Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: eksekusi & produktivitas

Beberapa Ide Motivasi Karyawan

Pada tulisan ini, saya akan membagikan beberapa ide secara acak untuk perusahaan dalam memotivasi karyawannya. Semoga bermanfaat!

1. Memberikan penilaian kinerja yang adil dan akuntabel untuk kenaikan gaji, bonus, komisi, dan insentif tambahan. Pastikan semua pemberian yang berbentuk uang ini mencukupi agar mampu menambah motivasi kerja karyawan. Inilah pemacu motivasi yang paling mendasar, upah atas hasil pekerjaan yang dilakukan karyawan yang diharapkan bisa menyejahterakan diri dan keluarganya.

2. Berikan pengakuan dan penghargaan secara teratur. Pikirkan kriteria karyawan teladan bulanan. Hargai para pekerja yang memberikan kinerja unggul. Akui kontribusi tinggi yang diberikan. Ungkapkan secara garis besar peran dan makna mereka bagi kemajuan perusahaan. Buatlah karyawan merasa berarti dan penting bagi perusahaan, bukan senilai aset atau sekedar alat bagi perusahaan.

3. Pikirkan alasan-alasan non-moneter yang membuat karyawan memilih bekerja seperti reputasi dan budaya perusahaan, promosi serta peluang karir. Atau seperti dukungan dalam hal kesehatan, pendidikan, atau pengembangan kompetensi karyawan. Perkuatlah alasan-alasan ini untuk melengkapi program motivasi lewat remunerasi.

4. Tetapkan tujuan dan sasaran-sasaran yang jelas serta terjadwal. Tetapkan target waktu penyelesaian dan informasikan tentang evaluasi serta imbalan yang akan didapat jika berhasil mencapai target. Susunlah suatu sistem evaluasi penilaian kinerja yang fair.

5. Dukunglah kreativitas karyawan agar mereka tidak jenuh dalam bekerja. Terimalah segala jenis ide dan jangan hukum kegagalan. Hilangkan ketakutan karyawan, buat karyawan berani dan tak perlu malu-malu untuk memberikan ide serta mencoba hal-hal baru. Bangunlah infrastruktur media berinteraksi di dalam perusahaan seperti rapat brainstorming bersama-sama.

6. Ciptakan pertemuan rutin untuk sesi diskusi ide. Umumkan nama karyawan yang menemukan suatu ide tertentu, akui kontribusinya agar ia bangga serta agar idenya merasa tidak dicontek. Pancinglah kreativitas karyawan dengan memberikan kebebasan berekspresi tanpa takut dicela.

7. Jalin kebersamaan dan buka jalur komunikasi. Atasan harus menyapa bawahan juga. Para karyawan di level manajemen mesti bersedia memulai pembicaraan, mengobrol dan sedikit berbasa-basi dengan karyawan level staf atau pelaksana. Bangunlah keakraban. Kalau perlu, perusahaan menyediakan sarana seperti pendirian klub atau komunitas tertentu antar karyawan.

8. Pastikan semua karyawan tahu pekerjaannya masing-masing dan menyadari apa-apa yang diharapkan darinya. Deskripsi pekerjaan harus dipastikan secara jelas, prosedur standar harus dipastikan secara tegas, dan komponen-komponen penilaian kinerja karyawan harus dipastikan dievaluasi secara berkala: harian, mingguan, bulanan, kuartalan, semesteran, dan tahunan. Oleh karena, ketidakpastian akan menggerogoti motivasi bekerja seseorang.

9. Adakan kegiatan berolahraga dan rekreasi untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan mempererat keterikatan karyawan kepada sesama rekannya serta perusahaan. Bisa juga dengan mengadakan: family day. Dan olahraga bagus untuk memompa semangat berkompetisi dan menjadi produktif. Seperti yang pernah saya tulis disini.

Sekian dahulu ide-ide sederhana saya kali ini. Semoga beberapa tips motivasi karyawan ini menginspirasi dan bermanfaat.

Inspirasi Sederhana untuk Semangat Bekerja Karyawan

Kembali lagi dalam tulisan singkat saya, setelah sebelumnya saya memaparkan suatu ide sederhana. Inspirasi kali ini adalah:

Lebih baik kita mencintai pekerjaan yang kita punya daripada mencari pekerjaan yang kita cintai.

