Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: eksekusi & produktivitas

Tips Cara Bangun Pagi 2

Ini adalah sekuel dari tulisan saya sebelumnya tentang: Bagaimana Cara Bangun Pagi.

Seperti film saja, ada sekuelnya 😉

Kalau pada artikel sebelumnya, tips pertama untuk bangun pagi; saya menyarankan agar tidur lebih dini, bagaimana kalau ternyata pada malam hari sebelumnya kita tidur terlalu larut? Bahkan menjelang dini hari baru tertidur. Berikut tips-tips untuk bangun pagi yang bisa diaplikasikan meski sedang kurang tidur.

1. Minum air yang banyak.

Di malam hari sebelum tidur, minumlah air yang banyak. Minimal 2 gelas besar. Dan jangan kencing lagi sebelum tidur. Jika terpaksa kencing, minum lagi segelas air sebelum tidur. Tujuannya agar kebelet ingin pipis di pagi hari meski belum terbangun. Begitu pagi datang dan kebelet, segera bangun dan pergi ke toilet tanpa berpikir lagi.

Siapkan juga segelas air di malam hari untuk diminum keesokan harinya ketika bangun tidur. Kita cenderung malas dan kurang motivasi di pagi hari karena dehidrasi. Tubuh kekurangan cairan sewaktu bangun tidur, makanya badan terasa lemas. Agar tidak lemas, minumlah segelas air kalau perlu air isotonik agar cepat menyegarkan tubuh yang sedang dehidrasi.

2. Segera bangun dari kasur begitu melek.

Ketika pertama kali membuka mata, niatkan untuk tidak menyentuh bantal, guling dan kasur. Langsung berdiri ke tepi ranjang dan lakukan ritual pagi seperti ke toilet atau minum segelas air. Jangan banyak berdebat bolak-balik dengan pikiran :”lima menit lagi.”

Cara mudahnya, siapkan alarm yang keras di luar pintu kamar. Kalau perlu, beli alarm yang bisa bergerak liar kesana-kemari sehingga kamu harus mengejarnya untuk mematikannya. Intinya; ketika masih setengah sadar jangan banyak berpikir karena bikin ngantuk. Langsung bangun dan berdiri begitu mata mulai terbuka.

3. Nyalakan kebisingan.

Setel radio, nyalakan televisi. Dengarkan berita dan aktifkan pikiran agar lebih sadar dengan memperhatikan berita. Kalau perlu, miliki alarm-radio atau televisi yang bisa menyala otomatis pada waktu yang ditentukan untuk bangun tidur di pagi hari.

Atau dengarkan kaset/audio bersuarakan motivator favorit kamu. Setel DVD atau nyalakan youtube yang menayangkan seminar penyemangat. Kalau perlu rekam suara kamu sendiri dan dengarkan pesan-pesan yang memotivasi.

Bisa juga minta bantuan seseorang untuk membangunkan dan mulai berbicara dengan keras. Lewat telpon juga bisa. Lebih hebat lagi kalau atasan yang menelpon, dijamin langsung bangun 😉

4. Berolah raga yang ringan.

Lakukan yoga. Latih kelenturan dengan gerakan-gerakan pemanasan/stretching. Sambil menarik nafas dalam-dalam menghirup udara pagi yang menyegarkan. Coba berjalan cepat sebentar. Atau berlari di tempat. Sambil berteriak.

Namun jangan sampai merasa lelah lalu ingin berbaring. Segera pergi ke kamar mandi dan gosok gigi. Yang penting; gerakkan tubuh meski pikiran masih setengah sadar. Tujuannya agar rasa kantuk menghilang karena kadar oksigen mulai meningkat akibat berolahraga.

5. Pancing emosi.

Pancinglah emosi kamu dengan cepat. Ingat-ingat kemarahan bos atau konsekuensi yang menakutkan jika terlambat. Bayangkan seperti film yang berjudul: “terlambat bikin malu.”

Atau gunakan perasaan yang positif. Ingat-ingat makna, sasaran, dan insentif dalam bekerja. Kalau perlu tempel gambar rumah/mobil idaman atau tulisan pernyataan tujuan di dinding kamar tidur. Bayangkan keluarga yang kita nafkahi, orang-orang tercinta, lebih bagus lagi jika yang dicinta ada di kantor 😉

Sekian tips bangun pagi saya kali ini. Semoga artikel cara bangun pagi ini berguna dan saya semakin bersemangat untuk melanjutkan sekuelnya hingga menjadi trilogi!

Update tulisan terbaru: Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie

Tips Meredakan Stres

Stres sebenarnya diperlukan, dalam kadar yang tepat. Stres memacu kinerja, memotivasi diri untuk beraksi.

Stres yang wajar hanya berlangsung selama beberapa saat saja dan memacu semangat bekerja. Stres dibutuhkan untuk mengubah rintangan menjadi tantangan. Mencari solusi dari masalah.

Akan tetapi, stres yang berlebihan hanya akan merugikan kita. Menurunkan motivasi bahkan melumpuhkan. Mengurangi vitalitas dan buruk bagi kesehatan. Mengendurkan semangat.

Stres yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama akan merusak hubungan sosial, tidak baik untuk kemajuan karir atau bisnis, buruk bagi tubuh dan mental/pikiran atau kejiwaan, dan bahkan bisa menyebabkan peyakit jantung serta kematian.

Maka, stres perlu dikelola.. diredakan jika terasa berlebihan.

Untuk meredakan stres yang berlebihan, berikut beberapa tips yang sederhana:

1. Berdiam

Dan berpikir. Menghadapi stres dan tatap ketakutan. Bayangkan skenario terburuk dan ciptakan beragam rencana antisipasi. Cari solusi bagi masalah yang ada.

Berdiam diri dan menyepi. Meditasi dan mengheningkan pikiran. Menjauh dari keramaian dan pikirkan satu hal saja. Bernafas tenang dan relaksasi diri. Gali intuisi.

2. Bersuara

Bersenandung atau bersiul. Mainkan alat musik yang ceria. Lalu bernyanyi sesuka hati. Bersama teman-teman. Berbagi beban dan ceritakan segalanya ke teman. Biar lega dan siapa tahu mendapatkan ide baru.

Tuliskan semuanya. Perasaan, pemikiran, atau apapun. Buat kisah fiksi atau puisi. Telpon atau chatting. Pergi ke psikolog. Meminta nasehat pada yang ahli. Menangis sekedarnya. Berteriaklah kalau perlu.

3. Bekerja

Lakukan satu hal yang bisa dilakukan sekarang juga. Minta bantuan orang lain. Kerjakan bersama-sama. Mohon pertolongan atasan. Bertindaklah berdasarkan kata hati saja.

Bergeraklah. Berjalan kaki atau berolahraga. Pergi ke gym atau lampiaskan ke sansak. Aktiflah lalu minta dipijat. Lepaskan ketegangan yang tersisa di otot.

4. Berlari

Menjauhlah dari masalah kalau bisa. Ambil cuti dan berliburlah. Pergi menonton film atau pertunjukan. Bermain saja bersama teman lama atau anak-anak. Menari dan tertawa bareng.

Beralih ke hobi. Berkebun dan lupakan dulu pekerjaan. Cari hiburan dan segarkan pikiran. Pandanglah yang indah-indah. Dengarkan melodi yang riang. Cium aroma yang harum. Rasakan makanan yang nikmat. Berendam di air hangat. Tidur. Siesta.

5. Berserah diri

Pasrah dan ikhlaskan semua. Ke tempat ibadah dan akui keterbatasan manusiawi kita. Terima takdir yang tak bisa diubah dan nasib yang tak bisa ditolak seperti musibah misalnya. Bersujud pada-Nya.

Lepaskan segala keinginan dan jadilah kebal dari kekecewaan. Jangan terlalu berharap terus melangkah dengan upaya yang terbaik sebisanya. Nikmati saja segala kesulitan dan bertindak proaktif semampunya. Lalu, serahkan hasil akhirnya pada Sang Maha Kuasa.

Sekian. Semoga bermanfaat dan silahkan dipraktekkan. Stres berkurang, produktivitas bertambah. Sukses jadinya!

Guru Motivasi Sejati

Kepada siapakah kita mesti belajar ilmu motivasi?

Siapakah guru motivasi yang sejati?

Beberapa dari kita mempelajari ilmu motivasi dari para motivator terkenal. Kita ingin sesukses dan sekaya mereka.

Tapi mereka sukses karena berjualan seminar dan buku. Mereka kaya karena memotivasi bukan termotivasi bekerja.

Banyak dari para motivator yang tadinya pekerja. Namun mereka berhenti termotivasi bekerja dan ingin kaya dari memotivasi orang lain. Sukses setelah menjadi motivator.

Mustahil kalau kita semua harus mengikuti mereka menjadi motivator untuk bisa sukses. Dan tidak semua orang mau menjadi motivator.

Kebanyakan dari kita ingin mempelajari ilmu motivasi. Agar termotivasi dalam bekerja. Supaya bersemangat dalam berusaha.

Maka, sebaiknya kita mulai mencari sang guru motivasi sejati.

Siapakah mereka?
Mereka adalah orang-orang yang tetap rajin bekerja meski tidak punya banyak uang. Lihatlah sekitar kamu. Cari dan perhatikan mereka.

Di rumah saya ada seorang buruh cuci yang bersemangat bangun pagi-pagi buta. Setia mengabdi pada keluarga kami selama berpuluh-puluh tahun.

Bisakah kita serajin itu dalam usaha kita? Mampukah kita seloyal itu pada perusahaan kita? Kepada para shareholders dan stakeholders kita?

Di kantor saya ada seorang tenaga outsource yang terus termotivasi bekerja meski gaji selalu terlambat diberikan. Berupaya memberikan pelayanan yang terbaik setiap hari kepada orang-orang di kantor.

