Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: disiplin & manajemen waktu

Satu Hal Utama Penentu Motivasi

Saya akan bagikan satu hal yang paling utama dalam mengobarkan motivasi. Semangat bekerja di hari ini. Semoga bermanfaat!

Satu hal yang terpenting dalam mengobarkan semangat kerja adalah: kerja. Beraksi. Lakukan sesuatu dengan segera. Jangan terlalu banyak berpikir.

Tidak perlu menganalisis dan berencana terlalu lama. Just do it immediately!

Salah satu rahasia kesuksesan adalah mengetahui bahwa: motivasi mengikuti aksi. Momentum tindakan akan menyulut motivasi. Penundaan akan mematikan motivasi.

Bergeraklah dan lakukan sesuatu!

Aksi adalah penentu utama yang membedakan pemenang dari pecundang. Seseorang tidak akan pernah sukses kalau diam saja dan tidak berani mencoba.

Kegagalan bisa diambil hikmahnya dan dipelajari untuk mencoba lebih baik.

Lebih baik gagal dalam percobaan pertama, kedua, dst. Tapi suatu kali percobaan bisa berhasil. Namun kalau tidak mencoba sama sekali, sukses tidak akan pernah bisa terjadi.

Jangan sampai menyesal karena tidak mencoba!

Tindakan yang tidak berhasil lebih baik daripada tidak bertindak sama sekali. Darimana kita tahu kalau tindakan kita tepat? Belajar dari pengalaman. Pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Kita akan menjadi pakar sesuatu jika kita berpengalaman lebih dari 10 ribu jam. Seorang ahli adalah orang yang sudah mencoba dan terus berusaha konsisten di bidangnya.

Seorang pecundang hanya menunggu sampai dia tahu tindakan yang tepat.

Menunggu itu membosankan dan menguras motivasi. Jangan sampai kelamaan menunggu malah keburu mati!

Maksud saya; mati semangatnya 🙂

Aksi adalah pendorong perubahan. Tidak ada kemajuan tanpa pergerakan. Inovasi akan mati jika tidak ditindaklanjuti.

Ide bagus adalah ide yang dijalani, sehebat-hebatnya pemikiran kalau tidak dilakukan hanya akan menjadi sampah pikiran. Penyedot energi. Jangan terlalu banyak berpikir. Bisa lesu-lemas-terdemotivasi. Hati-hati!

Tindakan-tindakan apa saja yang bisa mengobarkan motivasi? Berikut adalah beberapa contoh aksi yang dapat mengobarkan semangat kerja:

1. Paling pertama; tetapkan tujuan yang jelas. Yang selaras dengan hati.

Buat komitmen. Tuliskan dan tunjukkan pada orang lain. Umumkan pada semuanya. Deklarasikan tujuan dengan keyakinan. Lalu lakukan langkah pertama.

2. Beraksilah sekarang juga. Mulai dari fisik. Jangan berpikir lagi, lupakan aktivitas mental. Bertindak dengan gerakan. Rapikan meja. Telpon klien. Pakai sepatu olahraga. Buang junkfood di kulkas. Dll.

Jangan terlalu banyak berpikir menginginkan rencana yang sempurna. Jalani rencana dan sesuaikan dengan kondisi yang ada sepanjang perjalanan.

3. Berinteraksi dengan orang-orang yang penuh semangat. Berkumpulah dengan mereka yang optimis dan pekerja keras. Jauhi orang-orang yang negatif dan suka mengeluh.

Hubungi sahabat-sahabat yang saling mendukung. Kontak dan ajak ngobrol teman-teman yang sudah sukses.

4. Bacalah buku-buku motivasi. Biografi orang sukses. Baca setiap hari. Targetkan 3 buku per minggu.

Dengarkan musik yang mengobarkan semangat. Jangan musik yang bikin sedih. Dengarkan juga audiobook yang mendidik.

