Bahagia Tahan Lama

Kita sering berasumsi kalau paradigma berpikir menentukan persepsi akan suatu kondisi itu dinilai baik atau buruk,

Jadi sebenarnya pengaruh terbesar akan kesejahteraan mental kita bukanlah dari luar atau eksternal.

Orang memiliki kecenderungan untuk beradaptasi pada hal baru, dan berfokus pada yang sedang akan terjadi adalah kemampuan adaptasi manusia dari jaman dulu.

Tapi kebanyakan, kondisi yang sudah terlewati akan semakin berkurang dampaknya; seperti orang baru menang lotre undian dapat uang banyak atau dapat musibah jadi lumpuh, pada akhirnya lama-kelamaan akan biasa lagi aja.

Hepi atau sengsara itu tak bertahan lama, hanya sebentar lalu berkurang intensitasnya seiring waktu, tahun demi tahun.

Jadi, bagaimana agar kebahagiaan dapat bertahan lama?

Pertama, berasal dari lingkungan sekitar dan sosial, orang-orang yang selama ini dan nanti akan berada dalam lingkaran interaksi.

Juga mengaktualisasikan diri, kemampuan dan keahlian diri disalurkan dalam karya dan menjadi pengejar pertumbuhan personal melewati beragam rintangan.

Jika Anda bertahan dari berbagai kesulitan, maka itu akan menjadi suatu kekuatan dan memperdalam hubungan yang saling membantu.

Dukungan teman dan keluarga memang yang utama tapi tak kalah penting adalah konsep atau citra diri yang lebih realistis, menyesuaikan antara keyakinan dengan kesukaan secara instingtif.

Misal, ingin mengejar karir tapi sebenarnya dalam hati mau juga menghabiskan waktu bersama orang yang diluar pekerjaan, jangan sampai diskrepansi ini melebar.

Harus menjaga keseimbangan, ciptakan koherensi, dengan mencari arti yang merupakan inti emosi yaitu makna kehidupan yang dipegang menjadi suatu prinsip dalam menjalani keseharian.

Lakukanlah yang berarti dan yang dicintai, aktivitas atau pekerjaan yang bisa dinikmati bukan hanya sekedar mencari gaji atau uang tapi merupakan ekspresi dari kreativitas juga jangan lupakan spiritualitas.

Jaga relasi, bersama mereka yang disayangi dan kita pedulikan, jangan mudah menyalahkan dan sabar lalu memaafkan, berinisiatif untuk ambil tanggung jawab dulu, cari kesalahan sendiri dan perbaiki, temukan solusi serta berbuat baik pada sesama.