Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: karir & pekerjaan

Perusahaan Demotivator

Menurut survey terbaru terhadap puluhan ribu karyawan di belasan negara, menunjukkan 30-50% karyawan ingin meninggalkan perusahaannya yang sekarang. (Polling oleh Gallup dan Mercer)

Alasan kurangnya loyalitas karyawan kepada perusahaan ini sangat beragam. Namun yang terutama adalah masalah penghargaan dan stres.

Seorang pakar bisnis global yang ternama; Jim C. Collins, meneliti beberapa perusahaan yang sukses dalam mengelola motivasi karyawannya. Dalam risetnya, ditemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang sukses tersebut memiliki pemimpin yang terbaik.

Pemimpin yang terbaik adalah pemimpin yang sanggup memotivasi bawahannya. Perusahaan tidak perlu merisaukan masalah memotivasi karyawan jika memiliki pemimpin yang terbaik.

Perusahaan justru perlu waspada terhadap beberapa demotivator, pelemahan motivasi karyawannya. Demotivator sistemik yang bisa terjadi di dalam sistem perusahaan itu sendiri.

Demotivator sistemik ini ada tiga: pertama adalah kurangnya antisipasi perusahaan dalam menghadapi permasalahan yang ada. Banyak perusahaan menjadi lambat dan kurang responsif terhadap isu-isu yang berkembang dengan cepat. Ini bisa membuat gelisah dan mendemotivasi karyawan.

Demotivator yang kedua di dalam sistem perusahaan adalah visi perusahaan yang terlalu mengawang-awang. Tujuan yang ditetapkan terlalu jauh di depan dan melupakan fokus pada masa kini. Sasaran yang tidak tampak realistis ini akan melemahkan semangat karyawan.

Selanjutnya, demotivator sistemik ketiga di perusahaan adalah demokrasi yang palsu. Karyawan didorong untuk memberikan input tapi pimpinan perusahaan membuat keputusan tanpa menghiraukan input tersebut. Karyawan merasa tidak diperhatikan pendapatnya dan kombinasi ketiga demotivator sistemik ini akan membunuh motivasi karyawan.

Hati-hatilah dengan demotivator yang hadir di dalam sistem perusahaan. Percuma mendatangkan motivator bagi para karyawan kalau secara sistem perusahaan memiliki ketiga demotivator yang telah saya sebutkan di atas.

Perusahaan demotivator sesungguhnya adalah perusahaan yang akan merugi..

Tips Meredakan Stres

Stres sebenarnya diperlukan, dalam kadar yang tepat. Stres memacu kinerja, memotivasi diri untuk beraksi.

Stres yang wajar hanya berlangsung selama beberapa saat saja dan memacu semangat bekerja. Stres dibutuhkan untuk mengubah rintangan menjadi tantangan. Mencari solusi dari masalah.

Akan tetapi, stres yang berlebihan hanya akan merugikan kita. Menurunkan motivasi bahkan melumpuhkan. Mengurangi vitalitas dan buruk bagi kesehatan. Mengendurkan semangat.

Stres yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama akan merusak hubungan sosial, tidak baik untuk kemajuan karir atau bisnis, buruk bagi tubuh dan mental/pikiran atau kejiwaan, dan bahkan bisa menyebabkan peyakit jantung serta kematian.

Maka, stres perlu dikelola.. diredakan jika terasa berlebihan.

Untuk meredakan stres yang berlebihan, berikut beberapa tips yang sederhana:

1. Berdiam

Dan berpikir. Menghadapi stres dan tatap ketakutan. Bayangkan skenario terburuk dan ciptakan beragam rencana antisipasi. Cari solusi bagi masalah yang ada.

Berdiam diri dan menyepi. Meditasi dan mengheningkan pikiran. Menjauh dari keramaian dan pikirkan satu hal saja. Bernafas tenang dan relaksasi diri. Gali intuisi.

2. Bersuara

Bersenandung atau bersiul. Mainkan alat musik yang ceria. Lalu bernyanyi sesuka hati. Bersama teman-teman. Berbagi beban dan ceritakan segalanya ke teman. Biar lega dan siapa tahu mendapatkan ide baru.

Tuliskan semuanya. Perasaan, pemikiran, atau apapun. Buat kisah fiksi atau puisi. Telpon atau chatting. Pergi ke psikolog. Meminta nasehat pada yang ahli. Menangis sekedarnya. Berteriaklah kalau perlu.

3. Bekerja

Lakukan satu hal yang bisa dilakukan sekarang juga. Minta bantuan orang lain. Kerjakan bersama-sama. Mohon pertolongan atasan. Bertindaklah berdasarkan kata hati saja.

Bergeraklah. Berjalan kaki atau berolahraga. Pergi ke gym atau lampiaskan ke sansak. Aktiflah lalu minta dipijat. Lepaskan ketegangan yang tersisa di otot.

4. Berlari

Menjauhlah dari masalah kalau bisa. Ambil cuti dan berliburlah. Pergi menonton film atau pertunjukan. Bermain saja bersama teman lama atau anak-anak. Menari dan tertawa bareng.

Beralih ke hobi. Berkebun dan lupakan dulu pekerjaan. Cari hiburan dan segarkan pikiran. Pandanglah yang indah-indah. Dengarkan melodi yang riang. Cium aroma yang harum. Rasakan makanan yang nikmat. Berendam di air hangat. Tidur. Siesta.

5. Berserah diri

Pasrah dan ikhlaskan semua. Ke tempat ibadah dan akui keterbatasan manusiawi kita. Terima takdir yang tak bisa diubah dan nasib yang tak bisa ditolak seperti musibah misalnya. Bersujud pada-Nya.

Lepaskan segala keinginan dan jadilah kebal dari kekecewaan. Jangan terlalu berharap terus melangkah dengan upaya yang terbaik sebisanya. Nikmati saja segala kesulitan dan bertindak proaktif semampunya. Lalu, serahkan hasil akhirnya pada Sang Maha Kuasa.

Sekian. Semoga bermanfaat dan silahkan dipraktekkan. Stres berkurang, produktivitas bertambah. Sukses jadinya!

Guru Motivasi Sejati

Kepada siapakah kita mesti belajar ilmu motivasi?

Siapakah guru motivasi yang sejati?

Beberapa dari kita mempelajari ilmu motivasi dari para motivator terkenal. Kita ingin sesukses dan sekaya mereka.

Tapi mereka sukses karena berjualan seminar dan buku. Mereka kaya karena memotivasi bukan termotivasi bekerja.

Banyak dari para motivator yang tadinya pekerja. Namun mereka berhenti termotivasi bekerja dan ingin kaya dari memotivasi orang lain. Sukses setelah menjadi motivator.

Mustahil kalau kita semua harus mengikuti mereka menjadi motivator untuk bisa sukses. Dan tidak semua orang mau menjadi motivator.

Kebanyakan dari kita ingin mempelajari ilmu motivasi. Agar termotivasi dalam bekerja. Supaya bersemangat dalam berusaha.

Maka, sebaiknya kita mulai mencari sang guru motivasi sejati.

Siapakah mereka?
Mereka adalah orang-orang yang tetap rajin bekerja meski tidak punya banyak uang. Lihatlah sekitar kamu. Cari dan perhatikan mereka.

Di rumah saya ada seorang buruh cuci yang bersemangat bangun pagi-pagi buta. Setia mengabdi pada keluarga kami selama berpuluh-puluh tahun.

Bisakah kita serajin itu dalam usaha kita? Mampukah kita seloyal itu pada perusahaan kita? Kepada para shareholders dan stakeholders kita?

Di kantor saya ada seorang tenaga outsource yang terus termotivasi bekerja meski gaji selalu terlambat diberikan. Berupaya memberikan pelayanan yang terbaik setiap hari kepada orang-orang di kantor.

Bisakah kita memiliki motivasi yang setinggi itu dan seikhlas itu? Terus produktif dan berkinerja dengan baik dari hati tanpa perlu diiming-imingi?

Dan saya ingat di sekolah saya dulu, ada seorang guru honorer yang memberikan pengajaran berkualitas. Dia mendidik dengan telaten dan sangat sabar. Dia rela memberikan pelajaran tambahan tanpa mengenakan biaya atau mengadakan les privat. Walaupun gajinya tidak seberapa dibanding guru-guru lain yang sudah diangkat.

Mempukah kita memberikan kontribusi maksimal melebihi orang-orang yang mendapatkan remunerasi melebihi kita?

Inilah yang saya anggap guru-guru motivasi sejati. Motivator yang memberikan ilmunya lewat teladan perbuatan, dengan praktek langsung yang terlihat. Bukan hanya berkoar-koar, berteori, dan terus berjualan seminar demi seminar. Motivator sejati ada di sekitar kita. Mereka yang tidak terbuai oleh materi. Cari inspirasi yang terpuji.

Jangan hanya membaca buku saja. Marilah belajar ilmu motivasi dari para guru-guru kehidupan ini. Menggali wawasan dari mereka yang bersahaja. Motivator sejati yang mendidik kita dengan semangat yang setia.

Motivasi secara sederhana. Dari hati.

Agar Termotivasi

Pada tulisan sebelumnya, saya mengungkapkan bagaimana caranya untuk menemukan ide-ide dalam meningkatkan motivasi.

Berikut beberapa ide sederhana untuk menguatkan motivasi yang kendor. Agar termotivasi, kita membutuhkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Fokus pada tujuan utama.

Seringkali kita lupa apa tujuan utama kita ketika sedang sibuk menjalani aktivitas sehari-hari. Ingatkan kembali diri kita akan tujuan utama kita serta evaluasi nilai-nilai yang kita anggap penting.

Kuatkan kembali prinsip-prinsip yang kita pegang yang membuat kita kuat untuk terus berjalan.

2. Membuat strategi dengan sejelas-jelasnya.

Seringkali ketika sedang berusaha mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan, kita kehilangan arah.

Kebingungan terhadap situasi tertentu atau tak tahu mesti bagaimana ketika menghadapai suatu hambatan.

Agar terus termotivasi, kita harus menyusun strategi yang jelas langkah demi langkah untuk mencapai tujuan, lengkap dengan antisipasi masalah yang mungkin muncul.

3. Melepaskan beberapa distraksi.

Saat kita sedang bekerja, ada saja beberapa hal yang urgent yang mendadak mesti dilakukan secepatnya padahal belum tentu penting untuk pencapaian tujuan kita.

Kita harus bisa menciptakan prioritas dan mengklasifikasi tugas-tugas.

Tugas yang tidak terlalu penting sebaiknya didelegasikan kepada orang lain atau ditunda demi mengerjakan tugas yang penting sesuai prioritas kita.

4. Meningkatkan keyakinan diri.

Dengan memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup, kita akan termotivasi selalu dalam menghadapi segala tantangan yang sesuai dengan kompetensi kita.

Maka dari itu, tingkatkanlah kompetensi diri kita dengan selalu belajar dan berlatih. Jangan lupa juga untuk selalu mensyukuri keahlian-keahlian yang kita miliki.

Lalu, selalu kerjakan tugas yang cukup menantang dan agak sulit, tapi jangan terlalu sulit.

5. Menghilangkan stres yang tak perlu.

Stres yang baik bisa memacu motivasi, seperti mengerjakan sesuatu yang menantang dan agak sulit.

Namun, stres yang berlebihan akan melemahkan kekuatan kita untuk berdisiplin dengan melemahkan otak serta kehendak. Beristirahatlah dengan cukup dan hiburlah diri sewajarnya.

Nikmati seni dan luangkan waktu untuk hobi yang diminati. Cari waktu untuk sendiri dan rileksasi. Asah Gergaji

25 Ide Motivasi

Seringkali kita mencari nasehat dari para ahli. Padahal tidak sedikit kebijaksanaan yang kita bisa peroleh dari dalam diri sendiri. Potensi otak kita lebih besar daripada yang kita sadari.

25 ide motivasi bisa kita dapatkan dengan selembar kertas dan pulpen. Bersama kreativitas serta sedikit usaha. Dari diri sendiri.

