Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: motivasi

Memotivasi Komitmen yang Kendor

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang bagaimana caranya untuk mendorong motivasi yang mogok dan memotivasi komitmen yang kendor.

Berapa banyak dari kita yang hanya bersemangat di awal-awal namun lalu semangat itu terus menurun seiring waktu.

Saya telah mencari beberapa formula, khususnya untuk diri saya sendiri juga agar lebih termotivasi untuk menulis serta berbagi ilmu.

Berikut beberapa tips yang saya buktikan telah berhasil mengatasi kekurangan motivasi untuk berkomitmen. Tips-tips yang telah teruji memotivasi diri agar komitmen tidak kendor yaitu:

1. Lima Menit Saja

Berikan waktu 300 detik aja untuk mengerjakan sebuah proyek yang ditunda-tunda. Sebuah tugas yang rasanya malas dikerjakan.

Atau suatu aktivitas apapun yang telah dibuat komitmennya namun kendor semangatnya. Setelah 5 menit, berhenti saja dan evaluasi tindakan kita. Lalu coba kerjakan lagi selama 5 menit jika diinginkan.

Begitu seterusnya sampai tercipta momentum yang memupuk semangat dan lupa sama serba 5 menitnya.

2. Saksi Orang Lain

Ciptakan tekanan sosial dan manfaatkan rasa malu jika melanggar komitmen dengan mengumumkan niat kita.
Tehnik sangat ini efektif karena kita sebagai manusia memiliki ego, harga diri, rasa takut dan rasa bersalah. Beritahu partner, teman, atau keluarga.

Publikasikan juga sanksi atau hukumannya jika kita tidak mengerjakan kegiatan yang sudah menjadi komitmen kita tersebut.

3. Berikan Tantangan

Jika pekerjaan yang ingin dilakukan terlalu mudah, kita cenderung meremehkannya. Kita anggap aktivitas tersebut bisa dikerjakan kapan saja, tidak akan makan waktu lama, dan terus menundanya.

Kalau begitu, berikan tantangan: kerjakan sajalah! Tapi berikan hadiah kecil yang realistis dan kita sukai.

Kalau perlu gabungkan tips ini dengan tips sebelumnya. Minta orang lain yang mengawasi dan menilai penyelesaian pekerjaan kita. Hadiah sebagai tantangan tersebut diberikan oleh orang lain tersebut sesuai pengawasan dan penilaiannya.

Tantangan selanjutnya bisa dengan memberikan sangsi atau hukuman. Jika pekerjaan tersebut tidak dilakukan, kita akan menjalankan suatu bentuk hukuman yang kita tidak sukai dan dibenci.

4. Kurangi Rasa Tidak Nyaman

Beberapa komitmen membutuhkan kegiatan yang tidak menyenangkan, terasa lama ketika dikerjakan, dan rasanya tidak nyaman. Akhirnya kita menunda tindakan kita dan motivasi komitmen kita menjadi kendor.

Semangat mengendur dan semakin kendur. Salah satu cara memotivasi komitmen kita agar tidak kendor adalah: membagi-bagi tugas menjadi lebih kecil dan mudah dikerjakan. Menggabungkan tindakan yang kurang menyenangkan tersebut dengan aktivitas yang menyenangkan.

Contohnya sambil mendengarkan musik yang kita sukai. Selanjutnya, kerjakan tugas yang paling tidak menyenangkan dahulu agar kemudian tugas-tugas selanjutnya terasa lebih nyaman untuk dikerjakan.

5. Evaluasi Rencana Kerja

Banyak orang justru terlalu sibuk mengerjakan banyak hal sehingga menunda suatu pekerjaan yang sebenarnya lebih penting.

Klasifikasi tugas diperlukan untuk memisahkan bahwa tidak semua aktivitas yang mendesak untuk dikerjakan itu penting. Bahasa Inggrisnya; Urgent or Important. Ada banyak pekerjaan urgent atau mendesak namun belum tentu pekerjaan itu penting atau important.

Contohnya: seorang karyawan yang mengerjakan pekerjaan yang mendesak karena dimintai tolong oleh sesama rekan pegawai. Padahal pekerjaan tersebut tidak penting untuk kontribusi kinerja karyawan tersebut terhadap bisnis perusahaan.

