Tips Motivasi

Anti Stres *Metode Spiritual Motivasi Diri & Manajemen Emosi ^ Pencerahan #mindfulness #nonduality

Month: Desember, 2022

Kecanduan Pikiran

Sama seperti keasyikan main gadget atau nonton drakor; larut dalam cerita (gambar & kata2) begitu juga yang kecanduan pemikiran.

Orang-orang begitu yakinnya dengan isi pikiran dan mengidentifikasikan diri, mengikuti begitu saja seakan-akan pemikiran adalah dirinya.

Lalu kenyataan yang ada tak diterima apa adanya namun di-filter oleh paradigma berpikir yg seringkali malah membawa stres tambahan.

Justru kalau ingin bebas dari derita, harus bisa melihat kalau pikiran bukanlah sang diri yang sejati dan jangan mau menjadi seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, mengikuti begitu saja.

Setiap pemikiran berpotensi menjadi pencuri kebahagiaan, pikiran juga memiliki resiko yang berbahaya karena punya senjata psikologis.

Jangan jadi lupa diri, linglung dan bingung, lalu menderita karena tertekan beban berat pikiran.

Bebaskan diri, amati dengan persepsi sejati!!!

Konsultasi: t.me/rezawismail
eBook: trakteer.id/rezawahyu

Iklan

The Secret of Manifesting LOA (Law of Attraction) Do’a, Visualisasi, dll.

Banyak orang cemas akan potensi resesi;
Khawatir akan resiko tidak punya cukup uang.

Lalu ada yang mencoba teknik manifestasi;
Dengan visualisasi, afirmasi atau doa, dst.

Menyelaraskan pikiran dengan vibrasi positif;
Ingin mewujudkan mindset/paradigma kaya.

Ide ini cukup populer; setelah media buku/film;
The Secret dan sejenisnya, untuk kesuksesan.

Sukses mendapatkan apapun yang dimau;
Dengan kekuatan pikiran, perasaan, spiritual.

Masalahnya, gimana mencapai kekayaan;
Misalnya, dengan mindset kekurangan?

Dan keseluruhan teorinya tidak masuk akal;
Apakah yang mengabulkan keinginan manusia?

Satu orang ini menggunakan ilmu LOA ini;
Lalu Tuhan atau Semesta tunduk mengikuti?

Apakah kalah kuasa-Nya dengan kekuatan ini;
Daya tarik magnetis pemikiran manusiawi biasa.

Kan Tuhan lebih tahu dan sudah ada rencana;
Lalu semesta butuh seseorang untuk visualisasi.

Seperti ada preferensi yang lain dari semesta;
Lalu Tuhan harus mengikuti satu afirmasi gitu?

Satu milyar lupa diberikan ke satu orang itu;
Wah, salah nih perjalanan semesta menjadi.

Sudah setrilyun tahun kejadian sebelumnya;
Tetiba ratusan ribu tahun ada umat manusia.

Maka manusia ini merasakan takut kekurangan;
Mengapa tidak fokus pada kelebihan yang ada?

Dan mengejar kemerdekaan dari ketakutan;
Juga kekangan dari keinginan-keinginan ini.

Dengan bebas dari keinginan bukan terkekang;
Yaitu bisa merasa cukup saat ini tak kekurangan.

Tak akan ada rasa berkecukupan seberapapun;
Mending amati keinginan dan pikiran itu gimana.

Apa itu rasa takut, ketakutan adalah normal;
Sebagai proteksi alamiah tapi lihat ada siapa.

Siapa atau apa dibalik itu yang ingin dilindungi;
Bagian mana yang butuh perlindungan resiko.

Tunjuk aja dimana, yang jelas bukanlah tubuh;
Badan tidak peduli soal resesi, kecemasan juga.

Pikiran berupa kata atau gambaran, bukan juga;
Sensasi atau rasa itu sendiri juga bukanlah diri.

Ada sang diri yang punya keinginan, ketakutan;
Namun ada dimana, kapan adanya; siapakah itu?

Siapa yang selalu ingin lebih, apa itu bentuknya;
Yang ada dibalik ketakutan, dibalik pemikiran.

Cari dalam realita dengan setiap indra yang ada;
Yang bukan hanya berupa konsep atau label.

Temukan di alam nyata, dimana si ‘saya’ itu;
Sang ‘aku’ yang selalu kurang, coba temukan.

Jika sudah ditemukan, ternyata malah kaget;
Ketiadaan dari ego yang merupakan ilusi aja.

Dan keberadaan yang Esa sebagai kesatuan;
Yang ada bahagia karena ke-Maha berlimpahan.

Tanpa perlu ini itu, tiada pikiran kekurangan;
Tidak takut lagi dan tak ada keinginan ini itu.

Justru menerima bahkan mencintaI kenyataan;
Yang ada sekarang juga, disini sudahlah cukup.

Melepaskan kontrol biar hidup berjalan sendiri;
Terkendali otomatis bahkan di-support Tuhan.

Tuhan yang Maha Kaya hadir selalu saat ini;
Yang nyata lebih dari cukup, kebaikan sejati.

Segalanya akan terasa lebih baik, percaya saja;
Tidak perlu memaksa meyakini kekuatan pikiran.

Bebas dari hegemoni pemikiran, ada damai;
Padamnya keinginan juga membinasakan takut.

Semuanya menjadi pengalaman yang bernilai;
Kekayaan batin lebih berarti daripada materi!

Solusi Spiritual untuk Masalah Finansial

Hidup mengandung tantangan yang bisa mendekatkan kita pada tujuan,

Tujuan/Makna kehidupan ada dibalik penderitaan yang awalnya berasal dari masalah, misalnya masalah keuangan.

Justru masalah keuangan ini seperti masalah-masalah lain; adalah peluang!

Peluang untuk mencapai pencerahan, terdapat petunjuk untuk bisa meraih kebebasan dari kebenaran sejati.

Petunjuknya ada di perasaan takut itu; bahaya karena resiko tidak punya duit.

Rasa takut ada sebagai mekanisme proteksi, produk alamiah saraf otak.

Tapi lihatlah SIAPA yang berlindung di balik rasa takut itu, amati ada APA itu..

Yang takut miskin bukanlah badan ini, otak atau sensasi ke-aku-an, namun si ‘aku’ itu sendiri, siapakah atau apa itu?

Apakah ada diriku yang benar-benar nyata yang dalam bahaya secara riil,

Amati dan cari dengan seluruh indrawi; tunjuk saja, lihatlah langsung; adakah?

Jika ternyata tidak ada, ketiadaan itu adalah si-aku; ego yang hanya merupakan pemikiran saja,

Pikiran cuma cerita, kisah dan label atau penilaian atas realitas tapi tak nyata, bagai ilusi eksistensi sang diri.

Jika semuanya ini bagaikan film (ilusi optik) maka ada skenarionya juga…

Dan segalanya akan selesai sendiri, solusi pun muncul dan kehidupan berjalan sesuai rencana ilahi.

Selama trilyunan tahun usia semesta dan betapa luasnya alam ini, sungguh satu masalah manusia kecil tak berarti.

Akan ada saja kejadian yang mungkin seperti keajaiban, memberikan kejutan yang menyenangkan asalkan disyukuri.

Bersyukurlah kepada-Nya dan tidak ada masalah bagi Ke Maha Kuasa-Nya.

Inilah solusi spiritual untuk menghadapi masalah apapun!

%d blogger menyukai ini: