Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: semangat

Tips Meredakan Stres

Stres sebenarnya diperlukan, dalam kadar yang tepat. Stres memacu kinerja, memotivasi diri untuk beraksi.

Stres yang wajar hanya berlangsung selama beberapa saat saja dan memacu semangat bekerja. Stres dibutuhkan untuk mengubah rintangan menjadi tantangan. Mencari solusi dari masalah.

Akan tetapi, stres yang berlebihan hanya akan merugikan kita. Menurunkan motivasi bahkan melumpuhkan. Mengurangi vitalitas dan buruk bagi kesehatan. Mengendurkan semangat.

Stres yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama akan merusak hubungan sosial, tidak baik untuk kemajuan karir atau bisnis, buruk bagi tubuh dan mental/pikiran atau kejiwaan, dan bahkan bisa menyebabkan peyakit jantung serta kematian.

Maka, stres perlu dikelola.. diredakan jika terasa berlebihan.

Untuk meredakan stres yang berlebihan, berikut beberapa tips yang sederhana:

1. Berdiam

Dan berpikir. Menghadapi stres dan tatap ketakutan. Bayangkan skenario terburuk dan ciptakan beragam rencana antisipasi. Cari solusi bagi masalah yang ada.

Berdiam diri dan menyepi. Meditasi dan mengheningkan pikiran. Menjauh dari keramaian dan pikirkan satu hal saja. Bernafas tenang dan relaksasi diri. Gali intuisi.

2. Bersuara

Bersenandung atau bersiul. Mainkan alat musik yang ceria. Lalu bernyanyi sesuka hati. Bersama teman-teman. Berbagi beban dan ceritakan segalanya ke teman. Biar lega dan siapa tahu mendapatkan ide baru.

Tuliskan semuanya. Perasaan, pemikiran, atau apapun. Buat kisah fiksi atau puisi. Telpon atau chatting. Pergi ke psikolog. Meminta nasehat pada yang ahli. Menangis sekedarnya. Berteriaklah kalau perlu.

3. Bekerja

Lakukan satu hal yang bisa dilakukan sekarang juga. Minta bantuan orang lain. Kerjakan bersama-sama. Mohon pertolongan atasan. Bertindaklah berdasarkan kata hati saja.

Bergeraklah. Berjalan kaki atau berolahraga. Pergi ke gym atau lampiaskan ke sansak. Aktiflah lalu minta dipijat. Lepaskan ketegangan yang tersisa di otot.

4. Berlari

Menjauhlah dari masalah kalau bisa. Ambil cuti dan berliburlah. Pergi menonton film atau pertunjukan. Bermain saja bersama teman lama atau anak-anak. Menari dan tertawa bareng.

Beralih ke hobi. Berkebun dan lupakan dulu pekerjaan. Cari hiburan dan segarkan pikiran. Pandanglah yang indah-indah. Dengarkan melodi yang riang. Cium aroma yang harum. Rasakan makanan yang nikmat. Berendam di air hangat. Tidur. Siesta.

5. Berserah diri

Pasrah dan ikhlaskan semua. Ke tempat ibadah dan akui keterbatasan manusiawi kita. Terima takdir yang tak bisa diubah dan nasib yang tak bisa ditolak seperti musibah misalnya. Bersujud pada-Nya.

Lepaskan segala keinginan dan jadilah kebal dari kekecewaan. Jangan terlalu berharap terus melangkah dengan upaya yang terbaik sebisanya. Nikmati saja segala kesulitan dan bertindak proaktif semampunya. Lalu, serahkan hasil akhirnya pada Sang Maha Kuasa.

Sekian. Semoga bermanfaat dan silahkan dipraktekkan. Stres berkurang, produktivitas bertambah. Sukses jadinya!

Motivator yang Merugikan

Ada satu trik motivasi yang bisa menjadi bumerang dan merugikan diri sendiri. Apakah itu? Afirmasi dan pernyataan keinginan yang berlebihan. Banyak motivator yang mampu memompa semangat sedemikian dahsyat.

Baca disini untuk tehnik afirmasi yang telah teruji dan terbukti berhasil.

Mengimingi kesuksesan yang luar biasa dengan mengajak kita bermimpi tinggi-tinggi dan menyatakan impian tersebut dengan lantang ataupun berulang-ulang.

Pada awalnya kita merasa sangat bersemangat setelah mengikuti seminar motivasi seperti ini. Para motivator jenis ini seperti entertainer, sangat menghibur bahkan memukau kita.

Paparannya diiringi musik pembangkit emosi, malah ada yang memakai sound system seperti pertunjukkan musik rock. Tampilan materinya seperti pesulap, komedian, dan memberikan banyak permainan seru.

Kita dibuat bersemangat dosis tinggi dengan melonjak-lonjak, menggebrak meja, menghentak lantai, berteriak, bertepuk tangan, bahkan menangis. Lalu kita diajak menetapkan tujuan yang besar, bermimpi hebat dan memutuskan untuk berubah. Kita menjadi pribadi yang sangat termotivasi!