Tonton video yang menginspirasi. Jagalah input pikiran dari hal-hal yang negatif. Pilihlah untuk membaca, lihat, dengarkan hal-hal yang positif setiap harinya.

5. Kenakan pakaian orang sukses. Tetapkan gaya berpikir dari sudut pandang orang sukses. Tegakkan badan dan berjalanlah seperti orang sukses.

Berbicara dengan ketenangan, kepercayaan diri, dan penuh kalimat yang positif. Berperilakulah seperti orang sukses dan yakinlah bahwa kita adalah orang sukses.

Pupuklah mindset kesuksesan sedari dini.

Sekian tips dari saya kali ini. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya 😉

Bagaimana Mengatasi Kebosanan di Tempat Kerja

Beberapa Tantangan yang timbul dalam memotivasi diri sendiri atau karyawan untuk bekerja adalah kebosanan. Perasaan Bosan yang timbul dari rutinitas pekerjaan, akan menurunkan tingkat produktivitas sang pekerja yang bosan.

Seorang pegawai yang dilanda kebosanan akan menjadi kurang fokus, tidak mengoptimalkan potensi dirinya, dan menunda-nunda pekerjaan. Permasalahan lainnya yang timbul dari perasaan bosan ini adalah resiko operasional.

Bagaimana cara mengatasi kebosanan ini?

Saya pernah membahas tentang rasa bosan di tempat kerja ini pada tulisan saya sebelumnya.

Disini, saya akan mengelaborasi lebih lanjut dan membahas berdasarkan temuan ilmiah dari beberapa psikolog.

Dalam satu riset yang menggunakan tikus di laboratorium, dibuat suatu sistem kerja yang berdasarkan waktu. Tikus-tikus ini diberikan alat pengungkit atau sejenis tombol yang bisa membuka pintu atau kotak yang berisi makanan, namun hanya bisa terbuka pada waku tertentu saja.

Tikus yang kelaparan harus menunggu sampai rada lemas sebelum bisa memencet tombol untuk makan. Hal ini serupa dengan para karyawan yang menunggu jam 5 atau tanggal gajian. Baru bersemangat menjelang waktu yang telah ditentukan tiba.

Berbeda hal-nya dengan orang-orang yang bekerja secara profesional untuk dirinya sendiri atau yang berwirausaha/berusaha sendiri. Mereka menetapkan sasaran-sasaran setiap hari dan terus termotivasi hingga sasarannya hari itu tercapai, barulah pulang ke rumah.

Contohnya; seorang pedagang yang menargetkan dagangannya terjual sebanyak 500 unit untuk hari itu atau seorang penulis yang bertujuan menuliskan satu bab per harinya.

Riset yang dilakukan selanjutnya pada tikus-tikus laboratorium ini juga mengkonfirmasikan kebenaran ini. Mereka lebih bersemangat jika makanannya tersedia dari hasil usahanya bukan dengan menunggu waktu.

Motivasi lebih kuat dan tahan lama jika dipercaya ditentukan oleh hasil upaya sendiri daripada ditentukan dari waktu yang dihabiskan.

Kembali kepada masalah kebosanan. Rasa bosan biasanya timbul dari kurangnya stimulasi, contohnya seperti pada saat menunggu. Masalah ini bisa dipecahkan dengan mengerjakan sesuatu dan berfokus pada pekerjaan tersebut tanpa memikirkan waktu yang berjalan.

Jika seseorang berkonsentrasi penuh pada tugas yang sedang dikerjakan dan menjadi terfokus, waktu akan terasa terbang begitu saja. Istilahnya, menjadi lupa waktu dan hari terasa cepat.

Konsep ini disebut ‘Flow’ oleh psikolog terkenal: Mihály Csíkszentmihályi.

