Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: karir & pekerjaan

Bagaimana Karyawan Bisa Kaya

Sebagai seorang karyawan, kita wajib menyisihkan uang untuk pensiun nanti. Karena karyawan tidak selalu bisa bekerja untuk selamanya. Pensiun harus direncanakan untuk jaminan memiliki kehidupan yang layak jika karyawan tidak aktif lagi dalam bekerja.

Selain ingin pensiun dengan tenang dan terjamin, karyawan juga memiliki impian untuk kaya sama seperti pemilik perusahaannya. Dan sebenarnya karyawan juga memiliki kesempatan yang sama dengan sang pemilik bisnis untuk kaya, untuk menjadi seorang milyarder.

Keuntungan menjadi seorang karyawan adalah mendapatkan jumlah penghasilan yang pasti setiap bulannya dengan resiko yang relatif kecil. Tapi seringkali, penghasilan seorang karyawan tidak serta-merta menjadikannya milyuner, kecuali jika dia berada di jajaran eksekutif seperti menjadi direktur.

Selain itu, seorang karyawan memiliki resiko untuk dipecat, tapi masalah tersebut masih bisa dikelola dengan mencari pekerjaan di tempat lain. Karyawan yang telah berpengalaman biasanya malah dicari oleh perusahaan lain dan mudah berpindah-pindah kantor. Jadi, resiko yang dihadapi karyawan tidak terlalu menyulitkan jika dikelola dengan baik.

Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi resiko ini, karyawan perlu menabung dan berinvestasi. Menabung untuk mencukupi kebutuhan selama mencari pekerjaan baru atau memulai usaha lain. Selain menabung, karyawan juga harus berinvestasi.

Mengapa karyawan perlu juga berinvestasi tidak cukup hanya dengan menabung? Oleh karena dengan berinvestasi, seorang karyawan bisa menumbuhkan kekayaannya. Investasi memungkinkan seorang karyawan bisa kaya, membuat uangnya bekerja dan bertumbuh, menjadikannya seorang milyarder.

Jadi, bukan hanya pebisnis seperti para pemilik perusahaan atau profesional bernilai tinggi seperti: dokter, pengacara, konsultan, penulis, pemusik, pemain film, dan seterusnya saja yang bisa menjadi orang kaya. Karyawan juga berpeluang untuk bisa kaya dan menjadi jutawan.

Para pebisnis dan profesional mahal memang memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi milyuner tanpa perlu berinvestasi, tapi penghasilan mereka tidak pasti setiap bulan (meski kebanyakan besar sekali menghasilkan) tapi resiko yang dihadapi juga sangat besar dan bisa membuat bangkrut serta merugikan banyak orang, para karyawannya misalnya.

Para pebisnis dan profesional ini juga memiliki kebutuhan untuk menabung dan berasuransi, karena semuanya tak terkecuali karyawan juga, menghadapi resiko kesehatan dan kematian. Namun biasanya karyawan sudah diasuransikan oleh perusahaannya, sehingga bisa berfokus pada menabung dan berinvestasi saja.

Seperti yang sudah disebutkan, karyawan tidak boleh hanya sekedar menabung. Tabungan hanya untuk mengamankan uang yang didapat, tapi untuk membuatnya bertumbuh dan memungkinkan seorang karyawan bisa kaya memerlukan kegiatan berinvestasi yang terukur. Jika seorang karyawan ingin memiliki kesempatan untuk menjadi milyarder juga, maka dia haruslah berinvestasi.

Memang bisa saja karyawan mencari penghasilan tambahan dan belajar menjadi jutawan dengan menjadi pebisnis. Memulai dari usaha kecil-kecilan dan berharap bisa memiliki perusahaan yang bisa menjadikannya seorang milyuner nantinya. Sayangnya, ini bukanlah pilihan yang mudah bagi karyawan.

Hambatan yang menghalangi karyawan untuk menjadi pebisnis adalah karena dalam berbisnis diperlukan fokus dan kesempatan. Karyawan akan sulit berkonsentrasi dalam mengembangkan usahanya menjadi besar sementara ia masih bekerja. Waktu, tenaga, dan pikiran menjadi terbelah dan akan membawa stres serta kelelahan yang akhirnya bisa membuat karyawan tersebut burn-out.

