Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: eksekusi & produktivitas

Motivasi Karyawan: Pendekatan Tradisional dan Modern

Pendekatan tradisional untuk motivasi karyawan dimulai dengan asumsi bahwa karyawan bersifat pasif-reaktif. Karyawan dianggap tidak memiliki keinginan untuk berinisiatif dan perlu pegarahan dalam pekerjaan mereka. Maka dari itu, perusahaan menggunakan insentif dan ancaman untuk memotivasi karyawannya.

Dan dalam pendekatan tradisional ini, antara perencanaan kerja dan eksekusi pekerjaannya terdapat batas yang tegas. Para eksekutif atau karyawan di level manajemen adalah para perencananya. Sedangkan para karyawan yang berada di bawah manajemen adalah pelaksana. Mereka mencapai tujuan manajerial dengan cara yang sudah direncanakan terlebih dahulu.

Hal inilah yang memudarkan perasaan bertanggung jawab karyawan sehingga menurunkan tingkat produktivitas. Perasaan bertanggung jawab ini menentukan determinasi diri karyawan dalam melakukan pekerjaannya.

Dengan kata lain, semangat kerja atau motivasi diperkuat oleh perasaan bertanggung jawab, serta rasa kepemilikan karyawan terhadap pekerjaannya. Dan determinasi diri dengan rasa kepemilikan saling terkait, biasa disebut dengan istilah keterlibatan karyawan, atau: employee engagement.

Banyak penelitian dari dampak pendekatan tradisional ini menunjukkan bahwa karyawan merasa dikendalikan, kehilangan keterlibatan yang mendalam pada pekerjaannya. Akibatnya, karyawan merasa kurang puas dan stres.

Perusahaan dapat memotivasi kinerja karyawan menggunakan pendekatan tradisional ini, tetapi produktivitas menjadi rendah tanpa adanya perasaan keterlibatan. Insentif, penghargaan, ancaman, dan pengawasan yang ketat kurang memadai bagi karyawan untuk merasakan employee engagement dan bekerja secara proaktif.

Teori employee engagement ini menjadi teori motivasi karyawan dengan pendekatan yang modern yang banyak digunakan di beberapa perusahaan maju dan yang sedang berkembang. Teori ini berfokus pada determinasi diri, emosi kepribadian, dan psikologi perilaku karyawan.

Pada intinya ada tiga kebutuhan psikologis karyawan: otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan orang lain. Jadi dengan menggunakan tiga kebutuhan psikologis karyawan, perusahaan bisa memotivasi karyawan dengan mendorong inisiatif  dan determinasi diri dalam pekerjaannya.

Pendekatan modern ini bukan berarti membuang metode  yang ada di dalam pendekatan tradisional. Perusahaan harus memenuhi kebutuhan finansial yang cukup yang sesuai sebagai imbalan kerja, infrastruktur berupa saran dan fasilitas yang mendukung pekerjaan, serta peraturan yang jelas bagi para karyawannya. Perusahaan juga tetap menetapkan tujuan, tenggat waktu, kebijakan, dan prosedur kerja yang standar.

Namun komunikasi kepada karyawan harus menggunakan cara-cara yang mendukung rasa determinasi diri dan employee engagement demi produktivitas yang tinggi. Selain itu, karyawan juga mesti dilibatkan dalam pencarian ide dan diberikan fleksibilitas dalam memikirkan apa yang harus dilakukan bagi karyawan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaannya.

Manajer tetap perlu mengarahkan tentang apa yang harus dikerjakan dan diraih oleh para karyawannya tapi bukan tentang bagaimana cara mengerjakannya secara kaku.

Karyawan perlu berperan secara lebih partisipatif dalam tahap perencanaan dan lebih proaktif dalam tahap eksekusi yang mengimplementasi rencana kerja manajemen pada perusahaannya.

Dengan begini, perusahaan bisa mendapatkan keunggulan lebih dari beragam perspektif yang disumbangkan oleh para karyawannya serta dapat mengeksplorasi nilai-nilai yang dianut oleh para karyawannya. Hubungan industrial akan terjalin secara lebih mendalamdengan mengakui nilai-nilai serta menciptakan suatu budaya yang menghargai inisiatif dan determinasi diri.

