Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

3 Pilar Perasaan Positif

Berpikir positif.
Berkata positif.
Bertindak positif.

Inilah ketiga pilar perasaan positif.

Apa pentingnya perasaan positif?

Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence mengatakan bahwa kecerdasan emosional seseorang akan lebih menentukan kesuksesannya daripada kecerdasan intelektual dan keahlian teknis.

Martin Seligman sebagai Bapak dari gerakan psikologi positif modern menyatakan bahwa mereka yang memiliki emosi yang lebih positif akan hidup lebih lama, lebih sehat, lebih banyak teman dan lebih sukses.

Perasaan positif akan membawa optimisme, kekuatan untuk terus berjuang, dan kegigihan untuk tidak mudah menyerah. Perasaan positif akan mempermudah komunikasi, negosiasi, dan persuasi.

Perasaan positif akan memberikan semangat, antusiasme, dan ide-ide kreatif. Keberhasilan akan lebih dimungkinkan dengan perasaan yang positif. Probabilitas kesuksesan akan lebih meningkat tinggi.

Dan perasaan positif ini ditopang oleh tiga pilar: pikiran, perkataan, dan perbuatan yang positif.

Perbuatan yang positif berarti bertindak secara positif. Kita bisa memilih untuk cemberut atau tersenyum. Pilihlah untuk tersenyum. Senyum dengan bibir, gigi, dan mata. Senyum dari badan; aktif dan ceria.

Bertindaklah bahagia, atau cobalah seakan-akan bahagia. Berposturlah seperti orang bahagia, tegak dan rileks. Bergeraklah dengan penuh semangat. Berolahraga, menyanyi, dan menari dengan riang-gembira.

Berkumpulah dengan orang-orang yang positif. Kelilingi diri kita dengan mereka yang selalu memberikan semangat yang realistis, dukungan yang sinergis, dan hubungan yang harmonis. Jadilah proaktif, responsif, dan inovatif.

Berderma, memberikan bantuan, dan rela menolong adalah perbuatan yang sangat positif yang perlu sering-sering dilakukan.

Perkataan yang positif berarti selalu mengucap syukur hal-hal yang memang patut disyukuri, hal-hal yang biasanya terlupakan untuk disyukuri, dan hal-hal yang akan kita syukuri di masa depan.

Ucapkan kalimat-kalimat penuh kehangatan, harapan, dan antusiasme. Pujilah diri sendiri dan orang lain. Jangan mengeluh tapi bicarakanlah masalah serta diskusikanlah solusi. Katakan cinta atau sayang lebih sering, minta maaf dan beri maaf lebih royal, bilang terima kasih dan terima pujian dengan santun.

Berbasa-basilah dengan sopan dan berbicaralah dengan jujur, tulus, serta terbuka. Bacakan tulisan-tulisan yang berguna, berkualitas, dan inspiratif. Ceritakanlah kisah-kisah seru, lucu, dan menghibur. Afirmasikan kebahagiaan.

Pikiran positif berarti memiliki keyakinan, persepsi, paradigma, dan kognisi yang positif. Nah, ini yang agak sulit dilakukan: berpikir positif. Beberapa tulisan panjang untuk membahas bagaimana caranya agar bisa berpikir positif perlu saya buat.

Ribuan buku sudah terbit tentang berpikir positif. Beragam tehnik dan trik dibahas untuk mengendalikan pikiran. Pikiran memang susah dikontrol. Pikiran negatif bisa datang begitu saja.

Memori kita juga pasti tidak semuanya indah. Mindset kita juga sudah terbentuk bertahun-tahun dan sulit untuk dirubah. Belum lagi efek hormonal, kimia, dan genetik yang bisa menentukan pikiran tanpa bisa kita pengaruhi.

Walaupun begitu, ada beberapa tips praktis untuk mengubah pikiran agar lebih positif.

Beberapa tips untuk membuat pikiran lebih positif adalah:

1. Mengelola input-input yang lebih positif: makanan yang sehat, lingkungan yang bersih, bahan bacaan, tontonan, input audio yang bagus, obrolan yang baik. Mengenang memori dan membayangkan masa depan yang indah.

Untuk setiap pikiran negatif yang timbul, bangkitkan tiga pikiran yang positif. Pasrahkan dan lepaskan tekanan mental yang datang.

2. Terus mengingat makna dan alasan dari keberadaan/eksistensi pribadi. Motivasi yang sejati berasal dari jiwa yang ingin melayani. Ingatlah selalu: kita tercipta di bumi untuk mencintai.