Memang, idealnya kita bekerja dalam bidang pekerjaan yang kita sukai. Namun, apakah kita yakin kita akan selalu 100 persen mencintai pekerjaan ideal tersebut setiap hari, sepanjang tahun, selama kita bekerja?

Sedangkan sifat manusia pada umumnya memiliki pikiran dan perasaan yang berubah-ubah. Kita bisa saja jatuh cinta pada suatu ketika dan berhenti mencintai pada saat yang lain. Contohnya seperti pacaran saja. Kita bisa saja berganti-ganti pacar karena perasaan cinta kita tidak selamanya ada.

Awalnya, kita merasa telah menemukan pacar yang ideal. Namun lama-kelamaan, kita akan mengenal lebih dalam dan mengetahui kekurangan-kekurangan pacar tersebut. Pada akhirnya, kita bisa berhenti menyukainya dan jatuh cinta pada orang lain. Begitulah kira-kira analoginya dalam mencari pekerjaan yang sempurna.

Tapi jika kita telah memiliki suatu pekerjaan yang sudah kita anggap mencukupi dan bermasa depan cerah, kita bisa berusaha mencintai pekerjaan yang ada ini walau bukan pekerjaan yang ideal.

Belajar untuk menyukai pekerjaan yang dimiliki bisa dianalogikan seperti orang yang telah menikah. Kita telah berkomitmen untuk mencintai sampai ajal memisahkan. Dalam hal ini, bekerja dengan semangat dan loyal sampai kita merasa cukup serta selesai bekerja di perusahaan yang sekarang.

Ingat, perbedaan antara jatuh cinta dan mencintai: jatuh cinta hanya sementara karena reaksi kimiawi hormonal, sedangkan mencintai adalah komitmen untuk terus menyayangi dalam jangka panjang. Jatuh cinta hanya perasaan, mencintai adalah perbuatan.

Banyak cara untuk berbuat sesuatu agar bisa menyenangi pekerjaan yang dilakukan setiap harinya. Carilah sudut pandang yang sesuai untuk menunjang perspektif ini. Kita bisa belajar mengendalikan pikiran dan perasaan kita, cobalah bermeditasi dan kontemplasikan beberapa aspek dari pekerjaan kita yang bisa kita sukai. Berusaha menikmati pekerjaan yang ada dengan membangun mood yang riang-gembira dalam bekerja. Miliki sahabat-sahabat baik di kantor dan bersenang-senang. Tersenyumlah!

Alasan lainnya adalah, sulitnya mengandalkan kesukaan atau kesenangan kita menjadi suatu pekerjaan yang mencukupi dan stabil untuk di masa depan. Jauh lebih banyak kesempatan bekerja dan berkarir meski pekerjaannya bukanlah sesuatu yang kita sukai pada awalnya.

Jadi, senangilah pekerjaan yang ada karena pekerjaan yang disenangi belum tentu juga membawa kesejateraan dan ketenangan batin dalam jangka panjang.

Inspirasi Singkat Motivasi Semangat Bekerja

Pada tulisan kali ini saya akan membagikan suatu ide sederhana untuk memotivasi semangat bekerja. Dan ide ini menjadi suatu eksperimen tersendiri dalam blog saya. Yaitu menuliskan inspirasi singkat yang berbeda dari pemaparan tips dan tehnik motivasi yang seperti biasanya saya tuliskan di blog ini.

Jadi, akan ada beberapa jenis tulisan di dalam blog ini. Rencananya, saya akan membuat beberapa variasi tulisan selain tips dan tehnik motivasi yang seperti biasa. Salah satunya seperti tulisan yang berikut ini; yaitu satu inspirasi singkat.

Rencananya, saya ingin tulisan di dalam blog ini bisa lebih beragam lagi seperti kisah sukses, wawancara, kutipan kata-kata bijak, dan sebagainya.

Langsung saja, ide pertama dalam memotivasi semangat dalam bekerja;

Kita akan menyesali perbuatan yang tidak kita lakukan daripada perbuatan yang telah dilakukan. Biasanya, jika kita memiliki suatu pemikiran untuk mengerjakan sesuatu, terjadi pertentangan batin.

Pertentangan batin karena dari diri yang ingin melakukan suatu inisiatif dan bagian dari diri yang tidak ingin berubah karena perasaan nyaman di zona comfort zone. Dan akhirnya, kita berpikir untuk tidak melakukan apa yang sudah kita pikirkan tersebut. Rasanya, tidak bertindak lebih mudah daripada memulai suatu tindakan.

