Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: motivasi sales

5 Kesalahan Sales yang Mengurangi Produktivitas Penjualan

Peningkatan penjualan didapatkan dari pembelajaran dan perbaikan yang dilakukan oleh sang penjual secara konsisten. -Reza Wahyu

Beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan tanpa disadari bisa mengurangi produktivitas sales adalah sebagai berikut:

1) Menjadi Brosur Berjalan
Sales tidak bersemangat membantu dan tidak melayani pelanggan dengan empati serta penuh perhatian. Sales hanya menyediakan informasi akan fitur-fitur produk tanpa menggali kebutuhan dan keinginan prospek. Sales hanya mengumbar fitur-fitur yang ada tanpa menawarkan beragam manfaat yang jelas atau sebagai solusi yang tepat dalam persepsi pelanggan. Sales lebih banyak berbicara, berpromosi, daripada mendengarkan sang calon pembeli.

2) Manipulatif dan Munafik
Sales berusaha mempengaruhi prospek secara berlebihan dengan sok akrab tanpa membangun kepercayaan terlebih dahulu dan memaksakan keakraban sehingga interaksi terasa tidak alami. Sales berkomunikasi lewat iming-iming yang terlalu muluk atau ancaman yang memanfaatkan ketakutan sang calon pembeli. Sales menutup-nutupi sebagian informasi tentang kekurangan produk atau resiko yang mungkin dihadapi oleh pelanggan.

Baca entri selengkapnya »

Motivasi Intriksik untuk Karyawan dan Sales Person

Untuk meraih kejayaan; kita tidak sekedar bertindak tapi juga punya mimpi, tidak hanya berencana namun memiliki keyakinan. -Anatole France

Penelitian terkini di dalam dunia kerja menunjukkan bahwa motivasi pegawai tidak hanya berasal dari kompensasi saja seperti yang pernah saya tuliskan disini dan disini.

Memotivasi karyawan bagian apapun; pekerja pelaksana, pegawai bagian back office dan frontliner, bagian administrasi, supervisor, manajer, atau tenaga penjual pada suatu perusahaan membutuhkan lebih dari sekedar remunerasi untuk menciptakan motivasi tinggi.

Imbalan moneter untuk suatu pekerjaan seperti gaji, upah, bonus, komisi penjualan, dan sebagainya memang dibutuhkan untuk dasar motivasi karyawan dan sales person dalam bekerja sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Akan tetapi, ada satu jenis motivasi yang lebih kuat daripada motivasi eksternal berupa bayaran uang. Malah, uang bisa berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik seperti menghambat kreativitas dan mendemotivasi jika pembagiannya tidak dianggap fair atau adil.

Baca entri selengkapnya »

Tips Motivasi Sales Tanpa Komisi

Bukan berarti saya menentang pemberian komisi kepada jajaran tenaga penjual. Justru saya sangat mendukung pemberian komisi dari setiap penjualan yang berhasil dibukukan oleh sang wiraniaga.

Komisi adalah salah satu motivasi terpenting untuk seorang sales person, tapi bukan satu-satunya.

Seorang sales person atau marketing executive atau apapun perusahaan menyebutnya, haruslah seseorang yang bertipe ingin mendapatkan komisi sebesar-besarnya. Ini adalah karakter yang dibutuhkan untuk menjadi seorang sales person.

Kalau seseorang tidak termotivasi oleh komisi, sebaiknya ia ditempatkan sebagai staf biasa atau bagian lainnya. Sales person haruslah seorang karyawan yang bersifat pencari peluang; seseorang yang bertipe mengejar kesempatan. Sehingga dia akan gigih dalam memprospek dan menghasilkan penjualan bagi perusahaan. Seorang sales person yang hebat adalah seorang pengejar komisi sejati.

