Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: motivasi

Motivasi Tanpa Motivator

Memang seru kalau ikut seminar motivasi oleh seorang motivator top.

Seminarnya bisa jadi sangat menyenangkan, ada permainannya, ada film/video yang menghibur, ada musik yang menggelegar, dan trik-trik yang memukau seperti menonton sulap saja.

Kita bisa tertawa, menangis, dan yang paling penting: jadi merasa sangat termotivasi!

Tapi pertanyaannya, bagaimana kalau setelah beberapa hari motivasinya mengendur? Apakah kita mesti ikut seminar motivasi lagi yang biayanya lumayan mahal? Dan begitu seterusnya?

Sebenarnya, motivator yang bagus itu bisa memotivasi tanpa diperlukan kehadirannya. Yang penting ilmunya. Memang, membaca saja tidak cukup, lebih bagus mendengarkan dan praktek langsung dengan sang motivator. Baik itu di sebuah seminar atau mengikuti suatu kelas training. Ilmunya akan lebih melekat dalam ingatan dan cepat dipahami. Jadi, seminar itu ada baiknya juga.

Namun, apakah diperlukan segala jenis hiburan, tontonan, permainan, musik, dan beragam trik untuk membuat kita menjadi sangat emosional?

Tidak jarang saya melihat banyak peserta seminar yang bercucuran air mata. Dibuat terharu atau sedih sesedih-sedihnya oleh sang motivator. Perasaannya diaduk-aduk, tapi tujuan akhirnya adalah untuk memicu semangat/motivasi yang berkobar-kobar.

Tapi alangkah baiknya jika kita bisa mengobarkan semangat atau motivasi yang tinggi kapan saja saat kita butuh tanpa perlu dipancing oleh seorang motivator. Seorang motivator yang hebat adalah motivator yang memberikan ilmu motivasi yang bermanfaat walau tanpa kehadiran dirinya.

Sehingga, kita bisa termotivasi tinggi tanpa motivator. Hanya mempraktekkan ilmu yang didapat dari sang motivator, kita bisa bersemangat tanpa harus terus-menerus mengikuti seminar motivasi terlebih dahulu. Motivasi tanpa motivator.

Walaupun begitu, saya tidak menentang seminar motivasi. Saya malah mendukung seminar motivasi sebagai sebuah pendidikan yang diperlukan oleh semua orang yang ingin maju dan berkembang.

Hanya saja, kita tak perlu segala kehebohan dalam bentuk pertunjukan, hiburan atau tangisan yang berlebihan. Untuk itu, lebih baik ke bioskop, nonton konser atau pertunjukkan sulap saja. Sekalian saja ikut majelis dzikir atau kebaktian yang memancing isakan berair mata kalau mau menangis yang bermanfaat (karena ibadah). Yang kita butuhkan adalah ilmu motivasi yang bisa dipraktekkan oleh semua orang tanpa perlu mengharuskan kehadiran sang motivator.

Dalam blog ini, saya akan membagikan beragam tips dan tehnik motivasi 100% tanpa trik sulap atau permainan emosional lainnya. Selanjutnya, saya akan tuangkan dalam tulisan-tulisan saya; cara-cara memotivasi diri tanpa perlu motivator dengan memanfaatkan ilmu tentang gelombang otak, neuroscience, psikologi persuasif, terapi kognitif-perilaku, dan sebagainya.

Jadi, stay tuned terus di blog ini yaa!

Tips Motivasi agar Semangat dalam Bekerja

Pada tulisan kali ini saya akan membagikan tips motivasi agar semangat dalam bekerja. Motivasi ini sangatlah penting, produktivitas akan meningkat jika kita bekerja dengan penuh semangat.

Berikut beberapa tips motivasi agar semangat dalam bekerja:

Yang pertama adalah bangun lebih pagi.

Dengan bangun lebih pagi, kita akan memiliki momentum semangat. Pikiran lebih segar dan badan juga lebih fit rasanya jika bangun lebih pagi daripada bangun kesiangan. Bangun kesiangan malah membuat lemas dan pusing, serta melemahkan semangat dalam bekerja.

Bila bangun pagi; waktu terasa lebih lama, kita menjadi lebih termotivasi dan sempat mengerjakan beberapa hal tanpa tergesa-gesa. Berbeda jika kita bangunnya kesiangan: waktu terasa mepet, terburu-buru jadinya, dan membawa stres pada akhirnya. Kita bisa memulai hari lebih dini, sempat sarapan dan bermeditasi/kontemplasi; agar proaktif dalam mengawali pekerjaan kita.

