Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Kategori: motivasi

Melatih Kekuatan Batin

Hanya manusia yang bisa menyadari pikirannya.

Memikirkan isi pemikiran, kesadaran adalah kekuatan.

Latihlah kesadaran itu, agar makin kuat, sebagai repetisi seperti melatih otot di Gym.

Pertajam fokus dengan coba konsentrasi pada suatu obyek.

Bisa satu benda, kalimat atau kata-kata, hitungan 1 sampai 5, atau memperhatikan nafas saja.

Begitu kedistraksi pikiran, suara batin, bayangan, STOP. Kembali;

Balik lagi ke yang jadi obyek latihan konsentrasi, fokus, teralihkan, fokus lagi.

Begitu seterusnya sampai jadi mampu mengontrol kesadaran.

Kekuatan ini nanti bermanfaat untuk mendapatkan pemikiran yang jauh lebih mendalam.

Dengan kesadaran yang kuat akan bisa lebih bijaksana.

Tak sekedar berwawasan secara intelektual, tidak hanya tahu teorinya tapi kebijaksanaan.

Nanti Anda akan benar-benar menyadari pengetahuan sejati:

Hidup ini hanya sementara, tak ada yang permanen, segalanya berubah, semua saling terkait.

Jika menyadari ketergantungan ini, Anda tak kan sombong lagi.

Ego akan memudar dan derita akan sirna, karena kegelapan batin dan negativitas hilang.

Pikiran positif, tidak mudah terbawa emosi atau impulsif.

Anda bisa merenungkan secara holistik, mengumpulkan data lengkap, dan analisis informasi.

Dan akhirnya bisa mengambil pilihan, keputusan yang tepat!

Bersihkan Pikiran, Kuatkan Mental

Bayangkan otak kita seperti smartphone alias telpon pintar atau komputer/PC, laptop, dst.

Punya RAM atau ruang memori sementara, selain juga memiliki ROM atau simpanan ingatan jangka panjang.

RAM ini terbatas dan relatif lebih kecil, daripada ingatan jangka panjang yang disimpan.

Kalau di HP, RAM ini digunakan oleh beberapa aplikasi yang sedang berjalan, dan bisa melambat jika mulai kepenuhan.

Itu sama dengan pikiran kita di saat ini yang dipenuhi beragam info, input, sensasi, suara, visi, bayangan, pemikiran, juga memori, dan sebagainya.

Membuat susah fokus, melakukan hal yang benar untuk tujuan di masa depan.

Kalau RAM otak mulai penuh, hidup seperti tidak tenteram; emosional, impulsif, banyak keinginan, ambisi, atau malah ketidaksukaan, juga ketakutan, kecemasan, sulit berpikir jernih.

Maka, saatnya dibersihkan, seperti membebaskan RAM dengan menutup program atau aplikasi-aplikasi yang berjalan.

Maka otak perlu liburan, jangan memikirkan ini-itu dulu, cukup konsentrasi pada nafas, tarikan nafas masuk dan hembusannya.

Jika mulai muncul lagi pikiran, suara hati, bayangan batin, kembalikan lagi fokusnya.

Jangan sampai kelupaan nafas, perhatiannya masih menyadari proses nafas dan sensasinya.

Ketika pemikiran lainnya mulai timbul lagi, kembalikanlah lagi kesadaran kepada pernapasan.

Jangan merasa sedih, kesal, dan atau kecewa jika perhatiannya mudah teralihkan, justru itulah kesempatan untuk latihan.

Repetisi dari menarik kembali perhatian dari pikiran kepada kesadaran bernafas, akan makin memperkuat konsentrasi;

Meningkatkan energi mental, seperti membebaskan RAM, menjadi bisa fokus dan bisa menghadapi distraksi.

Pikiran jadi tenang tapi kuat, tak mudah tergoda, terpancing emosi seperti benci dan amarah juga otak bisa berpikir panjang.

Latihan psikologis ini juga baik untuk kedisiplinan, kreativitas, dan kekuatan tekad melawan godaan dan derita di pikiran.

Otak menjadi lebih optimal, banyak energi mentalnya yang bisa dimanfaatkan, digunakan untuk kehidupan yang lebih baik lagi, lebih membahagiakan

#tipsmotivasi

Homo Sapiens Sapiens

Meta Kognisi: Mengetahui Proses Berpikir.

Lihatlah betapa gilanya beberapa pikiran Anda,

Dengarkan opini atau saran dalam keseharian dan kehidupan Anda.

Suara yang mengajak untuk nambah makan junk-food-nya, atau untuk mengatakan kalimat yang akan disesali nanti.

Maka, Anda perlu berlatih untuk menyadari pikiran mana yang berguna mana yang tidak.

Mulai dengan perasaan yang ada, arus nafas masuk dan keluar, sensasi fisik yang terasa di beberapa bagian tubuh, konsentrasi.

Tak perlu mengosongkan pikiran, itu mustahil, kecuali Anda sudah mati atau jadi dewa.

Latih saja, seperti olahraga tapi otot di otak yang melakukan repetisi, mengulang-ulang suatu kata atau fokus pada pernapasan, sampai kedistrak.

Itulah kuncinya, mengetahui ketika pikiran Anda dibajak oleh suara-suara pikiran yang lain.

Opini yang sering diulangi, bosan tapi selama ini Anda disandera olehnya, pikiran yang tak disadari menjadi keputusan.

Pilihan untuk bertindak, tak harus dari pikiran-pikiran itu, apalagi jika sarannya buruk.

Jadi, pejamkan mata, rasakan saja dan nantinya akan ada pikiran yang lewat bersuara.

Sadari pikiran itu, balik fokus lagi, terdistraksi lagi, begitu terus berulang-ulang dilatih.

Pikiran-pikiran adalah obyek kesadaran Anda, walaupun ada rasa sakit, Anda tidak perlu menderita karena pikiran.

Apalagi jika sehat-sehat saja, tak ada penyakit atau cedera, hanya kesusahan biasa atau pengalaman yang negatif.

Ketidaknyamanan itu tak perlu menjadi penderitaan yang tak perlu, Anda bisa kendalikan diri.

Bahkan segala emosi, bisa dicoba untuk dikontrol, agar lebih berguna dan tak merusak.

Kerangka konsep untuk kekuatan mental ini adalah dengan memiliki kesadaran itu.

Menyadari proses berpikir yang kayaknya otomatis saja seperti nafas tapi bisa dipengaruhi.

Misalnya marah, tak perlu sampai berkobar dengan kemarahan, menjadi ngamuk.

Tapi bisa mengamati sensasi itu, dan menyadari rasanya, lalu tetap bisa bertindak yang optimal dengan beragam data.

Tak hanya bergantung pada apa yang ada di dalam kepala, pikiran dan perasaan.

Namun nanti Anda bisa tetap tenang dan terkendali, tak jadi budak nafsu, emosi, dan pikiran.

Menjadi HOMO SAPIENS SAPIENS (manusia sadar berpikir)