Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: komunikasi & persuasi

Afirmasi yang Berhasil

Satu kata yang lebih baik daripada ribuan kata-kata hampa; adalah yang membawa ketentraman. – Buddha

Ada beberapa motivator yang mengajarkan tehnik afirmasi untuk meraih kesuksesan. Afirmasi adalah suatu pernyataan sugestif yang diulang-ulang. Harapannya, afirmasi dapat memprogram pikiran bahkan mendatangkan keajaiban dalam kehidupan.

Namun, apakah afirmasi bisa benar-benar merubah kehidupan seseorang?

Jawaban singkatnya, afirmasi bisa berguna jika diaplikasikan secara tepat. Tapi kalau afirmasi hanya sekedar diulang-ulang saja sepanjang hari, tidak akan terlalu berpengaruh kepada kesuksesan.

Afirmasi, seperti juga doa dan hipnotis, bisa bekerja ketika pikiran sedang tenang dan terfokus. Bahasa spiritualnya; khusyu’ sedangkan bahasa ilmiahnya: otak sedang dalam keadaan alpha-theta.

Baca entri selengkapnya »

Tehnik Penutupan Penjualan (Closing)

Dalam kegiatan menjual terdapat beberapa tahap.

Pertama-tama kita mencari calon pembeli yang potensial yang biasa disebut prospek. Lalu kita mencoba membuat janji temu dengannya. Setelah bertemu, jangan langsung membicarakan produk kita terlebih dahulu. Berbincang-bincanglah dahulu.

Dalam perbincangan dengan prospek, kita menggali kebutuhan dan keinginan prospek. Tahap selanjutnya adalah membuat suatu presentasi yang sesuai dengan profil sang prospek. Setelah itu kita bisa menjawab beberapa pertanyaan dan keberatan yang timbul.

Dan akhirnya melakukan penutupan penjualan atau biasa disebut closing.

Memang, ini bukanlah tahapan penjualan yang paling akhir. Masih ada tahap after sales service dan pengelolaan keluhan. Kita juga harus meminta referal jika pembeli puas dengan pelayanan kita.

Namun, tahap yang paling menentukan adalah tahap penutupan ini. Dan saya akan berbagi beberapa tehnik closing yang telah teruji dan terbukti berhasil yang bisa diterapkan oleh para wiraniaga atau tenaga penjual:

1. Tanpa Meminta.
Inilah tehnik closing yang paling hebat. Kita sebagai sales hanya diam dan menunggu sang prospek mengatakan ingin membeli produk kita. Tehnik ini membutuhkan produk yang mengundang kekaguman, presentasi yang luar biasa, dan reputasi yang memukau.

Calon pembeli malah mengular dalam antrian. Caranya: buat produk yang berkualitas tinggi dan terkenal. Ciptakan marketing sapi ungu yang sensasional. Seperti fenomena iPhone oleh Steve Jobs.

2. Tanyakan Saja.
Setelah kita memberikan presentasi, lihatlah apakah prospek peduli dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Lalu kita jawab semua pertanyaannya dengan baik. Setelah itu, sewajarnyalah kita bertanya balik apakah sang prospek berminat membeli produk kita.

Ini adalah tehnik alamiah yang bisa terjadi jika presentasi dan sesi tanya-jawab kita berlangsung dengan sukses. Bisa juga menggunakan orang lain untuk meminta pembelian kepada prospek, misalnya pegawai dari pelayanan pelanggan (customer service) yang bisa datang membawa formulir pemesanan setelah kita selesai presentasi.

Atau meminta bantuan atasan, seperti tehnik yang selanjutnya berikut ini;

3. Lewat Atasan.
Kita bisa meminta bantuan orang lain, atasan kita misalnya. Untuk hadir setelah kita memberikan semua materi presentasi dan menjawab segala pertanyaan dari prospek.

Contoh yang terbaik adalah; prospek bisa melihat kita mencoba memperjuangkannya dengan meminta diskon kepada sang manajer, lalu kita kembali padanya dan memintanya untuk membeli setelah kita sukses mendapatkan diskon ‘khusus’ untuknya dari sang manajer.