Dan kesempatannya mungkin kecil, karena karyawan kurang pengalaman dan lingkungannya serta jaringannya tidaklah mendukung. Motivasinya juga akan bermasalah, karena karyawan biasa termotivasi oleh atasan dengan menghindari tegurannya, sedangkan pebisnis termotivasi oleh passion-nya kepada bisnisnya dengan mencari-cari dan mengejar peluang.

Selain itu, bisnis membawa resiko yang membahayakan stabilitas keuangan karyawan yang sudah terbiasa dengan mentalitas anggaran yang sudah biasa diatur secara bulanan. Banyak karyawan yang akhirnya terjerumus ke dalam jeratan hutang akibat bisnis sampingannya. Masalah lain juga siap menghampiri seperti persaingan khususnya dari perusahaan-perusahaan yang lebih besar, isu legal/hukum, sosial-budaya, dan sebagainya.

Lalu, pilihan lain untuk menjadi milyarder adalah dengan menjadi profesional penyedia jasa yang memiliki pendapatan yang tinggi karena fee-nya yang mahal. Contohnya: dokter, pengacara, konsultan, penulis, pemusik, pemain film dan penyedia jasa mahal lainnya yang membutuhkan keahlian khusus atau bakat tertentu.

Namun, karyawan akan kesulitan jika mengambil langkah di jalur ini. Untuk menjadi milyarder dari jalur profesional membutuhkan waktu, biaya, pendidikan, dan pengalaman yang banyak. Maka, kesempatan terbesar bagi seorang karyawan untuk kaya adalah dengan menjadi seorang investor.

Berikut adalah beberapa tips singkat dalam berinvestasi bagi seorang karyawan;

Mulailah dengan menyisihkan gaji minimal 10 persen sampai dengan 33% (kalau bisa) khusus untuk berinvestasi saja, diluar untuk menabung dan bayar hutang, ketika waktunya gajian. Jangan menunggu sisa bisa-bisa kehabisan, sisihkan terlebih dahulu. Bahkan uang untuk berinvestasi harus diutamakan seperti kebutuhan bulanan dan pembayaran hutang. Anggap dana investasi sebagai kewajiban yang harus dibayarkan pertama kali ketika mendapatkan gaji dan uang yang dihasilkan lainnya.

Karyawan mesti berinvestasi secara hati-hati dan terencana dalam jangka waktu yang panjang. Jangan tergoda dengan tawaran investasi yang memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Waspadalah dengan skema ponzi, piramida, dan permainan uang lainnya. Jangan berjudi, berspekulasi lewat transaksi yang spekulatif seperti futures, valas spekulasi, komoditas serta saham eksotik, dan sebagainya. Berinvestasilah secara aman.

Investasi yang aman adalah dalam bentuk emas dan deposito. Jika dana investasi sudah terkumpul lumayan banyak, bisa didiversifikasikan ke pasar uang dengan membeli obligasi. Carilah obligasi yang terjamin seperti obligasi pemerintah atau obligasi perusahaan yang memiliki peringkat investasi yang bagus.

Karyawan sebaiknya menghindari investasi di pasar saham, kecuali ada dana khusus dan belilah saham dengan rating yang tinggi (bluechips) atau lewat reksadana yang terproteksi. Hati-hati juga dalam berinvestasi di bidang properti kecuali benar-benar mengerti atau ingin berbisnis kontrakan/kos-kosan atau penyewaan dalam jangka panjang. Jangan berinvestasi dalam bisnis dengan memberikan hutang atau modal untuk usaha orang lain. Jangan sampai kegiatan berinvestasi malah membawa kecemasan tambahan dan mengganggu pekerjaan utama sang karyawan.

Dan akhir kata, investasi yang paling berharga untuk seorang karyawan bukan hanya dengan uang. Tapi juga dengan pendidikan yang bisa menunjang karir dan kepintaran karyawan dalam berinvestasi. Karyawan harus mengkuti pelatihan dan training yang memotivasi kerjanya, bisa membantu peningkatan karirnya, dan menambah pengetahuannya dalam berinvestasi.

Disclaimer: Tulisan ini hanya bersifat informatif saja, bukan saran pembelian produk investasi. Investasi mengandung resiko, silahkan berkonsultasi dengan penjual produk keuangan yang berlisensi sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Penulis informasi ini tidak bertanggung jawab atas segala keputusan pembelian produk investasi oleh pembaca.