3. Meningkatkan kesadaran dan kebijaksanaan. Sadari setiap pikiran, negatif atau positif, datang dan pergi.

Amati kedamaian yang mengisi ruang antar pemikiran. Ciptakan jeda antara stimulus dan respon. Kita tidak perlu menindaklanjuti setiap pikiran dengan otomatis.

Jadilah bijak, pilihlah prinsip-prinsip yang universal dan nilai-nilai yang abadi daripada pikiran-pikiran yang impusif dan instingtif.

Tiga tips praktis di atas hanyalah puncak dari gunung es. Masih banyak tips untuk bisa berpikir positif yang belum banyak diketahui orang.

Saya akan membahasnya di tulisan-tulisan selanjutnya…

Motivasi ‘Just Do It’ – The 1st Step (Zeigarnik Effect)

Pertanyaan: bagaimana caranya agar termotivasi untuk bertindak?

Jawaban: yaa.. Bertindak saja!

Banyak orang menunggu termotivasi dulu baru bertindak. Namun, sesungguhnya dengan bertindak, dengan melakukan langkah pertama kita bisa lebih termotivasi untuk terus melakukan langkah kedua, ketiga, dan seterusnya.

Dengan syarat; tujuan yang ingin dicapai cukup menarik dan menantang untuk diraih.

Seorang psikolog dari Rusia bernama Bluma Wulfovna Zeigarnik menemukan efek dari ingatan jangka pendek dalam proses penyelesaian tindakan.

Secara ringkasnya, ‘Zeigarnik Effect’ bisa diartikan dengan; ketika seseorang sudah mulai melakukan sesuatu, ia akan cenderung terpikir untuk menyelesaikannya.

Zeigarnik Effect menerangkan mengapa pikiran akan merasa tidak nyaman dan selalu ingat untuk menyelesaikan rangkaian tindakan yang belum selesai.

Hal ini diperkuat penelitian oleh Graist-Bousquet & Schiffman (1992) dan beberapa riset oleh para peneliti lainnya.

Hal ini bisa kita manfaatkan jika kita ingin memotivasi diri atau orang lain yang memiliki keengganan untuk memulai suatu pekerjaan/tugas. Banyak alasan untuk perasaan enggan; bisa memang hanya cenderung ingin menunda, kemalasan, ketakutan, atau perfeksionisme, dll.

Zeigarnik Effect memberikan solusi akan kurangnya motivasi dengan beraksi. Memulai satu langkah mudah dan memanfaatkan perasaan penasaran manusiawi untuk termotivasi menyelesaikan tugas yang dikerjakan.

Jadi, kita bisa mendorong motivasi seseorang dengan memanfaatkan momentum pergerakan dari langkah pertama.

Contohnya: saya lebih termotivasi untuk menulis dan menyelesaikan tulisan ini setelah saya mulai mengerjakan satu paragraf pertama.

Tadinya, saya hanya berkutat pada judul dan terus menunda-nunda menyelesaikan draft tulisan ini. Kita bisa sebut ini sebagai langkah pertama.

Segala pencapaian tujuan bisa dibuatkan langkah pertamanya. Seperti kata Lao Tze: perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah pertama. Kita bisa membuat langkah pertama ini sebagai satu paragraf awal, satu menit pertama, setengah jam pertama, satu hal yang bisa dilakukan sekarang juga.

Misalnya seorang murid ingin mengerjakan PR dari sekolahnya, dia bisa memulai dengan menjawab satu pertanyaan pertama saja dan tunggu momentum motivasi untuk menyelesaikan tugas sekolahnya itu.

Kita tak perlu membayangkan hasil akhir pencapaian kita saat tujuan yang diinginkan sudah diselesaikan. Kita cukup memikirkan satu proses ke depan, mencoba menyelesaikan cukup satu langkah pertama saja.

Seluruh energi kita fokuskan untuk mengalahkan keengganan dan mengerjakan satu hal yang bisa dikerjaan sekarang juga.

Kita juga bisa memanfaatkan trik yang serupa untuk menyemangati diri atau orang lain yang sedang rendah kadar motivasinya.

Ketika merasa malas mengerjakan satu tugas besar. Saat tujuan terasa terlalu tinggi, kita bisa mencoba mengerjakan (dan menyelesaikan) satu tugas kecil dengan tujuan yang mudah tercapai.

Seseorang yang sedang kurang termotivasi untuk menyelesaikan proyek besarnya dan sudah berhari-hari tidak mengerjakan apa-apa, bisa mencoba menyelesaikan hal lain yang lebih sederhana.