Atau kita bisa minta tolong kepada para pelanggan kita sebelumnya. Bisa lewat testimonial atau pernyataan bahwa mereka puas dengan membeli dari kita. Bahkan calon pelanggan lain bisa kita manfaatkan sebagai bukti bahwa produk kita laris diantri oleh banyak prospek.

Nyatakan produk kita memiliki banyak pelanggan yang telah puas dan mempunyai banyak prospek lain yang tertarik untuk membeli. Buktikan kalau produk kita memang produk yang laris dan terpercaya oleh banyak orang.

4. Memberikan Pilihan.
Berikan beberapa pilihan jika memungkinkan, tapi jangan terlalu banyak. Cukup dua atau tiga saja. Misalnya pilihan pertama lebih hemat namun dengan fitur yang dikurangi, pilihan kedua dengan cara bayar yang lebih fleksibel dengan tambahan fitur, dll.

Berikan rasa kepercayaan diri pada prospek bahwa ini pilihannya bukan karena termakan rayuan sang penjual. Tidak ada orang yang ingin merasa menjadi korban. Biarkan prospek merasa berwenang atas keputusan pembeliannya.

Dengan perasaan otoritatif, dia akan merasa tidak terpaksa dan bersedia membeli dari keinginannya (pilihannya) sendiri. Kombinasikan tehnik ini dengan memberikan batasan waktu kalau perlu, beri deadline kapan pilihannya tersedia sampai masa berakhirnya.

5. Menetapkan Batas Waktu.
Kita tak perlu memaksakan penjualan terjadi setelah presentasi. Kasih waktu kepada prospek untuk berpikir. Bahkan berlakulah seakan-akan kita menolak jika prospek ingin membeli hari ini juga, dengan syarat kalau prospek tampak ragu-ragu dan belum terlalu yakin mau membeli. Bahkan terlihat ingin menolak.

Pastikan bahwa prospek kita memang cenderung ragu dan terlihat ingin menolak. Minta waktu bertemu lagi di masa depan, beberapa hari dari sekarang. Berikan jangka waktu juga sampai kapan penawarannya berlaku. Batasi masa berlaku promosi seperti diskon atau beritahukan rencana kenaikan harga, minggu depan misalnya.

Asumsikan bahwa prospek setuju untuk membeli di masa depan dan ceritakan keuntungan serta juga kekurangan dari produk kita. Bangunlah dahulu kepercayaan dengan memberikan presentasi yang fair. Tapi kelebihan yang dimiliki produk kita bisa menutupi kekurangan yang ada. Dan jangan kalah oleh produk para pesaing. Lalu biarkan prospek membanding-bandingkan produk kita dengan pesaing itu. Beri waktu.

Sekian dahulu tips saya kali ini. Sebenarnya masih banyak sekali tehnik-tehnik closing pada tahapan penutupan penjualan. Dari yang terbaik seperti yang saya tuliskan di atas. Sampai yang terkonyol seperti mencoba menjebak dengan mengajak bersalaman, meminta tanda tangan di formulir pemesanan dengan menanyakan pilihan pulpen prospek apakah bertinta hitam atau biru, mengancam, memanipulasi, dan seterusnya.

Sebenarnya tahapan penutupan akan berjalan secara natural tidak perlu tehnik closing yang aneh-aneh. Yang penting, kita memiliki banyak prospek yang sesuai target market produk kita, produk dan presentasinya berkualitas prima, serta tenaga penjualnya yang persuasif. Semoga tips saya kali ini membantu!

Mencari Inspirasi

Ada hari-hari dimana kita merasa tidak memiliki inspirasi, ketika kita membutuhkan semangat dan kreativitas untuk mengerjakan sesuatu. Menulis blog ini misalnya.

Seringkali, saya merasa bingung harus menulis apa. Kalau kata orang bule: writer’s block dan saya harus mencari inspirasi untuk bisa menulis.

Dalam tulisan ini, saya akan berbagi beberapa tips untuk mencari inspirasi.