Lalu, sesuatu pun terjadi dan kita menyesal karena tidak mengambil inisiatif tersebut. Kesempatan pun lewat, dan rasa sesal tidak membawa kebaikan apapun kecuali beban pikiran.

Apalagi jika di masa depan terbukti bahwa inisiatif tindakan yang kita lakukan itu akan membawa manfaat, keuntungan yang besar. Sehingga jika tidak dilakukan sama sekali, akan membawa kerugian dan penyesalan yang besar juga.

Padahal, jika kita mengambil tindakan tersebut dan ternyata tindakan itu salah, kita masih bisa mendapatkan sesuatu. Kita bisa memperbaiki keputusan yang salah tersebut. Atau setidaknya kita bisa belajar dari kesalahan tersebut.

Namun, jika kita tidak jadi melakukan inisitatif dan kesempatannya telah lewat, rasa sesalnya lebih besar daripada rasa sesal yang ditimbulkan karena telah melakukan tindakan yang salah. Sebabnya, tindakan yang salah masih bisa diperbaiki sedangkan tindakan yang tidak dilakukan hanya memberikan kekosongan.

Itulah mengapa kita akan lebih menyesali perbuatan yang tidak dilakukan daripada perbuatan yang telah dilakukan. Oleh karena, lebih baik salah (karena kesalahan bisa menjadi pelajaran yang berharga) daripada merugi lalu tidak mendapatkan apa-apa.

Maka, inspirasi singkat kali ini adalah: jika ada pilihan untuk bertindak atau tidak, putuskan untuk bertindak dengan segera sebelum kesempatannya lewat.

Bagaimana jika kita menganggap kesempatan akan selalu ada dan menunda tindakan? Bagaimana caranya memotivasi diri agar tidak menunda-nunda pekerjaan? Saya akan tuliskan jawabannya pada tulisan ide sederhana berikutnya, sampai ketemu di inspirasi singkat selanjutnya.

7 Faktor Kunci Motivasi Karyawan

Motivasi karyawan mempengaruhi kinerja karyawan dalam berkontribusi kepada perusahaan. Karyawan yang termotivasi tinggi adalah karyawan yang produktif. Dan produktivitas adalah faktor kunci dalam kesuksesan suatu perusahaan.

Maka dari itu, perusahaan harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan motivasi karyawan. Suatu strategi sistematis yang menyeluruh yang tidak hanya memberikan penghargaan secara konsisten kepada karyawan yang berprestasi namun juga melingkupi beberapa faktor lainnya.

Ada 7 faktor kunci dalam menyusun strategi memotivasi karyawan, yaitu: kompensasi, inspirasi, kepuasan, pengembangan, otonomi, pengakuan, dan penghargaan.

1. Kompensasi

Tentunya, semua karyawan di dalam perusahaan membutuhkan uang untuk setidaknya memenuhi kebutuhan pokoknya. Aspek terpenting dalam strategi ini adalah rasa kepantasan dan persepsi keadilan. Jangan sampai terjadi kesenjangan dan kecemburuan sosial antar karyawan.

Bentuk-bentuk kompensasi kepada karyawan bisa berupa upah atau gaji dan kenaikannya, bonus, komisi atau insentif berdasarkan kinerja, pembagian profit, opsi kepemilikan saham, mobil, dan sebagainya.

2. Inspirasi

Karyawan yang terinspirasi adalah karyawan yang memahami visi dan misi karyawan. Pemahaman ini harus datang dari kepemimpinan yang menginspirasi. Keteladanan seorang pemimpin dan arahannya dalam menetapkan tujuan akan menginspirasi karyawan serta membuatnya termotivasi.

Seorang pemimpin harus memiliki tujuan yang jelas dengan sasaran-sasaran yang terukur. Dan hal ini harus dikomunikasikan oleh sang pemimpin dengan antusias serta bersemangat tinggi. Perusahaan yang ingin unggul dalam persaingan harus bisa melahirkan pemimpin-pemimpin yang inspirasional.

3. Kepuasan

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, kepuasan kerja karyawan pasti akan meroketkan motivasinya. Dan sebaliknya, ketidakpuasan karyawan akan menjadi bencana dalam suatu perusahaan.

