Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Month: Agustus, 2012

Motivator Karyawan: 7 Kunci Motivasi Intrinsik

Banyak motivator tidak berhasil memotivasi para karyawan untuk terus semangat bekerja dalam jangka panjang. -Reza Wahyu

Biasanya, setelah beberapa saat efek dari sesi motivasi yang diberikan menurun. Lalu, apakah tugas sang motivator karyawan ini berada di tangan atasan atau para manajernya yang setiap hari berinteraksi?

Mungkin saja, tapi yang jelas untuk bisa memotivasi seluruh karyawan agar bekerja dengan semangat secara terus-menerus membutuhkan lebih dari sekedar pengawasan, imbalan/reward, dan sanksi/punishment dari sang pimpinan.

Motivasi dari luar diri atau eksternal hanya bersifat sementara dan dalam jangka panjang, menurun efektivitasnya. Motivasi yang sejati berasal dari dalam diri. Motivasi intrinsik. (Tapi karyawan tetap membutuhkan motivasi eksternal seperti gaji untuk memenuhi pemuasan kebutuhannya).

Bagaimanapun, motivasi eksternal perlu diperkuat dengan motivasi intrinsik agar motivasi eksternal diinternalisasikan dalam suatu proses yang disebut..

Baca entri selengkapnya »

Sales Training: Pelatihan Persuasi

Persuasi adalah bentuk komunikasi yang menguatkan pengaruh argumentasi agar menghasilkan komitmen untuk mengikuti tujuan dari bujukan. -Reza Wahyu

Dalam buku Psikologi Persuasi dan YES! 50 Cara Teruji untuk Menjadi Persuasif, Robert Cialdini sebagai pakar ilmu dan seni membujuk memaparkan 7 prinsip persuasi yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian oleh ahli persuasi ini menunjukkan ketujuh prinsip yang biasa digunakan oleh pembuat kebijakan, praktisi pemasaran, para penjual atau wiraniaga, dan banyak profesi lainnya yang membutuhkan sales skill agar bisa membujuk secara efektif serta mempengaruhi orang lain secara psikologis.

Dalam prakteknya, saya sukses memanfaatkan 7 prinsip persuasi ini dalam mempengaruhi prospek agar menjadi pelanggan. Ketujuh prinsip tersebut adalah; reciprocity (timbal-balik), komitmen serta konsistensi, bukti/validasi sosial, rasa suka, otoritas, kelangkaan, dan prinsip kontras.

Baca entri selengkapnya »

Motivasi dengan Rencana Aksi & Antisipasi

Sedia payung sebelum hujan. -Peribahasa

Persiapan akan memperbesar peluang keberhasilan. Perencanaan bisa menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam berusaha. Antisipasi dapat menyiapkan kemampuan untuk mencari solusi saat menjalankan rencana.

Memang, biasanya masa depan tidak selalu bisa sama persis dengan yang direncanakan. Tapi, seringkali kita bisa memprediksi dengan cukup akurat jika kita siap dengan data dan rencana sebagai antisipasi di masa yang akan datang.

Sehingga akan lebih baik memiliki satu-dua rencana utama dan beberapa rencana cadangan daripada tidak punya alternatif pilihan dan menghabiskan waktu serta energi untuk mengantisipasi masa depan.

Secara mental, kita juga bisa menguatkan mental kita agar gigih berjuang dengan memiliki antisipasi kemungkinan gagal di dalam rencana kita. Ketakutan dan kecemasan bisa direduksi bahkan eliminir sehingga kita berani untuk terus maju pantang menyerah.

Sama halnya seperti kita menyediakan hati yang lapang sebelum menemui orang atau kejadian yang bisa menyulut kemarahan. Kita bisa bersiap untuk memberikan pengertian dan mampu memaafkan. Antisipasi seperti ini akan menghindarkan kita dari penyesalan di kemudian hari akibat kemarahan yang spontan tanpa pernah berpikir panjang.

Baca entri selengkapnya »

Motivasi Bekerja Keras dengan Ikhlas

Mereka yang tidak pernah bekerja keras melebihi bayarannya, tidak akan pernah mendapatkan bayaran melebihi dari yang mereka kerjakan. -Elbert Hubbart

Banyak manajemen di dalam perusahaan yang menentukan target individu karyawannya berdasarkan angka-angka dan kriteria yang terukur. Dan yang lebih detail lagi, dengan menggunakan metode SMART.

SMART berarti tujuannya tersebut spesifik dan terukur (Specific and Measurable), dapat diraih/realistis (Attainable), relevan dan berjangka waktu (Relevant and Timely).

Tujuan yang dirumuskan dalam metode SMART sebagai sasaran-sasaran yang terukur secara otomatis akan lebih memotivasi daripada target yang tidak jelas. Tapi masalahnya, bagaimana memotivasi karyawan agar mengejar kemajuan dalam meraih pencapaian target-traget SMART ini?

Baca entri selengkapnya »

Prinsip Olimpiade untuk Motivasi Karyawan

Kompetisi melatih pengendalian diri. Mengajarkan tentang kekalahan dan kemenangan, tidak hanya dalam dunia olah raga namun juga tergambar dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus memahami bahwa kita bisa saja kalah di suatu hari dan bisa menang di hari selanjutnya. Selalu dengan senyuman yang sama di wajah kita. -Jean Claude Killy (Juara Olimpiade)

Pierre de Coubertin adalah pendiri Komite Olimpiade Internasional dan dijuluki sebagai bapak Olimpiade modern. Olimpiade adalah tradisi dari jaman Yunani kuno dimana para atlit yang terhebat, terkuat, dan tercepat berkompetisi.

Coubertin meneruskan tradisi suci yang bertujuan menciptakan kedamaian ini menjadi kompetisi yang menjunjung tinggi idealisme dalam sportivitas. Yang diungkapkan oleh Coubertin sebagai berikut;

L’important dans la vie ce n’est point le triomphe, mais le combat, l’essentiel ce n’est pas d’avoir vaincu mais de s’etre bien battu.

Artinya: yang paling penting dalam hidup bukan perayaan tapi perjuangannya, hal yang terutama bukanlah kemenangan namun berjuang dengan upaya yang baik.

Kini, namanya diabadikan menjadi sebuah medali yang diberikan untuk para atlit yang menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi di perlombaan Olimpiade. Medali ini sangatlah dihargai, bahkan dinilai lebih tinggi dari medali emas.

Dalam piagam Olimpiade, filosofi Coubertin ini dijabarkan sebagai usaha meningkatkan serta menyeimbangkan kualitas badan, tekad, dan pikiran untuk menciptakan kebahagiaan dalam perjuangan dengan memberikan teladan, saling menghormati secara etis sesuai prinsip-prinsip yang sejati.

Prinsip-prinsip dasar yang bisa kita petik dari Olimpiade ini adalah: mengejar keunggulan, bermain adil (fair play), kesenangan dalam berusaha, menghormati orang lain, dan harmonisasi tubuh dengan pikiran.

Kesemua prinsip ini bisa kita terapkan ke dalam dunia kerja. Organisasi yang mengharapkan keunggulan dalam bersaing dapat menjadikan prinsip-prinsip dalam Olimpiade agar tetap berusaha di jalur yang harmonis, yang tidak merugikan orang lain, lingkungan, dan diri sendiri.

Baca entri selengkapnya »