Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: pikiran

Meraih Mimpi Tanpa Rasa Kecewa

Suatu hari di setiap rumah di dunia, akan ada satu komputer di mejanya. -Bill Gates

Untuk meraih impian, kita memerlukan energi semangat kreatif. Kreativitas yang dapat mewujudkan visi yang telah diimpi-impikan. Akan tetapi, seringkali motivasi kita untuk mengejar mimpi terhambat perasaan-perasaan yang negatif.

Biasanya, perasaan negatif itu berasal dari kekecewaan dan kekhawatiran. Rasa kecewa disebabkan oleh ketidaksesuaian antara keinginan dan kenyataan di masa sekarang. Rasa khawatir disebabkan oleh ketakutan akan dikecewakan karena gagal di masa depan.

Rasa kecewa inilah yang membawa emosi yang buruk seperti frustasi dan depresi. Emosi yang melumpuhkan motivasi dan membuat semangat semakin terpuruk. Semangat kerja untuk mencapai impian semakin jatuh yang akhirnya merugikan diri dan orang lain. Motivasi menjadi basi serta inspirasi memudar.

KUNCINYA ADA PADA PIKIRAN

Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa solusi meraih mimpi dimulai dari dalam diri. Malahan berusaha keras memperbaiki situasi, kondisi eksternal dengan keadaan diri yang sedang down. Maka, hasil perbaikannya tidak akan maksimal walau telah berfokus memperbaiki keadaan di luar diri.

Baca entri selengkapnya »

Anger Management: Tips Mengendalikan Emosi

Amarah adalah angin yang memadamkan cahaya lentera yang menerangi pikiran. -Robert Green Ingersoll

Mengelola emosi adalah salah satu topik psikologi yang cukup rumit, perlu dipelajari secara mendalam, dan prakteknya akan lebih menantang dari teori-teori yang sudah cukup menyulitkan.

Dalam tulisan ini, saya akan membahas secara singkat tips-tips untuk mengendalikan emosi khususnya rasa marah dan akan menuliskan beragam topik manajemen emosi lainnya di blog 100motivasi ini.

Silahkan baca pembabaran emosi yang terkait motivasi dari sudut pandang evolusi disini dan pelajari teknik menghentikan pikiran negatif pemicu emosi yang negatif juga di blog 100motivasi.wordpress.com ini dengan klik dsini.

Ada beberapa teknik yang telah teruji secara klinis untuk mengendalikan emosi seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy) dan ACT (Acceptance Commitment Therapy) serta beberapa trik pikiran dalam ilmu pseudo-ilmiah seperti NLP (Neuro Linguistic Programming). Dan berikut, adalah beberapa tips untuk mengontrol amarah;

Baca entri selengkapnya »

Tips Mengingat dengan Tehnik Memori Metode Loci

Selama kenangan orang-orang tercinta terus hidup dalam memori di hatiku, kubisa katakan; hidupku indah. -Helen Keller

Metode Loci adalah tehnik mengingat yang paling sering digunakan oleh para peserta dan pemenang tahunan dalam Kejuaraan Memori Dunia. Kejuaraan ini menuntut para partisipan untuk menghafal informasi sebanyak mungkin. Data yang harus diingat-ingat biasanya berupa urutan angka, digit biner, kata-kata acak, nama serta wajah, tanggal bersejarah, gambar abstrak, dan kartu.

Kita bisa menggunakan metode loci sebagai tehnik memori untuk membantu kita dalam menghafal dan mengingat sesuatu atau beberapa hal. Loci berasal dari bahasa latin yang berarti lokasi atau tempat. Metode loci memanfaatkan kemampuan otak khususnya di bagian hippocampus untuk menguatkan ingatan dengan konteks spasial.

Dengan kata lain, metode loci ini bekerja dengan mengasosiasikan hal-hal yang ingin kita ingat-ingat dengan gambaran suatu atau beragam tempat dan lokasi yang spesifik serta familiar. Menggunakan ingatan kita yang telah dimiliki sebelumnya tentang beberapa tempat dan rute yang sudah dikenal dengan baik sebagai alat bantu dalam menghafal beberapa hal yang ingin kita ingat-ingat nantinya.

