Silence

by @rezawismail

Biarkan keheningan menjadi panduan Anda; atau katakan yang perlu saja dan hanya dalam beberapa kata.

Dan sebaiknya, bagaimanapun juga, jika dibutuhkan, kita bisa berbicara dengan irit saja dan hindari banyak omong pada hal-hal yang tidak penting atau terus-menerus mikirin tentang makanan dll.

Yang terpenting, hindari ngomongin orang lain, tak perlu menjelek-jelekan atau terlalu berlebihan memuji, serta bikin perbandingan. – Epictetus

Saat sedang berbincang buatlah jeda sehingga kita bisa benar-benar memahami lawan berbicara bukan sekedar mendengarkan untuk merespon percakapan saja tanpa sepenuhnya mengerti.

Ketika merasa jenuh dan bosan, jangan langsung meraih sesuatu untuk pengalihan perhatian, mencari hiburan, tapi coba saja untuk berdiam serta nikmati keheningan.

Di dalam tenang kita akan lebih peka mendengarkan, bisa mendapatkan inspirasi dan meraih kebijaksanaan.

Diam yang diniatkan, membuat kita lebih peka pada keindahan serta suara alam, mampu belajar lebih dalam, akhirnya bahagia tanpa mengikuti gejolak pikiran negatif atau drama dalam kehidupan dengan orang-orang.

Walaupun begitu, ketika sedang bersosialisasi di mana partisipasi diharapkan, adalah aneh untuk terus diam malah kayak cari perhatian.

Dalam situasi begini, silahkan saja menjawab semua pertanyaan secara ringkas dan dengan senyuman, serta merespons sesuai peran kita sebagai teman, rekan, atasan, bawahan, keluarga, intinya tetap jaga komunikasi.

Namun jangan pernah menghina orang lain, mencibir dari bibir Anda, lebih baik diam daripada mengeluarkan kalimat yang tidak bermanfaat kecuali kita bisa menghibur dan mengukir senyuman.

Panduan utamanya: cobalah lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, kita punya dua telinga dengan satu mulut saja, sudah jelas mana yang lebih banyak mestinya dibuka kan?