Baca juga:
Mata Uang Utama dalam Bisnis
Faktor ‘X’ pada Motivasi Pegawai
5 Tips Meningkatkan Motivasi bag. 1

Kaizen: Pelajaran Manajemen dari Edwards Deming

Setelah Perang Dunia II, Amerika membantu perekonomian Jepang agar bangkit kembali dan terus maju. Para ahli industri didatangkan dari Amerika untuk mengembangkan sebuah program pelatihan manajemen.

Salah satu program dalam training tersebut adalah perbaikan dalam 4 tahap atau yang kemudian disebut sebagai: Kaizen. Perbaikan mutu secara terus-menerus. Dr. Deming adalah pioner, pakar yang mengenalkan dan mengimplementasikan konsep peningkatan kualitas yang berkesinambungan ini.

William Edwards Deming menjadi nama yang memiliki reputasi sangat tinggi di Jepang. Kontribusinya sangat signifikan dalam kemajuan perekonomian Jepang. Dunia industri dan bisnis di Jepang berhasil mendunia karena ajaran Deming tentang kontrol kualitas secara total. Produk-produk yang dimanufaktur di Jepang menjadi lebih unggul di dalam persaingan secara global.

Kaisar Jepang di tahun 1960 memberikan penghargaan kepada Deming. Di Amerika Serikat, Deming menjalankan bisnis konsultan bagi banyak perusahaan multinasional hingga tutup usia di umur 93 tahun. Kisahnya yang terkenal adalah ketika Deming sukses mengantarkan Ford yang merugi menjadi perusahaan otomotif yang paling menguntungkan mengalahkan GM dan Chrysler. Presiden Reagan dari AS memberikan medali nasional kepada Deming di tahun 1987.

Tehnik-tehnik yang diajarkan Deming membawa banyak perusahaan menjadi semakin produktif dan berkualitas, pangsa pasar meningkat sementara biaya menurun. Perencanaan di dalam manajemen harus mencakup strategi jangka panjang yang mengutamakan peningkatan kualitas dan pengurangan biaya serta limbah.

Perbaikan mutu secara konsisten atau kaizen, mengikuti suatu siklus yang terdiri dari:
1. Standarisasi operasi dan aktivitas (prosedur).
2. Pengukuran standar operasi dengan evaluasi waktu dan prosesnya.
3. Penilaian pengukuran terhadap kebutuhan dengan eksperimen eksekusi.
4. Inovasi untuk menyesuaikan kebutuhan dan meningkatkan produktivitas.
5. Standarisasi operasi/prosedur baru yang telah diperbaiki ini.
Dan ulangi siklus secara terus-menerus.

Secara singkat, Plan-Do-Check-Act: mendesain suatu rencana, menguji rencana tersebut, memeriksa dan mengevaluasi hasilnya, akhirnya melaksanakan atau eksekusi berdasarkan hasil yang telah dievaluasi serta diperbaiki. Menyusun rencana yang sudah diperbaiki dan begitu seterusnya.

Kaizen telah menjadi kunci kesuksesan kompetitif Jepang dan sudah banyak diadaptasi dalam beragam metode aplikasi. Salah satu perusahaan yang sukses dalam menerapkan Kaizen ini adalah Toyota. Selain dalam dunia bisnis, Kaizen juga dapat diaplikasikan kepada pengembangan diri seperti yang diajarkan oleh Anthony Robbins dengan istilah CANI (Constant And Never-ending Improvement/ perbaikan yang berkelanjutan) serta Robert Maurer sebagai prinsip perbaikan pribadi.

Elemen inti dari Kaizen adalah kemauan untuk berubah dan maju, memprioritaskan kualitas, selalu memberikan upaya yang konsisten, keterlibatan seluruh pegawai, dan komunikasi. Kedisiplinan dan kerjasama tim adalah yang utama dalam meningkatkan moral pekerja untuk menjalankan siklus mutu Kaizen. Semua karyawan harus memberikan saran demi perbaikan.

Pelajaran manajemen yang diajarkan oleh Deming adalah:
-Menciptakan tujuan yang konstan dalam meningkatkan kualitas produk agar kompetitif, unggul dalam persaingan.
-Berani berubah untuk mengambil tanggung jawab dalam memimpin dan menghadapi tantangan.
-Mengurangi ketergantungan akan pengawasan dengan membangun sistem produksi yang bermutu tinggi.
-Meminimalkan biaya keseluruhan dan membangun hubungan yang terpercaya dengan suplier.
-Membuat suatu sistem pendidikan untuk pengembangan diri karyawan, pelatihan pekerjaan dan kepemimpinan.
-Mendorong supervisi yang membantu orang dan mesin bekerja secara lebih baik.
-Menghilangkan kekhawatiran dan kecemasan agar orang-orang bekerja dengan efektif.
-Menghilangkan penghalang antar departemen agar seluruh karyawan saling bekerja sama dengan baik.
-Menghilangkan slogan, angka-angka yang tak penting, sasaran dan kuota, serta apapun yang tak berguna dalam mengelola pegawai.
-Membuat semua karyawan aktif berpartisipasi dalam transformasi dan mencapai perubahan demi kemajuan perusahaan.

Dan yang perlu dihindari oleh manajemen menurut Deming adalah:
1. Ketidak konsistennya tujuan.
2. Menekankan pada keuntungan dalam jangka pendek saja.
3. Evaluasi kinerja tahunan, angka-angka yang tertulis yang tak perlu.
4. Biaya-biaya yang berlebihan.
5. Manajemen yang kurang baik.

Manajemen yang kurang baik bagi Deming adalah:
-Perencanaan jangka panjang yang kurang diutamakan.
-Terlalu bergantung pada teknologi dan teori-teori manajemen.
-Tidak mengembangkan solusi untuk meningkatkan kualitas produk.
-Menyalahkan para karyawan lain, bagian inspeksi, departemen kendali mutu, daripada bertanggung jawab sebagai manajer, supervisor, dan para pekerja sebagai penentu kualitas.
-Banyak beralasan serta kurang komunikatif dan berinisiatif dalam bekerja sama mencapai tujuan perusahaan.

Baca juga:
Cara Disiplin dalam Bekerja
Olahraga Meningkatkan Produktivitas Karyawan
Memaksimalkan Produktivitas

Siasat Motivasi Karyawan: Hawthorne Effect

Hawthorne Works adalah kawasan industri di Cicero, Illinois yang dibangun oleh perusahaan manufaktur besar; Western Electric, di tahun 1905 dan beroperasi hingga 1983 di area sekitar Chicago, Amerika Serikat. Di tempat inilah beberapa studi industri diadakan untuk meneliti para pekerja dalam jangka waktu yang lama.

Satu riset yang terkenal dilakukan kepada 20 ribu karyawan Western Electric selama 10 tahun oleh seratusan pakar dan ilmuwan dari Universitas Harvard. Beragam variabel diteliti untuk menemukan faktor yang menentukan motivasi karyawan dan tingkat produktivitas perusahaan.

Efek Hawthorne ditemukan ketika para karyawan yang diberikan berbagai variabel mengalami tingkat produktivitas yang serupa dengan kelompok kontrol yang tidak dirubah variabel dan input baru dalam bekerja. Perubahan pada faktor eksternal diluar faktor sosial tidak terlalu berpengaruh secara signifikan pada produktivitas kedua jenis kelompok.

Efek Hawthorne menemukan bahwa para pekerja tidak terlalu melonjak motivasinya dengan faktor-faktor eksternal seperti perbaikan lingkungan kerja. Pada penelitian selanjutnya diukur pengaruh skema insentif seperti kenaikan gaji terhadap kinerja pribadi. Hasilnya, produktivitas malah menurun akibat tekanan sosial dan ketakutan karyawan bahwa manajemen akan menurunkan insentif jika standar produktivitas secara umum meningkat.

Ini merupakan sebuah fenomena manajemen yang tak terduga…

Hawthorne effect menyatakan bahwa motivasi karyawan lebih ditentukan oleh emosi dan interaksi sosial daripada perbaikan kondisi kerja dan insentif berupa uang tambahan. Riset hasil inisiatif Elton Mayo ini menjadi pondasi dari studi psikologi industri selanjutnya.

Hawthorne effect memang masih diragukan oleh segelintir peneliti, namun hasil studi yang ditemukan dalam efek ini terus dikembangkan oleh beragam riset selanjutnya. Teori-teori motivasi modern selanjutnya terinspirasi berdasarkan efek Hawthorne ini seperti Hersberg, Maslow dengan piramidanya, McGregor (Teori XY), Peters & Waterman, dan seterusnya.