Ketika kita ingin menghafal suatu urutan kata-kata, kita bisa membuat suatu perjalanan mental dan membayangkan kata-kata yang ingin diingat berada pada beberapa lokasi atau tempat yang spesifik, diurut sesuai rute perjalanannya. Sebagai variasi dari tehnik memori ini, kita bisa menciptakan suatu wilayah fiktif atau khayalan seperti istana fiktif atau kota khayalan selama masih mudah untuk diingat-ingat seperti lingkungan di sekitar tempat tinggal kita sendiri.

Secara teoritis, otak lebih mudah mengingat hal-hal yang sudah akrab dan komunikasi saraf dalam otak menciptakan gambar-gambar. Teori ini memang masih diperdebatkan. Tapi telah terbukti berguna jika kita ingin menghapal sesuatu kita menggunakan repetisi agar sesuatu itu tertanam dalam memori dengan mudah. Contohnya; seorang anak yang sedang belajar akan cenderung membaca dengan berulang-ulang.

Teori selanjutnya adalah, otak berbicara dalam gambar. Misalnya, jika kita mendengar kata-kata seperti: ‘gajah’, maka otak kita akan membayangkan seekor gajah daripada melihat huruf-huruf seperti: ‘g, a, j, a, dan huruf h’ di otak kita. Maka dari itu, kita lebih ingat dengan wajah seseorang daripada hafal nama-namanya saja tanpa melihat rupanya. Contohnya: banyak orang merasa familiar dan merasa kenal seseorang yang sudah lama tidak ditemui namun ternyata lupa dengan namanya. Atau seseorang lebih mudah dalam mempelajari sesuatu jika ada gambar, bagan, grafik, ilustrasi, dan seterusnya.

Metode loci ini seperti menggabungkan kedua teori ini, sehingga kemampuan memori bisa meningkat berkali lipat. Keberhasilan dari penggunaan teori ini memang tidak selalu konsisten tapi relatif berguna untuk mengingat-ingat, setidaknya telah terbukti dalam meningkatkan memori jangka pendek. Sedangkan untuk memori jangka panjang dibutuhkan investasi waktu dan energi yang banyak tapi tetap lebih baik dengan menggunakan metode loci yang telah teruji ini.

Medial parietal kortek dan retrosplenial korteks berkontribusi kepada kemampuan seseorang untuk mengingat suatu area yang telah kita kunjungi, menghafal urutan tempat di dalam suatu rute yang pernah kita datangi, dan bisa tahu arah tanpa tersesat di suatu daerah yang sudah dikenal dengan baik. Metode loci memanfaatkan kemampuan ini dengan menyimpan memori yang baru kepada gambaran mental dari memori lama dari beberapa lokasi.

Juara dunia dalam kompetisi menghafal, Dominic O’Brien, memakai metode loci yang dia sebut sebagai tehnik memori dengan metode perjalanan. Juara mengingat dari Jerman, Clemens Mayer, menggunakan metode loci untuk menghafal 1040 urutan angka yang acak dengan menggunakan 300 titik lokasi menuju rumahnya dalam ingatannya. Bahkan, ada orang yang bisa mengingat urutan konstanta pi hingga digit ke-65.536. Seseorang yang bernama Simon Reinhard bisa menghafal urutan kartu yang telah dikocok dalam waktu hanya 21,19 detik saja.

Contoh Penggunaan dari Tehnik Memori dengan Metode Loci:

Baca entri selengkapnya »

Tips Relaksasi untuk Optimalisasi Otak

Otak bekerja seperti komputer, dan stres membuat otak tidak bisa berfungsi secara optimal. Stres memang diperlukan untuk memicu inisiatif. Namun stres yang berlebihan membebani kerja otak yang seperti komputer itu.

Dalam perumpamaan ini, stres bagaikan program (software) yang mengkonsumsi memori (RAM) komputer. Membuat komputer (otak) berjalan lambat. Pemikiran menjadi terhambat dan buntu.

Saya pernah menuliskan beberapa tips untuk meredakan stres. Disini, saya akan berbagi lagi beberapa tips relaksasi yang berguna juga dalam meredakan stres dan mengoptimalkan kerja otak.

Otak yang bekerja secara optimal akan mampu berpikir secara inovatif, menangkap berbagai peluang, memaksimalkan ingatan serta intuisi, menemukan solusi yang kreatif, dan sebagainya. Berikut adalah tips-tips singkat relaksasi untuk optimalisasi otak;

1. Pasrah dan ikhlas menerima apapun yang telah terjadi (di masa lalu) serta yang akan terjadi (di masa depan). Tapi tetap proaktif mengusahakan perubahan yang bisa dilakukan sekarang(di masa kini). Belajar terus agar bijaksana dan bisa memisahkan hal-hal mana yang masih bisa diubah dan hal-hal mana yang harus diterima karena diluar kendali kita sebagai manusia.

2. Pijat. Otot-otot yang tegang menyimpan ingatan stres yang terkadang tidak disadari bahkan sudah terlupakan oleh otak tapi tidak bagi otot. Pijatan akan melepaskan stres yang tersimpan yang menciptakan ketegangan di otot. Pemijatan yang tepat juga akan melancarkan peredaran darah yang pada akhirnya akan memaksimalkan distribusi nutrisi serta oksigen ke otak sehingga kita bisa berpikir dengan optimal.

3. Bernafas dalam dan banyak minum. Ketika stres, nafas kita cenderung pendek untuk memompa adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung berdetak dengan lebih cepat. Dengan bernafas secara panjang dan mendalam akan menenangkan jantung kita serta menurunkan tekanan darah. Nafas yang dalam juga akan membawa banyak oksigen ke otak, yang diperlukan dalam proses berpikir otak yang membutuhkan banyak oksigen serta energi. Jangan lupa juga untuk minum karena dehidrasi atau kekurangan cairan menurunkan daya berpikir serta merusak sel-sel saraf di otak. Air dan oksigen adalah dua kebutuhan utama untuk otak.

4. Memejamkan mata. Otak yang stres akan memproduksi banyak gelombang beta. Gelombang beta akan membuat otak selalu waspada yang pada akhirnya akan melelahkan otak. Sedangkan otak yang rileks akan berada dalam gelombang alpha yang lebih rendah dari gelombang beta. Memejamkan mata secara otomatis menurunkan gelombang otak. Silahkan tidur siang sebentar saja jika keadaan memungkinkan. Selain itu, maksimalkan tidur malam serta jangan lupa agar selalu bangun pagi agar otak segar dan prima. Baca tips untuk bangun pagi disini.

5. Berolahraga dan berada di bawah pancaran sinar matahari. Olahraga akan membuang hormon yang menyebabkan stres. Angkat berat di gym, memukul sansak, atau berenang bagus untuk meredakan stres. Lebih bagus jika bisa berjalan kaki di luar ruangan selama 30 menit. Berjalan akan mengeluarkan stres dari sistem saraf dan sinar matahari akan memicu produksi vitamin D yang telah terbukti membantu melawan depresi. Orang yang kekurangan sinar matahari akan cenderung dilanda stres, makanya ada istilah winter blues atau bete di musim dingin. Berkeringatlah!

6. Istirahat dan berlibur. Ambil jeda singkat dalam jam kerja. Ajukan cuti dan pergi liburan setelah beberapa bulan bekerja. Lepaskan ketegangan di tubuh, khususnya di area mulut dan rahang jika kita sering menggunakannya dalam pekerjaan kita. Setiap hari di kantor, ambil waktu untuk istirahat minimal 3 kali; sekali untuk makan dan dua kali untuk coffee break serta berdoa (sholat bagi yang beragama islam baru lanjutkan dengan doa) atau bisa juga melakukan visualisasi dan afirmasi yang positif. Baca tentang cara melakukan afirmasi yang baik disini. Ambil waktu 5 menit untuk pause atau menenangkan pikiran di setiap jam kerja jika bisa. Setiap minggu, pergilah ke tempat-tempat yang alami dan banyak pohonnya seperti taman daripada hanya sekedar berjalan-jalan di mal. Berliburlah ke pegunungan, danau, atau pantai setiap mendapatkan cuti tahunan. Alam akan membawa suasana damai di dalam batin.