Baca tulisan saya sebelumnya tentang cara bangun pagi disini dan disini. Baca juga tentang cara meredakan stres disini.

Setelah bangun pagi, jangan lupa gosok gigi dan sambil bercermin, semangati diri dengan: Afirmasi Positif.

Ingatkan diri dengan afirmasi dan kuatkan alam bawah sadar agar selalu percaya diri dalam memulai hari. Afirmasikan optimisme, keyakinan diri dengan mensyukuri pencapaian yang ditargetkan di masa depan. Afirmasi pada pagi hari akan lebih ampuh karena pikiran kritis belum terlalu sadar secara penuh.

Afirmasi yang sukses akan menguatkan determinasi diri agar selalu bersemangat dalam bekerja. Afirmasi juga akan mengarahkan pikiran agar selalu termotivasi dan berkonsentrasi penuh pada pekerjaan. Afirmasi yang berhasil akan membentuk pribadi yang optimis serta positif.

Silahkan baca tentang afirmasi disini dan tentang pikiran kritis disini.

Selanjutnya, setelah afirmasi atau bisa dikatakan sebagai berpikir dan berkata positif adalah bertindak positif. Ini adalah ketiga pilar perasaan positif.

Dengan perasaan yang positif, kita akan lebih antusias yang secara otomatis akan meletupkan harapan serta semangat dalam bekerja. Kerja kita akan lebih gigih dan tidak mudah menyerah jika kita berperasaan positif. Emosi positif akan mengobarkan motivasi semangat kerja yang positif juga.

Tiga pilar perasaan positif yang bisa membakar motivasi kerja ini bisa dibaca disini.

Lalu, kita harus ingat kembali nilai-nilai yang kita pegang. Beberapa prinsip seperti tanggung jawab dan cinta keluarga perlu ditanamkan di dalam hati sepanjang hari. Ucapkan dalam doa, tujuan kita bekerja; mencari nafkah demi kesejahteraan keluarga.

Baca kembali sasaran-sasaran yang ingin kita raih, peningkatan karir yang bisa kita dapatkan, serta angka-angka di dalam slip gaji atau upah hasil kerja kita. Catat dalam selembar kertas dan bacalah beberapa kali dalam sehari selama jam kerja kita. Ini akan menjaga level motivasi kita selama bekerja.

Boleh baca tentang meningkatkan level motivasi disini.

Selain itu, mumpung hari masih pagi buatlah daftar prioritas, tetapkan 3 sasaran besar yang ingin dicapai hari ini.

Fokuskan diri agar mengejar hal-hal yang terpenting dahulu. Jangan sampai terlanjur sibuk tapi ternyata sibuk mengerjakan hal-hal yang bukan tugas utama kita. Paksakan diri untuk berdisiplin karena kedisiplinan akan membawa semangat motivasi kerja dan menciptakan budaya kerja yang produktif.

Silahkan baca tentang cara pencapaian tujuan yang efektif disini. Serta baca tentang kesibukan yang tidak produktif disini. Dan baca tentang disiplin disini.

Di tempat kerja jadilah pribadi yang positif, dan kelilingi diri dengan pribadi-pribadi yang positif pula.

Bersihkan lingkungan kerja dari sampah yang sebenarnya dan juga omongan sampah. Jangan bergosip, ikut-ikutan mengeluh, dan segala bentuk obrolan negatif lainnya. Jangan meracuni semangat dengan kata-kata demotivasi dari rekan kerja. Kalahkan obrolan yang negatif dengan selalu bangga dengan pekerjaan kita, perusahaan kita, dan bersyukur dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Tebarkan senyuman serta kebaikan.

Kalau perlu, upayakan rasa persaingan dengan rekan kerja. Pikirkan promosi dengan memberikan hasil kerja yang optimal. Sumbangkan kontribusi yang lebih baik daripada rekan-rekan kerja yang setingkat. Tonjolkan kinerja yang tinggi agar terpantau pantas untuk diangkat menjadi atasan bagi rekan-rekan kerja yang masih setara. Tingkatkan peluang diri untuk sukses mengungguli yang lainnya.

Baca juga cara menghentikan pikiran negatif disini dan meningkatkan peluang untuk sukses disini.