Atau tugas yang diberikan atasan namun bukan pekerjaan utama sang bawahan. Sifatnya hanya membantu. Mulailah analisa pekerjaan-pekerjaan yang ada dan prioritaskan berdasarkan kepentingannya, baru urgensinya.

Sekian dulu tips dari saya, semoga berguna untuk kita semua. Silahkan baca tulisan-tulisan inspiratif yang lain di blog motivasi ini.

Simpan di bookmark browser internet karena saya akan update setiap hari. Terima kasih atas perhatiannya…

Satu Hal Utama Penentu Motivasi

Saya akan bagikan satu hal yang paling utama dalam mengobarkan motivasi. Semangat bekerja di hari ini. Semoga bermanfaat!

Satu hal yang terpenting dalam mengobarkan semangat kerja adalah: kerja. Beraksi. Lakukan sesuatu dengan segera. Jangan terlalu banyak berpikir.

Tidak perlu menganalisis dan berencana terlalu lama. Just do it immediately!

Salah satu rahasia kesuksesan adalah mengetahui bahwa: motivasi mengikuti aksi. Momentum tindakan akan menyulut motivasi. Penundaan akan mematikan motivasi.

Bergeraklah dan lakukan sesuatu!

Aksi adalah penentu utama yang membedakan pemenang dari pecundang. Seseorang tidak akan pernah sukses kalau diam saja dan tidak berani mencoba.

Kegagalan bisa diambil hikmahnya dan dipelajari untuk mencoba lebih baik.

Lebih baik gagal dalam percobaan pertama, kedua, dst. Tapi suatu kali percobaan bisa berhasil. Namun kalau tidak mencoba sama sekali, sukses tidak akan pernah bisa terjadi.

Jangan sampai menyesal karena tidak mencoba!

Tindakan yang tidak berhasil lebih baik daripada tidak bertindak sama sekali. Darimana kita tahu kalau tindakan kita tepat? Belajar dari pengalaman. Pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Kita akan menjadi pakar sesuatu jika kita berpengalaman lebih dari 10 ribu jam. Seorang ahli adalah orang yang sudah mencoba dan terus berusaha konsisten di bidangnya.

Seorang pecundang hanya menunggu sampai dia tahu tindakan yang tepat.

Menunggu itu membosankan dan menguras motivasi. Jangan sampai kelamaan menunggu malah keburu mati!

Maksud saya; mati semangatnya πŸ™‚

Aksi adalah pendorong perubahan. Tidak ada kemajuan tanpa pergerakan. Inovasi akan mati jika tidak ditindaklanjuti.

Ide bagus adalah ide yang dijalani, sehebat-hebatnya pemikiran kalau tidak dilakukan hanya akan menjadi sampah pikiran. Penyedot energi. Jangan terlalu banyak berpikir. Bisa lesu-lemas-terdemotivasi. Hati-hati!

Tindakan-tindakan apa saja yang bisa mengobarkan motivasi? Berikut adalah beberapa contoh aksi yang dapat mengobarkan semangat kerja:

1. Paling pertama; tetapkan tujuan yang jelas. Yang selaras dengan hati.

Buat komitmen. Tuliskan dan tunjukkan pada orang lain. Umumkan pada semuanya. Deklarasikan tujuan dengan keyakinan. Lalu lakukan langkah pertama.

2. Beraksilah sekarang juga. Mulai dari fisik. Jangan berpikir lagi, lupakan aktivitas mental. Bertindak dengan gerakan. Rapikan meja. Telpon klien. Pakai sepatu olahraga. Buang junkfood di kulkas. Dll.

Jangan terlalu banyak berpikir menginginkan rencana yang sempurna. Jalani rencana dan sesuaikan dengan kondisi yang ada sepanjang perjalanan.

3. Berinteraksi dengan orang-orang yang penuh semangat. Berkumpulah dengan mereka yang optimis dan pekerja keras. Jauhi orang-orang yang negatif dan suka mengeluh.

Hubungi sahabat-sahabat yang saling mendukung. Kontak dan ajak ngobrol teman-teman yang sudah sukses.

4. Bacalah buku-buku motivasi. Biografi orang sukses. Baca setiap hari. Targetkan 3 buku per minggu.

Dengarkan musik yang mengobarkan semangat. Jangan musik yang bikin sedih. Dengarkan juga audiobook yang mendidik.