Perubahan paradigma harus dilaksanakan jika perusahaan ingin memahami dan bisa memaksimalkan motivasi karyawan menjadi pendorong produktivitasnya. Manajemen mesti mengerti bahwa karyawan tidak bisa dikendalikan dengan kompensasi serta fasilitas semata, namun pemberdayaan karyawan menjadi faktor penting untuk peningkatan kinerja.

Budaya kerja yang mengedepankan nilai-nilai manusiawi, bahwa karyawan bukan sekedar mesin produksi semata sebaiknya diterapkan oleh perusahaan manapun yang mengejar laba/keuntungan. Interaksi dalam kelompok, komunikasi dan pengaruh sosial, serta faktor-faktor internal yang menghargai emosi karyawan adalah elemen-elemen inti dalam menyusun kebijakan perusahaan.

Pemberdayaan dan pengembangan karyawan adalah kata kunci yang sakral dalam manajemen sumber daya manusia. Pengakuan, employee engagement, dan perbaikan kualitas serta kompetensi karyawan adalah siasat utama dalam meningkatkan motivasi karyawan.

Baca juga:
2 Faktor Motivasi
Teori Motivasi dari Hati
7 Faktor Kunci Motivasi Karyawan
Motivasi Karyawan: Pendekatan Tradisional dan Modern
Meningkatkan Kepuasan Kerja untuk Motivasi Karyawan

Kiat Sukses Manajemen Zappos

Zappos adalah perusahaan penjual sepatu dan pakaian online terbesar yang berdiri sejak tahun 1999. Pada tahun 2009 diakuisisi oleh Amazon, perusahaan multinasional tersukses dan retailer terbesar di internet. Zappos dibeli dengan deal saham senilai 1,2 milyar dollar!

Pertumbuhan penjualan tahunan Zappos sangatlah pesat. Pada tahun 2001, prestasi penjualan mencapai empat kali lipat dari tahun sebelumnya dengan biaya iklan yang minimal. Pada tahun 2008, Zappos berhasil mencapai 1 milyar dollar dalam penjualan tahunan dan menduduki posisi ketiga di dalam 100 perusahaan pilihan teratas menurut survei Fortune.

Zappos menjadi legenda karena budaya perusahaan dan pelayanan kepada pelanggannya yang luar biasa. Tujuan perusahaan dalam menciptakan budaya yang berfokus pada kepuasan karyawan membuat Zappos menjadi tempat bekerja idaman. Kiat manajemennya adalah menetapkan nilai-nilai yang memotivasi secara internal untuk meningkatkan kepuasan karyawan melebihi sekedar urusan gaji semata.

Manajemennya bahkan menawarkan para karyawan barunya dengan uang 2000 dollar untuk berhenti setelah seminggu bekerja. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa karyawannya bekerja bukan hanya untuk uang dalam jangka pendek. Manajemen Zappos mengerti bahwa motivasi eksternal seperti uang dan status memang dibutuhkan, namun faktor-faktor intrinsiklah yang mendorong karyawan untuk terus termotivasi secara internal dan berkomitmen dalam jangka panjang.

Tony Hsieh, sang pemimpin Zappos, menyatakan bahwa; jika perusahaan mengutamakan budaya perusahaan dan nilai-nilai inti secara baik, maka segalanya termasuk pelayanan pelanggan akan beres. Sasaran Zappos adalah untuk menawarkan pelayanan yang terbaik di dalam industrinya.

Bentuk-bentuk promosi yang diberikan oleh Zappos adalah: gratis pengiriman, 365 hari jaminan uang kembali, dan call-center yang ramah selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Rekruitmen para karyawannya selain tes standar profesi, juga tes kepribadian yang unik dan harus menjalani 4 minggu pelatihan loyalitas pelanggan dengan 2 minggu melayani pelanggan di call center.

Setelah training tersebut, karyawan baru ditawari uang sebesar 2000 dollar untuk berhenti. Biasanya 97 persen tetap bertahan dan mereka adalah para karyawan yang telah teruji kesetiannya. Dan manajemen Zappos pun sangat mempedulikan kesejahteraan para karyawan ini.

Semua karyawan di Zappos mendapatkan makan siang gratis, fasilitas kesehatan, snack, ruang istirahat, kebebasan mendekorasi kantor dengan beragam tema, parade, permainan, dan sebagainya.