Akhirnya, akhiri hari dengan evaluasi: apa yang bisa diperbaiki di hari ini. Bagaimana melakukan pekerjaan dengan lebih baik di esok hari. Tips terakhir ini harus dilakukan terus-menerus. Tingkatkan kualitas kerja meski sedikit yang penting konsisten. Jika kita meningkatkan kualitas kerja kita 1% saja setiap harinya, maka dalam setahun kita akan meraih peningkatan sebanyak 365 persen!

Tips Motivasi Saat Gagal

Kegagalan adalah salah satu penyebab stres. Saat stres, banyak orang berusaha bangkit kembali dan mencari motivasi agar tidak berputus asa akibat kegagalannya.

Reaksi yang umum yang sering dilakukan orang ketika gagal adalah: menjadi emosional seperti menyalahkan diri sendiri, pengalihan pikiran atau pelarian, penolakan atau pengingkaran diri, penggunaan alkohol atau obat-obatan, pelampiasan amarah dan menuding kesalahan orang lain, menarik diri atau menyendiri, dan sebagainya. Kebanyakan reaksi ini tidak efektif dan malah bersifat negatif.

Tehnik yang paling efektif untuk memotivasi diri agar bangkit kembali dari kegagalan sebenarnya adalah ikhlas menerima kegagalan dan belajar dari kegagalan tersebut.

Banyak profesional seperti psikolog, menggunakan tehnik-tehnik psikologis seperti penerimaan dan reframing, yaitu pemaknaan ulang peristiwa dengan sudut pandang yang lebih positif. Paradigma berpikir diubah agar kegagalan dipersepsikan sebagai sebuah pembelajaran yang berharga. Kegagalan malah bisa menjadi sesuatu yang bisa disyukuri. Contohnya pada kalimat: Masih untung…

Dan tips terbaik berdasarkan riset terkini untuk motivasi saat gagal adalah dengan humor dan tawa.

Para peneliti sudah menemukan hubungan antara humor dengan stres dan kesembuhan. Humor dan tawa menjadi obat yang mujarab dalam melawan penyakit yang disebabkan oleh stres. Bahkan para pekerjanya pun (yang bekerja di bidang medis seperti para perawat) bisa terus termotivasi merawat orang-orang yang sekarat dengan humor.

Para manajer yang humoris adalah manajer yang efektif dalam mengelola karyawan. Penelitian membuktikan, humor memberikan kekuatan untuk menghadapi beragam permasalahan, mengkondisikan pikiran agar kreatif, dan memberikan kepuasan kerja. Humor dan tawa juga menyempurnakan komunikasi dengan memberikan rasa kedekatan secara intim, rasa kekompakan dan rasa saling percaya.

Maka, humor dan tawa selain mampu meredakan stres akibat kegagalan juga bisa mempengaruhi orang lain atau kelompok lewat komunikasi humoris yang memberikan keakraban.

Jadi, pelajarilah humor dan tawa lebih serius. Lihatlah tontonan yang lucu, dengarkan lawakan, bacalah kisah komedi, dan cari serta ceritakan lelucon. Tapi jangan sampai berlebihan, jangan menyinggung orang lain dengan humor yang kasar. Lebih baik belajar menertawakan diri sendiri dan pada akhirnya kita akan bisa menertawakan kegagalan kita. Demi kesuksesan di masa depan!

7 Faktor Kunci Motivasi Karyawan

Motivasi karyawan mempengaruhi kinerja karyawan dalam berkontribusi kepada perusahaan. Karyawan yang termotivasi tinggi adalah karyawan yang produktif. Dan produktivitas adalah faktor kunci dalam kesuksesan suatu perusahaan.

Maka dari itu, perusahaan harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan motivasi karyawan. Suatu strategi sistematis yang menyeluruh yang tidak hanya memberikan penghargaan secara konsisten kepada karyawan yang berprestasi namun juga melingkupi beberapa faktor lainnya.

Ada 7 faktor kunci dalam menyusun strategi memotivasi karyawan, yaitu: kompensasi, inspirasi, kepuasan, pengembangan, otonomi, pengakuan, dan penghargaan.

1. Kompensasi

Tentunya, semua karyawan di dalam perusahaan membutuhkan uang untuk setidaknya memenuhi kebutuhan pokoknya. Aspek terpenting dalam strategi ini adalah rasa kepantasan dan persepsi keadilan. Jangan sampai terjadi kesenjangan dan kecemburuan sosial antar karyawan.

Bentuk-bentuk kompensasi kepada karyawan bisa berupa upah atau gaji dan kenaikannya, bonus, komisi atau insentif berdasarkan kinerja, pembagian profit, opsi kepemilikan saham, mobil, dan sebagainya.

