Meningkatkan Motivasi dengan Tidur

by @rezawismail

Banyak orang yang tidak menyadari kalau kekurangan motivasi itu sebenarnya disebabkan oleh kurangnya jam tidur.

Orang yang tidur selama 5 jam saja, padahal yang terbaik untuknya adalah 7 jam maka ia akan kurang termotivasi. Bedanya hanya 2 jam saja, tetapi kalau dihitung selama seminggu berarti dia kekurangan jam tidur selama 12 jam!

Artinya, untuk membayar hutang tidurnya, dia harus tidur seharian pada hari minggunya. Kalau tidak, dia tidak akan menjadi orang yang produktif di minggu yang selanjutnya.

Penelitian oleh Carskdon di tahun 2011, menyimpulkan bahwa orang-orang yang kekurangan tidur menyebabkan: konsentrasi dan daya ingat yang melemah, reaksi yang melambat serta menjadi kurang termotivasi.

Riset lebih lanjut tentang kekurangan jam tidur menunjukkan tingkat kinerja yang rendah, rawan kecelakaan. Kecelakaan di jalan tol juga utamanya karena supir yang mengantuk.

Kurang tidur juga bisa menyebabkan konflik secara tidak langsung karena emosi yang kurang stabil. Kecerdasan emosional dan intelektualitas atau fungsi kognitif menurun. Ketidakmampuan dalam mengambil keputusan yang tepat, banyak melakukan kesalahan, disorientasi juga timbul karena kurangnya jam tidur yang cukup.

Penyalahgunaan obat-obatan, seperti kasus overdosis. Bisa juga konsumsi kafein yang berlebihan, membebani jantung dan saraf. Minum alkohol yang bisa merusak hati. Daya tahan tubuh dan sistem imun menurun kalau kurang tidur. Yang terparah, kurang tidur bisa menyebabkan gangguan jiwa!

Dalam perang, salah satu tehnik interogasi adalah membuat tahanan tidak tidur. Keinginan untuk tidur menjadi tidak tertahankan dan melebihi hasrat lain seperti makan atau minum. Tahanan bisa berhalusinasi, kebingungan, dan mudah dipengaruhi.

Tikus di laboratorium yang dibuat agar tidak bisa tidur, menunjukkan gejala-gejala seperti lesu, lemas, malas bergerak, dan akhirnya mati. Pada manusia mungkin tidak seekstrim itu, namun kadang kita tidak sadari kekurangan motivasi kerja kita ternyata disebabkan oleh akumulasi jam tidur yang kurang selama beberapa hari.

Masalah tidur ini pastinya berhubungan dengan produktivitas kerja. Kemampuan untuk fokus pada tugas, manajemen emosi yang baik, dan beragam keahlian dalam pekerjaan seseorang terkait dengan kuantitas jam tidurnya. Namun kesadaran akan hal ini masih sangat kurang.

Hanya sedikit kantor modern yang memberikan waktu khusus untuk karyawannya tidur siang selama 20 menit. Padahal tidur siang setelah makan siang lebih baik daripada bekerja sambil menahan kantuk setelah makan siang. Jauh lebih produktif karyawan yang beristirahat lebih lama daripada pegawai yang terus bekerja padahal kurang bisa berkonsentrasi setelah makan siang.

Tidur siang tak mesti sampai terlelap, bisa setengah tidur saja atau yang disebut tidur ayam. Ada juga yang disebut dengan istilah: Power Nap atau Siesta. Google saja istilah-istilah ini (bahkan kabarnya kantor Google menyediakan kasur khusus untuk staf-nya tidur siang).

Selain kuantias jam tidur yang harus kita penuhi setiap malam, normalnya 7-8 jam atau kita ‘berhutang’ tidur, kita juga membutuhkan tidur yang berkualitas. Bagaimana agar tidur kita berkualitas dengan kuantitas yang cukup? Berikut tips-tipsnya:

1. Masuki fase REM (Rapid Eye Movement) dalam tidur. Segera rendahkan gelombang otak ke frekuensi Alpha dan Theta. Gunakan tehnik-tehnik pengkondisian pikiran seperti meditasi, swa-hipnosis, audio sugesti, musik binaural, dan sebagainya.

2. Matikan lampu dan jangan terpapar cahaya: televisi, komputer, handphone, dll. Cahaya atau sinar akan menekan stimulasi hormon melatonin yang aktif di kala gelap. Pikiran jadi waspada meski tubuh sudah lelah. Banyak orang kuat begadang di depan komputer, karena sinar yang dipancarkan membuatnya terjaga padahal merusak tubuh dan saraf.

3. Berolahraga di pagi atau siang harinya, tapi jangan pas malam harinya. Olahraga terbukti meningkatkan kualitas tidur seseorang dan memudahkannya untuk cepat mengantuk serta mengurangi dengkuran.

4. Makan yang kenyang 2-3 jam sebelum tidur dan sebaiknya minum susu kalau mampu. Susu akan menyibukkan pencernaan dan mengurangi kadar oksigen di otak sehingga membuat seseorang yang minum susu menjadi mudah untuk mengantuk.

5. Atur suhu di kamar tidur agar optimal untuk mendukung tidur yang nyenyak. Mandi dengan air hangat juga bisa membantu pada beberapa orang. Ada juga yang nyaman dengan mandi shower air dingin, terserah selera masing-masing yang penting bisa membantu tidur.

6. Rangkai rutinitas yang konsisten seperti cuci muka dan kaki, yang dijalankan setiap malam agar diri kita terprogram. Otak akan mengantisipasi persiapan kita yang rutin dan tubuh akan beradaptasi untuk menciptakan kebiasaan tidur yang teratur. Tetapkan jadwal jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya.

7. Jangan banyak berpikir jika sudah di kasur. Lupakan dulu masalah-masalah yang ada. Kesampingkan pemikiran apapun kecuali yang indah. Visualisasikan pemandangan saja. Jangan lakukan apapun di atas ranjang, jika belum bisa tidur keluarlah dari kamar tidur dahulu. Pikirkan hanya satu hal saja ketika ingin tidur, bermeditasi, berzikir atau membaca satu mantra di dalam hati, menghitung domba, dan sebagainya.

Tidur yang cukup akan meningkatkan motivasi kita. Mimpi yang indah akan memberikan inspirasi dan kreativitas. Solusi dari suatu masalah bisa dipecahkan ketika dibawa tidur, seperti penemu struktur kimia bensin. Thomas A. Edison, Archimedes, Newton, Einstein dan banyak ilmuwan lainnya sangat suka berimajinasi dengan relaksasi setengah tidur. Banyak seniman memperoleh ide hebatnya di kala tidur dan bermimpi.

Jadi, cukupkan tidur di malam hari dan lakukan tidur siang (setengah tidur) di kala otak butuh penyegaran dan tubuh membutuhkan peningkatan motivasi.

Good Night!

Iklan