Namun tentunya, kita harus ingat komisi bukanlah satu-satunya cara memotivasi tim sales perusahaan. Seringkali, komisi atau insentif uang mencerminkan banyak hal lainnya. Bisa berupa pengakuan, kebutuhan berprestasi, simbol atau status, kebanggaan bagi harga diri, rasa aman, keinginan membahagiakan diri atau keluarga, dan sebagainya.

Maka, berikut beberapa tips motivasi praktis yang bisa saya bagikan tanpa menyinggung tentang komisi lagi.

Yang terutama selain pemberian insentif adalah pemberian penghargaan:
Akui prestasi sang sales person baik itu secara empat mata dengan atasan dan dalam kelompok. Berikan penghargaan dengan simbol sederhana seperti bintang atau adakan upacara kecil-kecilan untuk pemberian penghargaan. Sungguh merupakan suatu hal yang sangat mendemotivasi sales jika hasil kerjanya tidak diakui secara dramatis.

Berikan suasana persaingan yang sehat antar tim sales:
Buatlah minimal dua tim (boleh lebih) di dalam barisan tenaga penjual. Pembentukan tim akan menciptakan semangat berkompetisi antar tim dan kerja sama yang saling membantu antar sales person di dalam tim. Keahlian komunikasi dan empati juga bisa meningkat berkat interaksi antar sales person di dalam tim.

Tetapkan target dan instruksi yang terperinci:
Tuliskan tujuan yang ingin dicapai secara spesifik, berupa sasaran jangka pendek dan sasaran jangka panjang. Minta sang sales untuk bervisualisasi dan membayangkan pekerjaan serta pencapaian targetnya. Berikan petunjuk pelaksanaan yang jelas agar sales tidak ragu-ragu dalam bertindak dan melaksanakan aktivitas penjualan. Picu inisiatif untuk memulai tindakan, dengan waktu start misalnya. Jangan lupa juga untuk menaruh tenggat atau batas waktu agar sales menjadi produktif.

Ingatkan alasan dan konsekuensi dari kinerja sales secara rutin:
Motivasi seseorang berfluktuasi dan cenderung menurun seiring waktu jika tidak ada motivator yang berarti. Seorang atasan yang baik harus sering-sering mengingatkan tentang alasan bawahannya bekerja, makna dia mau bekerja keras, demi menafkahi keluarga misalnya, atau menabung untuk membeli sesuatu yang diinginkannya, dan tidak lupa memberi kesadaran akan konsekuensi negatif yang bisa didapatkan jika dia bermalas-malasan. Bicarakan setiap hari kalau bisa, bersamaan dengan aktivitas monitoring perkembangan prospek oleh supervisor/manajer kepada anak buahnya.

Jalin kebersamaan untuk membangun kepercayaan dan rasa hormat:
Adakan acara kumpul-kumpul dimana atasan seperti manajer penjualan atau supervisor bisa membaur dengan para sales person. Ciptakan suasana kekeluargaan untuk menguatkan hubungan baik yang saling mendukung antara sales person dengan atasannya. Kondisi yang menyenangkan akan menularkan perasaan antusias sehingga sales person lebih bersemangat dalam menjual.

Stimulasi inovasi sales dan kreativitas dalam meraih target penjualan:
Jadilah fleksibel dengan memberikan ruang kreativitas untuk berinovasi dalam batas tertentu namun tetap menuntut hasil. Komunikasikan target secara menantang tapi sesuaikan dengan keadaan market dan keahlian sang sales person. Jangan sampai berlebihan sehingga memberatkan dan menjadi alasan sales untuk malas. Namun jangan juga terlalu mudah sehingga membosankan. Target yang menantang adalah target yang memaksimalkan penggunaan keahlian sang penjual tanpa terlalu membebaninya.

Bukakan pintu peluang untuk promosi dan mendaki karir:
Tunjukkan bahwa perusahaan menginginkan seorang manajer/supervisor yang berasal dari dalam yang berpengalaman dan telah membuktikan diri dengan prestasinya sebagai sales. Dan untuk sales yang belum berhasil harus diberikan kritik konstruktif atau masukan yang membangun agar bisa belajar dari kesalahan dan tetap optimis serta memperbaiki diri agar berprestasi.