2. Inspirasi

Karyawan yang terinspirasi adalah karyawan yang memahami visi dan misi karyawan. Pemahaman ini harus datang dari kepemimpinan yang menginspirasi. Keteladanan seorang pemimpin dan arahannya dalam menetapkan tujuan akan menginspirasi karyawan serta membuatnya termotivasi.

Seorang pemimpin harus memiliki tujuan yang jelas dengan sasaran-sasaran yang terukur. Dan hal ini harus dikomunikasikan oleh sang pemimpin dengan antusias serta bersemangat tinggi. Perusahaan yang ingin unggul dalam persaingan harus bisa melahirkan pemimpin-pemimpin yang inspirasional.

3. Kepuasan

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, kepuasan kerja karyawan pasti akan meroketkan motivasinya. Dan sebaliknya, ketidakpuasan karyawan akan menjadi bencana dalam suatu perusahaan.

Perusahaan yang ingin selalu mendapatkan keuntungan harus menciptakan lingkungan kerja yang menarik dan mempertahankan orang-orang yang berkeahlian tinggi. Cara menjaga loyalitas karyawan yang kompeten adalah dengan selalu menjaga kepuasan karyawan tersebut.

4. Pengembangan

Karyawan akan menjadi semakin termotivasi dan loyal kepada perusahaan jika dia meyakini dia bisa mengembangkan dirinya di dalam perusahaan tersebut.

Bentuk pengembangan diri karyawan yang bisa difasilitasi oleh perusahaan bisa berupa: gambaran jalur karir yang berpeluang untuk dijabat di masa depan serta peningkatan keahlian dan kompetensi lewat program-program pendidikan seperti training, kursus, dan sebagainya.

5. Otonomi

Cara tercepat untuk menjatuhkan motivasi karyawan adalah dengan membatasi dirinya dengan segala peraturan yang ketat dan kaku. Demotivasi karyawan juga akan terjadi jika dia tidak diberikan kebebasan yang cukup untuk mengekspresikan ide dan pemikirannya.

Otonomi adalah fleksibilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan agar tetap termotivasi dan bersemangat dalam pekerjaannya. Otonomi berarti karyawan diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dalam menciptakan suatu kebijakan atau keputusan, karyawan diberikan wewenang dalam batas tertentu untuk tetap bisa kreatif dan berinovasi dalam pekerjaannya, serta karyawan tersebut diberikan peluang untuk menjalin kerjasama dan bersosialisasi dengan sesama rekannya, bawahan serta atasannya.

Karyawan akan merasa dipercaya oleh perusahaan dan akan merasa bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaannya. Perasaan bertanggung jawab dan dipercaya akan menjaga semangat bekerja sang karyawan.

6. Pengakuan

Selain uang, secara psikologis, seorang karyawan menginginkan pengakuan yang memadai akan hasil kinerjanya. Upaya dalam memotivasi pegawai akan menjadi sangat efektif dengan pengakuan karena tidak membutuhkan biaya yang besar.

Beberapa karyawan akan termotivasi untuk melihat namanya tertulis di sebuah piagam, tergantung di dinding, di dalam majalah perusahaan, atau disebutkan di dalam suatu seremoni. Perusahaan bisa memilih tema seperti karyawan yang paling rajin, karyawan yang mencapai target, tingkat absen, ketepatan tanpa terlambat, tanpa kecelakaan atau kesalahan kerja, dan seterusnya.

7. Penghargaan

Para manajer terkadang mensabotase motivasi karyawan dengan tidak memberikan penghargaan atas hasil kinerja dan perilaku yang positif dari para karyawannya. Dan akhirnya, para karyawan menjadi tidak tahu apakah mereka telah berhasil melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak.

Seringkali manajemen malah lebih cepat dalam menginformasikan kesalahan daripada memberi penghargaan secara khusus dalam suatu tugas atau pekerjaan tertentu.

Penghargaan untuk memotivasi karyawan harus diberikan secara tulus, jangan terdengar seperti pujian yang tak berdasar atau gombal. Ketika memberikan penghargaaan kepada karyawannya, para manajer harus lebih mendetail, spesifik pada suatu tugas tertentu dan ada konteksnya.

Jangan memberikan penghargaan secara umum saja dan tidak bersifat pribadi. Seorang karyawan akan menjadi bersemangat jika dia dihargai sebagai seorang pribadi bukan hanya sekedar alat atau aset perusahaan. Penghargaan juga akan meningkatkan optimisme karyawan sehingga dia lebih termotivasi dalam mengejar target pekerjaannya.