Flow adalah keadaan pikiran atau mental seseorang dalam sebuah aktivitas atau kegiatan yang membuatnya sangat terfokus, terlibat penuh dalam proses yang sedang dilakukannya. Flow bisa membuat seseorang lupa waktu bahkan lupa diri, sehingga kadang perasaan lapar tidak terasa apalagi rasa bosan.

Beberapa tips untuk mengatasi kebosanan karyawan dengan menggunakan teori ‘Flow’ ini adalah:

1. Menetapkan tujuan yang sejelas-jelasnya. Dengan ukuran yang jelas dan cukup menantang tapi bisa diraih. Tujuan tidak boleh terlalu sulit/mustahil untuk diraih namun juga jangan terlalu mudah sehingga kurang menantang.

2. Struktur tugas yang dikerjakan harus terarah. Urutan dan definisi komponen-komponen pekerjaan yang dilakukan harus jelas juga. Langkah-langkah pengerjaan harus terorganisasi dan bisa dilacak kemajuannya.

Jika pekerjaannya membutuhkan dukungan orang lain, kerja sama kelompok mesti sinergis dan harmonis.

3. Tingkat kesulitan pekerjaan harus sesuai dengan tingkat keahlian yang dimiliki pekerja. Tingkatnya kesulitannya harus sedikit lebih tinggi dari rata-rata (cukup menantang) dan keahlian yang diperlukan juga lebih tinggi dari biasanya.

Hal ini penting untuk mengoptimalkan kondisi ‘Flow’ dan menjaga dari rasa bosan, kecemasan, atau malas.

4. Pekerjaan yang dilakukan memiliki feedback/umpan balik yang informatif dan bersifat langsung agar orang yang melakukan pekerjaan tersebut bisa menyesuaikan dengan segera kondisi/keadaan yang timbul dari proses pengerjaan tersebut dan mengarahkannya kepada keberhasilan.

5. Melatih dan membentuk kepribadian pekerja lewat budaya yang menekankan sikap-sikap seperti: kegigihan, rasa ingin tahu, kinerja yang unggul tanpa keegoisan dan tidak terlalu tergantung insentif dari luar.

Motivasi harus bersifat intrinsik. Motivasi dari hati.

Selain kondisi ‘Flow’ mesti ditimbulkan untuk mengatasi kebosanan dengan menciptakan stimulasi yang cukup dalam membunuh waktu, beberapa hal lainnya perlu diperhatikan juga. Para karyawan harus menyadari makna atau arti penting pekerjaannnya bagi perusahaan, orang lain, dan secara umum.

Pekerjaan yang dilakukan jangan sampai dianggap seperti perbudakan atau keterpaksaan. Pegawai yang ‘enjoy’ dalam pekerjaannya akan lebih termotivasi dan tidak akan merasa bosan.

Beberapa tips lain yang bisa dilakukan oleh sang pekerja agar mampu mengatasi kebosanan di tempat kerja adalah:

1. Hadir tepat waktu bahkan lebih dini.

Untuk para pekerja kantoran, bangunlah lebih pagi. Saya telah menulis artikel tentang tips bangun pagi.

Keterlambatan akan memberikan alasan bahwa pekerjaan tersebut tidak menyenangkan dan menguatkan perasaan malas yang berujung pada kebosanan.

2. Sibukkan diri.

Berfokuslah pada banyaknya pekerjaan yang bisa lakukan, jangan pikirkan waktu yang tersedia untuk bekerja. Selesaikan banyak hal dan buat tugas-tugas baru yang meningkatkan kesibukan di kantor.

Lakukan sesuatu daripada tidak melakukan apa-apa, jika terpaksa menunggu: kerjakan sesuatu seperti mengatur berkas-berkas di meja atau menuliskan rencana kerja, laporan, dll.

3. Milikilah Rasa Bangga

Kuatkan perasaan kepemilikan dengan perusahaan, banggalah dengan pekerjaan yang dilakukan. Bantu rekan kerja yang membutuhkan pertolongan, soal komputer misalnya. Atau berikan perhatian pada lingkungan kantor, sesama, tanaman hias, dll.

Bersosialisasilah dan berinteraksi dengan aktif kepada atasan, bawahan, dan rekan. Banggalah dengan jabatan daripada memikirkan uang yang dihasilkan. Bahkan terlibat politik kantor (dengan etis tentunya) akan lebih menyenangkan daripada mengalami kebosanan.

Sekian dulu tips dari saya. Saya akan bahas lebih rinci dan tambahkan beberapa tips yang bisa mengatasi rasa bosan, malas, atau cemas di tulisan-tulisan saya selanjutnya…

Bagaimana Meningkatkan Level Motivasi Kerja?

Motivasi kita untuk bekerja sebenarnya bisa diukur secara kira-kira.

Sebagai ilustrasi; kita gunakan saja 5 level motivasi:

Level 1: tidak termotivasi
Level 2: kurang termotivasi
Level 3: lumayan termotivasi
Level 4: lebih dari cukup termotivasi
Level 5: amat sangat termotivasi sekali!

Kira-kira apa gunanya ukuran motivasi ini? Kita bisa gunakan sebagai acuan apakah sasaran kerja yang kita ingin capai sudah selaras dengan tujuan sejati yang dibisikkan oleh kata hati.

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, motivasi yang sejati itu berasal dari hati.

Tapi sayangnya hati kita berkata dengan berbisik. Jadi terkadang, agak susah didengarkan dan sering terganggu serta teralihkan perhatiannya dengan aktivitas sehari-hari. Walaupun begitu, tujuan sejati ini sangat menentukan level motivasi.

Sebagai contohnya; dahulu saya susah untuk bangun pagi. Padahal jam kantor saya lumayan siang, jam 9 pagi baru masuk kerja. Dan pekerjaannya memberikan kompensasi yang lebih jika kita lebih rajin.

Kompensasinya disebut komisi penjualan. Selain itu, saya juga menerima gaji yang cukup untuk kebutuhan hidup saya pada waktu itu. Tapi setelah saya ukur, mengapa level motivasi saya rendah untuk bangun pagi? Kira-kira levelnya berkisar di angka 1,5 saja.

Mengapa bisa begitu?

Ternyata setelah saya renungkan. Pekerjaan tersebut tidak kongruen dengan gambaran besar hidup saya. Bisa dibilang, tidak selaras dengan tujuan sejati hidup saya. Tujuan sejati saya adalah meningkatkan kesadaran diri dan orang lain serta untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama-sama.

Bagaimana saya bisa menemukan tujuan seperti itu? Nanti akan saya bahas di tulisan selanjutnya. Yang jelas, saya merasa pekerjaan saya pada waktu itu tidak selaras dengan tujuan ini.

Pekerjaan saya pada saat itu tidak tampak memberikan saya peluang untuk bertumbuh dan berkembang. Di kantor itu saya masih pegawai kontrak dan sepertinya untuk tenaga penjual akan selalu begitu.

Saya juga merasa bekerja pada pemilik bisnis yang hanya mementingkan materi dan tidak terlalu peduli pada para pelanggannya. Sehingga kita didorong menggunakan cara-cara yang manipulatif yang penting mencapai target penjualan.

Kepedulian pada pelanggan tidak terlalu dibudayakan. Saya merasa kesadaran saya malah menurun. Jadilah saya tidak terlalu termotivasi bekerja di kantor tersebut.

Kini saya terbiasa bangun pagi dan bersemangat dalam bekerja. Saya sudah membahas strategi untuk bangun pagi di artikel sebelumnya.

Tapi disini saya akan memberikan alasan mengapa level motivasi saya meningkat sehingga untuk bangun pagi tidak sesulit dahulu. Dahulu, ketika jam weker berbunyi, otak saya masih setengah sadar.

