Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: memotivasi karyawan

Olahraga Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Olahraga telah teruji mampu meningkatkan produktivitas karyawan.

Menurut penelitian terbaru di Inggris dan di Amerika, karyawan yang pergi ke gym dan berolahraga, terbukti menjadi lebih produktif dan lebih kooperatif. Riset ini membandingkan antara karyawan yang tidak berolahraga dan yang berolahraga selama beberapa waktu tertentu.

Menurut survey ini, para karyawan yang berolahraga dilaporkan memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi daripada karyawan yang tidak berolahraga.

Sebanyak 65% karyawan yang bugar ini, selain lebih produktif, menjadi lebih baik dalam manajemen waktu dan hubungan interpersonalnya.

Karyawan yang berolahraga bersama-sama akan mengembangkan network/jaringannya, membantu toleransi dan pemahaman sehingga mengurangi konflik di tempat kerja. Olahraga mengajarkan teamwork atau bekerja di dalam tim untuk meraih kesuksesan.

Dalam penelitian yang lebih umum dari manfaat olahraga selain menyehatkan tubuh, olahraga juga menguatkan kesehatan mental. Kemampuan berpikir menjadi lebih terfokus dan tingkat stres pada pikiran semakin berkurang.

Dengan stres yang mereda dan kecerdasan kognitif yang membaik, seorang karyawan menjadi lebih termotivasi dan akan semakin optimis dalam mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.

Olahraga pastinya akan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, membuat seorang karyawan yang bugar menjadi jarang sakit atau absen. Olahraga yang cukup di siang hari juga akan membantu karyawan untuk memperoleh tidur yang berkualitas di malam hari dan bisa membuatnya untuk selalu bangun pagi. Tentunya semua hal ini akan menjaga produktivitasnya sepanjang tahun.

Peredaran darah yang lancar ke otak juga akan memicu kreativitas dan inovasi. Karyawan yang rajin berolahraga dapat memberikan ide-ide inovatif yang mampu memberikan kinerja secara efektif dan efisien. Pada akhirnya akan memberikan keuntungan pada perusahaan.

Manfaat lain dari olahraga bagi karyawan adalah mengobarkan semangat kompetisi dan pemikiran strategis yang terdapat dalam beberapa jenis olahraga permainan. Karyawan yang rutin berolahraga akan mampu berstrategi serta meningkatkan daya saingnya. Karyawan yang handal akan memberikan rasio kontribusi kepada profit perusahaan secara lebih tinggi.

Karyawan yang terbiasa dalam berolahraga jenis permainan akan terlatih untuk selalu berdisiplin meningkatkan kemampuannya, bersemangat dalam bekerjasama, dan tidak melakukan kecurangan (fair play). Hal ini akan mengurangi tingkat kriminalitas di dalam perusahaan seperti korupsi dan fraud yang bisa merugikan perusahaan.

Perusahaan yang ingin mengurangi kerugian akibat kecurangan karyawan, menurunkan biaya pengobatan karyawan, dan meningkatkan produktivitas karyawan sebaiknya menyediakan sarana dan fasilitas olahraga.

Perusahaan yang ingin karyawannya termotivasi harus mendukung kegiatan olahraga dalam berbagai event, klub, dan perlombaan. Pembangunan infrastruktur seperti lapangan atau fitness center misalnya, akan menjadi investasi yang menguntungkan bagi perusahaan itu sendiri.

Last but not least, yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam merencanakan program peningkatan produktivitas karyawan dengan berolahraga adalah: menjaga tingkat kepuasan karyawan dan waktu yang digunakan untuk berolahraga agar terjadwal dengan baik jangan sampai berlebihan.

Masalahnya adalah, kebanyakan perusahaan memiliki karyawan yang kekurangan bukan malah kebanyakan berolahraga…

Cara Memberi Motivasi Pegawai

Persoalan memberi motivasi pegawai merupakan satu hal yang tidak sesederhana sekedar persoalan memberikan remunerasi yang cukup.

Selain itu, banyak faktor di dalam sistem suatu perusahaan yang bisa mengurangi motivasi pegawai yang jika diperbaiki, tidak serta merta meningkatkan motivasi pegawai.