(catatan: dalam salah satu tips saya sebutkan dengan membaca blog orang lain kita bisa terinspirasi. Dan tulisan ini terinspirasi oleh blog zenhabits.)

Saya memang bukan yang paling ahli dalam mencari inspirasi namun saya ingin berbagi beberapa tips yang berguna.

Mengapa kita terkadang sulit mendapatkan inspirasi?

Inspirasi adalah suatu hal yang tidak dapat dipaksakan. Banyak orang menganggap inspirasi itu seperti sebuah ilham atau wangsit. Sulit didapatkan secara instan sesuai kehendak kita.

Sebenarnya inspirasi itu adalah penemuan yang didapatkan dengan mencari secara terbuka. Jangan kita menutup diri dan mengkhususkan pencarian dengan ide bertemakan tertentu.

Inspirasi adalah ide yang ditemukan dengan mencari secara proaktif. Jangan hanya menunggu, segera bertindak. Dan inspirasi yang mampu memotivasi kita adalah sebuah ide yang tidak hanya ditemukan namun memicu tindak lanjut dari kita.

Inspirasi didapatkan dari mencari dan mengamati karya ilahi, spiritual (seperti ilham/wangsit), kreasi orang lain, inspirasi dari alam, dari ide-ide yang lama maupun yang baru.

Inspirasi yang kita temukan juga akan menginspirasi orang lain pada saatnya nanti. Inilah pencapaian inspirasi tertinggi, menjadi inspirasional.

Cara Mencari Inspirasi

Inspirasi dimulai dengan niat kita untuk mencarinya. Mencari dengan mata terbuka dan tidak terpusat pada satu tempat atau satu hal saja. Itulah kunci dalam mencari inspirasi: untuk menjaga pikiran terbuka. Pikiran yang tertutup tidak akan dapat menampung ide inspiratif yang datang.

Jadilah orang yang peka. Menjadi jeli dan sensitif terhadap keindahan dari segala sesuatunya. Lihatlah segalanya di sekitar kita yang mungkin kita tidak duga-duga bisa menjadi sumber inspirasi.

Beberapa sumber inspirasi yang potensial:

  • Membaca buku, blog (orang lain dan diri sendiri), majalah, koran, dll.
  • Menonton film berbagai genre, melihat berita, dokumenter, program acara TV, mendengarkan radio, podcast, dll.
  • Orang di sekitar, amati dan ajaklah berbincang. Lihat situs jejaring sosial seperti twitter dan facebook tetapi jangan terlalu terbuai sehingga menghabiskan waktu.
  • Alam atau carilah tempat yang banyak pohonnya. Taman kota terdekat misalnya. Kalau tidak sempat, minimal pandangi lukisan tentang alam.
  • Pergi saja kemanapun, berjalan kaki, naik mobil/motor, traveling atau naiki bis dan kelilingi kota. Lihatlah anak-anak bermain, amati kesibukan kota, ikuti sebuah promo tour dan nikmati pemandangan sepanjang perjalanannya.
  • Datangi pertunjukkan seni, konser musik, opera. Pergi ke museum, dll.
  • Pelajari beragam sejarah, budaya, agama di dalam negeri dan seluruh dunia. Cari beragam foto-foto yang indah dari semua tempat di bumi.
  • Berolahraga, main bilyar atau bowling dengan kawan-kawan. Berlatih basket atau badminton dengan teman. Atau berenang sendirian, dll.
  • Ingat-ingat mimpi kamu semalam, atau tanyakan mimpi dari orang lain. Ceritakan khayalan dan fantasi yang pernah dimiliki, tulis ulang.
  • Cari kisah inspiratif di internet; google, lihat diskusi forum, baca wikipedia dan kisah-kisah sukses dari orang lain, perusahaan besar, dll.
  • Renungkan kehidupan, inspirasi itu ada di mana-mana.

Mempertahankan Inspirasi

Tentunya kita tidak ingin inspirasi hanya datang sekali. Kita membutuhkan inspirasi secara berkala dan terus-menerus selama kita ingin terus berkarya.

