Cara Mengobarkan Motivasi

by @rezawismail

Sumber: Steve Pavlina

1) Just do it immediately. Jangan banyak berpikir setelah menetapkan tujuan, langsung segera bertindak. Momentum tindakan akan mendorong motivasi, sementara penundaan akan menjatuhkan semangat. Kalau masih sulit juga, lakukan satu saja tindakan termudah. Perlahan tapi pasti, kemajuan selangkah demi selangkah. Daripada diam tanpa perkembangan. Perbaikan yang konsisten dengan pergerakan kecil yang akan meningkat seiring waktu.

Misalnya: bagi yang ingin termotivasi untuk mulai berolahraga bisa mulai berolahraga 5 menit saja perhari, setelah sebulan berkelanjutan bisa ditambah menjadi 15 menit.

2) Memprogram pikiran dengan teknik-teknik seperti afirmasi dan sugesti, visualisasi, NLP, hipnotis diri, dll. Bayangkan kesenangan ketika berhasil mencapai apa yang diinginkan. Berlatih fokus konsentrasi dengan relaksasi penuh kesadaran akan meningkatkan kemampuan pikiran untuk menguatkan motivasi tanpa terdistraksi. Jangan terpengaruh dengan iklan yang memprogram pikiran kita, tapi manfaatkan ilmunya.

Misalnya: menempel tulisan atau gambar yang memotivasi pencapaian tujuan dimana-mana; monitor, dinding, cermin, pintu, kulkas, meja, sampai memasang program pengingat di tablet atau smartphone.

3) Kelola input ke arah yang positif dan hindari pengaruh yang buruk. Pilihlah bacaan, artikel, buku, ajaran, tontonan, lingkungan, pertemanan yang memberi pelajaran dan inspirasi. Jaga lingkungan dan persahabatan agar selalu memberikan pemikiran, pendengaran serta penglihatan yang bersih. Selalu membaca buku, menonton atau mendengarkan acara yang membawa energi positif bagi motivasi.

Misalnya: membaca dan berlangganan blog motivasi seperti yours truly: 100motivasi.wordpress.com ini 🙂

4) Bergaya seakan-akan sudah sukses. Berpakaianlah seperti keberhasilan memang layak didapatkan. Berkumpul dengan orang-orang yang menyebar semangat positif. Dan bermental kaya dengan memberi serta barbagi untuk orang-orang yang kekurangan. Cari kelompok yang saling mendukung dan mengingatkan untuk berdisiplin pada komitmen.

Misalnya: mencari partner atau mitra yang dapat bekerja sama atau minimal menjaga level komitmen dalam melaksanakan disiplin dan dapat saling memotivasi.

5) Yang paling efektif, kelola konsekuensi negatif secara masif daripada sekedar iming-iming imbalan. Misalnya dengan mengumumkan hukuman yang siap diterima jika gagal menegakkan kedisiplinan. Manusia akan lebih takut dan menghindari konsekuensi negatif daripada bersemangat mengejar iming-iming imbalan yang negatif. Jadi, bukan hanya sekedar menetapkan target yang manis tapi juga mengatur sanksi kegagalan yang sangat pahit.

Misalnya: seseorang yang berniat berhenti merokok menulis di billboard bahwa dia akan membayar Rp. 1 milyar kepada siapapun yang melihatnya merokok.

Dalam ilmu perang, ini disebut membakar kapal. Supaya prajurit tidak mungkin lagi mundur untuk kabur, satu-satunya jalan hanya maju menyerbu dan harus menang jika ingin bertahan hidup.

Dalam ilmu motivasi, ini disebut cultivating burning desire. Mengobarkan semangat supaya sejahtera…

Salam sentosa!

Baca juga:
Tehnik Motivasi Douglas McGregor: Teori X, Y, dan Z
Teori Motivasi ERG Alderfer: Existence-Relatednes-Growth
4 Kunci Keberhasilan Perubahan
Memotivasi Komitmen yang Kendor