Manajemen perlu meminimalisir tekanan dan kendali yang mengekang karyawan secara ketat. Karyawan membutuhkan otonomi terhadap pekerjaannya sehingga bisa meningkatkan rasa kepemilikan yang pada akhirnya akan menaikkan tingkat produktivitas kerjanya.

Selain kebutuhan otonomi karyawan, perusahaan harus memperhatikan kebutuhan kompetensi dan keterkaitan karyawan dengan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi karyawan dalam mencapai tujuannya dan membantu peningkatan kompetensi karyawan dengan pelatihan atau pendidikan.

Perusahaan juga perlu mendukung kebutuhan akan keterkaitan dengan mendorong koneksi interpersonal yang positif antar karyawan. Perusahaan bersama jajaran manajernya bisa secara rutin menyiapkan kesempatan yang mendukung kebersamaan dan hubungan yang dekat di antara para karyawannya.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa saat karyawan merasa didukung untuk memenuhi kebutuhan psikologinya, karyawan jadi lebih produktif, lebih semangat dan kecemasannya berkurang, lebih optimis dan bersemangat, dsb. Kesehatan psikologis, fisik, dan sosial karyawan juga menjadi lebih baik dan terjaga.

Perusahaan yang mendukung otonomi karyawan, membantu peningkatan kompetensi kerja, dan membina koneksi yang erat, akan memiliki karyawan yang loyal, rajin, dan termotivasi tinggi. Karyawan akan memandang perusahaan tempatnya bekerja sebagai satu bagian penting dari kehidupannya.

Sudah banyak riset yang menguji dan membuktikan konsep-konsep motivasi dengan pendekatan modern ini. Edward L. Deci dan Richard M. Ryan adalah beberapa peneliti yang menemukan bahwa; jika perusahaan mendukung dalam memenuhi kebutuhan dasar dan psikologis para karyawannya, maka kinerja akan semakin meningkat. Mereka menyebut konsep ini dengan istilah teori determinasi diri.

Teori determinasi diri ini memberikan dampak positif pada produktivitas perusahaan dengan cara meningkatkan rasa kepuasan kerja dan kesejahteraan karyawan, serta menurunkan kecemasan dan keluhan fisik. Perusahaan yang memenuhi kebutuhan psikologis para karyawannya ini terbukti dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri dan keterlibatan dalam pekerjaan.

Karyawan yang merasa puas dan terlibat; melaporkan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih rendah sehingga karyawan tersebut bisa berkonstribusi dengan motivasi yang maksimal. Dan perusahaan akan diuntungkan dengan produktivitas berkinerja tinggi dari para karyawannya yang terpuaskan ini.

Ini adalah keuntungan bersama; a win-win solution.

Baca juga:
Tehnik Motivasi Intrinsik: Teori Drive, Daniel Pink dan Edward Deci
Beberapa Ide Motivasi Karyawan
Cara Memotivasi Karyawan
Cara Memberi Motivasi Pegawai

2 Faktor Motivasi

Frederick Herzberg adalah salah satu psikologis yang paling berpengaruh dalam manajemen bisnis. Dia merupakan profesor di bidang manajemen dan penulis buku teori motivasi serta artikel bisnis di Harvard Business Review. Teorinya telah digunakan di beragam perusahaan di banyak negara.

Teori motivasinya secara garis besar menyatakan ada 2 jenis faktor di dalam pekerjaan demi kepuasan kinerja. Jenis faktor-faktor yang meningkatkan motivasi berbeda dengan faktor-faktor yang menurunkan motivasi.

Motivator dan demotivator bukanlah kebalikan dari satu dan lainnya, namun merupakan jenis faktor yang berbeda-beda yang saling melengkapi.

Sebagai contohnya; seorang karyawan bisa merasa tidak puas dengan gajinya. Karyawan tersebut terdemotivasi karena upahnya yang dirasa kurang. Masalah bayarannya ini menurunkan tingkat motivasinya sehingga kontribusinya terhadap produktivitas perusahaannya menjadi rendah.

Lalu, jika masalah upah ini diatasi tidak serta merta karyawan tersebut puas dan menjadi termotivasi tinggi. Walaupun karyawan tersebut sudah merasa cukup dengan gajinya, belum tentu semangat kerjanya meningkat.

Ada seperangkat faktor lainnya yang mempengaruhi peningkatan kinerja yang berbeda dari faktor-faktor yang mendemotivasi.