Jika kita gunakan tips-tips mencari inspirasi seperti yang telah saya tulis di atas, lama-kelamaan kita akan semakin baik dan cepat dalam mendapatkan inspirasi. Semakin sering tips-tips di atas dilakukan, semakin bagus.

Namun, terkadang inspirasi cepat menghilang. Bagaimana caranya untuk mempertahankan agar inspirasi terus terjaga?

Berikut adalah tips untuk menjaga inspirasi agar selalu hadir:

  • Bekerja dengan orang-orang yang positif, kreatif, energik, orang-orang yang penuh semangat dan antusiasme. Antusiasme itu menular.
  • Membaca setiap hari beragam hal, beragam topik.
  • Pergi keluar. Alam adalah inspirasi yang baik, janganlah berada di dalam ruangan atau kantor sepanjang hari.
  • Bicara dengan orang-orang yang baru dikenal dan orang-orang yang selama ini hanya kenal sekilas saja. Banyak cerita menarik yang akan kita dapatkan dari orang-orang ini.
  • Keluar dari rutinitas, lihatlah segala sesuati dari perspektif yang berbeda. Ambil rute yang lain ketika ke kantor atau pulang ke rumah. Cicipi makanan di restoran yang baru. Kunjungi tempat-tempat yang baru di daerah kita.
  • Ambil waktu dalam kesendirian. Lakukan sejenis meditasi atau perenungan kontemplatif. Observasi pemikiran-pemikiran yang melintas di benak kita sendiri. Amati nafas dan segala sensasi diri.
  • Aktif berolahraga setiap hari. Minimal berjalan kaki selama 10-20 menit perhari. Peredaran darah akan lancar dan otak akan segar serta siap menerima inspirasi.
  • Sekarang ambil tindakan walau masih belum mendapatkan inspirasi. Menulis blog contohnya; tulislah artikel sejelek-jeleknya, tanpa inspirasi sama sekali pada awalnya. Tidak usah diterbitkan dahulu. Nanti, saya jamin di tengah-tengah tulisan, inspirasi akan datang.

Setelah mendapatkan inspirasi ambillah tindakan dan lakukan sesuatu. Minimal catatlah ide yang datang sebelum terlupakan. Kembangkan inspirasi menjadi inovasi dan kreasi yang akhirnya menjadi sebuah karya yang menginspirasi dunia.

Manajer Motivator

Perusahaan yang ingin memotivasi karyawannya perlu melihat ilmu motivasi dari dua sisi. Sisi yang menunjukkan cara-cara untuk meningkatkan motivasi.

Satu sisi yang lain menunjukkan demotivasi. Atau ketidakpuasan yang menurunkan motivasi kerja.

Anehnya, hal-hal yang menyebabkan ketidakpuasan di tempat kerja, atau yang disebut sebagai faktor-faktor yang menurunkan motivasi (demotivasi) tidak sama dengan faktor-faktor yang meningkatkan motivasi. Inilah yang membingungkan banyak perusahaan.

Sebagai contoh: seorang karyawan merasa tidak puas dan turun tingkat motivasinya bisa disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti: bayaran yang tidak memadai, fasilitas dan infrastruktur kerjanya yang kurang mendukung, peraturan yang terlalu mengekang, dll.

Lalu jika perusahaan membenahi faktor-faktor yang menurunkan tingkat motivasi dan kepuasan karyawan tersebut dengan memberikan gaji dan prasarana yang mendukung, membuat aturan dan sistem yang fleksibel tanpa terlalu membatasi.

Maka, tetap saja motivasi sang karyawan tidak meningkat.

Hal-hal yang menyebabkan menurunnya tingkat motivasi ternyata tidak selalu sama dengan hal-hal yang membuat motivasi meningkat. Ternyata, meningkatkan motivasi karyawan harus dipahami dari beberapa aspek.

Penelitian terbaru di bidang perilaku pekerja dan otak manusia (neuroscience) menunjukkan bahwa motivasi lebih bisa meningkat karena faktor-faktor psikologis dari dalam diri. Termotivasi secara internal.

Disinilah para manajer berperan penting sebagai motivator para karyawan.