Untuk beberapa hari saja.

Setelah beberapa saat, efek motivator tersebut mereda. Kita kembali kurang motivasi dan menyalahkan diri sendiri. Lalu kita ikuti kembali seminar/kelas motivasi karena kita pikir ini seperti mandi/makan, mesti diulangi kalau kotor/lapar lagi.

Kita menjadi kecanduan materi-materi motivasional dan hidup tetap tidak ada kemajuan yang berarti. Malah efeknya bisa lebih parah. Kita semakin down dan tanpa disadari menjadi semakin apatis sampai-sampai berputus asa.

Inilah efek buruk trik motivasi yang merugikan dalam jangka panjang. Trik yang malah menyerang citra diri dan mengempiskan tekad kita. Membuat kita kehilangan semangat.

Demotivasi.

Ada riset yang menarik yang menyatakan 87 persen dari kita setelah membuat pernyataan impian dan afirmasi positif; malah menjadi semakin rendah diri dalam jangka panjang. Ketika kita kesusahan mencapai impian yang luar biasa itu, realita menampar harga diri kita.

Afirmasi positif malah membentur level belief system/tingkat keyakinan kita yang masih terbatas. Pernyataan impian yang terlalu muluk tidak sesuai kenyataan malah membuat kita malas/takut dan tidak bertindak untuk meraih tujuan yang telah dinyatakan tersebut.

Afirmasi positif menjadi jebakan untuk kejatuhan diri kita. Dan parahnya, membuat kita merasa gagal. Sungguh trik yang merugikan.

Lalu bagaimanakah penetapan tujuan yang baik itu? Berikut sekilas gambarannya (saya akan rinci lebih lanjut pada tulisan-tulisan selanjutnya):

1. Buat tujuan yang cukup menantang, tidak terlalu mudah tapi juga tidak terlalu tinggi sehingga mustahil diraih. Tuliskan tujuan secara realistis dan bisa dipecah menjadi beberapa sasaran yang terukur.

Goals yang bagus itu sedikit di atas zona nyaman kita namun kita bisa memperluas comfort zone tersebut karena tampat dekat/tidak terlalu jauh untuk dijangkau. Ukurannya adalah kalau sekarang kita terbiasa di level penghasilan jutaan, targetkanlah peningkatan di level beberapa juta di atasnya atau puluhan juta saja dahulu jangan langsung ratusan juta bahkan milyaran sebagai contohnya.

Teladanilah orang yang mampu mencapai satu-dua level di atas kita, jangan dulu menginginkan jadi seorang milyarder. Justru dengan cara ini kamu pelan-pelan malah bisa menjadi milyarder dengan meraih tujuan demi tujuan (yang realistis bisa dicapai). Sampai akhirnya berhasil tanpa perlu patah semangat dan down.

2. Rencanakan 3 hal terpenting yang bisa dicapai dalam satu minggu dan setiap hari daftarkan 1 tugas yang menjadi prioritas, maksimal 3 tugas saja. Kerjakan di pagi hari sebelum beraktivitas apapun. Jangan sampai nantinya sibuk tapi tidak produktif.

Mengeset prioritas harus tetap realistis dan melihat tantangan yang ada. Pikirkan bahwa kesuksesan itu bertahap dan butuh waktu. Kesuksesan yang instan biasanya juga tidak tahan lama. Pencapaian itu harus bertahap agar belief system di alam bawah sadar bisa mengikuti dan beradaptasi.

Peningkatan level kesuksesan paling baik bertahap dan seiring keahlian serta pengembangan diri kita. Citra diri akan semakin terjaga malah meningkat seiring tercapainya impian-impian yanng realistis namun tetap menantang.

3. Jangan terlalu banyak berpikir, menganalisa, apalagi menghayalkan impian lama-lama. Ini kontra-produktif dan bisa menjadi alasan untuk penundaan kita. Segera kerjakan apa yang bisa dikerjakan, kosongkan pikiran dengan menuliskan semua yang muncul di pikiran (juga agar tidak kelupaan).

Siapkan notes kecil sepanjang hari, dan pada malam harinya kamu bisa memindahkan tulisan tersebut ke komputer/buku/dll. untuk dianalisa dan difilter menurut relevansinya. Ingat, fokus kita ada pada eksekusi bukan perencanaan/berpikir kelamaan. Termotivasilah dengan tindakan bukan pikiran semata.

Terakhir, motivasi yang baik bukan hanya ledakan emosi sesaat. Tapi motivasi yang berkesinambungan adalah motivasi yang mengikuti momentum pergerakan dari tindakan kita.

Tetapkan tujuan yang menantang sekaligus realistis, buat rencana yang berkelanjutan dengan membagi tujuan tersebut ke sasaran-sasaran mingguan dan tugas harian yang harus diselesaikan.

Selalu gunakan akal sehat kita sebagai mahluk yang rasional. Jangan sampai logika terlarut dalam emosi!