Perusahaan yang ingin selalu mendapatkan keuntungan harus menciptakan lingkungan kerja yang menarik dan mempertahankan orang-orang yang berkeahlian tinggi. Cara menjaga loyalitas karyawan yang kompeten adalah dengan selalu menjaga kepuasan karyawan tersebut.

4. Pengembangan

Karyawan akan menjadi semakin termotivasi dan loyal kepada perusahaan jika dia meyakini dia bisa mengembangkan dirinya di dalam perusahaan tersebut.

Bentuk pengembangan diri karyawan yang bisa difasilitasi oleh perusahaan bisa berupa: gambaran jalur karir yang berpeluang untuk dijabat di masa depan serta peningkatan keahlian dan kompetensi lewat program-program pendidikan seperti training, kursus, dan sebagainya.

5. Otonomi

Cara tercepat untuk menjatuhkan motivasi karyawan adalah dengan membatasi dirinya dengan segala peraturan yang ketat dan kaku. Demotivasi karyawan juga akan terjadi jika dia tidak diberikan kebebasan yang cukup untuk mengekspresikan ide dan pemikirannya.

Otonomi adalah fleksibilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan agar tetap termotivasi dan bersemangat dalam pekerjaannya. Otonomi berarti karyawan diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dalam menciptakan suatu kebijakan atau keputusan, karyawan diberikan wewenang dalam batas tertentu untuk tetap bisa kreatif dan berinovasi dalam pekerjaannya, serta karyawan tersebut diberikan peluang untuk menjalin kerjasama dan bersosialisasi dengan sesama rekannya, bawahan serta atasannya.

Karyawan akan merasa dipercaya oleh perusahaan dan akan merasa bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaannya. Perasaan bertanggung jawab dan dipercaya akan menjaga semangat bekerja sang karyawan.

6. Pengakuan

Selain uang, secara psikologis, seorang karyawan menginginkan pengakuan yang memadai akan hasil kinerjanya. Upaya dalam memotivasi pegawai akan menjadi sangat efektif dengan pengakuan karena tidak membutuhkan biaya yang besar.

Beberapa karyawan akan termotivasi untuk melihat namanya tertulis di sebuah piagam, tergantung di dinding, di dalam majalah perusahaan, atau disebutkan di dalam suatu seremoni. Perusahaan bisa memilih tema seperti karyawan yang paling rajin, karyawan yang mencapai target, tingkat absen, ketepatan tanpa terlambat, tanpa kecelakaan atau kesalahan kerja, dan seterusnya.

7. Penghargaan

Para manajer terkadang mensabotase motivasi karyawan dengan tidak memberikan penghargaan atas hasil kinerja dan perilaku yang positif dari para karyawannya. Dan akhirnya, para karyawan menjadi tidak tahu apakah mereka telah berhasil melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak.

Seringkali manajemen malah lebih cepat dalam menginformasikan kesalahan daripada memberi penghargaan secara khusus dalam suatu tugas atau pekerjaan tertentu.

Penghargaan untuk memotivasi karyawan harus diberikan secara tulus, jangan terdengar seperti pujian yang tak berdasar atau gombal. Ketika memberikan penghargaaan kepada karyawannya, para manajer harus lebih mendetail, spesifik pada suatu tugas tertentu dan ada konteksnya.

Jangan memberikan penghargaan secara umum saja dan tidak bersifat pribadi. Seorang karyawan akan menjadi bersemangat jika dia dihargai sebagai seorang pribadi bukan hanya sekedar alat atau aset perusahaan. Penghargaan juga akan meningkatkan optimisme karyawan sehingga dia lebih termotivasi dalam mengejar target pekerjaannya.

Eksekusi Ketujuh Faktor Kunci

Ketujuh faktor kunci dalam memotivasi karyawan ini harus diimplementasikan ke dalam suatu sistem di dalam perusahaan. Dan perusahaan harus memiliki metode dan perangkat yang menjamin pengaplikasian ketujuh faktor motivasi ini di setiap unit kerjanya.

Perencanaan dan eksekusinya harus disusun dalam suatu prosedur yang wajib dijalankan oleh para manajer. Fungsi pengawasan dan evaluasi secara berkala perlu diterapkan oleh pimpinan dalam menilai efektivitas upaya-upaya manajer dalam memotivasi karyawan berdasarkan ketujuh faktor kunci ini.