7. Dengarkan musik yang menenangkan. Biasanya berupa musik instrumentalia dengan melodi yang lembut. Atau apapun jenis lagunya yang penting membuat kita tenang, senang, atau riang-gembira. Bisa juga mencoba mendengarkan instruksi meditasi dan brainwave entraintment seperti binaural beat kalau cocok. Meditasi dan binaural beat akan menurunkan gelombang otak, yang pastinya bisa meredakan pikiran yang sedang stres.

8. Bersahabat dengan orang-orang yang positif dan optimis. Minta dukungan mereka yang baik hati serta ceria. Ceritakan masalah (curhat) jika itu bisa membuat kita lega. Yang perlu diingat, lingkungan akan sangat mempengaruhi mood kita maka kelilingilah diri kita dengan orang-orang yang bisa menenangkan kita bukan orang-orang yang malah menyedot energi dengan mengeluh, bergosip, dan suka menyalahkan orang lain. Berkumpul dan bersosialisasi telah terbukti membawa perasaan percaya diri serta mampu menghilangkan stres yang tak perlu. Kesendirian malah membawa perasaan kesepian yang membuat stres otak dan hati kita.

9. Bercinta. Berpegangan tangan, berpelukan, dan segala jenis sentuhan dengan orang yang dicinta akan membuat otak secara otomatis memproduksi hormon yang membahagiakan. Hormon yang mampu meredakan stres. Usahakan hubungan asmara kita berjalan romantis, jangan sampai pasangan malah menjadi salah satu sumber stres kita. Bicarakan segala masalah yang timbul secara baik-baik dan kompak. Rutinlah mengalami ‘puncak’ keintiman bersama-sama. Dijamin stres akan segera menghilang jika kita memiliki interaksi yang mesra dengan pacar atau suami/istri.

10. Berkonsultasi dengan profesional. Jika stres sudah terlampau memberatkan (mengganggu keseimbangan neurotransmitter). Mulailah dengan konselor, lalu psikolog, baru psikiater sebagai pilihan terakhir yang menggunakan bantuan dari obat-obatan (awas kecanduan). Jangan remehkan perasaan stres yang depresif sehingga menimbulkan kebencian diri, rasa ingin bunuh diri, atau pekerjaan yang terlalu menekan mental. Hati-hati dengan stres yang bisa membuat kita gila atau schizofrenia, paranoid berlebihan, berhalusinasi, dan sebagainya.

Sekian dahulu tips singkat saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam Damai 🙂

3 Pilar Perasaan Positif

Berpikir positif.
Berkata positif.
Bertindak positif.

Inilah ketiga pilar perasaan positif.

Apa pentingnya perasaan positif?

Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence mengatakan bahwa kecerdasan emosional seseorang akan lebih menentukan kesuksesannya daripada kecerdasan intelektual dan keahlian teknis.

Martin Seligman sebagai Bapak dari gerakan psikologi positif modern menyatakan bahwa mereka yang memiliki emosi yang lebih positif akan hidup lebih lama, lebih sehat, lebih banyak teman dan lebih sukses.

Perasaan positif akan membawa optimisme, kekuatan untuk terus berjuang, dan kegigihan untuk tidak mudah menyerah. Perasaan positif akan mempermudah komunikasi, negosiasi, dan persuasi.

Perasaan positif akan memberikan semangat, antusiasme, dan ide-ide kreatif. Keberhasilan akan lebih dimungkinkan dengan perasaan yang positif. Probabilitas kesuksesan akan lebih meningkat tinggi.

Dan perasaan positif ini ditopang oleh tiga pilar: pikiran, perkataan, dan perbuatan yang positif.