Para manajer motivator ini harus melihat banyak aspek dalam ilmu motivasi karyawan.

Beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan adalah: emosi personal dan hubungan sosial karyawan, keinginan untuk meraih dan mempertahankan sesuatu di dalam diri masing-masing karyawan, dll.

Perusahaan yang baik memberikan upah yang layak dan sarana yang menunjang. Lalu, adalah tugas manajer untuk menilai dan memberikan penghargaan yang pantas sesuai kinerja atau prestasi dari para karyawannya.

Sebelumnya, manajer harus mendapatkan kepercayaan dengan bersikap terbuka.

Sikap terbuka para manajer yang mewakili perusahaan harusnya dimulai dari transparansi semua proses pekerjaan. Para manajer harus memastikan keadilan dalam pemberian tugas dan imbalannya.

Semua karyawan harus bisa mengerti secara jelas tujuan serta kontribusinya kepada perusahaan dan orang-orang lain.

Selain itu, budaya perusahaan yang mendorong interaksi sosial antar rekan kerja yang bersahabat, kerjasama yang saling menguntungkan, aliansi strategis, dan kolaborasi yang baik antar sesama karyawan.

Para manajer harus mampu merekatkan tim karyawan yang dipimpinnya agar bersinergi dan tetap harmonis. Sebab kalau tidak, tingkat motivasi karyawan bisa menurun jika suasana di tempatnya bekerjanya tidak kondusif dan kurang harmonis.

Para manajer motivator ini sebaiknya tidak terlalu mendikte dan memberikan keleluasaan untuk bawahannya atau para karyawan. Manajer motivator yang ingin memotivasi karyawan juga mesti membuat para karyawan mengerti secara jelas makna atau arti yang lebih besar dari sekedar deskripsi pekerjaannya.

Para karyawan juga harus diberikan peluang untuk belajar dan lebih maju lagi, menjadi lebih ahli dalam bidang pekerjaannya.

Sungguh, ilmu memotivasi karyawan ini sangat kompleks. Motivasi tidak sesederhana dengan memberikan kompensasi atau sanksi.

Para manajer juga harus mempelajari teori motivasi secara menyeluruh.

Dan perusahaan dituntut untuk menyediakan sistem remunerasi serta prangkat kerja yang mencukupi. Setelah mencukupi dan tidak ada keluhan serta ketidakpuasan kerja (demotivasi), maka adalah tugas manajer untuk menjadi motivator para karyawan di perusahaannya.

Oleh karenanya, manajer sebagai motivator harus mempertimbangkan banyak faktor dalam meningkatkan motivasi karyawan, khususnya faktor-faktor internal. Motivasi dari hati.

Persuasi: Rayuan Tanpa Gombal

Persuasi adalah seni merayu dengan memanfaatkan psikologi manusia. Membujuk dengan rayuan yang emosional akan membuai logika berpikir seseorang.

Sehingga tujuan dari merayu adalah mengarahkan bahkan sampai mengubah pikiran orang lain.

Berikut beberapa tips membujuk yang efektif berdasarkan penelitian:

1. Jangan menyerang keyakinan yang mendalam.

Hal-hal sensitif seperti agama, kepercayaan, dan idealisme yang tertanam kuat akan sulit diubah. Jangan terlalu keras, jadilah lembut agar mengendurkan keinginan lawan bicara untuk menentang.

Bujuklah secara bertahap, jangan langsung tembak. Bangun gaya pendekatan dengan cara perlahan tapi pasti.

2. Menyampaikan pesan atau rayuan dengan meyakinkan.

Bersikap yang kredibel dan penuh percaya diri. Sertakan argumen pendukung yang kuat seperti data-data atau sumber yang meyakinkan. Bicara secara terpercaya.

Beri alasan atau makna pesan rayuan secara meyakinkan. Jaga bahasa tubuh dan mimik muka agar meyakinkan. Pelajari komunikasi non verbal.

3. Sampaikan secara berulang-ulang.

Repetisi pesan sampai maksimal lima kali. Pengulangan menciptakan ilusi akan kebenaran pesan yang diulang. Repetisi akan tertanam di alam bawah sadar.