Memaksimalkan Produktivitas

Produktivitas bisa dirumuskan sebagai: nilai yang dihasilkan dibandingkan waktu dan sumber daya yang digunakan.

Maka untuk memaksimalkan produktivitas, kuncinya ada di efisiensi waktu atau efektivitas penggunaan sumber daya dan inovasi yang mampu meningkatkan nilai yang dihasilkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya.

Contohnya; jika seorang pekerja ingin memaksimalkan produktivitasnya, maka yang dapat dia lakukan adalah sebagai berikut:

1. Optimalisasi waktu dan sumber daya.

Seorang karyawan yang produktif harus tahu sasaran-sasaran kinerjanya. Tugas-tugas yang menjadi sarana dalam pencapaian target utamanya harus dia prioritaskan.

Dengan menetapkan prioritas, seseorang menjadi lebih efektif dalam memfokuskan pekerjaannya. Penggunaan sumber daya yang efektif dan efisiensi waktu yang dihasilkan dari penetapan prioritas ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas.

Tanpa prioritas, seseorang bisa jadi melakukan banyak hal hingga tampak sibuk tapi sebenarnya tidak produktif. Sedangkan untuk hal-hal lain harus bisa didelegasikan kepada orang lain.

Jangan sampai malah kita mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh orang lain. Hindari juga penundaan, rapat-rapat perencanaan yang berulang-ulang. Segerakan eksekusi!

Sumber daya yang ada juga perlu dihemat. Dalam hal ini, waktu juga bisa dibilang sebagai suatu sumber daya juga. Maka, optimalkan penggunaannya dengan memilih pemakaian sumber daya yang bermanfaat dan produktif.

Buanglah kegiatan-kegiatan yang sekiranya hanya membuang-buang waktu dan sumber daya. Misalnya: menggosip, makan siang atau merokok terlalu lama, dan sebagainya.

Tips tambahan: bangunlah lebih pagi agar menambah waktu dan mengurangi kemalasan.

2. Inovasi untuk peningkatan nilai yang dihasilkan.

Perbanyak volume yang bisa dihasilkan atau tambahkan fitur dan manfaat dari hasil yang diproduksi. Peningkatan nilai yang dihasilkan bisa berupa penambahan kuantitas dan kualitas dengan sumber daya yang terbatas.

Strategi berinovasi ini lebih baik dari hanya sekedar efisiensi belaka. Silahkan baca tulisan saya: inovasi vs efisiensi. Malah, ada inovasi yang bisa menambahkan jumlah sumber daya yang ada. Carilah tambahan sumber daya serta waktu untuk berproduksi.

Salah satu sarana untuk meningkatkan nilai yang dihasilkan dari penggunaan waktu dan sumber daya adalah: teknologi. Perusahaan harus memanfaatkan teknologi dan mengikuti perkembangannya jika ingin menang dari persaingan.

Selain teknologi, ilmu pengetahuan dan informasi menjadi sarana lain untuk peningkatan nilai produksi. Pertajamlah keahlian dan kompetensi dengan selalu belajar serta berlatih. Asahlah gergaji.

Perbaikan kualitas secara konsisten juga merupakan salah satu strategi untuk peningkatan nilai produksi. Taktiknya bisa berupa Kaizen, TQM (Total Quality Management), atau program continuous improvement lainnya.

Jika ada kualitas yang cacat atau kesalahan produksi harus bisa diantisipasi dengan cepat dan baik, karena hal ini bisa meruntuhkan nilai dari keseluruhan produksi. Misalnya pada kasus merek mobil yang di recall.

Maka, bisa disimpulkan bahwa untuk memaksimalkan produktivitas; kita harus memanfaatkan sumber daya secara efektif seoptimal mungkin dan berinovasi meningkatkan kuantitas serta kualitas nilai yang dihasilkan dalam proses bekerja atau berproduksi.

Sekilas formula ini terlihat sederhana, namun inilah kunci untuk keberlangsungan suatu usaha. Perusahaan yang produktif akan terus bertumbuh untuk menyerap permintan pasar dan bertahan untuk terus unggul dalam menghadapi persaingan. Ini adalah persoalan yang rumit, yang membutuhkan perhatian khusus dan mendetail.

Silahkan evaluasi produktivitas dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang ada di dalam kedua aspek yang telah saya sebutkan di atas!