Eksekusi Ketujuh Faktor Kunci

Ketujuh faktor kunci dalam memotivasi karyawan ini harus diimplementasikan ke dalam suatu sistem di dalam perusahaan. Dan perusahaan harus memiliki metode dan perangkat yang menjamin pengaplikasian ketujuh faktor motivasi ini di setiap unit kerjanya.

Perencanaan dan eksekusinya harus disusun dalam suatu prosedur yang wajib dijalankan oleh para manajer. Fungsi pengawasan dan evaluasi secara berkala perlu diterapkan oleh pimpinan dalam menilai efektivitas upaya-upaya manajer dalam memotivasi karyawan berdasarkan ketujuh faktor kunci ini.

Olahraga Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Olahraga telah teruji mampu meningkatkan produktivitas karyawan.

Menurut penelitian terbaru di Inggris dan di Amerika, karyawan yang pergi ke gym dan berolahraga, terbukti menjadi lebih produktif dan lebih kooperatif. Riset ini membandingkan antara karyawan yang tidak berolahraga dan yang berolahraga selama beberapa waktu tertentu.

Menurut survey ini, para karyawan yang berolahraga dilaporkan memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi daripada karyawan yang tidak berolahraga.

Sebanyak 65% karyawan yang bugar ini, selain lebih produktif, menjadi lebih baik dalam manajemen waktu dan hubungan interpersonalnya.

Karyawan yang berolahraga bersama-sama akan mengembangkan network/jaringannya, membantu toleransi dan pemahaman sehingga mengurangi konflik di tempat kerja. Olahraga mengajarkan teamwork atau bekerja di dalam tim untuk meraih kesuksesan.

Dalam penelitian yang lebih umum dari manfaat olahraga selain menyehatkan tubuh, olahraga juga menguatkan kesehatan mental. Kemampuan berpikir menjadi lebih terfokus dan tingkat stres pada pikiran semakin berkurang.

Dengan stres yang mereda dan kecerdasan kognitif yang membaik, seorang karyawan menjadi lebih termotivasi dan akan semakin optimis dalam mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.

Olahraga pastinya akan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, membuat seorang karyawan yang bugar menjadi jarang sakit atau absen. Olahraga yang cukup di siang hari juga akan membantu karyawan untuk memperoleh tidur yang berkualitas di malam hari dan bisa membuatnya untuk selalu bangun pagi. Tentunya semua hal ini akan menjaga produktivitasnya sepanjang tahun.

Peredaran darah yang lancar ke otak juga akan memicu kreativitas dan inovasi. Karyawan yang rajin berolahraga dapat memberikan ide-ide inovatif yang mampu memberikan kinerja secara efektif dan efisien. Pada akhirnya akan memberikan keuntungan pada perusahaan.

Manfaat lain dari olahraga bagi karyawan adalah mengobarkan semangat kompetisi dan pemikiran strategis yang terdapat dalam beberapa jenis olahraga permainan. Karyawan yang rutin berolahraga akan mampu berstrategi serta meningkatkan daya saingnya. Karyawan yang handal akan memberikan rasio kontribusi kepada profit perusahaan secara lebih tinggi.

Karyawan yang terbiasa dalam berolahraga jenis permainan akan terlatih untuk selalu berdisiplin meningkatkan kemampuannya, bersemangat dalam bekerjasama, dan tidak melakukan kecurangan (fair play). Hal ini akan mengurangi tingkat kriminalitas di dalam perusahaan seperti korupsi dan fraud yang bisa merugikan perusahaan.

Perusahaan yang ingin mengurangi kerugian akibat kecurangan karyawan, menurunkan biaya pengobatan karyawan, dan meningkatkan produktivitas karyawan sebaiknya menyediakan sarana dan fasilitas olahraga.

Perusahaan yang ingin karyawannya termotivasi harus mendukung kegiatan olahraga dalam berbagai event, klub, dan perlombaan. Pembangunan infrastruktur seperti lapangan atau fitness center misalnya, akan menjadi investasi yang menguntungkan bagi perusahaan itu sendiri.

Last but not least, yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam merencanakan program peningkatan produktivitas karyawan dengan berolahraga adalah: menjaga tingkat kepuasan karyawan dan waktu yang digunakan untuk berolahraga agar terjadwal dengan baik jangan sampai berlebihan.

Masalahnya adalah, kebanyakan perusahaan memiliki karyawan yang kekurangan bukan malah kebanyakan berolahraga…