Tonton video yang menginspirasi. Jagalah input pikiran dari hal-hal yang negatif. Pilihlah untuk membaca, lihat, dengarkan hal-hal yang positif setiap harinya.

5. Kenakan pakaian orang sukses. Tetapkan gaya berpikir dari sudut pandang orang sukses. Tegakkan badan dan berjalanlah seperti orang sukses.

Berbicara dengan ketenangan, kepercayaan diri, dan penuh kalimat yang positif. Berperilakulah seperti orang sukses dan yakinlah bahwa kita adalah orang sukses.

Pupuklah mindset kesuksesan sedari dini.

Sekian tips dari saya kali ini. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya πŸ˜‰

Bagaimana Meningkatkan Level Motivasi Kerja?

Motivasi kita untuk bekerja sebenarnya bisa diukur secara kira-kira.

Sebagai ilustrasi; kita gunakan saja 5 level motivasi:

Level 1: tidak termotivasi
Level 2: kurang termotivasi
Level 3: lumayan termotivasi
Level 4: lebih dari cukup termotivasi
Level 5: amat sangat termotivasi sekali!

Kira-kira apa gunanya ukuran motivasi ini? Kita bisa gunakan sebagai acuan apakah sasaran kerja yang kita ingin capai sudah selaras dengan tujuan sejati yang dibisikkan oleh kata hati.

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, motivasi yang sejati itu berasal dari hati.

Tapi sayangnya hati kita berkata dengan berbisik. Jadi terkadang, agak susah didengarkan dan sering terganggu serta teralihkan perhatiannya dengan aktivitas sehari-hari. Walaupun begitu, tujuan sejati ini sangat menentukan level motivasi.

Sebagai contohnya; dahulu saya susah untuk bangun pagi. Padahal jam kantor saya lumayan siang, jam 9 pagi baru masuk kerja. Dan pekerjaannya memberikan kompensasi yang lebih jika kita lebih rajin.

Kompensasinya disebut komisi penjualan. Selain itu, saya juga menerima gaji yang cukup untuk kebutuhan hidup saya pada waktu itu. Tapi setelah saya ukur, mengapa level motivasi saya rendah untuk bangun pagi? Kira-kira levelnya berkisar di angka 1,5 saja.

Mengapa bisa begitu?

Ternyata setelah saya renungkan. Pekerjaan tersebut tidak kongruen dengan gambaran besar hidup saya. Bisa dibilang, tidak selaras dengan tujuan sejati hidup saya. Tujuan sejati saya adalah meningkatkan kesadaran diri dan orang lain serta untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama-sama.

Bagaimana saya bisa menemukan tujuan seperti itu? Nanti akan saya bahas di tulisan selanjutnya. Yang jelas, saya merasa pekerjaan saya pada waktu itu tidak selaras dengan tujuan ini.

Pekerjaan saya pada saat itu tidak tampak memberikan saya peluang untuk bertumbuh dan berkembang. Di kantor itu saya masih pegawai kontrak dan sepertinya untuk tenaga penjual akan selalu begitu.

Saya juga merasa bekerja pada pemilik bisnis yang hanya mementingkan materi dan tidak terlalu peduli pada para pelanggannya. Sehingga kita didorong menggunakan cara-cara yang manipulatif yang penting mencapai target penjualan.

Kepedulian pada pelanggan tidak terlalu dibudayakan. Saya merasa kesadaran saya malah menurun. Jadilah saya tidak terlalu termotivasi bekerja di kantor tersebut.

Kini saya terbiasa bangun pagi dan bersemangat dalam bekerja. Saya sudah membahas strategi untuk bangun pagi di artikel sebelumnya.

Tapi disini saya akan memberikan alasan mengapa level motivasi saya meningkat sehingga untuk bangun pagi tidak sesulit dahulu. Dahulu, ketika jam weker berbunyi, otak saya masih setengah sadar.

Kadang menjadi berlanjut tidur lagi alias hilang kesadaran. Namun sekarang, saya bangun pagi bahkan seringkali sebelum jam weker berbunyi. Kesadaran otak saya meningkat cepat dari keadaan setengah tidur sampai keadaan terbangun penuh dan tidak mengantuk lagi.

Level motivasi saya untuk bangun pagi dan bekerja bisa sampai 5,5 πŸ™‚

Mengapa bisa setinggi itu?

Karena saya sangat termotivasi bekerja dan pekerjaan saya yang memberikan perasaan yang selaras dengan tujuan sejati hidup saya.

Meski jam kantor saya dimulai pukul 7.30 pagi, saya sudah mulai bekerja sejak jam 5 dini hari.

Saya senang mengerjakan tulisan saya yang memotivasi, saya membaca tulisan-tulisan yang inspiratif dan tulisan yang bisa menjadi sebagai referensi saya untuk menulis, lalu bermeditasi, berolahraga, serta bermain dengan anak saya yang juga sudah terjaga.

Saya sangat bersemangat untuk berbagi ilmu yang membuat kita bisa maju, tumbuh, dan berkembang bersama-sama.

Level motivasi saya menjadi otomatis tinggi begitu saya ingat bahwa pekerjaan yang akan saya lakukan memberikan keselarasan kepada tujuan sejati saya.

Dan level motivasi saya terus bertahan tinggi karena saya tahu setiap saya mengerjakan sasaran-sasaran saya yang sekarang, semakin mendekatkan saya kepada gambaran besar hidup ideal yang saya impikan.

Jadi, level motivasi kita juga bergantung pada keselarasan antara apa yang ingin kita kerjakan dengan tujuan apa yang ingin kita capai dalam hidup kita ini. Kejelasan itu perlu, dan tujuan sejati ini harus terus diingatkan di dalam hati.

Cara untuk meningkatkan level motivasi kerja kita adalah dengan menyelaraskan dan terus mengingatkan selalu pekerjaan tersebut dengan tujuan kita yang sejati.

Tujuan sejati nilainya melebihi materi.

Tujuan sejati adalah arti keberadaan kita di bumi. Temukanlah tujuan sejati yang paling menginspirasi. Itulah motivasi sejati…

5 Cara Meningkatkan Peluang untuk Sukses

Dalam tulisan kali ini, saya akan membagikan sebagian tips untuk meningkatkan peluang kesuksesan. Peluang kesuksesan ini bisa berarti sebagai peningkatan kekayaan pada umumnya.

Peningkatan jumlah prospek, klien, atau pelanggan bagi para marketing dan sales. Bisa juga peningkatan bisnis untuk perusahaan dan peningkatan karir untuk para karyawan. Dan tidak menutup kemungkinan, peningkatan peluang untuk mendapatkan jodoh bagi yang belum laku πŸ˜‰

Untuk sukses, seseorang mesti memperoleh kesempatan dan menindaklanjuti kesempatan tersebut dengan kompetensi dirinya. Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, seseorang harus meningkatkan probabilitas dari kesempatan yang datang. Dan probabilitas ini disebut peluang.

Cara meningkatkan probabilitas kesempatan untuk sukses adalah memperbanyak peluang. Semakin banyak kesempatan yang didapat semakin berpeluang untuk sukses.

Oke – selanjutnya, langsung saja, tanpa bertele-tele lagi berikut adalah tips untuk meningkatkan peluang kesuksesan:

1. Mencoba Banyak Hal yang Baru

Dengan mencoba banyak hal yang baru, seseorang akan terbuka atau terekspos terhadap pencocokan minat dan bakatnya. Darimana kita tahu kalau ternyata kita berbakat di suatu bidang jika kita tidak pernah mencobanya?

Bisa saja seseorang ternyata memiliki potensi menjadi maestro di bidang seni tari namun karena dia tidak pernah mencoba menari, dia tidak akan tahu bahwa dia berpeluang sukses di bidang seni tari contohnya.

Cara termudah adalah dengan membuat beberapa daftar kegiatan yang belum pernah dilakukan, tempat yang belum pernah didatangi, makanan dan hiburan yang belum pernah dicoba, dll.

Lalu lempar dadu atau diundi dan lakukan saja hasil undian yang keluar. Dijamin kamu akan memperoleh banyak keuntungan walaupun ternyatan bukan disitu minat dan bakatmu.

Seorang penjual atau orang yang bekerja di bidang sales dan marketing akan memperoleh banyak kenalan baru. Pebisnis bisa mendapatkan jaringan/networking yang banyak. Dan minimal kita bisa memiliki banyak pengetahuan baru sehingga menjadi pribadi yang berwawasan luas.

Cobalah memasak, ikut klub olahraga baru, mencicipi restoran yang unik, dan mengikuti seminar.