Perkuat motivasi barisan tenaga penjual dengan pelatihan:
Berinvestasilah pada peningkatan keahlian sales person dengan pelatihan-pelatihan yang membuatnya jago dalam menjual. Siapkan jadwal coaching, training, dan peningkatan pengetahuan secara berkala. Suntikkan semangat sales lewat kelas motivasi dan kemudahan menjual berkat meningkatnya keahlian. Pada akhirnya, sales person yang terlatih dan termotivasi tinggi akan mendatangkan banyak pelanggan yang bisa memberikan keuntungan kepada perusahaan. Tunggu apa lagi?

Baca juga:
Tehnik Motivasi Sales Call
Taktik Presentasi Sales agar Sukses
Persuasi: Rayuan Tanpa Gombal
Training Sales Persuasif

Tehnik Motivasi Sales Call

Kadangkala, sebagai seorang tenaga penjual kita mengalami kemalasan dalam menelpon prospek baru. Kita merasakan keengganan dan perasaan kita menjadi sangat berat bahkan untuk mengangkat gagang telpon saja.

Kita menyibukkan diri dengan membuat rencana, menyiapkan pipeline atau daftar prospek, memikirkan skrip kalimat atau menyusun skenario dari sales call ini. Tapi tetap, kita tidak juga melakukannya. Kita terus menunda-nunda.

Memang, perencanaan itu penting. Bayangkan berapa besar kerugian jika kita mau membangun komplek perumahan tanpa rencana yang matang? Kita memerlukan blueprint, cetak biru untuk segalanya, analisis lingkungan, sanitasi, perencanaan fasum-fasos, isu legal-tehnikal-finansial dan seterusnya untuk pengembangan sebuah real estate.

Properti yang bernilai ratusan milyar bahkan trilyunan memang membutuhkan rencana yang terperinci dan mendetail agar tidak menciptakan biaya yang kelewat besar bahkan membawa kerugian nantinya.

Tapi seberapa besar biayanya untuk menelpon? Pulsa tak seberapa. Tenaga apalagi. Penolakan? Masih banyak calon pembeli lainnya yang mengantri di daftar calon pelanggan kita. Biaya untuk melakukan sales call amatlah kecil.

Masalahnya adalah, kita terlalu sibuk berencana dan terlalu tertekan oleh emosi. Mungkin emosi ketakutan akan penolakan dan kegagalan. Mungkin perasaan kecemasan yang menciptakan kemalasan dan beragam alasan untuk menunda.

Tapi yang pasti, masalahnya ada pada perasaan yang tidak logis. Kita perlu mengembalikan pikiran kita yang rasional. Maka dari itu, buatlah perbandingan secara logis antara untung dan rugi dalam membuat sales call. Seberapa banyak kerugian akan diketahui secara jelas bukan hanya sekedar perasaan saja.

Dan ketika kita mulai menuliskan keuntungan apa saja yang bisa kita dapatkan dari sales call, kita akan termotivasi untuk melakukannya. Buat dua kolom: kerugian dan keuntungan. Bandingkan saja, biaya pulsa yang tak seberapa dengan keuntungan atau komisi penjualan yang bisa jadi ribuan kali lipat besarnya dari biaya pulsa yang dikeluarkan untuk menelpon.

Tehnik ini membuang emosi yang tak perlu yang membebani dan menciptakan kemalasan, serta penundaan. Analisis untung-rugi yang logis mengembalikan akal sehat kita untuk menguatkan motivasi diri. Jangan terlalu lama berencana, segera laksanakan sales call itu dan merevisi rencana seiring implementasinya. Segera eksekusi!

Baca juga:
Cara Melampaui Target Hingga 3000%: Service with Care
Taktik Presentasi Sales agar Sukses
Tehnik Sales Semi Hipnotis
Training Sales Persuasif
Langkah Sales Menjadi Sukses