Berpikir Terbalik

by @rezawismail

Kita manusia berusaha di masa kini untuk masa depan yang diinginkan.

Padahal, masa depan itu sudah ditetapkan takdir sehingga masa kini serta masa lalu menjadi akibat dari ketetapan takdir itu.

Masa depan justru merupakan sebab dan menyebabkan kejadian di masa sekarang juga masa lalu sebagai akibatnya; ini seperti berpikir terbalik..

Namun, berpikir terbalik ini bisa menjadi lebih seru dan membawa hikmah alias jadi lebih bermakna;

Semua yang terjadi ada alasannya, masa depan bukanlah hasil dari masa lalu atau masa sekarang.

Akan tetapi yang telah terjadi juga yang ada di masa kini akan selaras dengan apa yang ada dan terjadi di masa depan, sehingga pertanyaan "mengapa ini harus terjadi?" akan sempurna terjawab oleh masa depan.

Misalnya; mengapa terjadi perceraian? Itu bukan dikarenakan perselisihan atau pertengkaran tapi ternyata itu dikarenakan nanti di masa depan akan ‘move on’ lalu belajar sehingga menemukan orang yang lebih tepat, hubungan yang lebih baik.

Contoh lain; mengapa sakit? Itu bukan karena virus tapi virus ada untuk mengisi kisah dalam cerita takdir yang sudah tertulis.

Ada lagi? Mengapa usaha bangkrut, bukan karena ngga laku terus bangkrut atau karena ada partner yang menipu tapi karena ada di masa depan akan memiliki bisnis yang lebih hebat lagi, begitu kira-kira.

Jadi, dengan berpikir begini; apapun yang sudah dan sedang terjadi itu ada karena ada masa depan yang nanti lebih baik akan terjadi sesuai takdir yang tertulis, jadi satu kesatuan cerita yang utuh dari awal masa lalu dan kejadian-kejadian semuanya melengkapi sesuai takdir masa depan.

Sehingga cara berpikir seperti ini membuat kita berprasangka baik pada Sang Pencipta, dengan menuliskan masa depan yang lebih baik apapun yang terjadi di masa lalu atau saat ini, sekarang hidup jadi terasa optimis dengan sudut pandang berpikir terbalik.. ~RWI