Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: penjualan

Tiga Tips Marketing Efektif

Berikan mereka kualitas, itu adalah jenis iklan yang terbaik. -Milton Hershey

Ada tiga upaya pemasaran yang telah teruji paling menentukan kesuksesan dari penjualan suatu produk atau jasa. Ketiga tips marketing efektif menurut blog 100motivasi ini adalah sebagai berikut.

Pertama, kemukakan manfaat atau benefit dari setiap komunikasi kepada pelanggan. Iklan, brosur, spanduk, billboard, kemasan, presentasi lisan oleh sales person, dan sebagainya harus mengungkapkan manfaat secara langsung dan jelas yang bukan hanya sekedar fitur-fitur yang terdapat pada suatu produk.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

1 Cara Memotivasi Tenaga Penjual

Seringkali, seorang tenaga penjual atau salesman merasa terdemotivasi. Tidak terlalu bersemangat dalam menjual.

Padahal ia sudah diiming-imingi dengan komisi yang tinggi jika berhasil menjual.

Tenaga penjual atau wiraniaga ini juga sudah dibekali dengan training sales dan ilmu marketing persuasif yang mumpuni.

Lalu kenapa bisa lesu?

Kurangnya motivasi pada tenaga penjual atau sang sales executive ini biasanya disebabkan oleh ego yang trauma tanpa ia sadari.

Trauma karena menerima begitu banyaknya penolakan. Nyalinya menjadi ciut duluan. Benaknya dipenuhi keraguan dan ketakutan.

Pada umumnya, tenaga penjual atau marketing representative yang kurang motivasi ini sudah lama tidak closing atau masih jarang membukukan penjualan.

Pikirannya menjadi down dan pesimis, pasrah bahwa nasibnya sedang tidak hoki. Sekali lagi, ego-nya sudah melemah.

Ada satu cara yang bisa jadi efektif untuk memotivasi tenaga penjual atau sales person yang sedang loyo ego-nya. Cara untuk menguatkan hatinya yang sudah dipenuhi keraguan atau ketakutan akan penolakan.

Caranya adalah dengan menyinggung ego sang penjual yang bertujuan membangkitkan emosinya, yaitu amarah untuk lebih spesifiknya.

Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, perasaan takut gagal atau ketakutan ditolak pospek dalam kasus ini; mesti ditransformasikan mejadi perasaan marah yang lebih agresif.

Emosi marah yang berkobar-kobar lebih baik daripada perasaan ketakutan yang melumpuhkan.

Kunci dari trik ini adalah membuat ego sang tenaga penjual menjadi cukup terhina sehingga ia bangkit dengan motivasi tinggi dan ingin membuktikan kehebatannya sebagai seorang tenaga penjual.

Yang perlu diperhatikan oleh sang sales supervisor atau marketing manager adalah jangan terlalu berlebihan sehingga sang tenaga penjual malah menjadi benci dan memusuhi atasannya.

Kadar amarah yang dipancing harus mencukupi untuk mengobarkan semangat dan konstruktif tapi jangan sampai menjadi emosi kebencian yang malah kontra-produktif.

Kalau perlu buatlah “musuh tandingan” (dalam tanda kutip); dari persaingan yang sehat di antara para tenaga penjual di sebuah perusahaan. Ciptakan suasana bersaing di antara para tenaga penjual.

Kondisi kompetisi ini akan membakar semangat untuk menang. Hasrat alami untuk mencetak prestasi sebagai tenaga penjual yang juara dari kumpulan sales team di kantornya.

Silahkan sang atasan yang menangani masalah pemasaran melontarkan kata-kata yang merendahkan, menjatuhkan harga diri sang tenaga penjual tapi tetap dalam batas etika.

Hinaan yang menyinggung ego sang tenaga penjual sebaiknya memiliki cakupan yang fleksibel, yang nantinya bisa diproses oleh sang tenaga penjual menjadi sebuah tantangan untuk egonya. Jangan hanya sekedar caci-maki yang tidak produktif.

Tantangan ini menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan sang tenaga penjual untuk membuktikan diri. Meninggikan ego dan kehebatan sebagai seorang tenaga penjual. Mendorong hasratnya untuk menjaga serta meningkatkan harga diri atau derajatnya. Aktualisasi dirinya.

Caranya, sang manajer pemasaran atau sang supervisor sebagai atasan; memberikan coaching yang memancing emosi, memicu perasaan marah sang penjual.

Buatlah si tenaga penjual ini menjadi merasa tertampar secara psikologi dan mendendam untuk melawan kata-kata sang atasan dengan memberikan hasil kinerja yang membungkam segala keraguan dan ketakutannya.

Intinya adalah, timbulkan rasa marah yang bisa menyapu ketakutan akan penolakan agar menjadi seorang tenaga penjual yang lebih agresif dalam memprospek sampai closing.

Akan tetapi, ini hanyalah salah satu cara memotivasi tenaga penjual dengan mengelola salah satu emosinya. Terdapat beberapa cara dan beragam tehnik lainnya yang mengolah beberapa jenis emosi yang lain dari sang tenaga penjual.

Gunakan dengan bijak dan jangan berlebihan.

Untuk tips dan trik lainnya silahkan membaca terus blog motivasi ini 🙂

Tips Marketing Sapi Ungu

Ilmu pemasaran semakin berkembang, berevolusi mengikuti jaman. Dan sekarang adalah jamannya persaingan gila-gilaan. Kita memerlukan tehnik marketing yang membedakan produk kita dan membuat kita unggul dari persaingan.

Tehnik marketing seperti diferensiasi produk dan USP (Unique Selling Proposition) saja tidak cukup untuk mengatasi masalah persaingan ini. Kita membutuhkan sebuah transformasi bisnis di era sekarang ini.

Selain itu, kini orang semakin menghindari upaya-upaya pemasaran. Banyak orang tidak lagi menonton iklan dengan tinggal menekan remote control televisi. Menerima penawaran lewat email dianggap spam. Menutup telpon cold-call seorang sales, dan sebagainya.

Ruang marketing pun semakin jenuh. Iklan semakin sesak, sales semakin banyak. Produk-produk yang berpotensi sukses banyak penirunya dan kurang menimbulkan buzz serta word of mouth tentang satu produk tertentu.

Disinilah, pakar marketing modern, Seth Godin memaparkan suatu teori sebagai solusi masalah ini. Teorinya ia sebut sebagai The Purple Cow. Tips Marketing Sapi Ungu. Produk kita selain berkualitas haruslah sensasional.

Seperti sapi yang berguna memberikan susu dan daging. Tapi dari banyak sapi, produk kita harus mampu menjadi seekor sapi ungu. Sapi yang sangat menarik perhatian.

Produk kita bukan hanya unik, tapi mesti menyolok pikiran. Setiap sapi memang berbeda. Unik, makanya keunikan menjadi hal yang biasa. Sapi ungu menjadi luar biasa karena memukau siapapun yang melihatnya. Dan yang melihat akan membicarakannya. Membuat sang sapi ungu terkenal dan mengemuka dari sapi-sapi lainnya. Dari persaingan.

Bagaimana kita membuat produk yang ingin dipasarkan menjadi seperti sapi ungu?

Pertama-tama tentunya adalah inovasi. Kreasi saja tidak cukup. Produk yang berkualitas belum tentu laku jika tidak diketahui orang. Apalagi calon pelanggan yang kita inginkan.

Penciptaan sapi ungu dimulai dari inovasi yang seksi. Mengundang prospek untuk mendekat. Inovasi yang menonjolkan kreasi produk yang memang sudah berkualitas. Inovasi yang menakjubkan.