Membersihkan ruangan kerjanya, contohnya. Atau membereskan berkas-berkas di meja dan komputernya. Tapi trik ini tidak bisa disebut sebagai Zeigarnik Effect lagi 😉

Intinya adalah: yang membedakan antara kegagalan dan kesuksesan adalah aksi. Dan bisa jadi aksi yang dibutuhkan adalah mulai dengan satu langkah pertama. Tidak perlu berpikir lama-lama dan terlalu jauh.

Tidak perlu menunggu kobaran motivasi timbul di dalam diri. Just do it!

5 Tehnik Pencapaian Tujuan yang Efektif dan 5 Tehnik yang Tidak Efektif

Ada beragam tehnik yang diajarkan oleh banyak guru motivator untuk mencapai tujuan. Di jaman modern ini, kesuksesan diukur dari pencapaian tujuan kita. Kita memerlukan lebih dari sekedar otot yang yang bertenaga, ketajaman mata, dan refleks yang terlatih untuk mendapatkan sesuatu.

Kita perlu tehnik-tehnik khusus untuk mencapai sasaran-sasaran kita. Namun, manakah dari sekian banyak tehnik pencapaian tujuan yang efektif?

Seorang psikolog, Richard Wiseman (2010), melakukan penelitian dengan ribuan partisipan selama sekitar setahun, untuk mengetahui manakah dari sekian tehnik pencapaian tujuan yang memberikan hasil. Banyak dari partisipan yang gagal dan hanya sekitar 10 % saja yang sukses mencapai tujuannya.

Berikut adalah strategi pencapaian tujuan yang umum digunakan, namun kurang sukses memberikan hasil:

1. Memotivasi diri dengan meneladani orang lain yang sudah sukses.
2. Memikirkan konsekuensi negatif jika tidak mencapai tujuan.
3. Mencoba menekan pikiran negatif yang tidak membantu pencapaian tujuan.
4. Bergantung pada kekuatan kehendak/tekad dai dalam diri sendiri saja.
5. Membayangkan/berfantasi betapa hebatnya hidup setelah berhasil mencapai tujuan.

Ingat, daftar di atas adalah tehnik-tehnik yang sepertinya memang masuk akal namun ternyata kurang efektif. Pada riset yang sama, terdapat beberapa tehnik yang digunakan oleh orang-orang yang sukses mencapai tujuannya.

Tehnik-tehnik yang membawa keberhasilan tersebut adalah:

1. Membuat rencana pencapaian tujuan langkah demi langkah.

Pecahlah tujuan menjadi beberapa sasaran yang kongkrit, terukur dan terjadwal.

2. Memberitahukan orang lain tentang tujuan yang ingin dicapai.

Membuat deklarasi secara publik akan meningkatkan motivasi untuk mencapai tujuan dan menghindari perasaan malu.

3. Memikirkan hal-hal yang positif yang akan terjadi jika tujuan telah tercapai.

Namun hindari berfantasi/membayangkan rasa hebat/hebohnya. Boleh juga dikombinasikan dengan memikirkan konsekuensi negatif yang akan terjadi jika tujuan tidak tercapai (jangan berpikir terpisah, digabungkan dengan memikirkan kekontrasan antara pemikiran positif dan negatifnya).

4. Memberikan reward/imbalan sederhana jika mencapai kemajuan dalam proses pencapaian tujuan.

Imbalan yang kecil di setiap kemajuan dalam proses pencapaian tujuan akan mendorong lebih cepat untuk meraih kesuksesan yang besar.

5. Mencatat kemajuan dalam proses pencapaian tujuan tersebut.

Buatlah jurnal, grafik, atau penggambaran secara tertulis yang mengukur perkembangan yang terjadi selama proses pencapaian tujuan.

Inilah beberapa tehnik pencapaian tujuan yang teruji dan terbukti efektif. Tujuannya sendiri harus ditetapkan secara terfokus. Jangan membuat banyak tujuan dalam waktu yang sama. Juga, buatlah tujuan dalam jangka waktu yang tidak terlalu pendek.

Terakhir, buatlah tujuan yang menginspirasi, tidak terlalu spesifik, namun harus fleksibel serta cukup menantang. Kalau sudah dipecah menjadi beberapa sasaran yang terukur barulah boleh lebih detail, dengan jangka waktu yang pendek, dan realistis untuk dicapai.

Dan untuk mencapai tujuan, seseorang harus menggunakan beberapa perangkat mental seperti komitmen, disiplin-diri, segera memulai satu langkah pertama (Zeigarnik effect), memvisualisasikan prosesnya (bukan hasilnya), menghindari penundaan, fokus/konsentrasi yang kuat tidak terpecah dan terurai, dan membuat rencana antisipasi jika ada halangan-rintangan yang bisa muncul di dalam proses pencapaian tujuan tersebut.

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: