Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: motivasi

Motivasi Karyawan: Paradigma Kerja, Pengaturan Perspektif dan Pengolahan Persepsi

Jika ingin membuat perbaikan kecil, ubahlah perilaku. Jika ingin berkembang secara drastis, ubahlah paradigma. – Stephen Covey

Motivasi berasal dari bahasa latin: movere yang berarti bergerak. Motivasi seringkali didefinisikan sebagai semangat yang mendorong perilaku untuk bertindak sesuai tujuan atau arah yang diinginkan.

Beberapa pakar telah mencetuskan beragam teori motivasi yang berfokus pada faktor-faktor internal. Dorongan dari dalam diri dianggap sebagai motivator utama dengan faktor-faktor luar seperti imbalan finansial sebagai insentif penguat motivasi intrinsik; yang berasal dari dalam diri seperti kebutuhan.

Baca entri selengkapnya »

Motivator Karyawan: 7 Kunci Motivasi Intrinsik

Banyak motivator tidak berhasil memotivasi para karyawan untuk terus semangat bekerja dalam jangka panjang. -Reza Wahyu

Biasanya, setelah beberapa saat efek dari sesi motivasi yang diberikan menurun. Lalu, apakah tugas sang motivator karyawan ini berada di tangan atasan atau para manajernya yang setiap hari berinteraksi?

Mungkin saja, tapi yang jelas untuk bisa memotivasi seluruh karyawan agar bekerja dengan semangat secara terus-menerus membutuhkan lebih dari sekedar pengawasan, imbalan/reward, dan sanksi/punishment dari sang pimpinan.

Motivasi dari luar diri atau eksternal hanya bersifat sementara dan dalam jangka panjang, menurun efektivitasnya. Motivasi yang sejati berasal dari dalam diri. Motivasi intrinsik. (Tapi karyawan tetap membutuhkan motivasi eksternal seperti gaji untuk memenuhi pemuasan kebutuhannya).

Bagaimanapun, motivasi eksternal perlu diperkuat dengan motivasi intrinsik agar motivasi eksternal diinternalisasikan dalam suatu proses yang disebut..

Baca entri selengkapnya »

Motivasi dengan Rencana Aksi & Antisipasi

Sedia payung sebelum hujan. -Peribahasa

Persiapan akan memperbesar peluang keberhasilan. Perencanaan bisa menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam berusaha. Antisipasi dapat menyiapkan kemampuan untuk mencari solusi saat menjalankan rencana.

Memang, biasanya masa depan tidak selalu bisa sama persis dengan yang direncanakan. Tapi, seringkali kita bisa memprediksi dengan cukup akurat jika kita siap dengan data dan rencana sebagai antisipasi di masa yang akan datang.

Sehingga akan lebih baik memiliki satu-dua rencana utama dan beberapa rencana cadangan daripada tidak punya alternatif pilihan dan menghabiskan waktu serta energi untuk mengantisipasi masa depan.

Secara mental, kita juga bisa menguatkan mental kita agar gigih berjuang dengan memiliki antisipasi kemungkinan gagal di dalam rencana kita. Ketakutan dan kecemasan bisa direduksi bahkan eliminir sehingga kita berani untuk terus maju pantang menyerah.

Sama halnya seperti kita menyediakan hati yang lapang sebelum menemui orang atau kejadian yang bisa menyulut kemarahan. Kita bisa bersiap untuk memberikan pengertian dan mampu memaafkan. Antisipasi seperti ini akan menghindarkan kita dari penyesalan di kemudian hari akibat kemarahan yang spontan tanpa pernah berpikir panjang.

Baca entri selengkapnya »

Motivasi Bekerja Keras dengan Ikhlas

Mereka yang tidak pernah bekerja keras melebihi bayarannya, tidak akan pernah mendapatkan bayaran melebihi dari yang mereka kerjakan. -Elbert Hubbart

Banyak manajemen di dalam perusahaan yang menentukan target individu karyawannya berdasarkan angka-angka dan kriteria yang terukur. Dan yang lebih detail lagi, dengan menggunakan metode SMART.

SMART berarti tujuannya tersebut spesifik dan terukur (Specific and Measurable), dapat diraih/realistis (Attainable), relevan dan berjangka waktu (Relevant and Timely).

Tujuan yang dirumuskan dalam metode SMART sebagai sasaran-sasaran yang terukur secara otomatis akan lebih memotivasi daripada target yang tidak jelas. Tapi masalahnya, bagaimana memotivasi karyawan agar mengejar kemajuan dalam meraih pencapaian target-traget SMART ini?

Baca entri selengkapnya »

Memotivasi Karyawan Kunci agar Tidak Pindah Kerja

Steve Jobs sangat baik kepada saya, dia jadikan saya seorang karyawan dan itu adalah salah satu kehormatan terbesar di dalam hidup saya. -Steve Wozniak

Di jaman sekarang, bajak-membajak karyawan menjadi hal yang biasa. Dan jika karyawan yang dibajak atau pindah itu adalah salah satu karyawan kunci, maka perusahaan bisa terancam produktivitasnya.

Karyawan kunci adalah karyawan penting bagi perusahaan, ia merupakan karyawan yang berharga karena kompetensinya sangat berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Keahliannya dibutuhkan bagi perkembangan usaha atau bisnis di tempatnya bekerja.

Kepindahan karyawan biasanya diiming-imingi dengan remunerasi yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi, dan bonus yang lebih besar. Bisa juga karena jenis dan tempat kerjanya sesuai dengan yang diinginkan karyawan.

Karyawan mau pindah kerja juga karena menginginkan kesempatan yang lebih baik atau menghindari tekanan yang negatif. Sebagai contoh, ada konflik dengan rekan kerja, konfrontasi dengan atasan, atau pekerjaan yang terlalu membebani fisik dan psikis pekerja atau malah kurang menantang, jenuh, sampai membosankan.

Perusahaan yang ingin unggul dalam persaingan bukan hanya menuntut kinerja yang baik dari para karyawannya namun juga loyalitas atau kesetiaan. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan manajemen untuk meningkatkan loyalitas.

Baca entri selengkapnya »