Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Month: Februari, 2012

Tehnik Menghentikan Pikiran Negatif

Pikiran negatif seringkali muncul otomatis dan terus merembet. Menjadi ketakutan, kecemasan, dan stres yang tak perlu.

Pikiran negatif datang tanpa diundang dan mengalir begitu saja. Kita jadi mengeluh, mengkritik, marah, panik, depresi, bahkan putus asa. Memperkeruh suasana hati dan membuat demotivasi. Mood kita jadi down.

Dari satu hal yang tidak diinginkan terjadi, beragam pikiran negatif terbayang-bayang di benak kita. Dan kita pun larut dalam pola pemikiran yang tidak produktif.

Pola pikir yang tidak produktif seperti keinginan sesaat atau emosi yang negatif akhirnya mendorong suatu perbuatan atau kebiasaan negatif.

Bisa juga berbentuk persepsi yang menghakimi diri atau orang lain secara negatif. Perasaan pesimis yang tiada henti. Kebencian atau ketidaksukaan yang menggerogoti hati. Merendahkan diri. Menghina orang lain. Dan seterusnya.

Dan saya akan membagikan satu tips sederhana untuk menghentikan pikiran-pikiran negatif yang datang. Tentunya ilmiah dan bisa dibuktikan sendiri.

Tehnik ini berdasarkan riset atau penelitian yang telah sukses dan teruji selama bertahun-tahun. Trik yang telah saya coba sendiri selama ini dan berhasil.

Dalam bidang psikologi perilaku, tips sederhana yang akan saya bagikan ini termasuk dalam golongan aversion therapy.

Bentuknya berupa pengkondisian pikiran untuk mengasosiasikan stimulus yang tidak menyenangkan dengan perilaku yang negatif. Setruman adalah salah satu contoh stimulus ini.

Stimulus yang berupa sensasi yang tidak nyaman ini, diberikan secara bersamaan dengan perilaku yang ingin dihentikan agar memicu aversion: ketidaksukaan atau penghindaran diri terhadap perilaku yang tidak diinginkan. Berhenti dari perilaku negatif.

Dalam hal ini; pikiran negatif adalah perilaku yang tidak diinginkan yang ingin dihentikan. Dan stimulus yang terasa tidak enak adalah karet gelang yang dijepret di tangan (tidak perlu setruman, repot!)

Kita pakai karet gelang di pergelangan tangan kita. Begitu pikiran negatif muncul, tarik dan jepretkan karet gelang itu di tangan kita sambil bilang stop!

Lalu kita segera ganti pikiran negatif yang ingin kita ubah dan hentikan itu menjadi suatu pikiran atau perilaku yang positif. Rangkaian pikiran negatif ini akan berhenti dan tidak akan berlanjut menjadi perilaku yang negatif yang bisa kita sesalkan nantinya.

Otak kita akan belajar mengasosiasikan rasa sakit di pergelangan yang dijepret dengan pikiran negatif ini. Dan jika dibiasakan selama 21 hari, otak kita akan terprogram untuk menghindari pikiran-pikiran negatif ini. Silahkan baca tulisan saya sebelumnya tentang sukses dalam 21 hari dalam meng-install satu kebiasaan baru.

Otak kita akan lebih cerdas mengenali dan menyadari pikiran negatif yang menyusup. Pemikiran kita akan menjadi lebih produktif. Pikiran negatif hilang dan kita akan lebih optimis. Perasaan kita menjadi positif dan termotivasi tinggi. Pekerjaan menjadi lancar serta kehidupan lebih membahagiakan. Sukses! Amin…

Iklan

Tehnik Penutupan Penjualan (Closing)

Dalam kegiatan menjual terdapat beberapa tahap.

Pertama-tama kita mencari calon pembeli yang potensial yang biasa disebut prospek. Lalu kita mencoba membuat janji temu dengannya. Setelah bertemu, jangan langsung membicarakan produk kita terlebih dahulu. Berbincang-bincanglah dahulu.

Dalam perbincangan dengan prospek, kita menggali kebutuhan dan keinginan prospek. Tahap selanjutnya adalah membuat suatu presentasi yang sesuai dengan profil sang prospek. Setelah itu kita bisa menjawab beberapa pertanyaan dan keberatan yang timbul.

Dan akhirnya melakukan penutupan penjualan atau biasa disebut closing.

