Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: karisma & kepemimpinan

Kemampuan Pemimpin yang Paling Utama

…adalah keahlian dalam mengamati. Ini berarti mampu mengobservasi lingkungan dan pasar. Mengetahui kekuatan kelompok yang dipimpin dan kelemahan pesaing-pesaingnya. Melihat dengan jelas pilihan jalan yang diambil, mengambil keputusan dengan intuisi yang visioner. Mempunyai visi sebagai penunjuk arah untuk melangkah maju. Dan yang terpenting;

Menciptakan perubahan yang bermakna.

Semua dimulai dari pengamatan. Ingin yang dipimpin berperilaku lebih baik? Amati dia/mereka secara mendalam. Mau meraih perkembangan yang berarti? Inovasi kuncinya, yang berawal dari mengamati semuanya dan berpikir besar. Pengamatan adalah pondasi yang paling mendasar dari kepemimpinan yang berkualitas.

Bisakah kita melihatnya secara jernih?

Salam sentosa!

Baca juga:
Kepemimpinan yang Memotivasi
Kepemimpinan yang Hebat
2 Kata Kunci Kesuksesan Kepemimpinan
Kesadaran: Kunci Perubahan

Menguatkan Motivasi Karyawan Secara Emosi

Kata-kata employee engagement seringkali digunakan untuk mendeskripsikan perasaan keterikatan karyawan pada pekerjaan, kondisi kantor, dan perusahaannya.

Karyawan yang terikat secara emosional ini akan memberikan kinerja dengan inisiatif tinggi, penuh antusiasme, dan berkomitmen untuk berkontribusi yang terbaik sesuai kompetensinya.

Engaged employee berarti karyawan yang percaya terhadap atasan, mau bekerja dan berusaha maksimal, mengerti paradigma tujuan bisnis perusahaan, saling bekerja sama dengan rekan, dan membuka diri untuk perkembangan personal di lingkungan kerja.

Motivasi karyawan
Baca entri selengkapnya »

Presentasi yang Menggoda

Karakter seseorang adalah sarana persuasi yang paling efektif. -Aristoteles

Dalam mendapatkan klien, seringkali seorang tenaga penjual atau sales person harus melakukan presentasi kepada calon konsumennya yang biasa disebut prospek. Beragamnya karakter manusia membuat presentasi menjadi beragam juga disesuaikan dengan kebutuhan sang pelanggan.

Ada orang yang menyukai diskusi dan pemaparan data-data, ada juga yang mudah merasa bosan dan menginginkan presentasi yang menghibur. Langkah pertama tentunya dalam menyusun presentasi yang menggoda adalah menganalisa preferensi, wawasan dan keinginan dari audiens dengan riset yang cukup.

Selanjutnya kita juga harus memperhatikan petunjuk-petunjuk non-verbal selama presentasi seperti bahasa tubuh dan gerakan lainnya untuk menilai seberapa dalam pengaruh dari presentasi yang sedang kita paparkan. Seringkali kita harus bisa adaptif dengan menjadi fleksibel ketika kita merasakan kekurangan perhatian dari pemirsa presentasi kita dengan mengubah cara kita menyampaikan materi presentasinya.

Namun dari sekian banyaknya variasi metode presentasi, kita bisa mengusahakan beberapa langkah agar presentasi kita lebih memukau dan menggoda sehingga bisa menyukseskan tujuan kita berpresentasi. Bahkan sebelum kita menemui partisipan yang akan kita presentasikan, kita mesti melakukan beberapa persiapan seperti meminta atau memberikan pertanyaan awal lewat email misalnya.

Dan sebelum kita mempersiapkan presentasi dengan segala kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan, kita juga harus tahu bahwa orang yang akan kita presentasikan memang berpengaruh sebagai orang kunci di perusahaan prospek sebagai contohnya. Kemudian hindari jargon-jargon atau istilah dan bahasa yang kurang familiar bagi pendengar presentasi kita.

Selanjutnya adalah menyatakan penawaran yang jelas dengan meminta tindak-lanjut atau langkah selanjutnya yang bisa diambil setelah menerima presentasi yang kita paparkan. Kita juga perlu mengevaluasi untuk perbaikan dan penyempurnaan presentasi agar ke depannya menjadi semakin menggoda. Serta memanfaatkan prinsip-prinsip persuasi dalam presentasi. Baca entri selengkapnya »

Passion dan Engagement: Kunci Produktivitas Karyawan

Passion adalah energi. Rasakan saja kekuatannya yang berasal dari fokus akan hal-hal yang menarik minat kita. -Oprah Winfrey

Bisa dipastikan, kebanyakan pemimpin perusahaan meyakini kinerja yang bagus dihasilkan dari karyawan yang memiliki tingkat employee engagement yang tinggi terhadap pekerjaan serta sangat passionate dalam mengerjakan tugas-tugasnya.

Mayoritas manajer juga percaya bahwa produktivitas para pekerja amatlah ditentukan oleh semangat motivasi sustainable atau dapat bertahan lama dalam jangka panjang. Dan semangat kerja yang bisa terus berkobar ini bukanlah yang dipancing oleh para motivator eksternal, namun motivasi yang bersumber dari dalam diri yang biasa disebut passion.

Kemudian, passion karyawan akan menjadi landasan dari employee engagement yang solid atau kokoh. Team work dalam perusahaan akan bekerja dengan dinamis dan secara efektif akan menghasilkan kinerja kelompok yang mendukung kenaikan produktivitas perusahaan.

Bagaimana mengarahkan karyawan agar bekerja dengan passion dan tingkat engagement yang tinggi? Baca entri selengkapnya »

Aplikasi Teknik Motivasi dalam Komunikasi

Apapun yang kita lakukan atau abaikan sangatlah berpengaruh pada kredibilitas dan keahlian kita dalam mempengaruhi orang lain. -Brian Tracy

Sejak jaman dahulu kala, para filsuf Yunani telah merumuskan dan menuliskan tentang teknik mempengaruhi orang lain dalam berkomunikasi. Saya telah menuliskannya di blog 100motivasi dengan menjabarkan rumusan ethos, pathos dan logos yang bisa dibaca disini.

Ethos dan etika dalam berkomunikasi berkaitan dengan kepribadian serta kredibilitas seseorang yang dinilai oleh orang lain khususnya yang melakukan kontak komunikasi dengannya. Segala tindak-tanduk atau perilaku kita sangatlah penting dalam menambah atau malah mengurangi kredibilitas kita.

PENTINGNYA KESAN PERTAMA

Kredibilitas sangatlah penting dalam membangun kepercayaan sebagai landasan dalam setiap modus komunikasi. Dan kita bisa secara bertahap meningkatkan pengaruh dari awal pertemuan kita dengan siapapun. Mulailah dengan penampilan yang baik.

Kesan pertama begitu penting karena bisa saja menjadi penentu sehingga tidak ada lagi kesempatan kedua. Penilaian seseorang ketika pertama berjumpa bisa berlangsung hanya beberapa puluh detik saja.

Dalam survei industri, para perekrut tenaga kerja di sebuah perusahaan secara umum menilai bahkan memutuskan untuk menerima atau menolak kandidat pegawainya hanya dalam semenit pada pertemuan pertama saja.

Baca entri selengkapnya »