Evolusi, Emosi, dan Motivasi
Keberanian adalah perjuangan melawan ketakutan, menaklukkan rasa takut, bukan ketiadaan akan rasa takut itu sendiri. -Mark Twain
Manusia bisa terus berevolusi, tidak punah hingga kini berkat kemampuannya beradaptasi untuk bertahan hidup dalam menghadapi tantangan dari lingkungannya atau seleksi alam.
Insting untuk bertahan hidup dan berkembang biak menjadi motivator terkuat dalam setiap gerak langkah manusia dari jaman purbakala hingga jaman modern.
Emosi menjadi alat penting untuk manusia berperilaku dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan merespons stimulus yang ada. Reaksi yang cepat seringkali menentukan hidup atau mati bagi manusia di jaman purba.
Emosi yang vital bagi keselamatan nyawa ini adalah emosi-emosi yang memicu reaksi untuk bertindak dengan cepat. Contohnya seperti emosi kaget, jijik, dan ketakutan atau kemarahan yang dirasakan secara intens.
Emosi-emosi ini terprogram untuk memperingatkan insting manusia agar menyelamatkan diri dengan memotivasi suatu tindakan yang impulsif. Misalnya terhadap bahaya saat menghadapi binatang buas yang hendak menyerang atau menemui makanan atau zat sudah yang busuk/beracun.