2. Tingkatkan Komunikasi

Jalinlah pertemanan dimana pun kamu berada. Pererat hubungan dengan sahabat-sahabat lama. Habiskan waktu setiap hari untuk mengontak 5 orang lewat telpon, email, sms, bbm, dll.

Berbicaralah dengan orang yang sedang mengantri di depan, di samping, atau di belakang kamu. Obrolkanlah beragam topik, jadilah pribadi yang berwawasan luas. Galilah lebih dalam kepribadian rekan kamu, orang asing yang sedang menjual sesuatu ke kamu, dan siapapun yang kamu jumpai.

Buatlah daftar nama dari keluarga dekat dan jauh, teman baru dan sahabat lama, rekan kerja dan sesama alumni. Lalu analisa sudah berapa lama tidak berhubungan dan pikirkan bagaimana caranya untuk secepatnya berkomunikasi.

Jadilah orang yang terbuka, jujur, dan tulus.

3. Membaca & Belajar

Manfaatkan kapasitas otak kamu yang besar. Isilah dengan beragam informasi yang berguna. Perbaharui wawasan kamu dengan banyak memperhatikan berita terkini, tren terbaru, dan beragam info yang menarik.

Jadikan ini modal untuk berkomunikasi dengan orang lain, target sales, prospek marketing, klien bisnis, calon partner usaha, dan siapapun yang kamu temui atau hubungi. Pelajarilah ilmu di dalam, di luar, dan yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang kamu punya.

Buka internet yang praktis dan perdalam pengetahuan yang dipunya. Setiap hari, tulis satu hal baru yang dipelajari.

4. Rileks

Orang yang sedang stres dan pikirannya sedang berkecamuk, tidak akan bisa melihat dengan jeli peluang-peluang yang ada. Contohnya jika ada uang yang tergeletak di jalan, lebih besar kemungkinannya untuk ditemukan oleh orang yang sedang berjalan santai daripada oleh orang yang sedang stres.

Rileksasikan pikiran kamu, pijat tubuhmu dengan rutin, dan bermeditasilah. Silahkan berlibur panjang jika ada kesempatan. Ambil istirahat jika memungkinkan. Pelajari seni Siesta atau tidur ayam.

Lepaskan ketegangan pikiran dan murah hati untuk memaafkan. Jadilah pribadi yang tenang dan pikiran yang siap menerima beragam peluang.

5. Gigih!

Bayangkan ini. Orang yang baru belajar main catur akan berpeluang sangat kecil untuk mengalahkan lawan mainnya yang sudah biasa main catur. Orang yang sudah dua kali bermain catur akan lebih berpeluang menang dibandingkan orang yang baru sekali main catur.

Dan orang yang telah tiga kali main catur lebih berpeluang untuk menang melawan orang yang baru sekali mencoba bermain catur. Tapi apakah orang yang baru tiga kali main catur bisa menang melawan orang yang sudah biasa bermain catur? Amat kecil peluangnya.

Tapi bagaimana caranya agar dia bisa meningkatkan peluang untuk menang bermain catur? Dengan terus mencoba bermain catur, maka dia akan belajar banyak dan mengantisipasi beragam pola, taktik, dan strategi lawannya. Peluang dia menang meningkat seiring kegigihannya.

Jangan pernah menyerah, kamu tidak akan pernah tahu seberapa dekat kamu dengan keberhasilan jika kamu menyerah. Bisa saja emas yang ingin kita dapatkan tinggal 5 meter lagi menggali goa itu, tapi kalau kita berhenti menggali, kita tidak akan pernah berhasil memperoleh emas itu.

Kegagalan hanyalah batu lompatan atau anak tangga menuju puncak keberhasilan.

Sekian kata-kata motivasi saya kali ini. Mohon jangan hanya membaca teori saja namun eksekusi prakteknya. Saya sudah berikan beberapa tips praktis untuk menjalankan ide-ide saya di atas kecuali untuk yang kelima.

Kegigihan membutuhkan tekad yang kuat, prakteknya ada pada keempat tips yang lainnya.

Untuk menguatkan tekad atau kehendak kita agar bisa menjadi pribadi yang gigih, karyawan yang sukses berdisiplin, atau pejuang cinta yang pantang menyerah πŸ˜‰ saya akan bahas pada tulisan selanjutnya…

Motivasi ‘Just Do It’ – The 1st Step (Zeigarnik Effect)

Pertanyaan: bagaimana caranya agar termotivasi untuk bertindak?