Bisakah kita memiliki motivasi yang setinggi itu dan seikhlas itu? Terus produktif dan berkinerja dengan baik dari hati tanpa perlu diiming-imingi?

Dan saya ingat di sekolah saya dulu, ada seorang guru honorer yang memberikan pengajaran berkualitas. Dia mendidik dengan telaten dan sangat sabar. Dia rela memberikan pelajaran tambahan tanpa mengenakan biaya atau mengadakan les privat. Walaupun gajinya tidak seberapa dibanding guru-guru lain yang sudah diangkat.

Mempukah kita memberikan kontribusi maksimal melebihi orang-orang yang mendapatkan remunerasi melebihi kita?

Inilah yang saya anggap guru-guru motivasi sejati. Motivator yang memberikan ilmunya lewat teladan perbuatan, dengan praktek langsung yang terlihat. Bukan hanya berkoar-koar, berteori, dan terus berjualan seminar demi seminar. Motivator sejati ada di sekitar kita. Mereka yang tidak terbuai oleh materi. Cari inspirasi yang terpuji.

Jangan hanya membaca buku saja. Marilah belajar ilmu motivasi dari para guru-guru kehidupan ini. Menggali wawasan dari mereka yang bersahaja. Motivator sejati yang mendidik kita dengan semangat yang setia.

Motivasi secara sederhana. Dari hati.

Sibuk Tapi Tidak Produktif

Seorang suami yang baru pulang dari kantor ditanya istrinya: bagaimana hari ini?

Dia menjawab: sibuk sekali seharian ini. Istrinya merespon: sibuk mengerjakan hal-hal yang penting atau tidak?

Seringkali kita lupa, sibuk itu belum tentu produktif. Kita bisa saja sangat sibuk tapi tidak produktif.

Banyak hal-hal yang kurang penting malah menyibukkan kita. Beberapa hal terasa mendesak dan harus segera dikerjakan. Walau ternyata tidak terlalu penting.

Kita bisa sibuk terbuai dengan internet. Mengurus email yang banyak. Sibuk meladeni obrolan atasan. Tiba-tiba rekan kerja minta bantuan. Mendengarkan klien lama yang rewel. Makan siang bersama bawahan yang terlalu menghabiskan waktu. Menyiapkan acara sosial kantor. Mengerjakan urusan-urusan yang mendadak. Dan seterusnya.

Ingat-ingatlah ini setiap pagi; apakah yang terpenting yang harus kita prioritaskan untuk dikerjakan hari ini?

Ambil pulpen, tulis prioritas kita dan simpan catatannya di kantong kita. Evaluasi setiap pilihan kita sepanjang hari berdasarkan catatan tersebut.

Batasi waktu berbincang-bincang ringan dengan atasan dan bawahan. Rapihkan email dan hapus yang tak penting. Atur berkas-berkas agar mudah dicari. Delegasikan pekerjaan mendengarkan komplain klien. Tunda memberikan bantuan kepada rekan. Kerjakan hal-hal yang penting terlebih dahulu. Lihat catatan prioritasnya.

Sekali lagi: sibuk belum tentu produktif.

Tanyakan pada diri sendiri; apakah yang saya kerjakan ini penting dalam kemajuan bisnis/karir/usaha/perusahaan saya?

Kisah Kesuksesan

Jika kita tanyakan kepada seseorang yang sukses tentang bagaimana dia menjadi sesukses sekarang. Dia akan menceritakan kegagalan-kegagalan yang didapati sebelum kesuksesannya.

Kisah kesuksesan banyak didahului oleh kisah-kisah kegagalan sebelumnya.

Kembali kepada kisah orang yang sukses tersebut. Dia adalah orang yang berani bertindak meski beresiko gagal. Lalu dia belajar dari kegagalan tersebut dan berusaha kembali.

Terus mencoba, lagi dan lagi.

Sampai akhirnya sukses datang menghampirinya. Dan banyak dari kita yang ingin memiliki kisah sukses sepertinya. Tapi melupakan kisah-kisah kegagalannya.

Atau malah ingat sehingga tidak berani mencoba sebelum memiliki rencana yang matang. Menunggu berusaha untuk persiapan yang sempurna. Menunda inisiatif untuk memperhitungkan segala resiko. Belum bertindak sebelum yakin bisa sukses.

Padahal, kesuksesan banyak diisi oleh kisah-kisah kegagalan sebelumnya.

Dan pantang menyerah terus berusaha, lagi dan lagi.

Jangan sampai saya mengulang untuk yang ketiga kalinya; kisah sukses dimulai dari upaya-upaya berani gagal yang konsisten sampai berhasil.

Ayo kita mulai mencoba, lakukan sesuatu. Ambil inisiatif untuk bertindak. Sekarang juga. Dan selamanya. Jangan pernah berhenti berusaha. Beranilah untuk gagal.

Hingga suatu hari, semua kegagalan kita menjadi pendahuluan bagi kisah kesuksesan kita!