Dalam teori Herzberg; ada 2 faktor dalam mempengaruhi tingkat motivasi pekerja. Ini disebut Faktor-Faktor Motivator dan Faktor-Faktor Higinitas atau Demotivator.

Seperti pada contoh yang di atas, faktor-faktor yang bisa menurunkan motivasi adalah: bayaran atau gaji/upah finansial beserta bonus dan tunjangan lainnya. Yang lain adalah: peraturan perusahaan dan kebijakan administrasi, kondisi lingkungan kerja, hubungan dengan sesama pegawai, supervisi atau interaksi dengan atasan.

Faktor-faktor yang menurunkan motivasi pada contoh di atas harus diperhatikan oleh perusahaan. Kesemua faktor di atas perlu dikelola agar para karyawan tidak terdemotivasi. Dan selanjutnya; untuk meningkatkan motivasi karyawan, perusahaan perlu mengelola faktor-faktor lainnya yang berbeda. Ini disebut faktor-faktor yang memotivasi.

Berikut adalah contoh faktor-faktor yang dapat membawa kepuasan kerja dan meningkatkan motivasi karyawan agar lebih produktif.

Faktor-faktor motivator itu adalah:
– Pencapaian Prestasi/Target
– Penghargaan dan Pengakuan
– Pengembangan Diri dan Karir
– Wewenang dan Tanggung Jawab
– Karakteristik pekerjaan dan Promosi

Herzberg menyimpulkan bahwa lawan dari kepuasan kerja bukanlah ketidakpuasan tapi ketiadaan kepuasan. Begitu juga lawan dari ketidakpuasan kerja bukanlah kepuasan namun tanpa ketidakpuasan.

Sehingga, perbaikan dalam faktor-faktor eksternal yang bisa mendemotivasi karyawan tidak serta-merta membuat karyawan langsung termotivasi. Perusahaan perlu memperbaiki juga kualitas faktor-faktor internal yang memotivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.

Menurut Herzberg, suatu pekerjaan perlu memberi tantangan yang cukup bagi potensi kemampuan karyawan untk digunakan secara maksimal. Karyawan yang berkeahlian tinggi perlu juga diberikan wewenang dan tanggung jawab yang tinggi pula. Jika seorang pekerja merasa potensi dirinya tidak terpakai secara optimal di dalam perusahaan, maka dia tidak akan menjadi terlalu produktif bagi perusahaan.

Teori ini telah teruji dan terbukti pada banyak perusahaan. Teori ini juga didukung oleh penelitian dan survei yang dilakukan oleh banyak lembaga riset pegawai lainnya. Pendekatan konsep motivasi oleh Herzberg ini mengaitkan keahlian dan motivasi kepada kinerja pegawai.

Rumusnya menjadi, kinerja sama dengan utilisasi keahlian pekerja beserta tingkat motivasinya. Atau: Produktivitas = Kemampuan Pegawai x Tingkat Kepuasan Kerja. Namun, untuk memperhitungkan kontribusi seorang pegawai tidak sesederhana itu. Terdapat beberapa faktor kunci dalam tehnik motivasi yang mesti dikelola oleh perusahaan.

Silahkan baca juga:
faktor kunci motivasi karyawan
Teori Motivasi dari Hati
Kepemimpinan yang Memotivasi

Tips Bekerja dengan Semangat Pikiran Positif

Menurut survei pada tahun 2011 oleh CareerBuilding: 1 dari 4 perusahaan mengalami penurunan produktivitas karena hampir setengah karyawannya (45 persen) mengalami burn-out. Burn-out adalah kondisi dimana kelelahan terjadi bukan hanya secara fisik namun juga psikis. Pikiran pekerja mengalami stres dan karyawan merasa energinya terperas habis.

Dalam survei ini juga disebutkan sebanyak 77 persen karyawan pada seluruh perusahaan yang terdata menjadi kurang produktif akibat burn-out ini. Level motivasi dan kreativitasnya menurun drastis. Mengurangi nilai bisnis perusahaan. Dan pada akhirnya merugikan karyawan itu sendiri; kesehatan karyawan menjadi terganggu.

Kondisi burn-out ini sendiri disebabkan oleh manajemen waktu yang kurang efisien, penambahan jam kerja dan load pekerjaan yang meningkat, serta stres yang tidak bisa dikelola dengan baik.

Solusi yang terbaik untuk mengatasi burn-out ini adalah dengan menetapkan prioritas dan mengatur kesibukan yang produktif. Lalu mendelegasikan tugas dan bekerja sama dengan atasan-rekan-bawahan secara efektif. Kemudian redakan stres yang melanda.

Pikiran stres yang penuh kecemasan akan mengaktifkan amygdala, bagian otak tengah yang memproses respons emosional dan akan menghabiskan energi psikis. Sehingga neo-cortex, bagian otak depan yang memproses kreativitas dan pemecahan masalah menjadi kurang aktif. Hal inilah yang menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

Bekerja dengan semangat pikiran yang positif haruslah dikultivasi. Berikut beberapa tips sederhana agar pikiran selalu penuh dengan energi positif dan termotivasi untuk bekerja secara optimal:

1. Selalu bersyukur. Biasakan diri dengan mensyukuri minimal 5 hal yang bisa disyukuri pada hari itu. Bisa dilakukan sebelum tidur atau menuliskannya pada sebuah notes khusus. Tuliskan jurnal mingguan semua perasaan positif, pencapaian prestasi, dan kebaikan-kebaikan yang diterima selama seminggu.

2. Ambil waktu istirahat setiap ada jeda dalam pekerjaan. Re-charge diri dengan meminta cuti untuk berlibur. Rutinlah berolahraga beberapa kali dalam seminggu. Ketika bekerja, jangan lupa minum air putih yang banyak serta bernafas secara mendalam selama 5 menit setiap jam. Pelajari meditasi untuk relaksasi jika perlu. Jangan memforsir diri untuk terus bekerja non-stop berjam-jam lamanya.

3. Bangun lebih pagi dan buat daftar prioritas. Fokuskan pada tugas-tugas terpenting yang harus dikerjakan pada hari itu. Siapkan segala dokumen dan perangkat pendukung yang akan digunakan. Jangan tunda komunikasi yang diperlukan dalam rencana pekerjaan yang akan dilakukan. Persiapan yang matang akan menghindarkan diri dari stres yang tak perlu akibat kepanikan, ketergesaan, dan stres karena kelupaan.

4. Tuliskan perasaan dan makna pekerjaan pada sebuah catatan atau bicarakan permasalahan yang dikhawatirkan kepada teman bahkan psikolog. Sisihkan waktu untuk bersosialiasi, bersenang-senang dengan keluarga dan sahabat, serta bermain-main dengan hobi. Ekspresikan kreativitas yang melatih keahlian berinovasi nantinya. Baca buku dan tonton film yang lucu. Manfaatkan humor secara bijak dalam bersosialisasi, sesuaikan dengan karakter komunitasnya.

5. Latih pikiran agar selalu optimis namun tetap realistis, memiliki paradigma yang ingin maju serta berkembang, dan melihat segala sesuatu dari perspektif yang positif. Hentikan pikiran negatif yang muncul. Melatih mindset ini perlu waktu dan kedisiplinan. Sama seperti ketika seseorang ingin mengembangkan kekuatan ototnya, kekuatan pikiran positif perlu disiplin. Cara untuk disiplin adalah dengan memaksakan diri kepada suatu tindakan baru hingga menjadikannya kebiasaan sesuai dengan penelitian ilmiah tentang otak. Neuroscience telah membuktikan bahwa otak bisa berkembang seiring lamanya praktek/jam terbang suatu tindakan, hal ini disebut dengan neuroplasticity: fleksibilitas jaringan serabut saraf di otak.

Penelitian tentang persepsi dan mindset ini membuktikan bahwa; pikiran yang positif penuh semangat akan meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kinerja karyawan secara keseluruhan. Dan pada akhirnya akan memberikan kepuasan dalam kehidupan pada umumnya. Kebahagiaan.

5 Taktik Motivasi Diri dalam Bekerja

Dalam tulisan kali ini saya akan membagikan lima taktik sederhana untuk memotivasi diri agar lebih bersemangat dalam bekerja. Terkadang kita merasa malas dan kurang bersemangat dalam melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita di dalam perusahaan. Berikut taktiknya:

  1. Sibukkan diri; kerjakan sesuatu yang mudah sekarang juga, sibukkan diri jangan biarkan diri menganggur tidak mengerjakan apa-apa. Jika sibuk, pikiran kita tidak akan terlalu berpikir banyak dan menghabiskan energi sehingga energi tersebut bisa digunakan untuk bekerja. Jangan terlalu memikirkan target dahulu, fokuskan diri untuk bekerja semaksimal yang kita mampu. Namun kita harus tetap ingat agar kesibukan kita tidak menjadi sesuatu yang tidak produktif seperti yang saya pernah tuliskan disini.
  2. Kuatkan efek Zeigarnik seperti yang pernah saya tulis disini. Lakukan satu langkah sederhana meski itu hanya lima manit saja. Dengan berinisiatif kita akan memiliki momentum untuk terus melanjutkan pekerjaan kita. Jika kita diam saja dan terlalu lama berpikir, kemalasan akan semakin menjadi-jadi dan sulit untuk dilawan.
  3. Dorong motivasi diri kita dengan alasan yang baik atau positif yang mendorong kita untuk terus bekerja. Bisa berupa reward yang mau kita terima atau kemajuan karir yang diinginkan. Selalu semangati diri akan apa yang mendorong kita untuk bekerja, bisa berupa pencapaian prestasi, bonus serta pengakuan dari atasan, gaji bulanan, mobil impian dan seterusnya.
  4. Motivasi dengan mengingat hal-hal negatif yang ingin dihindari. Motivasi jenis ini yang biasanya dimiliki oleh para karyawan, motivasi menghindar. Kebalikan dari taktik ketiga yang merupakan motivasi pengejar, motivasi jenis ini lebih kuat jika kita diingatkan akan hal-hal yang buruk seperti punishment, kemarahan atasan, ketakutan akan kemiskinan dan ketidakmampuan diri untuk menafkahi keluarga, dan seterusnya.
  5. Melawan pengaruh-pengaruh yang tak disadari dengan afirmasi. Saya sudah pernah menuliskan cara menggunakan tehnik afirmasi dengan baik disini. Bisa jadi, tugas yang harus dikerjakan terasa seperti keterpaksaan sehingga alam bawah sadar kita menentang dan melawan. Hal ini akan membuat diri kita menunda-nunda pekerjaan secara tidak sadar. Salah satu solusinya adalah memasuki alam bawah sadar dan memberikan sugesti untuk bekerja. Pengaruh yang tidak disadari secara langsung ini juga bisa berupa pengaruh dari lingkungan kerja. Contoh pengaruh dari lingkungan ini seperti pekerjaan yang membosankan (sudah pernah saya tuliskan disini), atau atasan yang mendemotivasi, bisa juga rekan kerja yang suka berpikir, berbicara, dan bertindak negatif seperti menghina, mengeluh atau memprovokasi secara merugikan sehingga merusak mood serta semangat kita dalam bekerja.

Sekian dahulu tips sederhana yang bisa saya bagikan kali ini. Selanjutnya akan saya sambung lagi beberapa taktik meningkatkan motivasi dalam bekerja yang telah teruji dan terbukti. Salam Semangat!!!

Tips Motivasi agar Semangat dalam Bekerja

Pada tulisan kali ini saya akan membagikan tips motivasi agar semangat dalam bekerja. Motivasi ini sangatlah penting, produktivitas akan meningkat jika kita bekerja dengan penuh semangat.

Berikut beberapa tips motivasi agar semangat dalam bekerja:

Yang pertama adalah bangun lebih pagi.

Dengan bangun lebih pagi, kita akan memiliki momentum semangat. Pikiran lebih segar dan badan juga lebih fit rasanya jika bangun lebih pagi daripada bangun kesiangan. Bangun kesiangan malah membuat lemas dan pusing, serta melemahkan semangat dalam bekerja.

Bila bangun pagi; waktu terasa lebih lama, kita menjadi lebih termotivasi dan sempat mengerjakan beberapa hal tanpa tergesa-gesa. Berbeda jika kita bangunnya kesiangan: waktu terasa mepet, terburu-buru jadinya, dan membawa stres pada akhirnya. Kita bisa memulai hari lebih dini, sempat sarapan dan bermeditasi/kontemplasi; agar proaktif dalam mengawali pekerjaan kita.

Baca tulisan saya sebelumnya tentang cara bangun pagi disini dan disini. Baca juga tentang cara meredakan stres disini.

Setelah bangun pagi, jangan lupa gosok gigi dan sambil bercermin, semangati diri dengan: Afirmasi Positif.