Jawaban: yaa.. Bertindak saja!

Banyak orang menunggu termotivasi dulu baru bertindak. Namun, sesungguhnya dengan bertindak, dengan melakukan langkah pertama kita bisa lebih termotivasi untuk terus melakukan langkah kedua, ketiga, dan seterusnya.

Dengan syarat; tujuan yang ingin dicapai cukup menarik dan menantang untuk diraih.

Seorang psikolog dari Rusia bernama Bluma Wulfovna Zeigarnik menemukan efek dari ingatan jangka pendek dalam proses penyelesaian tindakan.

Secara ringkasnya, ‘Zeigarnik Effect’ bisa diartikan dengan; ketika seseorang sudah mulai melakukan sesuatu, ia akan cenderung terpikir untuk menyelesaikannya.

Zeigarnik Effect menerangkan mengapa pikiran akan merasa tidak nyaman dan selalu ingat untuk menyelesaikan rangkaian tindakan yang belum selesai.

Hal ini diperkuat penelitian oleh Graist-Bousquet & Schiffman (1992) dan beberapa riset oleh para peneliti lainnya.

Hal ini bisa kita manfaatkan jika kita ingin memotivasi diri atau orang lain yang memiliki keengganan untuk memulai suatu pekerjaan/tugas. Banyak alasan untuk perasaan enggan; bisa memang hanya cenderung ingin menunda, kemalasan, ketakutan, atau perfeksionisme, dll.

Zeigarnik Effect memberikan solusi akan kurangnya motivasi dengan beraksi. Memulai satu langkah mudah dan memanfaatkan perasaan penasaran manusiawi untuk termotivasi menyelesaikan tugas yang dikerjakan.

Jadi, kita bisa mendorong motivasi seseorang dengan memanfaatkan momentum pergerakan dari langkah pertama.

Contohnya: saya lebih termotivasi untuk menulis dan menyelesaikan tulisan ini setelah saya mulai mengerjakan satu paragraf pertama.

Tadinya, saya hanya berkutat pada judul dan terus menunda-nunda menyelesaikan draft tulisan ini. Kita bisa sebut ini sebagai langkah pertama.

Segala pencapaian tujuan bisa dibuatkan langkah pertamanya. Seperti kata Lao Tze: perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah pertama. Kita bisa membuat langkah pertama ini sebagai satu paragraf awal, satu menit pertama, setengah jam pertama, satu hal yang bisa dilakukan sekarang juga.

Misalnya seorang murid ingin mengerjakan PR dari sekolahnya, dia bisa memulai dengan menjawab satu pertanyaan pertama saja dan tunggu momentum motivasi untuk menyelesaikan tugas sekolahnya itu.

Kita tak perlu membayangkan hasil akhir pencapaian kita saat tujuan yang diinginkan sudah diselesaikan. Kita cukup memikirkan satu proses ke depan, mencoba menyelesaikan cukup satu langkah pertama saja.

Seluruh energi kita fokuskan untuk mengalahkan keengganan dan mengerjakan satu hal yang bisa dikerjaan sekarang juga.

Kita juga bisa memanfaatkan trik yang serupa untuk menyemangati diri atau orang lain yang sedang rendah kadar motivasinya.

Ketika merasa malas mengerjakan satu tugas besar. Saat tujuan terasa terlalu tinggi, kita bisa mencoba mengerjakan (dan menyelesaikan) satu tugas kecil dengan tujuan yang mudah tercapai.

Seseorang yang sedang kurang termotivasi untuk menyelesaikan proyek besarnya dan sudah berhari-hari tidak mengerjakan apa-apa, bisa mencoba menyelesaikan hal lain yang lebih sederhana.

Membersihkan ruangan kerjanya, contohnya. Atau membereskan berkas-berkas di meja dan komputernya. Tapi trik ini tidak bisa disebut sebagai Zeigarnik Effect lagi πŸ˜‰

Intinya adalah: yang membedakan antara kegagalan dan kesuksesan adalah aksi. Dan bisa jadi aksi yang dibutuhkan adalah mulai dengan satu langkah pertama. Tidak perlu berpikir lama-lama dan terlalu jauh.

Tidak perlu menunggu kobaran motivasi timbul di dalam diri. Just do it!