Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Beberapa Ide Motivasi Karyawan

Pada tulisan ini, saya akan membagikan beberapa ide secara acak untuk perusahaan dalam memotivasi karyawannya. Semoga bermanfaat!

1. Memberikan penilaian kinerja yang adil dan akuntabel untuk kenaikan gaji, bonus, komisi, dan insentif tambahan. Pastikan semua pemberian yang berbentuk uang ini mencukupi agar mampu menambah motivasi kerja karyawan. Inilah pemacu motivasi yang paling mendasar, upah atas hasil pekerjaan yang dilakukan karyawan yang diharapkan bisa menyejahterakan diri dan keluarganya.

2. Berikan pengakuan dan penghargaan secara teratur. Pikirkan kriteria karyawan teladan bulanan. Hargai para pekerja yang memberikan kinerja unggul. Akui kontribusi tinggi yang diberikan. Ungkapkan secara garis besar peran dan makna mereka bagi kemajuan perusahaan. Buatlah karyawan merasa berarti dan penting bagi perusahaan, bukan senilai aset atau sekedar alat bagi perusahaan.

3. Pikirkan alasan-alasan non-moneter yang membuat karyawan memilih bekerja seperti reputasi dan budaya perusahaan, promosi serta peluang karir. Atau seperti dukungan dalam hal kesehatan, pendidikan, atau pengembangan kompetensi karyawan. Perkuatlah alasan-alasan ini untuk melengkapi program motivasi lewat remunerasi.

4. Tetapkan tujuan dan sasaran-sasaran yang jelas serta terjadwal. Tetapkan target waktu penyelesaian dan informasikan tentang evaluasi serta imbalan yang akan didapat jika berhasil mencapai target. Susunlah suatu sistem evaluasi penilaian kinerja yang fair.

5. Dukunglah kreativitas karyawan agar mereka tidak jenuh dalam bekerja. Terimalah segala jenis ide dan jangan hukum kegagalan. Hilangkan ketakutan karyawan, buat karyawan berani dan tak perlu malu-malu untuk memberikan ide serta mencoba hal-hal baru. Bangunlah infrastruktur media berinteraksi di dalam perusahaan seperti rapat brainstorming bersama-sama.

6. Ciptakan pertemuan rutin untuk sesi diskusi ide. Umumkan nama karyawan yang menemukan suatu ide tertentu, akui kontribusinya agar ia bangga serta agar idenya merasa tidak dicontek. Pancinglah kreativitas karyawan dengan memberikan kebebasan berekspresi tanpa takut dicela.

7. Jalin kebersamaan dan buka jalur komunikasi. Atasan harus menyapa bawahan juga. Para karyawan di level manajemen mesti bersedia memulai pembicaraan, mengobrol dan sedikit berbasa-basi dengan karyawan level staf atau pelaksana. Bangunlah keakraban. Kalau perlu, perusahaan menyediakan sarana seperti pendirian klub atau komunitas tertentu antar karyawan.

8. Pastikan semua karyawan tahu pekerjaannya masing-masing dan menyadari apa-apa yang diharapkan darinya. Deskripsi pekerjaan harus dipastikan secara jelas, prosedur standar harus dipastikan secara tegas, dan komponen-komponen penilaian kinerja karyawan harus dipastikan dievaluasi secara berkala: harian, mingguan, bulanan, kuartalan, semesteran, dan tahunan. Oleh karena, ketidakpastian akan menggerogoti motivasi bekerja seseorang.

9. Adakan kegiatan berolahraga dan rekreasi untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan mempererat keterikatan karyawan kepada sesama rekannya serta perusahaan. Bisa juga dengan mengadakan: family day. Dan olahraga bagus untuk memompa semangat berkompetisi dan menjadi produktif. Seperti yang pernah saya tulis disini.

Sekian dahulu ide-ide sederhana saya kali ini. Semoga beberapa tips motivasi karyawan ini menginspirasi dan bermanfaat.

Inspirasi Sederhana untuk Semangat Bekerja Karyawan

Kembali lagi dalam tulisan singkat saya, setelah sebelumnya saya memaparkan suatu ide sederhana. Inspirasi kali ini adalah:

Lebih baik kita mencintai pekerjaan yang kita punya daripada mencari pekerjaan yang kita cintai.

Memang, idealnya kita bekerja dalam bidang pekerjaan yang kita sukai. Namun, apakah kita yakin kita akan selalu 100 persen mencintai pekerjaan ideal tersebut setiap hari, sepanjang tahun, selama kita bekerja?

Sedangkan sifat manusia pada umumnya memiliki pikiran dan perasaan yang berubah-ubah. Kita bisa saja jatuh cinta pada suatu ketika dan berhenti mencintai pada saat yang lain. Contohnya seperti pacaran saja. Kita bisa saja berganti-ganti pacar karena perasaan cinta kita tidak selamanya ada.

Awalnya, kita merasa telah menemukan pacar yang ideal. Namun lama-kelamaan, kita akan mengenal lebih dalam dan mengetahui kekurangan-kekurangan pacar tersebut. Pada akhirnya, kita bisa berhenti menyukainya dan jatuh cinta pada orang lain. Begitulah kira-kira analoginya dalam mencari pekerjaan yang sempurna.

