Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: motivasi

Prinsip Olimpiade untuk Motivasi Karyawan

Kompetisi melatih pengendalian diri. Mengajarkan tentang kekalahan dan kemenangan, tidak hanya dalam dunia olah raga namun juga tergambar dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus memahami bahwa kita bisa saja kalah di suatu hari dan bisa menang di hari selanjutnya. Selalu dengan senyuman yang sama di wajah kita. -Jean Claude Killy (Juara Olimpiade)

Pierre de Coubertin adalah pendiri Komite Olimpiade Internasional dan dijuluki sebagai bapak Olimpiade modern. Olimpiade adalah tradisi dari jaman Yunani kuno dimana para atlit yang terhebat, terkuat, dan tercepat berkompetisi.

Coubertin meneruskan tradisi suci yang bertujuan menciptakan kedamaian ini menjadi kompetisi yang menjunjung tinggi idealisme dalam sportivitas. Yang diungkapkan oleh Coubertin sebagai berikut;

L’important dans la vie ce n’est point le triomphe, mais le combat, l’essentiel ce n’est pas d’avoir vaincu mais de s’etre bien battu.

Artinya: yang paling penting dalam hidup bukan perayaan tapi perjuangannya, hal yang terutama bukanlah kemenangan namun berjuang dengan upaya yang baik.

Kini, namanya diabadikan menjadi sebuah medali yang diberikan untuk para atlit yang menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi di perlombaan Olimpiade. Medali ini sangatlah dihargai, bahkan dinilai lebih tinggi dari medali emas.

Dalam piagam Olimpiade, filosofi Coubertin ini dijabarkan sebagai usaha meningkatkan serta menyeimbangkan kualitas badan, tekad, dan pikiran untuk menciptakan kebahagiaan dalam perjuangan dengan memberikan teladan, saling menghormati secara etis sesuai prinsip-prinsip yang sejati.

Prinsip-prinsip dasar yang bisa kita petik dari Olimpiade ini adalah: mengejar keunggulan, bermain adil (fair play), kesenangan dalam berusaha, menghormati orang lain, dan harmonisasi tubuh dengan pikiran.

Kesemua prinsip ini bisa kita terapkan ke dalam dunia kerja. Organisasi yang mengharapkan keunggulan dalam bersaing dapat menjadikan prinsip-prinsip dalam Olimpiade agar tetap berusaha di jalur yang harmonis, yang tidak merugikan orang lain, lingkungan, dan diri sendiri.

Baca entri selengkapnya »

Anger Management: Tips Mengendalikan Emosi

Amarah adalah angin yang memadamkan cahaya lentera yang menerangi pikiran. -Robert Green Ingersoll

Mengelola emosi adalah salah satu topik psikologi yang cukup rumit, perlu dipelajari secara mendalam, dan prakteknya akan lebih menantang dari teori-teori yang sudah cukup menyulitkan.

Dalam tulisan ini, saya akan membahas secara singkat tips-tips untuk mengendalikan emosi khususnya rasa marah dan akan menuliskan beragam topik manajemen emosi lainnya di blog 100motivasi ini.

Silahkan baca pembabaran emosi yang terkait motivasi dari sudut pandang evolusi disini dan pelajari teknik menghentikan pikiran negatif pemicu emosi yang negatif juga di blog 100motivasi.wordpress.com ini dengan klik dsini.

Ada beberapa teknik yang telah teruji secara klinis untuk mengendalikan emosi seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy) dan ACT (Acceptance Commitment Therapy) serta beberapa trik pikiran dalam ilmu pseudo-ilmiah seperti NLP (Neuro Linguistic Programming). Dan berikut, adalah beberapa tips untuk mengontrol amarah;

Baca entri selengkapnya »

Memotivasi Karyawan Kunci agar Tidak Pindah Kerja

Steve Jobs sangat baik kepada saya, dia jadikan saya seorang karyawan dan itu adalah salah satu kehormatan terbesar di dalam hidup saya. -Steve Wozniak

Di jaman sekarang, bajak-membajak karyawan menjadi hal yang biasa. Dan jika karyawan yang dibajak atau pindah itu adalah salah satu karyawan kunci, maka perusahaan bisa terancam produktivitasnya.

Karyawan kunci adalah karyawan penting bagi perusahaan, ia merupakan karyawan yang berharga karena kompetensinya sangat berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Keahliannya dibutuhkan bagi perkembangan usaha atau bisnis di tempatnya bekerja.

Kepindahan karyawan biasanya diiming-imingi dengan remunerasi yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi, dan bonus yang lebih besar. Bisa juga karena jenis dan tempat kerjanya sesuai dengan yang diinginkan karyawan.

Karyawan mau pindah kerja juga karena menginginkan kesempatan yang lebih baik atau menghindari tekanan yang negatif. Sebagai contoh, ada konflik dengan rekan kerja, konfrontasi dengan atasan, atau pekerjaan yang terlalu membebani fisik dan psikis pekerja atau malah kurang menantang, jenuh, sampai membosankan.

Perusahaan yang ingin unggul dalam persaingan bukan hanya menuntut kinerja yang baik dari para karyawannya namun juga loyalitas atau kesetiaan. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan manajemen untuk meningkatkan loyalitas.

Baca entri selengkapnya »

Metode Sales AIDA

Hasrat yang membara untuk menjadi dan melakukan sesuatu memberikan kita kekuatan untuk bertahan, bangun setiap pagi atau bangkit dan tetap berusaha lagi meski pernah gagal. -Marsha Sinetar

AIDA adalah singkatan atau akronim sederhana yang diperkenalkan oleh E.K. Strong dalam Jurnal Psikologi Terapan: Teori Penjualan di tahun 1925 dan terus digunakan sampai sekarang oleh banyak perusahaan niaga.

Kepanjangan dari AIDA adalah Attention, Interest, Desire, Action (perhatian, ketertarikan, hasrat, tindakan) yang dipahami secara berurutan. Model ini sangat sederhana namun begitu berguna sebagai suatu metode penjualan bahkan bisa digunakan untuk metode memotivasi sang penjual itu sendiri!

Pertama-tama, AIDA sebagai metode sales berarti berguna untuk petunjuk yang bisa dipakai oleh para sales person. Prosedur pertama dalam mendekati dan membujuk prospek menjadi pelanggan adalah dengan menarik perhatian atau atensi (attention).

Attention atau Atensi

Atensi atau perhatian ini harus dimanfaatkan tenaga penjual khususnya pada kesan pertama. Seorang sales person yang baik harus menjaga penampilan dan bisa menonjol atau menarik perhatian.

Baca entri selengkapnya »

Mengaplikasikan Strategi Menjadi Eksekusi

Pengetahuan tanpa praktek seperti buku yang tak pernah dibaca. -Christopher Crawford

Di dalam suatu organisasi seperti perusahaan, para pemimpin membuat keputusan eksekutif yang menentukan pilihan strategis untuk kemajuan organisasi atau perusahaannya. Dan kemajuan tersebut didapatkan dari eksekusi strategi yang telah ditetapkan.

Sayangnya, banyak detail dari strategi yang menyimpang bahkan hilang pada saat para manajer mendelegasikan eksekusi dari strategi perusahaan kepada para karyawan.

Lalu, bagaimanakan manajemen perusahaan mengimplementasikan strategi ke tahap eksekusi secara tepat?

Baca entri selengkapnya »