalu kecewa dengan hasil akhirnya. Semua kegagalan di sepanjang perjalanan menjadi pelajaran yang sangat berharga.

Sehingga tidak ada perjalanan yang sia-sia, meski gagal di tujuan, kita memperoleh banyak ilmu. Beragam pengetahuan yang membuat pribadi kita berkembang. Hidup kita lebih maju.

Tidak akan ada kisah yang sia-sia. Semua perjalanan akan menjadi kenangan yang indah. Cerita-cerita yang menginspirasi sesama. Memotivasi dari hati.

Kepedulian kita di sepanjang perjalanan menuju kesuksesan, jadi kisah-kisah kesuksesan tersendiri di sepanjang perjalanan kita. Kepedulian menjadikan segalanya berwarna. Jalan menuju kesuksesan menjadi jalan yang meriah.

Dan pada akhirnya; integritas dan kompetensi seseorang dinilai bukan hanya dari hasil akhir kinerjanya, namun juga kontribusi aktifnya selama dia bekerja. Teruslah berjuang secara optimal, gigih dan pantang menyerah.

Ada kalanya dimana kita ingin menyerah karena tujuan yang ingin digapai tidak terlihat. Terlalu jauh. Tapi jangan menyerah, tetap optimis dan sadari potensi kesuksesan yang hadir di sepanjang jalan. Kesuksesan ada dimana-mana, sepanjang kita mau terus berjalan.

Inilah gunanya memiliki kesadaran bahwa kesuksesan bukan hanya ada di akhir perjalanan, tapi di sepanjang perjalanan itu sendiri. Kita menjadi lebih sigap dalam menangkap peluang sukses. Kesempatan untuk sukses yang selalu ada dimana-mana.

Kesuksesan yang sejati ada dua. Seperti pasangan yang sempurna. Sukses di tujuan dan sukses dalam perjalanan. Sukses dari pertama dan selama-lamanya.

Semoga kita selalu sukses dalam setiap langkah menuju tujuan kita masing-masing…

Salam Semangat Sukses Selalu

Tips Cara Bangun Pagi 2

Ini adalah sekuel dari tulisan saya sebelumnya tentang: Bagaimana Cara Bangun Pagi.

Seperti film saja, ada sekuelnya 😉

Kalau pada artikel sebelumnya, tips pertama untuk bangun pagi; saya menyarankan agar tidur lebih dini, bagaimana kalau ternyata pada malam hari sebelumnya kita tidur terlalu larut? Bahkan menjelang dini hari baru tertidur. Berikut tips-tips untuk bangun pagi yang bisa diaplikasikan meski sedang kurang tidur.

1. Minum air yang banyak.

Di malam hari sebelum tidur, minumlah air yang banyak. Minimal 2 gelas besar. Dan jangan kencing lagi sebelum tidur. Jika terpaksa kencing, minum lagi segelas air sebelum tidur. Tujuannya agar kebelet ingin pipis di pagi hari meski belum terbangun. Begitu pagi datang dan kebelet, segera bangun dan pergi ke toilet tanpa berpikir lagi.

Siapkan juga segelas air di malam hari untuk diminum keesokan harinya ketika bangun tidur. Kita cenderung malas dan kurang motivasi di pagi hari karena dehidrasi. Tubuh kekurangan cairan sewaktu bangun tidur, makanya badan terasa lemas. Agar tidak lemas, minumlah segelas air kalau perlu air isotonik agar cepat menyegarkan tubuh yang sedang dehidrasi.

2. Segera bangun dari kasur begitu melek.

Ketika pertama kali membuka mata, niatkan untuk tidak menyentuh bantal, guling dan kasur. Langsung berdiri ke tepi ranjang dan lakukan ritual pagi seperti ke toilet atau minum segelas air. Jangan banyak berdebat bolak-balik dengan pikiran :”lima menit lagi.”

Cara mudahnya, siapkan alarm yang keras di luar pintu kamar. Kalau perlu, beli alarm yang bisa bergerak liar kesana-kemari sehingga kamu harus mengejarnya untuk mematikannya. Intinya; ketika masih setengah sadar jangan banyak berpikir karena bikin ngantuk. Langsung bangun dan berdiri begitu mata mulai terbuka.

3. Nyalakan kebisingan.

Setel radio, nyalakan televisi. Dengarkan berita dan aktifkan pikiran agar lebih sadar dengan memperhatikan berita. Kalau perlu, miliki alarm-radio atau televisi yang bisa menyala otomatis pada waktu yang ditentukan untuk bangun tidur di pagi hari.

Atau dengarkan kaset/audio bersuarakan motivator favorit kamu. Setel DVD atau nyalakan youtube yang menayangkan seminar penyemangat. Kalau perlu rekam suara kamu sendiri dan dengarkan pesan-pesan yang memotivasi.

Bisa juga minta bantuan seseorang untuk membangunkan dan mulai berbicara dengan keras. Lewat telpon juga bisa. Lebih hebat lagi kalau atasan yang menelpon, dijamin langsung bangun 😉

4. Berolah raga yang ringan.

Lakukan yoga. Latih kelenturan dengan gerakan-gerakan pemanasan/stretching. Sambil menarik nafas dalam-dalam menghirup udara pagi yang menyegarkan. Coba berjalan cepat sebentar. Atau berlari di tempat. Sambil berteriak.

Namun jangan sampai merasa lelah lalu ingin berbaring. Segera pergi ke kamar mandi dan gosok gigi. Yang penting; gerakkan tubuh meski pikiran masih setengah sadar. Tujuannya agar rasa kantuk menghilang karena kadar oksigen mulai meningkat akibat berolahraga.

5. Pancing emosi.

Pancinglah emosi kamu dengan cepat. Ingat-ingat kemarahan bos atau konsekuensi yang menakutkan jika terlambat. Bayangkan seperti film yang berjudul: “terlambat bikin malu.”

Atau gunakan perasaan yang positif. Ingat-ingat makna, sasaran, dan insentif dalam bekerja. Kalau perlu tempel gambar rumah/mobil idaman atau tulisan pernyataan tujuan di dinding kamar tidur. Bayangkan keluarga yang kita nafkahi, orang-orang tercinta, lebih bagus lagi jika yang dicinta ada di kantor 😉

Sekian tips bangun pagi saya kali ini. Semoga artikel cara bangun pagi ini berguna dan saya semakin bersemangat untuk melanjutkan sekuelnya hingga menjadi trilogi!

Update tulisan terbaru: Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie

Manajer Motivator

Perusahaan yang ingin memotivasi karyawannya perlu melihat ilmu motivasi dari dua sisi. Sisi yang menunjukkan cara-cara untuk meningkatkan motivasi.

Satu sisi yang lain menunjukkan demotivasi. Atau ketidakpuasan yang menurunkan motivasi kerja.

Anehnya, hal-hal yang menyebabkan ketidakpuasan di tempat kerja, atau yang disebut sebagai faktor-faktor yang menurunkan motivasi (demotivasi) tidak sama dengan faktor-faktor yang meningkatkan motivasi. Inilah yang membingungkan banyak perusahaan.

Sebagai contoh: seorang karyawan merasa tidak puas dan turun tingkat motivasinya bisa disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti: bayaran yang tidak memadai, fasilitas dan infrastruktur kerjanya yang kurang mendukung, peraturan yang terlalu mengekang, dll.

Lalu jika perusahaan membenahi faktor-faktor yang menurunkan tingkat motivasi dan kepuasan karyawan tersebut dengan memberikan gaji dan prasarana yang mendukung, membuat aturan dan sistem yang fleksibel tanpa terlalu membatasi.

Maka, tetap saja motivasi sang karyawan tidak meningkat.

Hal-hal yang menyebabkan menurunnya tingkat motivasi ternyata tidak selalu sama dengan hal-hal yang membuat motivasi meningkat. Ternyata, meningkatkan motivasi karyawan harus dipahami dari beberapa aspek.

Penelitian terbaru di bidang perilaku pekerja dan otak manusia (neuroscience) menunjukkan bahwa motivasi lebih bisa meningkat karena faktor-faktor psikologis dari dalam diri. Termotivasi secara internal.

Disinilah para manajer berperan penting sebagai motivator para karyawan.

Para manajer motivator ini harus melihat banyak aspek dalam ilmu motivasi karyawan.

Beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan adalah: emosi personal dan hubungan sosial karyawan, keinginan untuk meraih dan mempertahankan sesuatu di dalam diri masing-masing karyawan, dll.

Perusahaan yang baik memberikan upah yang layak dan sarana yang menunjang. Lalu, adalah tugas manajer untuk menilai dan memberikan penghargaan yang pantas sesuai kinerja atau prestasi dari para karyawannya.

Sebelumnya, manajer harus mendapatkan kepercayaan dengan bersikap terbuka.

Sikap terbuka para manajer yang mewakili perusahaan harusnya dimulai dari transparansi semua proses pekerjaan. Para manajer harus memastikan keadilan dalam pemberian tugas dan imbalannya.

Semua karyawan harus bisa mengerti secara jelas tujuan serta kontribusinya kepada perusahaan dan orang-orang lain.

Selain itu, budaya perusahaan yang mendorong interaksi sosial antar rekan kerja yang bersahabat, kerjasama yang saling menguntungkan, aliansi strategis, dan kolaborasi yang baik antar sesama karyawan.

Para manajer harus mampu merekatkan tim karyawan yang dipimpinnya agar bersinergi dan tetap harmonis. Sebab kalau tidak, tingkat motivasi karyawan bisa menurun jika suasana di tempatnya bekerjanya tidak kondusif dan kurang harmonis.

Para manajer motivator ini sebaiknya tidak terlalu mendikte dan memberikan keleluasaan untuk bawahannya atau para karyawan. Manajer motivator yang ingin memotivasi karyawan juga mesti membuat para karyawan mengerti secara jelas makna atau arti yang lebih besar dari sekedar deskripsi pekerjaannya.

Para karyawan juga harus diberikan peluang untuk belajar dan lebih maju lagi, menjadi lebih ahli dalam bidang pekerjaannya.

Sungguh, ilmu memotivasi karyawan ini sangat kompleks. Motivasi tidak sesederhana dengan memberikan kompensasi atau sanksi.

Para manajer juga harus mempelajari teori motivasi secara menyeluruh.

Dan perusahaan dituntut untuk menyediakan sistem remunerasi serta prangkat kerja yang mencukupi. Setelah mencukupi dan tidak ada keluhan serta ketidakpuasan kerja (demotivasi), maka adalah tugas manajer untuk menjadi motivator para karyawan di perusahaannya.

Oleh karenanya, manajer sebagai motivator harus mempertimbangkan banyak faktor dalam meningkatkan motivasi karyawan, khususnya faktor-faktor internal. Motivasi dari hati.