Zappos memiliki sepuluh nilai inti yang menentukan budaya, brand, dan strategi bisnisnya. Nilai-nilai ini mendorong para karyawan untuk memberikan layanan yang luar biasa, berani dengan perubahan, bergembira, aneh dan kreatif dengan berpikiran terbuka, berkembang dengan terus belajar, terbuka dan membangun hubungan dengan tim lewat komunikasi yang positif serta kekeluargaan, fokus, bersemangat tapi tetap bersahaja.

Manajemen Zappos sangat mengutamakan pelayanan pelanggan. Bagi Zappos; kepuasan pelanggan akan membawa kepada konsumen yang loyal, yang pada akhirnya akan memberikan tingkat penjualan dan keuntungan yang tinggi. Dan peningkatan profit margins ini dimulai dari pelatihan dan pengembangan karyawan.

Upaya dalam menciptakan budaya perusahaan dengan berinvestasi dalam memilih dan melatih karyawan adalah kiat sukses manajemen yang perlu dilakukan perusahaan manapun yang ingin berhasil menghasilkan laba dan bertahan dalam jangka panjang.

Pengembangan dan training karyawan adalah inisiatif yang diperlukan dalam meningkatkan kompetensi dan kepuasan karyawan. Para karyawan akan menjadi termotivasi dalam memberikan pelayanan pelanggan yang terbaik. Sehingga hal ini akan menciptakan loyalitas konsumen, melonjakkan penjualan, dan keuntungan bagi perusahaan.

Maka dari itu, perusahaan dapat menginvestasikan ulang sebagian keuntungan yang didapat untuk pengembangan karyawan sehingga membuat suatu siklus yang sempurna. Siklus bisnis yang membawa kesetiaan karyawan dan pelanggan dengan menyisihkan laba untuk training karyawan agar melayani konsumen dengan kompeten. Konsumen menjadi setia, penjualan meningkat, dan memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Begitulah siklusnya. Model bisnis yang berdasarkan siklus kepuasan karyawan dan pelanggan. Inilah kiat sukses manajemen untuk memajukan perusahaan dengan budaya yang bernilaikan kesetiaan, yang memperhatikan motivasi internal karyawan. Seperti yang Zappos lakukan.

Baca juga:
Kunci Sukses Manajemen dari Steve Jobs
Inspirasi Sukses Ford (Kisah Kepemimpinan Alan Mulally)
Meningkatkan Kepuasan Kerja untuk Motivasi Karyawan
Motivasi Karyawan: Pendekatan Tradisional dan Modern
Cara Melampaui Target Hingga 3000%: Service with Care

Doa Inspiratif untuk Motivasi Meeting Pagi

Pada pagi hari ini, kami bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan kesehatan sehingga kami bisa berkumpul kembali dan bekerja untuk menafkahi keluarga kami.

Ya Tuhan kami, mohon ampuni dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa saudara-saudara serta para pemimpin kami. Berikanlah kami kebijaksanaan untuk bisa belajar dari kesalahan di masa lalu.

Bimbinglah kami agar terhindar dari melakukan kesalahan di masa depan. Jaga kami dari godaan untuk melakukan perbuatan yang tercela yang pada akhirnya akan merugikan diri dan keluarga kami.

Ya Tuhan, berikanlah petunjuk supaya kami mendapatkan peluang yang membawa kesuksesan. Kembangkanlah kreativitas kami untuk berinovasi demi keunggulan. Dan pertajamlah intuisi kami agar bisa mengambil keputusan yang tepat daripada keputusan yang salah.

Berikan kami kesempatan, keberuntungan, dan pertemanan yang baik dalam pekerjaan kami demi kesejahteraan keluarga kami. Kuatkanlah jiwa dan raga kami agar bisa bekerja semaksimal yang kami mampu untuk memberikan yang terbaik dari diri kami.

Lapangkanlah hati kami agar ikhlas menerima hal-hal yang tak bisa diubah dan ikhlas setulusnya dalam melayani para pelanggan kami. Kobarkanlah selalu semangat kami agar kami termotivasi dalam bekerja. Jadikanlah pikiran kami agar optimis dan bentuklah mental kami agar menjadi pribadi yang pantang menyerah. Terimalah kerja kami sebagai bentuk amal ibadah kami bagi-Mu.

Tuhan, hanya kepada-Mu lah kami meminta dan hanya kepada-Mu lah kami memohon. Mohon kabulkan doa kami. Amin!