Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: sukses

Sukses Meningkatkan Kecerdasan Emosi

Jika kita tidak mengelola emosi kita, maka diri kita akan diperbudak oleh emosi-emosi yang muncul. -Reza Wahyu

Kesuksesan seseorang tidak hanya tergantung dari kinerja dirinya sendiri. Seringkali, orang lain adalah faktor kunci dalam keberhasilan seseorang. Apalagi, jika kita berada dalam suatu lingkungan kerja seperti pada suatu perusahaan.

Kemajuan karir atau bisnis kita akan sangat ditentukan oleh beragam kesempatan dan peluang. Banyak kesempatan yang didapat dari pertemuan dengan orang lain atau menemukan orang yang tepat yang bisa memberikan peluang kita untuk maju.

Pekerjaan yang kita lakukan juga akan menjadi lebih efektif jika kita mendapatkan bantuan dan dukungan dari orang lain. Maka dari itu, jaringan pertemanan dan relasi bisnis menjadi sangat penting bagi kesuksesan bahkan melebihi kompetensi diri sendiri atau kecerdasan intelektual (IQ).

Maka dari itu, kecerdasan emosi dan sosial adalah kunci dari keberhasilan sejati disamping kecerdasan intelektual. Kecerdasan emosi akan memampukan kita untuk mengelola diri dalam berperilaku. Kecerdasan sosial akan meningkatkan keahlian komunikasi kita serta berstrategi dalam interaksi kita dengan orang lain untuk mencapai tujuan kita secara sukses.

Orang-orang yang sukses di berbagai bidang menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam mengelola diri dan hubungan sosial dengan orang lain. Kemampuan inilah yang disebut dengan kecerdasan emosi atau EQ/EI.

Baca entri selengkapnya »

Tips Motivasi Berani Gagal

Yang kita pelajari dari sejarah adalah orang-orang tidak belajar dari sejarah. -Warren Buffet

Apa persamaan Steve Jobs, Kolonel Sanders, Soichiro Honda, J.K. Rowling, Steven Spielberg, Oprah Winfrey, Albert Einstein?

Mereka adalah orang-orang yang telah meraih kesuksesan. Mereka terkenal sebagai orang sukses; inovator sukses, pekerja sukses, pebisnis sukses, pengarang sukses, sutradara sukses, pemandu acara TV sukses, dan ilmuwan yang sukses.

Namun ada lagi persamaan mereka, mereka adalah orang-orang yang pernah gagal sebelumnya.

Baca entri selengkapnya »

Tujuan dan Motivasi

Perilaku manusia sudah terprogram secara alamiah untuk bertahan hidup. Manusia berinteraksi dengan alam atau lingkunggannya dengan beradaptasi dan menguasai lingkungannya. Kebutuhan untuk mengendalikan inilah yang mendorong kita sebagai manusia untuk terus mengembangkan diri.

Kita harus selalu belajar dan meningkatkan kompetensi diri. Lingkungan akan selalu memberikan peluang dan tantangan. Jika kita sudah menyiapkan kompetensi yang diperlukan, saat peluang yang sesuai dengan keahlian tersebut hadir; maka kesuksesan akan diraih.

Namun kita juga harus mewaspadai ancaman dari beragam permasalahan yang mungkin timbul. Tantangan yang timbul harus mampu kita antisipasi agar stres tidak menjadi masalah besar.

Silahkan baca tentang mengelola stres disini.

Kita mesti menguatkan mental-pikiran, fisik dan spiritual, untuk menghadapi berbagai persoalan dalam pekerjaan serta kehidupan pada umumnya.

Nah, untuk memotivasi diri agar kita terus belajar meningkatkan kompetensi serta menguatkan diri, maka kita memerlukan tujuan yang mendorong perilaku. Tanpa adanya tujuan, seseorang akan menjalani kehidupan dengan tingkat motivasi yang labil. Motivasi yang tanpa tujuan menjadi sangat lemah dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, padahal kita sebagai manusia terprogram untuk menguasai lingkungan kita.

Jadi, amatlah penting untuk membangkitkan motivasi diri dengan menetapkan tujuan dan berusaha meraihnya.

Silahkan baca tentang cara-cara mencapai tujuan yang efektif dan yang tidak efektif disini.

Kembangkan tujuan seumur hidup, tuliskan rencana jangka panjang dan jangka pendek beserta prioritas-prioritas yang bisa segera dikerjakan. Luangkanlah waktu yang cukup untuk mencari tujuan yang mampu memotivasi.

Agar tingkat motivasi kita selalu terjaga, peliharalah selalu kepercayaan diri kita. Jangan biarkan diri terasa lemah tanpa kontrol, raih kendali dalam keseharian, perbuatlah apa yang bisa dilakukan semaksimal yang kita mampu. Lalu, jangan kalah oleh kegagalan; bangkit dan optimis karena masih banyak kesuksesan lain yang bisa diraih.

