Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: motivasi karyawan

Bekerja dengan Produktivitas Tinggi secara Efektif

Berapa banyak waktu kita dihabiskan secara berlebihan? Yang jelas, banyak yang kita tak sadari. Bahwa perhatian kita seringkali teralihkan, dan pikiran kita terus berputar-putar sebelum melakukan sesuatu yang produktif.

Contohnya; seorang karyawan yang menjual waktunya dengan memberikan tenaga dan keahliannya untuk uang gaji yang diberikan perusahaan secara berkala. Berapa banyak waktunya yang benar-benar efektif dalam memberikan kontribusi dan berapa banyak yang tersia-siakan?

Misalnya dengan rapat-rapat yang berkepanjangan, mengolah email dan informasi lainnya yang seperti tanpa habis-habis. Melakukan peracakapan yang lebih banyak menyita perhatian kepada hal-hal yang kurang penting namun mendesak, atau bahkan malah sekedar meladeni pembicaraan yang tak berguna.
Baca entri selengkapnya »

Mengingat Abraham Maslow: Teori Motivasi Hirarki Kebutuhan

Tanggal 1 April 1908 adalah hari kelahiran Abraham Maslow, Bapak Psikologi Modern yang terkenal dengan teori hirarki kebutuhan manusianya.

Maslow membagi hirarki kebutuhan manusia menjadi 5 tingkatan: fisik/bertahan hidup, keamanan, cinta dan kebersamaan, penghargaan, serta aktualisasi diri. Kesemuanya adalah kebutuhan yang mendorong manusia untuk bertindak. Motivasi yang menggerakkan.

Maslow merupakan penggerak awal gerakan psikologi positif, yang berfokus pada potensi pikiran manusia untuk mengembangkan diri. Daripada hanya sekedar ilmu yang menangani permasalahan batiniah diri manusia. Revolusi dari psikologi positif membawa teori motivasi yang dapat diaplikasikan kepada kondisi manusia masa kini.

Di jaman modern ini, banyak pekerja yang awalnya mencari nafkah demi menghidupi diri dan keluarga telah dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendasar dalam hirarki Maslow seperti sandang-pangan-papan dan beranjak ke kebutuhan yang lebih tinggi lagi.

Sekarang, para karyawan di beberapa perusahaan telah merasa mampu memenuhi beragam kebutuhan tapi banyak yang merasa malas dan kurang termotivasi. Hal ini disebabkan ada kebutuhan-kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi. Dan menurut teori hirarki kebutuhan Abraham Maslow, ada tingkat kebutuhan tertinggi yang sering tidak disadari, apalagi terpenuhi: yaitu kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Baca entri selengkapnya »

Budaya Kerja yang Produktif

Mengelola budaya organisasi di dalam suatu perusahaan mungkin tidak sekongkrit menyusun anggaran atau menganalisa program pemasaran. Namun, budaya kerja dari para karyawan akan terus muncul sebagai penentu bagi produktivitas secara keseluruhan.

Apakah sebuah perusahaan terus berkembang secara suistainable berkat para karyawannya yang bekerja secara produktif dan mendukung kesuksesan bisnis perusahaan, itu semua tergantung keberhasilan implementasi budaya kerjanya.

Hindari budaya kerja yang hanya menunjukkan kesibukan dan menganggapnya sudah berhasil. Seorang karyawan harus mengetahui secara pasti sasaran kerjanya dan perannya dalam memberikan kontribusi yang berarti. Sehingga kinerja bisa diterjemahkan pada hasil yang tampak, bukan sekedar sibuk tapi tidak efisien.

Baca entri selengkapnya »

Kemampuan Pemimpin yang Paling Utama

…adalah keahlian dalam mengamati. Ini berarti mampu mengobservasi lingkungan dan pasar. Mengetahui kekuatan kelompok yang dipimpin dan kelemahan pesaing-pesaingnya. Melihat dengan jelas pilihan jalan yang diambil, mengambil keputusan dengan intuisi yang visioner. Mempunyai visi sebagai penunjuk arah untuk melangkah maju. Dan yang terpenting;

Menciptakan perubahan yang bermakna.

Semua dimulai dari pengamatan. Ingin yang dipimpin berperilaku lebih baik? Amati dia/mereka secara mendalam. Mau meraih perkembangan yang berarti? Inovasi kuncinya, yang berawal dari mengamati semuanya dan berpikir besar. Pengamatan adalah pondasi yang paling mendasar dari kepemimpinan yang berkualitas.

Bisakah kita melihatnya secara jernih?

Salam sentosa!

Baca juga:
Kepemimpinan yang Memotivasi
Kepemimpinan yang Hebat
2 Kata Kunci Kesuksesan Kepemimpinan
Kesadaran: Kunci Perubahan

Menguatkan Motivasi Karyawan Secara Emosi

Kata-kata employee engagement seringkali digunakan untuk mendeskripsikan perasaan keterikatan karyawan pada pekerjaan, kondisi kantor, dan perusahaannya.

Karyawan yang terikat secara emosional ini akan memberikan kinerja dengan inisiatif tinggi, penuh antusiasme, dan berkomitmen untuk berkontribusi yang terbaik sesuai kompetensinya.

Engaged employee berarti karyawan yang percaya terhadap atasan, mau bekerja dan berusaha maksimal, mengerti paradigma tujuan bisnis perusahaan, saling bekerja sama dengan rekan, dan membuka diri untuk perkembangan personal di lingkungan kerja.

Motivasi karyawan
Baca entri selengkapnya »