Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Pelajaran Motivasi dari Kisah Film The Raid

Dalam tulisan tips motivasi kali ini sengaja saya mengangkat film The Raid. The Raid yang mulanya direncanakan berjudul Serbuan Maut, menjadi The Raid: Redemption di Amerika.

Saya ingin membantu sedikit mempromosikan film ini meskipun tanpa saya bantu juga sudah populer. Saya hanya berkeinginan untuk turut berpartisipasi dalam mengenalkan film The Raid kepada masyarakat.

The Raid mengisahkan penyerbuan sekelompok tim polisi (seperti tim SWAT di Amerika) ke sebuah gedung yang dikuasai gembong penjahat. Film ini mengandung nilai budaya Indonesia yang perlu dilestarikan, yaitu seni beladiri Silat. Begitu bagusnya berbagai adegan aksi dan laga di film ini hingga membuat banyak kritikus film melontarkan pujian.

Tapi saya bukannya mau memberikan review film ini. Saya merekomendasikan bagi yang sudah cukup umur agar menonton saja film ini dan saksikan sendiri kehebatan kreativitas dari para pembuatnya.

Saya disini ingin berbagi satu inspirasi yang tersirat di dalam film ini. Bahwa motivasi terkuat adalah cinta. Cinta pada keluarga.

Sebegitu kuatnya motivasi ini hingga mengalahkan rasa takut akan kematian. Ancaman kematian dihadapi sang tokoh dalam film ini demi cinta pada keluarganya. Demi anak yang dikandung istri tercinta, demi sang kakak yang dinanti ayah terkasih.

Mungkin selama ini kita berpikir kalau motivasi yang terkuat itu uang. Orang baru akan bersemangat dalam bekerja jika ada duitnya. Tapi benarkah begitu?

Sebagai contoh; maukah kita melompati sebuah gedung yang sangat tinggi demi uang? Dibayar semilyar pun akan masih pikir-pikir karena taruhannya nyawa. Namun bagaimana jika lompatan yang harus dilakukan itu demi menyelamatkan seseorang yang disayang? Tanpa berpikir panjang tentunya kita akan berani melompat.

Sebegitulah besarnya dorongan motivasi karena cinta. Jadi ingat-ingatlah keluarga yang di rumah ketika kita sedang bekerja. Buat segala usaha kita bermakna. Jadikan semua upaya kita berarti.

Demi sang buah hati..

Inspirasi Sukses Ford (Kisah Kepemimpinan Alan Mulally)

Ford Motor Company sukses melewati krisis keuangan yang melanda Amerika serikat dibawah kepemimpinan Alan Mulally. Resesi yang dimulai dari bulan Desember 2007 hingga pertengahan tahun 2009 ini telah menyebabkan banyak perusahaan di Amerika bangkrut, pengangguran juga jadi meningkat, dan banyak hutang serta kenaikan harga-harga yang menyengsarakan banyak orang.

Ford Motor Company adalah salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang otomotif. Didirikan oleh Henry Ford di tahun 1903, dan merevolusi tehnik manufaktur serta manajemen industri dalam pembuatan mobil di tahun 1914, yang terkenal dengan nama Ford-isme. Sistem produksi ini membuat Ford sukses memasarkan mobil-mobil buatannya.

Kunci sukses Ford pada waktu itu adalah; standarisasi produk dan efisiensi sumberdaya, spesialisasi pekerja dan remunerasi yang memungkinkan para karyawannya membeli mobil rakitannya sendiri. Ford-isme menginspirasi banyak industri manufaktur negara di dunia seperti di Jepang dengan Kaizennya.

Namun, Ford mengalami berbagai tantangan dan kesulitan dari krisis serta persaingan. Tahun 2005, peringkat obligasi atau rating surat hutang Ford terdegradasi. Pesaing dari Jepang juga turut membuat perusahaan dari Amerika ini merugi. Dan terus merugi sejak tahun 2005 ini.