Baca tips motivasi ketika gagal disini.

Singkirkan perasaan tidak berdaya karena kegagalan dengan mengingat-ingat prestasi yang pernah diraih dan potensi diri yang masih bisa dioptimalisasi. Tetaplah berpegang teguh pada prinsip-prinsip sejati yang bermakna bagi kehidupan yang dimiliki. Jangan terlalu memikirkan apa kata orang lain, yakinilah nilai-nilai yang kita hargai sebagai prinsip yang akan mengarahkan kita pada tujuan.

Memotivasi diri dengan tujuan yang berarti…

Kunci Sukses Manajemen dari Steve Jobs

Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang kisah inspiratif kepemimpinan kreatif dari Steve Jobs disini. Namun memang, masih banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari gaya manajemen ala Steve Jobs.

Inovasi yang diciptakan olehnya membawa transformasi kepada beragam industri: musik, animasi, telpon genggam, komputer tablet dan personal, serta toko serta penerbitan digital. Steve Jobs akan selalu dikenang sebagai pendiri Apple di tahun 1976, lalu keluar di tahun 1985 dan kembali pada tahun 1997 untuk menyelamatkan Apple dari kebangkrutan serta membawa kejayaan perusahaan ini hingga kematiannya di tahun 2011.

Beberapa kreasinya seperti iMac, iPod, iTunes, MacBook, iPhone, iPad, App Store, OS X Lion, dan juga film-film animasi Pixar menjadi produk yang hebat dan meraih kesuksesan. Apakah kunci sukses dari manajemen ala Steve Jobs ini?

Ternyata, kunci sukses yang utama dalam manajemen ala Steve Jobs ini adalah fokus. Dia kembali memimpin Apple setelah membawa sukses kepada Pixar, perusahaan animasi terbaik yang berhasil memproduksi film-film sukses seperti Toy Story. Waktu itu Apple hampir bangkrut dan Steve Jobs melihat permasalahan utama dalam manajemen saat itu adalah kurangnya fokus. Apple terlalu banyak memproduksi beragam jenis komputer dan perangkat, waktu itu komputer Macintosh saja memiliki belasan versi.

Steve Jobs dengan berani membawa pemikiran yang berbeda. Dengan moto atau slogan: Think Different, dia mengajak para tenaga ahli di perusahaan untuk menciptakan produk yang sederhana tanpa terlalu banyak jenis. Steve Jobs berfokus pada manufaktur komputer profesional berjenis  desktop dan laptop yang memuaskan pelanggan profesional.

Setiap pertemuan dalam pembahasan ide-ide dengan karyawan Apple, Steve Jobs selalu berkonsentrasi untuk membuang banyak ide dan memprioritaskan hanya tiga ide saja. Saking fokusnya, Steve Jobs bersemangat hadir dalam setiap rapat dengan manajemen tanpa memperdulikan kondisi medisnya. Sebegitu fokusnya Steve Jobs, hingga sakit pun bukan halangan dia untuk bekerja.

Prinsip fokus ini juga yang membawa kesederhanaan dan kemudahaan penggunaan produk-produk dan perangkat lunak dari Apple. Steve Jobs tidak ingin desain produknya serumit Microsoft, pesaingnya. Dia membuat fungsi-fungsi komputernya menjadi begitu intuitif sehingga siapapun bisa dengan cepat dan nyaman mengoperasikan produk-produk Apple. Pemakai komputer Apple sangat dimanjakan dengan desain yang simple namun indah dan elegan.

Steve Jobs fokus pada kesempurnaan, dia berani membuang banyak hal yang tidak perlu, menunda perilisan produk demi perbaikan atau penambahan fungsi baru, dan membawa revolusi berbagai produk elektronik. Steve Jobs membawa perubahan pada bagaimana cara seseorang membeli dan mendengarkan musik, meredefinisi telpon genggam dengan layar sentuh, dan memulai tren pada ultrabook (laptop/netbook tipis) dan komputer tablet.

Fokus Steve Jobs pada kreativitas membawa inovasi yang jauh melampaui para pesaingnya. Pada jaman komputer digunakan orang-orang untuk mengopi lagu-lagu ke dalam format CD, komputer iMac yang pertama tidak ikut-ikutan melakukan itu. Steve Jobs malah membawa sistem baru dalam menikmati musik. Dia menciptakan iPod & iTunes yang fenomenal itu. Kini, banyak orang bisa membeli, mengunduh, mengelola, dan mendengarkan lagu secara yang lebih baik dengan perangkat yang handal.

Dan visinya ke depan dalam industri telekomunikasi membawa keberhasilan produk iPhone, sebuah telpon genggam yang membawa tongkat estafet dari iPod. Ketika banyak pesaing baru mulai ikut-ikutan memproduksi pemutar musik digital yang portabel, iPhone datang dan meneruskan kejayaan iPod ke skala yang lebih besar lagi. Selanjutnya adalah iPad, sebuah komputer tablet yang konsepnya didesain ulang sehingga berhasil meraih banyak penjualan.

Dengan fokus yang setajam sinar laser, Steve Jobs membawa kesuksesan kepada iPhone serta iPad. Dengan prinsip fokus yang sangat kuat, dia membuat suatu sistem pendukung untuk produk iPhone serta iPad. Disamping iTunes yang memberikan hiburan berupa musik, film serta ebook; Steve Jobs menyiapkan App Store yang berisi ribuan bahkan jutaan permainan (video-games), aplikasi, serta berbagai jenis perangkat lunak yang melengkapi iPhone dan iPad. Steve Jobs fokus pada keterikatan dan kepuasan pelanggan agar setia pada produk-produknya dengan prinsip fokusnya yang menyeluruh.

Sebenarnya, masih banyak pelajaran-pelajaran lain yang bisa kita petik dari seorang Steve Jobs. Saya akan menuliskan kembali inspirasi dari kehidupan Steve Jobs dan beberapa orang yang jenius lainnya dalam tulisan-tulisan mendatang. Tetap setia membaca blog ini yaa!

Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan

Banyak orang hanya menginginkan kesuksesan. Jarang yang menginginkan kegagalan juga. Padahal kegagalan adalah bagian dari kisah sukses seseorang.

Hambatan terbesar seseorang untuk berusaha, mengupayakan kesuksesan dirinya adalah perasaan takut mengalami kegagalan.

Ketakutan akan kegagalan akan menyebabkan ketakutan untuk bertindak. Padahal melakukan suatu tindakan yang ditakutkan itu malah bisa membawa kepada kesuksesan.

Kegagalan sungguh melumpuhkan. Dan bayangannya saja; membuat orang beralasan agar tidak melakukan sesuatu yang ditakutkan bisa membawa kegagalan.

Akhirnya, dengan menunda-nunda berbuat sesuatu, seseorang menjadi tidak berusaha sama sekali.

Dengan tidak berusaha maka dijamin tidak akan ada kegagalan, tapi sayangnya; kesuksesan juga menjadi suatu hal yang mustahil.

Oleh karena, untuk sukses seseorang mesti melakukan sesuatu yang bisa membuatnya mampu meraih kesuksesan itu.

Penelitian membuktikan bahwa 80 persen penyesalan datang dari tindakan yang tidak dilakukan daripada yang pernah dilakukan.

Jadi, melakukan kesalahan atau gagal setelah mencoba sesuatu bukan berarti tidak akan pernah sukses. Justru kunci dari kesuksesan adalah eksekusi, bertindak!

Justru jika takut dan tidak mencoba bertindak sama sekali akan membawa kegagalan absolut dan kesuksesan menjadi jauh dari kenyataan.

Dengan adanya kegagalan, kita bisa belajar dari kesalahan kita dan mengubah pendekatan dalam upaya-upaya yang kita lakukan dalam meraih kesuksesan.

Kita bisa membuat kegagalan itu bersifat hanya sementara dan menjadikannya sebagai anak tangga dalam perjalanan kita menuju puncak kesuksesan.

Kita harus ubah paradigma berpikir kita dalam melihat suatu ancaman kegagalan menjadi suatu peluang pembelajaran.

Perasaan takut akan kegagalan mesti dikalahkan oleh hasrat untuk mengatasi tantangan dan menangkap potensi keberhasilan.

Dan kalaupun gagal, kita bisa gunakan emosi seperti amarah untuk memotivasi kita agar bangkit dan mencoba kembali.

Lebih baik merasa marah daripada takut. Kemarahan bisa menjadi emosi yang membangun sedangkan ketakutan merupakan emosi yang melumpuhkan.

Perasaan marah yang bisa dikelola dengan baik, akan menjadi suatu kekuatan motivasi yang besar. Amarah bisa dimanfaatkan sebagai tenaga pendorong untuk terus bersemangat dalam mengejar kesuksesan.

Amarah yang diekspresikan secara asertif, bukan agresif, akan menegaskan karisma seseorang. Seseorang menjadi amat karismatik jika ia berhasil menaklukan perasaan amarahnya.

Dalam riset terbaru, emosi marah malah bisa membawa optimisme selain motivasi yang tinggi. Suatu hubungan bisa menjadi lebih baik dengan saling memahami jika kemarahan diekspresikan dengan jelas.

Amarah juga membuat seseorang menjadi lebih bijaksana, lebih strategis dalam bernegosiasi, dan malah mengurangi potensi kekerasan jika diungkapkan dengan semangat mencari solusi daripada hanya sekedar menyalurkan kemarahan yang ada.

Mari kita ubah paradigma berpikir kita, daripada merasa takut gagal lebih baik merasa marah terhadap kegagalan. Marah terhadap ketakutan akan kegagalan. Marah agar termotivasi untuk sukses.

Salam sukses!