Kadang menjadi berlanjut tidur lagi alias hilang kesadaran. Namun sekarang, saya bangun pagi bahkan seringkali sebelum jam weker berbunyi. Kesadaran otak saya meningkat cepat dari keadaan setengah tidur sampai keadaan terbangun penuh dan tidak mengantuk lagi.

Level motivasi saya untuk bangun pagi dan bekerja bisa sampai 5,5 🙂

Mengapa bisa setinggi itu?

Karena saya sangat termotivasi bekerja dan pekerjaan saya yang memberikan perasaan yang selaras dengan tujuan sejati hidup saya.

Meski jam kantor saya dimulai pukul 7.30 pagi, saya sudah mulai bekerja sejak jam 5 dini hari.

Saya senang mengerjakan tulisan saya yang memotivasi, saya membaca tulisan-tulisan yang inspiratif dan tulisan yang bisa menjadi sebagai referensi saya untuk menulis, lalu bermeditasi, berolahraga, serta bermain dengan anak saya yang juga sudah terjaga.

Saya sangat bersemangat untuk berbagi ilmu yang membuat kita bisa maju, tumbuh, dan berkembang bersama-sama.

Level motivasi saya menjadi otomatis tinggi begitu saya ingat bahwa pekerjaan yang akan saya lakukan memberikan keselarasan kepada tujuan sejati saya.

Dan level motivasi saya terus bertahan tinggi karena saya tahu setiap saya mengerjakan sasaran-sasaran saya yang sekarang, semakin mendekatkan saya kepada gambaran besar hidup ideal yang saya impikan.

Jadi, level motivasi kita juga bergantung pada keselarasan antara apa yang ingin kita kerjakan dengan tujuan apa yang ingin kita capai dalam hidup kita ini. Kejelasan itu perlu, dan tujuan sejati ini harus terus diingatkan di dalam hati.

Cara untuk meningkatkan level motivasi kerja kita adalah dengan menyelaraskan dan terus mengingatkan selalu pekerjaan tersebut dengan tujuan kita yang sejati.

Tujuan sejati nilainya melebihi materi.

Tujuan sejati adalah arti keberadaan kita di bumi. Temukanlah tujuan sejati yang paling menginspirasi. Itulah motivasi sejati…

Motivasi Kerja Karyawan dan Tipe Motivator

Kebanyakan motivator top di Indonesia mengukur kesuksesan dari nilai uang atau kekayaan. Hal ini tidaklah salah, namun jadinya mereka berfokus pada strategi-strategi untuk meningkatkan penghasilan.

Tentunya penghasilan yang diharapkan berasal dari kegiatan bisnis dan investasi agar lebih memaksimalkan pendapatan.

Pada umumnya, ilmu motivasi memang mendorong kita agar sukses dalam berusaha secara maksimal. Kalau karyawan membutuhkan motivasi kerja yang optimal, tapi untuk usaha seseorang bisa maksimal dia harus menjadi pebisnis atau investor.

Untuk bisa berhasil dalam bisnis dan investasi, seseorang harus belajar banyak dan berani gagal.

Inilah yang banyak diajarkan oleh para pakar motivasi di Indonesia. Berani mencoba berbisnis dan belajar berinvestasi dengan beragam ilmu yang tidak sederhana. Berwirausaha dan mengubah mindset untuk menjadi investor atau pengusaha.

Sayangnya, tips-tips motivasi sang motivator tipe ini kurang cocok diterapkan untuk meningkatkan kinerja karyawan di sebuah perusahaan.

Jika karyawan perusahaan diberikan materi motivasi yang mengukur kesuksesan dari uang, maka mereka bisa jadi malah ingin berhenti bekerja dan keluar untuk berusaha atau berinvestasi sendiri.

Hal ini bukan berarti para karyawan tidak bisa berbisnis atau berinvestasi disamping tetap bekerja di perusahaannya yang sekarang. Saya akan membahas beberapa tips berinvestasi yang aman, mudah, dan menguntungkan bagi karyawan di tulisan yang selanjutnya.

Nah, motivator yang sesuai untuk meningkatkan kinerja para karyawan di sebuah perusahaan memiliki strategi motivasi yang berbeda. Motivator untuk karyawan akan lebih menekankan tentang kepuasan kerja dan produktivitas karyawan.

Inilah motivator tipe kedua: motivator kantor.

Ukuran kesuksesan yang digunakan motivator tipe kedua ini adalah pencapaian target pekerjaan karyawan, efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan, serta peningkatan motivasi, produktivitas, dan kepuasan karyawan.

Pada akhirnya, keberhasilan yang didapat adalah naiknya profit perusahaan dan turunnya tingkat kepindahan atau karyawan yang berhenti/resign. Namun, ilmu memotivasi karyawan lebih rumit daripada ilmu motivasi yang umum.

Motivasi kepada karyawan menjadi rumit karena sang motivator mesti bisa membangkitkan semangat bekerja tapi tidak terlalu bersemangat untuk mau berusaha sendiri. Motivator kantor harus mampu membuat perubahan dengan perbaikan pikiran karyawan agar lebih produktif, efektif, dan inovatif tapi tidak berubah menjadi mindset pengusaha atau investor.

Motivator tipe kedua ini juga diwajibkan memiliki wawasan sebagai konsultan manajemen yang mengerti ilmu manajemen, budaya perusahaan dan dinamika sosial kantor, serta psikologi korporasi.

Dan akhirnya; motivasi untuk karyawan membutuhkan motivator yang juga berpengalaman menjadi karyawan dalam jangka waktu yang lama agar bisa memahami dengan empatik bagaimana jiwa & jalan pikiran karyawan.

Tipe yang ketiga adalah motivator spesialis. Motivator ini mengkhususkan diri untuk berbagi tips-tips motivasi yang dikhususkan untuk bagian-bagian pekerjaan tertentu.

Contohnya seperti sales trainer, marketing consultant, service-oriented coach, atau bagian spesifik lainnya.

Motivator tipe ini mengajarkan beragam tips-tips motivasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian perusahaan dan kegiatan. Tehnik-tehnik untuk bagian penjualan, customer service, pelatihan pengawasan supervisor, manajemen gudang, kelas kepemimpinan, dll.

Strategi yang digunakan diukur dengan kebaruan dan kedalaman dari taktik yang dipaparkan oleh sang motivator jenis ini.

Sebenarnya, saya bisa memecah lagi menjadi beberapa tipe dari motivator ini. Namun, intinya adalah: kita bisa membagi kedua sisi keilmuan motivasi. Motivasi untuk berwirausaha dan motivasi kerja karyawan.

Keduanya tidak bisa digabungkan walau terdapat beberapa trik yang serupa. Cara mencapai tujuan misalnya. Tapi bedanya, motivasi untuk karyawan ditujukan untuk mencapai atau melebihi target yang telah ditentukan perusahaan.

Jangan sampai karyawan malah menetapkan tujuan sendirian dan keluar dari pekerjaannya.

Maka, jika suatu perusahaan menginginkan kelas/training motivasi untuk karyawannya, perusahaan tersebut harus mencari motivator berdasarkan kebutuhannya: untuk meningkatkan kinerja karyawan bukan membuatnya karyawannya berinisiatif dan bersemangat untuk berbisnis sendiri!

Motivasi ‘Just Do It’ – The 1st Step (Zeigarnik Effect)

Pertanyaan: bagaimana caranya agar termotivasi untuk bertindak?

Jawaban: yaa.. Bertindak saja!

Banyak orang menunggu termotivasi dulu baru bertindak. Namun, sesungguhnya dengan bertindak, dengan melakukan langkah pertama kita bisa lebih termotivasi untuk terus melakukan langkah kedua, ketiga, dan seterusnya.

Dengan syarat; tujuan yang ingin dicapai cukup menarik dan menantang untuk diraih.

Seorang psikolog dari Rusia bernama Bluma Wulfovna Zeigarnik menemukan efek dari ingatan jangka pendek dalam proses penyelesaian tindakan.

Secara ringkasnya, ‘Zeigarnik Effect’ bisa diartikan dengan; ketika seseorang sudah mulai melakukan sesuatu, ia akan cenderung terpikir untuk menyelesaikannya.

Zeigarnik Effect menerangkan mengapa pikiran akan merasa tidak nyaman dan selalu ingat untuk menyelesaikan rangkaian tindakan yang belum selesai.

Hal ini diperkuat penelitian oleh Graist-Bousquet & Schiffman (1992) dan beberapa riset oleh para peneliti lainnya.

Hal ini bisa kita manfaatkan jika kita ingin memotivasi diri atau orang lain yang memiliki keengganan untuk memulai suatu pekerjaan/tugas. Banyak alasan untuk perasaan enggan; bisa memang hanya cenderung ingin menunda, kemalasan, ketakutan, atau perfeksionisme, dll.

Zeigarnik Effect memberikan solusi akan kurangnya motivasi dengan beraksi. Memulai satu langkah mudah dan memanfaatkan perasaan penasaran manusiawi untuk termotivasi menyelesaikan tugas yang dikerjakan.

Jadi, kita bisa mendorong motivasi seseorang dengan memanfaatkan momentum pergerakan dari langkah pertama.

Contohnya: saya lebih termotivasi untuk menulis dan menyelesaikan tulisan ini setelah saya mulai mengerjakan satu paragraf pertama.

Tadinya, saya hanya berkutat pada judul dan terus menunda-nunda menyelesaikan draft tulisan ini. Kita bisa sebut ini sebagai langkah pertama.

Segala pencapaian tujuan bisa dibuatkan langkah pertamanya. Seperti kata Lao Tze: perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah pertama. Kita bisa membuat langkah pertama ini sebagai satu paragraf awal, satu menit pertama, setengah jam pertama, satu hal yang bisa dilakukan sekarang juga.

Misalnya seorang murid ingin mengerjakan PR dari sekolahnya, dia bisa memulai dengan menjawab satu pertanyaan pertama saja dan tunggu momentum motivasi untuk menyelesaikan tugas sekolahnya itu.

Kita tak perlu membayangkan hasil akhir pencapaian kita saat tujuan yang diinginkan sudah diselesaikan. Kita cukup memikirkan satu proses ke depan, mencoba menyelesaikan cukup satu langkah pertama saja.

Seluruh energi kita fokuskan untuk mengalahkan keengganan dan mengerjakan satu hal yang bisa dikerjaan sekarang juga.

Kita juga bisa memanfaatkan trik yang serupa untuk menyemangati diri atau orang lain yang sedang rendah kadar motivasinya.

Ketika merasa malas mengerjakan satu tugas besar. Saat tujuan terasa terlalu tinggi, kita bisa mencoba mengerjakan (dan menyelesaikan) satu tugas kecil dengan tujuan yang mudah tercapai.

Seseorang yang sedang kurang termotivasi untuk menyelesaikan proyek besarnya dan sudah berhari-hari tidak mengerjakan apa-apa, bisa mencoba menyelesaikan hal lain yang lebih sederhana.

Membersihkan ruangan kerjanya, contohnya. Atau membereskan berkas-berkas di meja dan komputernya. Tapi trik ini tidak bisa disebut sebagai Zeigarnik Effect lagi 😉

Intinya adalah: yang membedakan antara kegagalan dan kesuksesan adalah aksi. Dan bisa jadi aksi yang dibutuhkan adalah mulai dengan satu langkah pertama. Tidak perlu berpikir lama-lama dan terlalu jauh.

Tidak perlu menunggu kobaran motivasi timbul di dalam diri. Just do it!