Ford berhasil kembali menjadi salah satu perusahaan otomotif yang menguntungkan ketika Alan Roger Mulally menjadi CEO di Ford. Sebelumnya, Alan Mulally bekerja sebagai direktur di perusahaan produsen pesawat Boeing. Alan Mulally merintis karirnya sebagai insinyur yang turut menyukseskan perusahaan Boeing mengungguli pesaingnya di pasar industri pesawat global: perusahaan Airbus.

Salah satu motivasi Alan Mulally adalah perkataan presiden John Kennedy yang berambisi mengirimkan manusia ke bulan. Kita juga harus mencari inspirasi penyemangat dari kata-kata yang positif dan hindari orang-orang yang kerjanya hanya mengeluh dan pesimis tanpa memberikan solusi.

Sebelum dipimpin oleh Alan Mulally, Ford  Motor sudah mengalami kerugian semenjak tahun 2005. Namun pada tahun 2006, nasib perusahaan mulai berubah dengan menjadikan Mulally sebagai presiden direktur atau CEO-nya. Ford mulai bangkit kembali berkat beberapa keputusan strategis dari Mulally.

Di tahun 2007,  Alan Mulally sempat dipertanyakan kemampuan bisnisnya di bidang otomotif yang rumit sedangkan dia berasal dari industri penerbangan. Alan Mulally menjawab tantangan itu dengan berkata: sebuah mobil bisa saja memiliki sepuluh ribu bagian dan suku cadang, tapi sebuah pesawat memiliki dua juta bagian serta harus mampu terbang di udara. Kepercayaan diri inilah yang mampu membawa Ford sukses menaikkan peringkat kendaraan-kendaraan produksinya hingga masuk ranking tiga besar.

Pada tahun 2008, Alan Mulally menyatakan optimismenya dari penjualan mobil-mobil kecil yang hemat serta berani menjual mobil-mobil besar dan mahal seperti Land Rover juga Jaguar ke Tata Motor dari India. Pada tahun 2009 Ford mulai meningkatkan labanya, yang tercermin dari peningkatan harga saham per lembar Ford mulai dari senilai 1,96 USD hingga kini sudah mencapai lebih dari 12 USD. Ini berarti peningkatan sebanyak 500% lebih!

Alan Mulally berani menerima gaji 1 dollar saja jika Ford meminjam dari pemerintah kala di tengah-tengah krisis ekonomi tahun 2008. Mulally juga menerima kritik untuk tidak menggunakan pesawat jet untuk menghadiri rapat dengan pemerintah di Washington. Dia menjual semua pesawat jet perusahaan dengan hanya menyisakan satu saja untuk operasional dan mengendarai mobil hibrida untuk pertemuan selanjutnya dengan pemerintah.

Akhirnya Ford dibawah kepemimpinan Mulally berhasil menghindari kebangkrutan tanpa menerima bantuan dari pemerintah. Efisiensi dan inovasi adalah strategi utama dalam menyukseskan Ford hingga Alan Mulally mendapatkan gaji dan bonus sebanyak 61 juta dollar!

Dan Alan Mulally meraih banyak pujian serta penghargaan sampai ia diakui sebagai CEO teladan di tahun 2011.

Alan menjadi pemimpin yang kompeten berkat keberaniannya mengambil beberapa keputusan yang pada awalnya banyak ditentang bawahannya. Tapi Alan berhasil juga karena rajin menemui karyawan-karyawannya dan berdiskusi secara rutin demi kemajuan perusahaan. Mulally juga dikenal sebagai direktur yang pernah menelpon untuk berterima kasih secara pribadi kepada pelanggannya yang membeli produk hibrida: Ford Fusion hybrid.

Alan Mulally berhasil memimpin perusahaannya hingga Ford Motor Company tetap menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar di Amerika bahkan dunia serta berhasil menghindari kebangkrutan dan tak perlu diselamatkan oleh pemerintah seperti para pesaingnya: General Motors dan Chrysler.

Mari belajar untuk terus bersemangat dan memiliki motivasi untuk sukses meski menghadapi krisis atau tantangan apapun!

Baca juga:
Krisis Ekonomi, Regulasi, dan Keserakahan Manusiawi
Kunci Sukses Manajemen dari Steve Jobs
5 Kompetensi Inti Seorang Pemimpin