Inovasi ini haruslah menjadikan produk kita menjadi urutan yang pertama, maksimal kedua dalam top of the mind awareness pada customer. Positioning di benak pelanggan adalah sebagai juara 1 atau 2.

Contohnya bisnis industri minuman bersoda seperti para sapinya. Minuman kola bersoda adalah inovasinya. Maka, sapi ungunya adalah Coca-Cola dan Pepsi sebagai juara 1 dan 2. Juara tiga tidak diingat orang.

Selanjutnya kita harus membuat buzz yang dimulai dari komunitas kuat. Tribe dalam istilah Seth Godin. Kalau buzz artinya adalah pembicaraan populer seperti word of mouth marketing (WOM).

Bedanya, selain menyebar atau melebar seperti WOM, buzz juga lebih mendalam pembicaraannya. Dan buzz dimulai dari tribe atau komunitas yang kuat.

Lalu, bagaimana memulai sebuah tribe? Tribe bukanlah kelompok pelanggan yang terfokus, tapi lebih kepada kelompok pelanggan yang mengadvokasi kita. Klien-klien yang menjadi suporter fanatik.

Untuk membangun sebuah tribe, sebelumnya, kita mesti menargetkan segmen pasar yang ingin kita bidik. Lalu strategi penetrasinya menggunakan tehnik permission marketing.

Permission marketing adalah upaya pengenalan produk secara santun dan terarah. Ibaratnya seperti petani yang sabar daripada pemburu yang menembak membabi buta. Petani yang terarah dan terfokus demi ketahanan pangannya.

Ibarat pacaran, kalau pemburu langsung tembak sedangkan petani mengadakan pendekatan dahulu. Tentunya yang paling berpotensi sukses cara-cara petani ini. Lebih pasti.

Petani lebih juga memberikan hasil yang lebih sustainable, tahan lama. Makanya manusia berevolusi dari pemburu menjadi petani. Petani lebih bisa bertahan hidup, survive.

Permission marketing berarti meminta ijin untuk mengenal sang prospek. Memberikannya informasi-informasi yang berguna untuk mempererat hubungan. Menanam bibit dulu di pikiran seperti petani yang sabar di lahannya.

Yang bukan permission marketing adalah direct mail secara massal (spam), iklan yang tidak personal, sales yang memaksa berjualan, pemberian katalog dan melakukan cold call.

Ini dinamakan pemasaran interupsi. Push marketing yang menjauhkan customer dan membuatnya tidak betah. Kebalikan dari permission marketing. Santun dan memberikan wawasan yang berguna.

Tehnik permission marketing ini juga akan mendukung strategi pemasaran yang disebut sebagai the blue ocean strategy. Tidak seperti red ocean strategy yang memiliki banyak pesaing sampai berdarah-darah.

Blue ocean strategy membuat kompetisi tidak relevan lagi.

Blue ocean strategy adalah karya begawan bisnis W. Chan Kim & Renee Mauborgne. Strategi ini menjadikan pesaing tidak terlalu berarti dalam bisnis.

Dan tips sapi ungu adalah penunjang strategi ini. Menciptakan nilai yang luar biasa menarik. Misalnya kombinasi antara diferensiasi, mengambil ceruk pasar atau niche, dan harga yang bersaing lewat low cost production.

Pada akhirnya, sapi ungu harus bisa menyebar seperti virus. Virus pikiran yang berupa ide terkenal, ramai dibicarakan, dan membuat suatu tren yang tahan lama. Sehingga produk yang kita pasarkan menjadi laris manis. Istilahnya meme, atau dalam bahasa sang marketing yang jenius: ideavirus.

Saya akan membahas lebih lanjut tentang ideavirus dan blue ocean strategy, buzz dan tribe, permission marketing dan branding dalam tulisan-tulisan lainnya. Artikel untuk tips sapi ungu ini juga masih akan dielaborasi lebih lanjut lagi. Jadi, stay tuned!

%d blogger menyukai ini: