Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: eksekusi & produktivitas

5 Kesalahan Sales yang Mengurangi Produktivitas Penjualan

Peningkatan penjualan didapatkan dari pembelajaran dan perbaikan yang dilakukan oleh sang penjual secara konsisten. -Reza Wahyu

Beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan tanpa disadari bisa mengurangi produktivitas sales adalah sebagai berikut:

1) Menjadi Brosur Berjalan
Sales tidak bersemangat membantu dan tidak melayani pelanggan dengan empati serta penuh perhatian. Sales hanya menyediakan informasi akan fitur-fitur produk tanpa menggali kebutuhan dan keinginan prospek. Sales hanya mengumbar fitur-fitur yang ada tanpa menawarkan beragam manfaat yang jelas atau sebagai solusi yang tepat dalam persepsi pelanggan. Sales lebih banyak berbicara, berpromosi, daripada mendengarkan sang calon pembeli.

2) Manipulatif dan Munafik
Sales berusaha mempengaruhi prospek secara berlebihan dengan sok akrab tanpa membangun kepercayaan terlebih dahulu dan memaksakan keakraban sehingga interaksi terasa tidak alami. Sales berkomunikasi lewat iming-iming yang terlalu muluk atau ancaman yang memanfaatkan ketakutan sang calon pembeli. Sales menutup-nutupi sebagian informasi tentang kekurangan produk atau resiko yang mungkin dihadapi oleh pelanggan.

Baca entri selengkapnya »

Motivator Karyawan: 7 Kunci Motivasi Intrinsik

Banyak motivator tidak berhasil memotivasi para karyawan untuk terus semangat bekerja dalam jangka panjang. -Reza Wahyu

Biasanya, setelah beberapa saat efek dari sesi motivasi yang diberikan menurun. Lalu, apakah tugas sang motivator karyawan ini berada di tangan atasan atau para manajernya yang setiap hari berinteraksi?

Mungkin saja, tapi yang jelas untuk bisa memotivasi seluruh karyawan agar bekerja dengan semangat secara terus-menerus membutuhkan lebih dari sekedar pengawasan, imbalan/reward, dan sanksi/punishment dari sang pimpinan.

Motivasi dari luar diri atau eksternal hanya bersifat sementara dan dalam jangka panjang, menurun efektivitasnya. Motivasi yang sejati berasal dari dalam diri. Motivasi intrinsik. (Tapi karyawan tetap membutuhkan motivasi eksternal seperti gaji untuk memenuhi pemuasan kebutuhannya).

Bagaimanapun, motivasi eksternal perlu diperkuat dengan motivasi intrinsik agar motivasi eksternal diinternalisasikan dalam suatu proses yang disebut..

Baca entri selengkapnya »

Motivasi Bekerja Keras dengan Ikhlas

Mereka yang tidak pernah bekerja keras melebihi bayarannya, tidak akan pernah mendapatkan bayaran melebihi dari yang mereka kerjakan. -Elbert Hubbart

Banyak manajemen di dalam perusahaan yang menentukan target individu karyawannya berdasarkan angka-angka dan kriteria yang terukur. Dan yang lebih detail lagi, dengan menggunakan metode SMART.

SMART berarti tujuannya tersebut spesifik dan terukur (Specific and Measurable), dapat diraih/realistis (Attainable), relevan dan berjangka waktu (Relevant and Timely).

Tujuan yang dirumuskan dalam metode SMART sebagai sasaran-sasaran yang terukur secara otomatis akan lebih memotivasi daripada target yang tidak jelas. Tapi masalahnya, bagaimana memotivasi karyawan agar mengejar kemajuan dalam meraih pencapaian target-traget SMART ini?

Baca entri selengkapnya »

Prinsip Olimpiade untuk Motivasi Karyawan

Kompetisi melatih pengendalian diri. Mengajarkan tentang kekalahan dan kemenangan, tidak hanya dalam dunia olah raga namun juga tergambar dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus memahami bahwa kita bisa saja kalah di suatu hari dan bisa menang di hari selanjutnya. Selalu dengan senyuman yang sama di wajah kita. -Jean Claude Killy (Juara Olimpiade)

Pierre de Coubertin adalah pendiri Komite Olimpiade Internasional dan dijuluki sebagai bapak Olimpiade modern. Olimpiade adalah tradisi dari jaman Yunani kuno dimana para atlit yang terhebat, terkuat, dan tercepat berkompetisi.

Coubertin meneruskan tradisi suci yang bertujuan menciptakan kedamaian ini menjadi kompetisi yang menjunjung tinggi idealisme dalam sportivitas. Yang diungkapkan oleh Coubertin sebagai berikut;

L’important dans la vie ce n’est point le triomphe, mais le combat, l’essentiel ce n’est pas d’avoir vaincu mais de s’etre bien battu.

Artinya: yang paling penting dalam hidup bukan perayaan tapi perjuangannya, hal yang terutama bukanlah kemenangan namun berjuang dengan upaya yang baik.

Kini, namanya diabadikan menjadi sebuah medali yang diberikan untuk para atlit yang menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi di perlombaan Olimpiade. Medali ini sangatlah dihargai, bahkan dinilai lebih tinggi dari medali emas.

Dalam piagam Olimpiade, filosofi Coubertin ini dijabarkan sebagai usaha meningkatkan serta menyeimbangkan kualitas badan, tekad, dan pikiran untuk menciptakan kebahagiaan dalam perjuangan dengan memberikan teladan, saling menghormati secara etis sesuai prinsip-prinsip yang sejati.

Prinsip-prinsip dasar yang bisa kita petik dari Olimpiade ini adalah: mengejar keunggulan, bermain adil (fair play), kesenangan dalam berusaha, menghormati orang lain, dan harmonisasi tubuh dengan pikiran.

Kesemua prinsip ini bisa kita terapkan ke dalam dunia kerja. Organisasi yang mengharapkan keunggulan dalam bersaing dapat menjadikan prinsip-prinsip dalam Olimpiade agar tetap berusaha di jalur yang harmonis, yang tidak merugikan orang lain, lingkungan, dan diri sendiri.

Baca entri selengkapnya »

Memotivasi Karyawan Kunci agar Tidak Pindah Kerja

Steve Jobs sangat baik kepada saya, dia jadikan saya seorang karyawan dan itu adalah salah satu kehormatan terbesar di dalam hidup saya. -Steve Wozniak

Di jaman sekarang, bajak-membajak karyawan menjadi hal yang biasa. Dan jika karyawan yang dibajak atau pindah itu adalah salah satu karyawan kunci, maka perusahaan bisa terancam produktivitasnya.

Karyawan kunci adalah karyawan penting bagi perusahaan, ia merupakan karyawan yang berharga karena kompetensinya sangat berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Keahliannya dibutuhkan bagi perkembangan usaha atau bisnis di tempatnya bekerja.

Kepindahan karyawan biasanya diiming-imingi dengan remunerasi yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi, dan bonus yang lebih besar. Bisa juga karena jenis dan tempat kerjanya sesuai dengan yang diinginkan karyawan.

Karyawan mau pindah kerja juga karena menginginkan kesempatan yang lebih baik atau menghindari tekanan yang negatif. Sebagai contoh, ada konflik dengan rekan kerja, konfrontasi dengan atasan, atau pekerjaan yang terlalu membebani fisik dan psikis pekerja atau malah kurang menantang, jenuh, sampai membosankan.

Perusahaan yang ingin unggul dalam persaingan bukan hanya menuntut kinerja yang baik dari para karyawannya namun juga loyalitas atau kesetiaan. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan manajemen untuk meningkatkan loyalitas.

Baca entri selengkapnya »