Regulasi, gaya kepemimpinan, dan kondisi lingkungan kerja bisa menjadi beberapa hal yang menurunkan tingkat motivasi pegawai jika tidak dikelola dengan benar.

Namun, walaupun hal-hal ini sudah disempurnakan, belum tentu tingkat motivasi pegawai akan langsung melonjak.

Untuk meningkatkan motivasi pegawai, perusahaan membutuhkan pengetahuan di bidang psikologi mutakhir. Dan ilmu ini terus berkembang.

Dengan adanya kemajuan teknologi seperti scan otak dengan gelombang magnetik atau fMRI, 80 persen wawasan psikologi sebelumnya menjadi kurang relevan.

Banyak penemuan-penemuan baru yang di bidang riset otak dan saraf manusia yang memberikan banyak wawasan-wawasan psikologi baru yang berbeda dari yang selama ini diketahui secara umum.

Cara memberi motivasi pegawai harus mengikuti prinsip-prinsip psikologi terkini yang telah teruji dan terbukti. Motivasi kerja yang baik bukan hanya sekedar berteriak-teriak saja. Banyak aspek yang perlu diperhatikan, seperti:

Pegawai harus diberikan kesibukan yang berarti. Pegawai bukan seperti pengusaha, yang semakin sibuk, semakin produktif, dan akhirnya semakin tinggi pendapatannya.

Sedangkan pegawai, seproduktif apapun akan mendapatkan gaji yang sama tiap bulannya. Sehingga banyak pegawai bekerja sekadarnya yang hanya menunggu waktu, jam pulang kantor.

Kalaupun menyibukkan diri, kadangkala kesibukannya tidak terarah. Maka dari itu, pegawai perlu diberikan arahan untuk menyibukkan dirinya, bekerja dengan sasaran-sasaran yang jelas.

Sistem remunerasi pun perlu diberi beberapa variabel tambahan, tidak hanya sekedar gaji yang tetap dan upah lembur yang berdasar waktu. Tapi juga dilengkapi insentif berdasarkan kinerja, komisi berdasarkan produktivitas, dan sebagainya.

Semangat dan loyalitas pegawai pun harus dijaga, lewat program-program pengembangan diri. Pendidikan dan training serta peluang karir yang terbuka juga adil mesti dipersiapkan bagian SDM perusahaan.

Asuransi kesehatan pegawai dan keluarganya, fasilitas pinjaman, dan investasi untuk masa pensiun juga perlu diperhatikan oleh perusahaan.

Pemberian motivasi kepada pegawai harus bersifat harian. Setiap hari, mungkin saat briefing pagi dan setelah berdoa bersama, pegawai diberikan sesi motivasi khusus oleh manajernya.

Para pegawai mesti diingatkan setiap pagi, tujuan dan sasaran mereka bekerja. Ingatkan betapa pentingnya peran mereka di dalam perusahaan dan bagi keluarga yang dinafkahi.

Peluang untuk memaksimalkan keahlian dan kontribusi pegawai kepada kantornya, juga harus dijabarkan dengan lugas setiap ada kesempatan.

Penghargaan atas suatu ide inovatif atau kreativitas yang dapat memajukan perusahaan juga harus distimulasi tanpa perlu dibatasi secara ketat.

Ceritakan kisah-kisah yang inspiratif, keteladanan seorang atasan, dan ciptakan suatu kelompok fokus yang saling bersaing secara sehat di dalam memelihara budaya perusahaan.

Nilai-nilai utama berorganisasi mesti dituangkan ke dalam budaya perusahaan. Budaya ini jangan hanya menjadi simbolisasi tapi diwujudkan ke dalam beragam kegiatan yang partisipatif di setiap harinya.

Evaluasi karakter pegawai juga perlu dinilai secara berkala. Minat dan preferensi pegawai harus disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Secara rutin, atasan sebaiknya juga memberikan berbagai tantangan yang cukup sulit tapi tidak terlalu mustahil untuk kemampuan sang pegawai.

Yang paling penting, perusahaan harus mampu membuat suatu sistem yang bisa mengawasi dinamika sosial-politik di antara para pegawai dan keadaan emosional di dalam batin sang pegawai.

Oleh karena, emosi; adalah faktor kunci dari ilmu motivasi

Satu Cara Manajer Memotivasi Karyawan

Seorang manajer memang tidak bisa memberikan uang perusahaan sesuka hatinya kepada karyawan sebagai sebuah motivasi.

Tapi seorang manajer bisa memberikan insentif sederhana untuk memotivasi karyawan sesuai batas kewenangannya.

Sebenarnya, untuk memotivasi karyawan tidak dibutuhkan insentif yang terlalu besar. Insentif besar malah bisa menjadi kontra-produktif.

Contohnya: dalam suatu perusahaan, sebuah ide yang bisa berkontribusi atau menambah efisiensi diberikan insentif dalam jumlah yang banyak.

Maka yang terjadi selanjutnya; sedikit sekali ide-ide yang muncul karena karyawan akan menjadi sangat perhitungan mengingat insentif yang dipertaruhkan besar.

Pikirannya menjadi tidak kreatif karena tersumbat ketakutan atau obsesi dari insentif yang besar. Persaingan yang muncul di antara karyawan juga menjadi keras, saling menjegal dan menjadi persaingan yang tidak sehat.

Insentif yang besar akan mensyaratkan ide yang berdampak besar juga. Perusahaan tidak akan perduli pada ide-ide kecil. Padahal dari ide-ide yang kecil, bisa diolah bersama dan dikembangkan menjadi suatu gagasan yang hebat.

Sedangkan pada perusahaan lain yang menerapkan pemberian insentif yang kecil, sederhana, atau murah bahkan; akan memancing banyak ide-ide baru. Ide- ide besar atau kecil, bermunculan.

Meskipun banyak ide yang muncul yang tidak terlalu praktis pada awalnya, cepat atau lambat, beberapa ide tersebut akan berkembang menjadi ide-ide yang brilian.

Insentif kecil tidak akan memacu respon emosional yang bisa menyumbat kreativitas. Semua karyawan akan saling bersaing dengan sehat bahkan bisa saling membantu mengembangkan ide-ide dari rekan-rekannya yang lain.

Insentif yang kecil juga akan memicu reaksi psikologis dalam diri seorang karyawan. Ia akan berpikir bahwa ia melakukannya bukan karena insentif, oleh karena kecilnya insentif tersebut, ia akan menjustifikasi bahwa tindakannya itu muncul dari dalam dirinya sendiri.

Motivasi dari hati akan jauh lebih kuat daripada insentif apapun.

Jadi, para manajer harus kreatif dan memberikan insentif yang sesuai kemampuannya. Insentif bisa saja hanyalah sebuah piagam atau pena yang cantik. Tapi dampak dari penghargaan yang kecil ini tidaklah kecil.

Karyawan akan merasa diakui dan pekerjaannya menjadi sedikit menarik dan cukup menantang. Inilah yang terpenting dari aspek intrinsik sebuah pekerjaan. Dorongan bekerja yang datang dari inspirasi. Motivasi dari hati. 100%!

Perusahaan Demotivator

Menurut survey terbaru terhadap puluhan ribu karyawan di belasan negara, menunjukkan 30-50% karyawan ingin meninggalkan perusahaannya yang sekarang. (Polling oleh Gallup dan Mercer)

Alasan kurangnya loyalitas karyawan kepada perusahaan ini sangat beragam. Namun yang terutama adalah masalah penghargaan dan stres.

Seorang pakar bisnis global yang ternama; Jim C. Collins, meneliti beberapa perusahaan yang sukses dalam mengelola motivasi karyawannya. Dalam risetnya, ditemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang sukses tersebut memiliki pemimpin yang terbaik.

Pemimpin yang terbaik adalah pemimpin yang sanggup memotivasi bawahannya. Perusahaan tidak perlu merisaukan masalah memotivasi karyawan jika memiliki pemimpin yang terbaik.

Perusahaan justru perlu waspada terhadap beberapa demotivator, pelemahan motivasi karyawannya. Demotivator sistemik yang bisa terjadi di dalam sistem perusahaan itu sendiri.

Demotivator sistemik ini ada tiga: pertama adalah kurangnya antisipasi perusahaan dalam menghadapi permasalahan yang ada. Banyak perusahaan menjadi lambat dan kurang responsif terhadap isu-isu yang berkembang dengan cepat. Ini bisa membuat gelisah dan mendemotivasi karyawan.

Demotivator yang kedua di dalam sistem perusahaan adalah visi perusahaan yang terlalu mengawang-awang. Tujuan yang ditetapkan terlalu jauh di depan dan melupakan fokus pada masa kini. Sasaran yang tidak tampak realistis ini akan melemahkan semangat karyawan.

Selanjutnya, demotivator sistemik ketiga di perusahaan adalah demokrasi yang palsu. Karyawan didorong untuk memberikan input tapi pimpinan perusahaan membuat keputusan tanpa menghiraukan input tersebut. Karyawan merasa tidak diperhatikan pendapatnya dan kombinasi ketiga demotivator sistemik ini akan membunuh motivasi karyawan.

Hati-hatilah dengan demotivator yang hadir di dalam sistem perusahaan. Percuma mendatangkan motivator bagi para karyawan kalau secara sistem perusahaan memiliki ketiga demotivator yang telah saya sebutkan di atas.

Perusahaan demotivator sesungguhnya adalah perusahaan yang akan merugi..

Kepemimpinan yang Memotivasi

Riset oleh seorang peneliti bernama Jones, Ph.D dari Universitas Benedictine mengungkapkan bahwa para karyawan manajerial di tingkatan bawah yang merasa dihargai oleh atasannya terbukti menurunkan tingkat perpindahan/keluarnya sang pegawai 52% lebih kecil. Kepemimpinan yang memotivasi adalah kepemimpinan yang membuat para karyawan merasa dibutuhkan kontribusinya.

Mungkin sepertinya sepele, tapi inilah kebenarannya. Seorang pekerja akan bekerja lebih baik kalau merasa dihargai.

Uang, prestis, dan segala aspek dari karir seorang karyawan kecil artinya jika ia merasa tidak diperdulikan oleh atasannya.

Kepemimpinan yang ideal harus mencakup kepedulian kepada karyawannya. Seorang pemimpin harus mendukung kebijakan yang memberikan penghargaan. Pimpinan yang baik mendorong bawahannya agar berani berbicara dan memberikan ide-idenya.

Pada suatu penelitian di sebuah industri ditemukan hasil yang menggembirakan dengan menerapkan kebijakan yang membuat sang pekerja merasa dibutuhkan. Terhitung biaya produksi bisa dihemat hingga 35% bahkan kepuasan pelanggan bisa meningkat hingga 91%!

Jika kamu seorang supervisor tingkat rendah pun kamu bisa membuat perubahan. Meski kamu tidak berwenang menaikkan gaji dan jabatan bawahan kamu, tapi kamu punya kekuatan untuk meningkatkan produktivitas orang-orang di bawah kamu. Dan pada akhirnya memajukan perusahaan. Apalagi kalau kamu direktur!

Berikanlah perhatian yang baik sebagai seorang atasan kepada bawahannya:

1. Tanyakan jika terdapat kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam melaksanakan pekerjaannya.

2. Berikan pujian yang memang pantas didapatkan, bukan sekedar basa-basi. Tapi jangan sampai tidak pernah sama sekali. Minimal berilah penghargaan seminggu sekali sesuai konteks, dampak, dan terarah pada individualitas si karyawan tersebut.

3. Mintalah ide-ide baru, dengarkan masukan dan pemikiran sang bawahan dengan penuh perhatian. Doronglah keberaniannya berbicara dengan menjadi pendengar yang baik.

4. Bangunlah keakraban, tanyakan hobi personal atau cerita tentang asal-usul dan keluarganya. Nilailah karakternya serta pahamilah kepribadian sang pegawai.

5. Tetap menjaga karisma dan jangan terlalu berlebihan dalam memberikan pernghargaan. Proporsional dan adil merata terhadap semua bawahan.

Sekian dahulu tips saya kali ini. Semoga kita bisa menemukan cara-cara yang kreatif untuk membuat kondisi bekerja yang kondusif di tulisan lainnya…