Perbuatan yang positif berarti bertindak secara positif. Kita bisa memilih untuk cemberut atau tersenyum. Pilihlah untuk tersenyum. Senyum dengan bibir, gigi, dan mata. Senyum dari badan; aktif dan ceria.

Bertindaklah bahagia, atau cobalah seakan-akan bahagia. Berposturlah seperti orang bahagia, tegak dan rileks. Bergeraklah dengan penuh semangat. Berolahraga, menyanyi, dan menari dengan riang-gembira.

Berkumpulah dengan orang-orang yang positif. Kelilingi diri kita dengan mereka yang selalu memberikan semangat yang realistis, dukungan yang sinergis, dan hubungan yang harmonis. Jadilah proaktif, responsif, dan inovatif.

Berderma, memberikan bantuan, dan rela menolong adalah perbuatan yang sangat positif yang perlu sering-sering dilakukan.

Perkataan yang positif berarti selalu mengucap syukur hal-hal yang memang patut disyukuri, hal-hal yang biasanya terlupakan untuk disyukuri, dan hal-hal yang akan kita syukuri di masa depan.

Ucapkan kalimat-kalimat penuh kehangatan, harapan, dan antusiasme. Pujilah diri sendiri dan orang lain. Jangan mengeluh tapi bicarakanlah masalah serta diskusikanlah solusi. Katakan cinta atau sayang lebih sering, minta maaf dan beri maaf lebih royal, bilang terima kasih dan terima pujian dengan santun.

Berbasa-basilah dengan sopan dan berbicaralah dengan jujur, tulus, serta terbuka. Bacakan tulisan-tulisan yang berguna, berkualitas, dan inspiratif. Ceritakanlah kisah-kisah seru, lucu, dan menghibur. Afirmasikan kebahagiaan.

Pikiran positif berarti memiliki keyakinan, persepsi, paradigma, dan kognisi yang positif. Nah, ini yang agak sulit dilakukan: berpikir positif. Beberapa tulisan panjang untuk membahas bagaimana caranya agar bisa berpikir positif perlu saya buat.

Ribuan buku sudah terbit tentang berpikir positif. Beragam tehnik dan trik dibahas untuk mengendalikan pikiran. Pikiran memang susah dikontrol. Pikiran negatif bisa datang begitu saja.

Memori kita juga pasti tidak semuanya indah. Mindset kita juga sudah terbentuk bertahun-tahun dan sulit untuk dirubah. Belum lagi efek hormonal, kimia, dan genetik yang bisa menentukan pikiran tanpa bisa kita pengaruhi.

Walaupun begitu, ada beberapa tips praktis untuk mengubah pikiran agar lebih positif.

Beberapa tips untuk membuat pikiran lebih positif adalah:

1. Mengelola input-input yang lebih positif: makanan yang sehat, lingkungan yang bersih, bahan bacaan, tontonan, input audio yang bagus, obrolan yang baik. Mengenang memori dan membayangkan masa depan yang indah.

Untuk setiap pikiran negatif yang timbul, bangkitkan tiga pikiran yang positif. Pasrahkan dan lepaskan tekanan mental yang datang.

2. Terus mengingat makna dan alasan dari keberadaan/eksistensi pribadi. Motivasi yang sejati berasal dari jiwa yang ingin melayani. Ingatlah selalu: kita tercipta di bumi untuk mencintai.

3. Meningkatkan kesadaran dan kebijaksanaan. Sadari setiap pikiran, negatif atau positif, datang dan pergi.

Amati kedamaian yang mengisi ruang antar pemikiran. Ciptakan jeda antara stimulus dan respon. Kita tidak perlu menindaklanjuti setiap pikiran dengan otomatis.

Jadilah bijak, pilihlah prinsip-prinsip yang universal dan nilai-nilai yang abadi daripada pikiran-pikiran yang impusif dan instingtif.

Tiga tips praktis di atas hanyalah puncak dari gunung es. Masih banyak tips untuk bisa berpikir positif yang belum banyak diketahui orang.

Saya akan membahasnya di tulisan-tulisan selanjutnya…