Susun ulang kalimat dengan inti pesan yang sama namun dengan kata-kata yang berbeda. Ungkapkan garis besar dan gambaran keseluruhan dari pesan rayuannya.

4. Pilih bahasa yang relevan dengan pendengar.

Sesuaikan istilah-istilah dan gaya komunikasi dalam membujuk. Rayuan bisa bersifat rasional atau penuh perasaan. Dibuat sederhana atau terdengar rumit dan mendetail. Tergantung audiensnya.

Pakai angka-angka, statistik, atau asosiasi yang pas. Katakan kalimat-kalimat yang familiar. Cocokkan level argumentasi dengan tingkat pemahaman audiensnya.

5. Berikan dua sisi argumen.

Seimbangkan pesan dan buat bantahan sendiri sebelum dibantah orang lain. Tapi, bantahan yang menentang pesan utama kita harus dilemahkan. Antisipasi penolakan orang lain dengan merencanakan didepan apa saja kira-kira keberatan lawan.

Kasih jawaban atas keberatan yang potensial itu. Sertakan dalam pesan persuasif yang lengkap dan (agak) berimbang. Siapkan solusi dari beberapa perlawanan yang mungkin diajukan. Ajukan dua sisi sudut pandang dan perkuat pandangan yang ingin disampaikan.

6. Tingkatkan kedekatan dan rasa suka.

Carilah kesamaan dan pujilah kesamaan yang ada. Bicaralah perlahan jika audiens sudah simpatik. Berkatalah dengan cepat jika belum terlalu dekat.

Pilih logat, jargon, dialek yang membangun kedekatan. Minta dikenalkan atau sebut kenalan-kenalan yang sama di kedua belah pihak. Bangun kedekatan dan kekeluargaan agar mudah dipercaya.

7. Karismatik dan tampil menarik.

Pakailah simbol-simbol otoritas. Gunakan penekanan akan kepakaran dan keahlian. Tunjukkan dengan cepat kredibilitas dengan pakaian, gelar, dan sebagainya.

Manfaatkan kenalan dan orang yang sama-sama dikenal. Minta referensi dan bangun relasi dengan orang-orang yang karismatik juga.

8. Perkuat validasi sosial.

Ceritakan testimoni atau kesaksian dari orang lain. Buat mayoritas yang setuju dengan pesan persuasifnya. Cari dukungan beberapa orang jika ingin membujuk satu kelompok.

Tanamkan pemikiran kalau banyak orang pasti benar karena tidak mungkin sebanyak itu bisa salah. Buatlah orang yang dirayu agar mudah mengikuti orang yang banyak.

9. Bingkai pesan rayuannya dengan kalimat yang positif.

Berikan bayangan di masa depan yang baik dan positif. Janjikan yang indah-indah tapi jangan sampai ketahuan kalau niat awalnya ingin merayu. Jangan sampai terlalu mencolok dan ketahuan mau membujuk.

Samarkan bujukan dan jangan membujuk secara langsung. Kasih pujian dan penghargaan yang pantas serta beralasan. Lemahkan antisipasi dengan pendekatan yang samar-samar. Bungkus konten dengan konteks yang bagus.

10. Minta perhatian penuh jika argumentasinya kuat.

Hidangkan kopi dan tayangkan video. Ingatkan prinsip-prinsip seperti keadilan, kejujuran, kebaikan bersama. Tingkatkan konsentrasi dari audiens agar fokus memperhatikan argumen.

Tapi, alihkan perhatian jika argumennya lemah. Suguhkan makanan dan putar musik. Ceritakan kisah-kisah seperti analogi, kesuksesan di masa lalu, keberhasilan orang lain. Sesuaikan narasi dan kondisi tergantung kekuatan argumentasinya.

Demikian 10 tips yang didukung riset yang ilmiah dalam ilmu psikologi persuasi. Seni merayu tanpa gombal. Membujuk secara halus tanpa memaksa.

Semoga berguna dan jangan digunakan untuk maksud yang tidak baik!