Tips Bekerja dengan Semangat Pikiran Positif

by @rezawismail

Menurut survei pada tahun 2011 oleh CareerBuilding: 1 dari 4 perusahaan mengalami penurunan produktivitas karena hampir setengah karyawannya (45 persen) mengalami burn-out. Burn-out adalah kondisi dimana kelelahan terjadi bukan hanya secara fisik namun juga psikis. Pikiran pekerja mengalami stres dan karyawan merasa energinya terperas habis.

Dalam survei ini juga disebutkan sebanyak 77 persen karyawan pada seluruh perusahaan yang terdata menjadi kurang produktif akibat burn-out ini. Level motivasi dan kreativitasnya menurun drastis. Mengurangi nilai bisnis perusahaan. Dan pada akhirnya merugikan karyawan itu sendiri; kesehatan karyawan menjadi terganggu.

Kondisi burn-out ini sendiri disebabkan oleh manajemen waktu yang kurang efisien, penambahan jam kerja dan load pekerjaan yang meningkat, serta stres yang tidak bisa dikelola dengan baik.

Solusi yang terbaik untuk mengatasi burn-out ini adalah dengan menetapkan prioritas dan mengatur kesibukan yang produktif. Lalu mendelegasikan tugas dan bekerja sama dengan atasan-rekan-bawahan secara efektif. Kemudian redakan stres yang melanda.

Pikiran stres yang penuh kecemasan akan mengaktifkan amygdala, bagian otak tengah yang memproses respons emosional dan akan menghabiskan energi psikis. Sehingga neo-cortex, bagian otak depan yang memproses kreativitas dan pemecahan masalah menjadi kurang aktif. Hal inilah yang menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

Bekerja dengan semangat pikiran yang positif haruslah dikultivasi. Berikut beberapa tips sederhana agar pikiran selalu penuh dengan energi positif dan termotivasi untuk bekerja secara optimal:

1. Selalu bersyukur. Biasakan diri dengan mensyukuri minimal 5 hal yang bisa disyukuri pada hari itu. Bisa dilakukan sebelum tidur atau menuliskannya pada sebuah notes khusus. Tuliskan jurnal mingguan semua perasaan positif, pencapaian prestasi, dan kebaikan-kebaikan yang diterima selama seminggu.

2. Ambil waktu istirahat setiap ada jeda dalam pekerjaan. Re-charge diri dengan meminta cuti untuk berlibur. Rutinlah berolahraga beberapa kali dalam seminggu. Ketika bekerja, jangan lupa minum air putih yang banyak serta bernafas secara mendalam selama 5 menit setiap jam. Pelajari meditasi untuk relaksasi jika perlu. Jangan memforsir diri untuk terus bekerja non-stop berjam-jam lamanya.

3. Bangun lebih pagi dan buat daftar prioritas. Fokuskan pada tugas-tugas terpenting yang harus dikerjakan pada hari itu. Siapkan segala dokumen dan perangkat pendukung yang akan digunakan. Jangan tunda komunikasi yang diperlukan dalam rencana pekerjaan yang akan dilakukan. Persiapan yang matang akan menghindarkan diri dari stres yang tak perlu akibat kepanikan, ketergesaan, dan stres karena kelupaan.

4. Tuliskan perasaan dan makna pekerjaan pada sebuah catatan atau bicarakan permasalahan yang dikhawatirkan kepada teman bahkan psikolog. Sisihkan waktu untuk bersosialiasi, bersenang-senang dengan keluarga dan sahabat, serta bermain-main dengan hobi. Ekspresikan kreativitas yang melatih keahlian berinovasi nantinya. Baca buku dan tonton film yang lucu. Manfaatkan humor secara bijak dalam bersosialisasi, sesuaikan dengan karakter komunitasnya.

5. Latih pikiran agar selalu optimis namun tetap realistis, memiliki paradigma yang ingin maju serta berkembang, dan melihat segala sesuatu dari perspektif yang positif. Hentikan pikiran negatif yang muncul. Melatih mindset ini perlu waktu dan kedisiplinan. Sama seperti ketika seseorang ingin mengembangkan kekuatan ototnya, kekuatan pikiran positif perlu disiplin. Cara untuk disiplin adalah dengan memaksakan diri kepada suatu tindakan baru hingga menjadikannya kebiasaan sesuai dengan penelitian ilmiah tentang otak. Neuroscience telah membuktikan bahwa otak bisa berkembang seiring lamanya praktek/jam terbang suatu tindakan, hal ini disebut dengan neuroplasticity: fleksibilitas jaringan serabut saraf di otak.

Penelitian tentang persepsi dan mindset ini membuktikan bahwa; pikiran yang positif penuh semangat akan meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kinerja karyawan secara keseluruhan. Dan pada akhirnya akan memberikan kepuasan dalam kehidupan pada umumnya. Kebahagiaan.