Ide yang terlahir dari pemikiran sendiri akan lebih pas untuk diterapkan kepada diri sendiri juga. Oleh karena, seringkali nasehat dari buku atau orang lain kurang sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ada pada diri sendiri.

Berfokuslah untuk menemukan ide-ide yang berpeluang meningkatkan motivasi. Bisa juga kita aplikasikan kepada hal-hal lain. Pada banyak hal-hal lainnya.

Contohnya, mencari 25 cara untuk meningkatkan kesehatan. Memperbaiki hubungan sosial. Menaikkan level penghasilan. Dan sebagainya. Namun sebaiknya, berkonsentrasilah dahulu untuk mencari 25 cara meningkatkan suatu hal atau satu bidang tertentu saja.

Memikirkan 10 ide pertama biasanya tidak terlalu sulit. Untuk 10 ide selanjutnya, akan dibutuhkan usaha lebih. Lalu, 5 ide terakhir bisa jadi memberikan tantangan yang lumayan sulit untuk dipikirkan.

Meski banyak ide yang tidak praktis atau bahkan tidak berguna sama sekali, beberapa ide akan menjadi penemuan terpenting.

Sangat dimungkinkan, ide keduapuluhlima dan beberapa ide terakhir yang terpikirkan adalah ide-ide yang sangat bagus. Jangan menyerah dan berhenti sebelum menemukan minimal 25 ide.

Ide yang bagus adalah ide yang sederhana, praktis, tetapi memiliki dampak yang paling besar. Salah satu metode sederhana untuk menghasilkan ide-ide bagus adalah dengan melakukan apa yang disebut dengan brainstorming.

Brainstorming dilakukan dengan cara menuliskan ide sebanyak-banyaknya. Tidak perlu memikirkan kepraktisan atau batasan apapun. Biarkan kreativitas mengalir bebas dahulu.

Doronglah pikiran untuk kreatif, asosiasikan dengan beragam hal yang tidak terlalu berkaitan. Dengan warna-warna misalnya, kata-kata sifat, judul beragam film serta novel, dll.

Tuliskan dengan segera dan jangan saring pikiran, apapun yang muncul. Amati dan catat saja. Meski mustahil dan yang aneh sekalipun. Jika ada kesulitan, pikirkan hal-hal yang sederhana saja.

Misalkan untuk brainstorming mencari ide-ide untuk melonjakkan penjualan. Jika sesi penulisan ide mandek, coba pikirkan ide yang sangat sederhana.

Dalam contoh kasus ini, jadikan kenaikan penjualannya hanya 5 % saja. Tuliskan apa ide sederhana dan kecil yang dapat meningkatkan penjualan sebesar 5 % saja?

Tuliskan ide-ide yang sederhana ini bersama ide-ide lainnya. Dari sesi brainstorming ini, kita bisa menyaring banyak ide lalu menetapkan 25 cara baru yang inovatif.

Perusahaan-perusahaan bisa menerapkan cara brainstorming seperti ini. Bisa jadi, inilah salah satu cara perusahaan menghargai karyawannya. Agar karyawannya merasa dibutuhkan dan termotivasi dalam bekerja.

Bahkan banyak perusahaan yang sudah memberikan bonus kepada karyawannya jika ide sang karyawan terbukti bisa diterapkan dan menghasilkan sesuatu. Tapi yang efektif adalah bonusnya jangan terlalu besar, agar para karyawan termotivasi secara internal sehingga lebih rajin dalam memberikan ide tanpa terlalu memusingkan besaran bonusnya.

Maka, doronglah sesi brainstorming ide ini dan sisihkanlah waktu beberapa saat saja. 25 cara untuk meningkatkan produktivitas, adalah salah satu contoh yang bagus untuk dimulai di sebuah perusahaan.

Dan tidak ada salahnya, sebagai pribadi kita coba praktekkan metode ini. Coba pikirkan suatu hal apa yang ingin ditingkatkan. Lalu tuliskan 25 ide dari sesi brainstorming. Tunggu apa lagi?