Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Month: Agustus, 2020

Melatih Kekuatan Batin

Hanya manusia yang bisa menyadari pikirannya.

Memikirkan isi pemikiran, kesadaran adalah kekuatan.

Latihlah kesadaran itu, agar makin kuat, sebagai repetisi seperti melatih otot di Gym.

Pertajam fokus dengan coba konsentrasi pada suatu obyek.

Bisa satu benda, kalimat atau kata-kata, hitungan 1 sampai 5, atau memperhatikan nafas saja.

Begitu kedistraksi pikiran, suara batin, bayangan, STOP. Kembali;

Balik lagi ke yang jadi obyek latihan konsentrasi, fokus, teralihkan, fokus lagi.

Begitu seterusnya sampai jadi mampu mengontrol kesadaran.

Kekuatan ini nanti bermanfaat untuk mendapatkan pemikiran yang jauh lebih mendalam.

Dengan kesadaran yang kuat akan bisa lebih bijaksana.

Tak sekedar berwawasan secara intelektual, tidak hanya tahu teorinya tapi kebijaksanaan.

Nanti Anda akan benar-benar menyadari pengetahuan sejati:

Hidup ini hanya sementara, tak ada yang permanen, segalanya berubah, semua saling terkait.

Jika menyadari ketergantungan ini, Anda tak kan sombong lagi.

Ego akan memudar dan derita akan sirna, karena kegelapan batin dan negativitas hilang.

Pikiran positif, tidak mudah terbawa emosi atau impulsif.

Anda bisa merenungkan secara holistik, mengumpulkan data lengkap, dan analisis informasi.

Dan akhirnya bisa mengambil pilihan, keputusan yang tepat!

Iklan

Bersihkan Pikiran, Kuatkan Mental

Bayangkan otak kita seperti smartphone alias telpon pintar atau komputer/PC, laptop, dst.

Punya RAM atau ruang memori sementara, selain juga memiliki ROM atau simpanan ingatan jangka panjang.

RAM ini terbatas dan relatif lebih kecil, daripada ingatan jangka panjang yang disimpan.

Kalau di HP, RAM ini digunakan oleh beberapa aplikasi yang sedang berjalan, dan bisa melambat jika mulai kepenuhan.

Itu sama dengan pikiran kita di saat ini yang dipenuhi beragam info, input, sensasi, suara, visi, bayangan, pemikiran, juga memori, dan sebagainya.

Membuat susah fokus, melakukan hal yang benar untuk tujuan di masa depan.

Kalau RAM otak mulai penuh, hidup seperti tidak tenteram; emosional, impulsif, banyak keinginan, ambisi, atau malah ketidaksukaan, juga ketakutan, kecemasan, sulit berpikir jernih.

Maka, saatnya dibersihkan, seperti membebaskan RAM dengan menutup program atau aplikasi-aplikasi yang berjalan.

Maka otak perlu liburan, jangan memikirkan ini-itu dulu, cukup konsentrasi pada nafas, tarikan nafas masuk dan hembusannya.

Jika mulai muncul lagi pikiran, suara hati, bayangan batin, kembalikan lagi fokusnya.

Jangan sampai kelupaan nafas, perhatiannya masih menyadari proses nafas dan sensasinya.

Ketika pemikiran lainnya mulai timbul lagi, kembalikanlah lagi kesadaran kepada pernapasan.

Jangan merasa sedih, kesal, dan atau kecewa jika perhatiannya mudah teralihkan, justru itulah kesempatan untuk latihan.

Repetisi dari menarik kembali perhatian dari pikiran kepada kesadaran bernafas, akan makin memperkuat konsentrasi;

Meningkatkan energi mental, seperti membebaskan RAM, menjadi bisa fokus dan bisa menghadapi distraksi.

Pikiran jadi tenang tapi kuat, tak mudah tergoda, terpancing emosi seperti benci dan amarah juga otak bisa berpikir panjang.

Latihan psikologis ini juga baik untuk kedisiplinan, kreativitas, dan kekuatan tekad melawan godaan dan derita di pikiran.

Otak menjadi lebih optimal, banyak energi mentalnya yang bisa dimanfaatkan, digunakan untuk kehidupan yang lebih baik lagi, lebih membahagiakan

#tipsmotivasi

%d blogger menyukai ini: