Bekerja dengan Produktivitas Tinggi secara Efektif

by @rezawismail

Berapa banyak waktu kita dihabiskan secara berlebihan? Yang jelas, banyak yang kita tak sadari. Bahwa perhatian kita seringkali teralihkan, dan pikiran kita terus berputar-putar sebelum melakukan sesuatu yang produktif.

Contohnya; seorang karyawan yang menjual waktunya dengan memberikan tenaga dan keahliannya untuk uang gaji yang diberikan perusahaan secara berkala. Berapa banyak waktunya yang benar-benar efektif dalam memberikan kontribusi dan berapa banyak yang tersia-siakan?

Misalnya dengan rapat-rapat yang berkepanjangan, mengolah email dan informasi lainnya yang seperti tanpa habis-habis. Melakukan peracakapan yang lebih banyak menyita perhatian kepada hal-hal yang kurang penting namun mendesak, atau bahkan malah sekedar meladeni pembicaraan yang tak berguna.

Dan bisa jadi, karyawan tersebut mengerjakan tugas-tugasnya secara inefektif. Padahal jika saja konsentrasinya tak terpecah, dia bisa bekerja dengan lebih maksimal dan efisien dalam sumber daya seperti waktu. Berapa banyak pekerjaan yang diselesaikan tapi terlalu menghabiskan waktu?

Itu semua kembali kepada fokus yang berbahan bakar energi mental kita. seringkali pemikiran kita dihabiskan terlalu banyak untuk berkelana ke masa lalu dan masa depan. Mencari-cari solusi dengan analisa yang tak ada habisnya. Perfeksionisme yang diam-diam menguras energi mental tapi dengan eksekusi yang minimal. Bagaimana kita bisa mengantisipasi itu semua?

Yaitu dengan berfokus pada tindakan. Benar-benar menyadari setiap pergerakan yang sedang kita lakukan. Berkonsentrasi penuh pada kekinian. Perencanaan yang tertuang dalam pemikiran dan pembicaraan secukupnya saja. Perbuatan yang penuh kesadaran adalah kunci kemajuan.

Dan evaluasi untuk perbaikan serta pengembangan bisa dilakukan seiring jalan. Yang hanya bisa dilakukan ketika saat bertindak, pikiran berfokus tanpa kerumitan. Kesederhanaan dengan kesadaran pada kekinian akan menyingkirkan segala bentuk emosi yang menguras energi pikiran. Kekesalan, kemarahan, ketersinggungan, penyesalan, dan sebagainya akan berkurang sebagai pengalih konsentrasi.

Di kala waktu kerja sang karyawan sedang dituntut dengan begitu banyaknya pikiran, perasaan, pertemuan, percakapan, tugas-tugas harian, dan segala bentuk komunikasi serta pekerjaan yang menumpuk. Maka saatnya dia berhenti sejenak. Tarik nafas mendalam dan biarkan pikiran yang berputar-putar itu mereda.

Sadari setiap tarikan dan hembusan nafas. Untuk beberapa detik atau satu-dua menit, kita bisa memilih untuk membiarkan segala macam pemikiran surut ke belakang. Kita siapkan kembali energi mental yang mulai terbangun dalam keheningan. Kesadaran ini akan menyirami batin seperti air pada haus.

Maka, dengan kekuatan pikiran yang tersegarkan oleh kesadaran di masa kini kita bisa mulai mengerjakan sesuatu dengan fokus. Sekarang, kita bisa memusatkan perhatian pada satu atau dua tugas saja dahulu. Hindari dahulu semua pengalih perhatian. Matikan internet dan segala bentuk pemikiran yang lain selain pada pekerjaan yang ada di tangan. Berkonsentrasi pada kegiatan yang sedang dilakukan dan lupakan yang lainnya.

Beberapa hal mungkin akan muncul, biarkan saja. Cukup diakui sesaat saja dalam batin kita, lalu kembali melakukan tindakan yang sedang menjadi prioritas energi mental kita. Bertindaklah dengan sepenuh hati, rasakan setiap sensasinya, berlakulah dengan penuh kesadaran. Fokus pada gerakan. Bergerak maju demi peningkatan terus-menerus.

Fokus inilah yang akan meningkatkan produktivitas kita secara signifikan.

Salam Sentosa!

Baca Juga:

Memaksimalkan Produktivitas
Olahraga Meningkatkan Produktivitas Karyawan
5 Kesalahan Sales yang Mengurangi Produktivitas Penjualan
Budaya Kerja yang Produktif