Ingatkan diri dengan afirmasi dan kuatkan alam bawah sadar agar selalu percaya diri dalam memulai hari. Afirmasikan optimisme, keyakinan diri dengan mensyukuri pencapaian yang ditargetkan di masa depan. Afirmasi pada pagi hari akan lebih ampuh karena pikiran kritis belum terlalu sadar secara penuh.

Afirmasi yang sukses akan menguatkan determinasi diri agar selalu bersemangat dalam bekerja. Afirmasi juga akan mengarahkan pikiran agar selalu termotivasi dan berkonsentrasi penuh pada pekerjaan. Afirmasi yang berhasil akan membentuk pribadi yang optimis serta positif.

Silahkan baca tentang afirmasi disini dan tentang pikiran kritis disini.

Selanjutnya, setelah afirmasi atau bisa dikatakan sebagai berpikir dan berkata positif adalah bertindak positif. Ini adalah ketiga pilar perasaan positif.

Dengan perasaan yang positif, kita akan lebih antusias yang secara otomatis akan meletupkan harapan serta semangat dalam bekerja. Kerja kita akan lebih gigih dan tidak mudah menyerah jika kita berperasaan positif. Emosi positif akan mengobarkan motivasi semangat kerja yang positif juga.

Tiga pilar perasaan positif yang bisa membakar motivasi kerja ini bisa dibaca disini.

Lalu, kita harus ingat kembali nilai-nilai yang kita pegang. Beberapa prinsip seperti tanggung jawab dan cinta keluarga perlu ditanamkan di dalam hati sepanjang hari. Ucapkan dalam doa, tujuan kita bekerja; mencari nafkah demi kesejahteraan keluarga.

Baca kembali sasaran-sasaran yang ingin kita raih, peningkatan karir yang bisa kita dapatkan, serta angka-angka di dalam slip gaji atau upah hasil kerja kita. Catat dalam selembar kertas dan bacalah beberapa kali dalam sehari selama jam kerja kita. Ini akan menjaga level motivasi kita selama bekerja.

Boleh baca tentang meningkatkan level motivasi disini.

Selain itu, mumpung hari masih pagi buatlah daftar prioritas, tetapkan 3 sasaran besar yang ingin dicapai hari ini.

Fokuskan diri agar mengejar hal-hal yang terpenting dahulu. Jangan sampai terlanjur sibuk tapi ternyata sibuk mengerjakan hal-hal yang bukan tugas utama kita. Paksakan diri untuk berdisiplin karena kedisiplinan akan membawa semangat motivasi kerja dan menciptakan budaya kerja yang produktif.

Silahkan baca tentang cara pencapaian tujuan yang efektif disini. Serta baca tentang kesibukan yang tidak produktif disini. Dan baca tentang disiplin disini.

Di tempat kerja jadilah pribadi yang positif, dan kelilingi diri dengan pribadi-pribadi yang positif pula.

Bersihkan lingkungan kerja dari sampah yang sebenarnya dan juga omongan sampah. Jangan bergosip, ikut-ikutan mengeluh, dan segala bentuk obrolan negatif lainnya. Jangan meracuni semangat dengan kata-kata demotivasi dari rekan kerja. Kalahkan obrolan yang negatif dengan selalu bangga dengan pekerjaan kita, perusahaan kita, dan bersyukur dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Tebarkan senyuman serta kebaikan.

Kalau perlu, upayakan rasa persaingan dengan rekan kerja. Pikirkan promosi dengan memberikan hasil kerja yang optimal. Sumbangkan kontribusi yang lebih baik daripada rekan-rekan kerja yang setingkat. Tonjolkan kinerja yang tinggi agar terpantau pantas untuk diangkat menjadi atasan bagi rekan-rekan kerja yang masih setara. Tingkatkan peluang diri untuk sukses mengungguli yang lainnya.

Baca juga cara menghentikan pikiran negatif disini dan meningkatkan peluang untuk sukses disini.

Akhirnya, akhiri hari dengan evaluasi: apa yang bisa diperbaiki di hari ini. Bagaimana melakukan pekerjaan dengan lebih baik di esok hari. Tips terakhir ini harus dilakukan terus-menerus. Tingkatkan kualitas kerja meski sedikit yang penting konsisten. Jika kita meningkatkan kualitas kerja kita 1% saja setiap harinya, maka dalam setahun kita akan meraih peningkatan sebanyak 365 persen!