Tapi jika kita telah memiliki suatu pekerjaan yang sudah kita anggap mencukupi dan bermasa depan cerah, kita bisa berusaha mencintai pekerjaan yang ada ini walau bukan pekerjaan yang ideal.

Belajar untuk menyukai pekerjaan yang dimiliki bisa dianalogikan seperti orang yang telah menikah. Kita telah berkomitmen untuk mencintai sampai ajal memisahkan. Dalam hal ini, bekerja dengan semangat dan loyal sampai kita merasa cukup serta selesai bekerja di perusahaan yang sekarang.

Ingat, perbedaan antara jatuh cinta dan mencintai: jatuh cinta hanya sementara karena reaksi kimiawi hormonal, sedangkan mencintai adalah komitmen untuk terus menyayangi dalam jangka panjang. Jatuh cinta hanya perasaan, mencintai adalah perbuatan.

Banyak cara untuk berbuat sesuatu agar bisa menyenangi pekerjaan yang dilakukan setiap harinya. Carilah sudut pandang yang sesuai untuk menunjang perspektif ini. Kita bisa belajar mengendalikan pikiran dan perasaan kita, cobalah bermeditasi dan kontemplasikan beberapa aspek dari pekerjaan kita yang bisa kita sukai. Berusaha menikmati pekerjaan yang ada dengan membangun mood yang riang-gembira dalam bekerja. Miliki sahabat-sahabat baik di kantor dan bersenang-senang. Tersenyumlah!

Alasan lainnya adalah, sulitnya mengandalkan kesukaan atau kesenangan kita menjadi suatu pekerjaan yang mencukupi dan stabil untuk di masa depan. Jauh lebih banyak kesempatan bekerja dan berkarir meski pekerjaannya bukanlah sesuatu yang kita sukai pada awalnya.

Jadi, senangilah pekerjaan yang ada karena pekerjaan yang disenangi belum tentu juga membawa kesejateraan dan ketenangan batin dalam jangka panjang.

Inspirasi Singkat Motivasi Semangat Bekerja

Pada tulisan kali ini saya akan membagikan suatu ide sederhana untuk memotivasi semangat bekerja. Dan ide ini menjadi suatu eksperimen tersendiri dalam blog saya. Yaitu menuliskan inspirasi singkat yang berbeda dari pemaparan tips dan tehnik motivasi yang seperti biasanya saya tuliskan di blog ini.

Jadi, akan ada beberapa jenis tulisan di dalam blog ini. Rencananya, saya akan membuat beberapa variasi tulisan selain tips dan tehnik motivasi yang seperti biasa. Salah satunya seperti tulisan yang berikut ini; yaitu satu inspirasi singkat.

Rencananya, saya ingin tulisan di dalam blog ini bisa lebih beragam lagi seperti kisah sukses, wawancara, kutipan kata-kata bijak, dan sebagainya.

Langsung saja, ide pertama dalam memotivasi semangat dalam bekerja;

Kita akan menyesali perbuatan yang tidak kita lakukan daripada perbuatan yang telah dilakukan. Biasanya, jika kita memiliki suatu pemikiran untuk mengerjakan sesuatu, terjadi pertentangan batin.

Pertentangan batin karena dari diri yang ingin melakukan suatu inisiatif dan bagian dari diri yang tidak ingin berubah karena perasaan nyaman di zona comfort zone. Dan akhirnya, kita berpikir untuk tidak melakukan apa yang sudah kita pikirkan tersebut. Rasanya, tidak bertindak lebih mudah daripada memulai suatu tindakan.

Lalu, sesuatu pun terjadi dan kita menyesal karena tidak mengambil inisiatif tersebut. Kesempatan pun lewat, dan rasa sesal tidak membawa kebaikan apapun kecuali beban pikiran.

Apalagi jika di masa depan terbukti bahwa inisiatif tindakan yang kita lakukan itu akan membawa manfaat, keuntungan yang besar. Sehingga jika tidak dilakukan sama sekali, akan membawa kerugian dan penyesalan yang besar juga.

Padahal, jika kita mengambil tindakan tersebut dan ternyata tindakan itu salah, kita masih bisa mendapatkan sesuatu. Kita bisa memperbaiki keputusan yang salah tersebut. Atau setidaknya kita bisa belajar dari kesalahan tersebut.

Namun, jika kita tidak jadi melakukan inisitatif dan kesempatannya telah lewat, rasa sesalnya lebih besar daripada rasa sesal yang ditimbulkan karena telah melakukan tindakan yang salah. Sebabnya, tindakan yang salah masih bisa diperbaiki sedangkan tindakan yang tidak dilakukan hanya memberikan kekosongan.

Itulah mengapa kita akan lebih menyesali perbuatan yang tidak dilakukan daripada perbuatan yang telah dilakukan. Oleh karena, lebih baik salah (karena kesalahan bisa menjadi pelajaran yang berharga) daripada merugi lalu tidak mendapatkan apa-apa.

Maka, inspirasi singkat kali ini adalah: jika ada pilihan untuk bertindak atau tidak, putuskan untuk bertindak dengan segera sebelum kesempatannya lewat.

Bagaimana jika kita menganggap kesempatan akan selalu ada dan menunda tindakan? Bagaimana caranya memotivasi diri agar tidak menunda-nunda pekerjaan? Saya akan tuliskan jawabannya pada tulisan ide sederhana berikutnya, sampai ketemu di inspirasi singkat selanjutnya.