Memang, ini bukanlah tahapan penjualan yang paling akhir. Masih ada tahap after sales service dan pengelolaan keluhan. Kita juga harus meminta referal jika pembeli puas dengan pelayanan kita.

Namun, tahap yang paling menentukan adalah tahap penutupan ini. Dan saya akan berbagi beberapa tehnik closing yang telah teruji dan terbukti berhasil yang bisa diterapkan oleh para wiraniaga atau tenaga penjual:

1. Tanpa Meminta.
Inilah tehnik closing yang paling hebat. Kita sebagai sales hanya diam dan menunggu sang prospek mengatakan ingin membeli produk kita. Tehnik ini membutuhkan produk yang mengundang kekaguman, presentasi yang luar biasa, dan reputasi yang memukau.

Calon pembeli malah mengular dalam antrian. Caranya: buat produk yang berkualitas tinggi dan terkenal. Ciptakan marketing sapi ungu yang sensasional. Seperti fenomena iPhone oleh Steve Jobs.

2. Tanyakan Saja.
Setelah kita memberikan presentasi, lihatlah apakah prospek peduli dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Lalu kita jawab semua pertanyaannya dengan baik. Setelah itu, sewajarnyalah kita bertanya balik apakah sang prospek berminat membeli produk kita.

Ini adalah tehnik alamiah yang bisa terjadi jika presentasi dan sesi tanya-jawab kita berlangsung dengan sukses. Bisa juga menggunakan orang lain untuk meminta pembelian kepada prospek, misalnya pegawai dari pelayanan pelanggan (customer service) yang bisa datang membawa formulir pemesanan setelah kita selesai presentasi.

Atau meminta bantuan atasan, seperti tehnik yang selanjutnya berikut ini;

3. Lewat Atasan.
Kita bisa meminta bantuan orang lain, atasan kita misalnya. Untuk hadir setelah kita memberikan semua materi presentasi dan menjawab segala pertanyaan dari prospek.

Contoh yang terbaik adalah; prospek bisa melihat kita mencoba memperjuangkannya dengan meminta diskon kepada sang manajer, lalu kita kembali padanya dan memintanya untuk membeli setelah kita sukses mendapatkan diskon ‘khusus’ untuknya dari sang manajer.

Atau kita bisa minta tolong kepada para pelanggan kita sebelumnya. Bisa lewat testimonial atau pernyataan bahwa mereka puas dengan membeli dari kita. Bahkan calon pelanggan lain bisa kita manfaatkan sebagai bukti bahwa produk kita laris diantri oleh banyak prospek.

Nyatakan produk kita memiliki banyak pelanggan yang telah puas dan mempunyai banyak prospek lain yang tertarik untuk membeli. Buktikan kalau produk kita memang produk yang laris dan terpercaya oleh banyak orang.

4. Memberikan Pilihan.
Berikan beberapa pilihan jika memungkinkan, tapi jangan terlalu banyak. Cukup dua atau tiga saja. Misalnya pilihan pertama lebih hemat namun dengan fitur yang dikurangi, pilihan kedua dengan cara bayar yang lebih fleksibel dengan tambahan fitur, dll.

Berikan rasa kepercayaan diri pada prospek bahwa ini pilihannya bukan karena termakan rayuan sang penjual. Tidak ada orang yang ingin merasa menjadi korban. Biarkan prospek merasa berwenang atas keputusan pembeliannya.

Dengan perasaan otoritatif, dia akan merasa tidak terpaksa dan bersedia membeli dari keinginannya (pilihannya) sendiri. Kombinasikan tehnik ini dengan memberikan batasan waktu kalau perlu, beri deadline kapan pilihannya tersedia sampai masa berakhirnya.

5. Menetapkan Batas Waktu.
Kita tak perlu memaksakan penjualan terjadi setelah presentasi. Kasih waktu kepada prospek untuk berpikir. Bahkan berlakulah seakan-akan kita menolak jika prospek ingin membeli hari ini juga, dengan syarat kalau prospek tampak ragu-ragu dan belum terlalu yakin mau membeli. Bahkan terlihat ingin menolak.

Pastikan bahwa prospek kita memang cenderung ragu dan terlihat ingin menolak. Minta waktu bertemu lagi di masa depan, beberapa hari dari sekarang. Berikan jangka waktu juga sampai kapan penawarannya berlaku. Batasi masa berlaku promosi seperti diskon atau beritahukan rencana kenaikan harga, minggu depan misalnya.

Asumsikan bahwa prospek setuju untuk membeli di masa depan dan ceritakan keuntungan serta juga kekurangan dari produk kita. Bangunlah dahulu kepercayaan dengan memberikan presentasi yang fair. Tapi kelebihan yang dimiliki produk kita bisa menutupi kekurangan yang ada. Dan jangan kalah oleh produk para pesaing. Lalu biarkan prospek membanding-bandingkan produk kita dengan pesaing itu. Beri waktu.

Sekian dahulu tips saya kali ini. Sebenarnya masih banyak sekali tehnik-tehnik closing pada tahapan penutupan penjualan. Dari yang terbaik seperti yang saya tuliskan di atas. Sampai yang terkonyol seperti mencoba menjebak dengan mengajak bersalaman, meminta tanda tangan di formulir pemesanan dengan menanyakan pilihan pulpen prospek apakah bertinta hitam atau biru, mengancam, memanipulasi, dan seterusnya.

Sebenarnya tahapan penutupan akan berjalan secara natural tidak perlu tehnik closing yang aneh-aneh. Yang penting, kita memiliki banyak prospek yang sesuai target market produk kita, produk dan presentasinya berkualitas prima, serta tenaga penjualnya yang persuasif. Semoga tips saya kali ini membantu!

4 Kunci Keberhasilan Perubahan

Kita semua pernah membuat sebuah komitmen untuk suatu perubahan.

Kita ingin lebih hemat, ingin lebih langsing, lebih sering berolahraga, lebih sukses menjual, dan seterusnya.

Dan seringkali kita gagal memenuhi komitmen itu. Entah kenapa tekad kita melemah, luntur. Kebiasaan lama mulai dilakukan kembali.

Perubahan yang diinginkan tidak berhasil.

Supaya komitmen untuk berubah bisa berhasil dan sukses dalam jangka waktu yang lama, berikut 4 kunci keberhasilan untuk melakukan perubahan:

1. Kelihaian

Lihailah dalam membuat suatu perubahan. Pikirkan tehnik-tehnik yang revolusioner agar perubahan terjadi dengan lebih segera. Manfaatkan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, gunakan manajemen waktu yang efisien, dan olah berbagai sumber daya dengan efektif.

Pelajari beragam tips mengolah batin agar lebih siap untuk berubah. Perkuat komitmen dengan pemrograman pikiran diri sendiri dan mempengaruhi pikiran orang lain.

2. Kesabaran

Jangan terlalu berharap kita bisa berubah secara instan. Perubahan membutuhkan waktu. Alam telah menunjukkan itu lewat evolusi. Perubahaan yang bertahap. Bersabarlah.

Jika kita bersabar, perubahan yang diinginkan bisa diraih dan akan bertahan dalam jangka panjang. Pada akhirnya, konsistensi akan lebih menjamin hasil yang lebih baik daripada antusiasme yang meledak-ledak di awal-awal saja.

3. Kegigihan

Setelah bersabar, kita tingkatkan kesebaran dengan secara aktif gigih dalam bertindak. Lakukan segala hal yang bisa kita lakukan semampunya untuk menciptakan perubahan yang diinginkan.

Jangan pernah berhenti berusaha. Ketekunan akan membuahkan hasil seperti air yang lembut mampu melubangi batu yang keras dengan tetesan-tetesannya yang gigih.

4. Ketabahan

Dalam perjalanan kita untuk mencapai kesuksesan, untuk berhasil berubah sesuai komitmen awal kita, terdapat banyak halangan dan rintangan yang akan menjatuhkan semangat kita.

Seiring waktu berjalan, usaha kita akan diuji dan kekecewaan akan datang silih berganti. Motivasi akan meredup karena kegagalan-kegagalan yang ditemui. Tetaplah tabah.

Cari jalan lain, putar otak buat strategi baru. Tabahlah menghadapi masalah dan bangkitlah mencari solusi. Tabah dan terus proaktif.

Jika kita sudah menggunakan kelihaian, lalu bersabar dan meningkatkan kesabaran tersebut dengan kegigihan, maka ketabahan akan menyempurnakan upaya kita untuk mengadakan perubahan.

Perubahan yang sempurna membutuhkan 4 kunci: kelihaian, kesabaran, kegigihan, dan ketabahan.

Di antara komitmen dan tujuan kita, ada rencana tindakan. Dan tindakan-tindakan kita harus mengandung keempat elemen kunci untuk perubahan ini. Selamat beraksi!

%d blogger menyukai ini: