Motivasi Tanpa Motivator

by @rezawismail

Memang seru kalau ikut seminar motivasi oleh seorang motivator top.

Seminarnya bisa jadi sangat menyenangkan, ada permainannya, ada film/video yang menghibur, ada musik yang menggelegar, dan trik-trik yang memukau seperti menonton sulap saja.

Kita bisa tertawa, menangis, dan yang paling penting: jadi merasa sangat termotivasi!

Tapi pertanyaannya, bagaimana kalau setelah beberapa hari motivasinya mengendur? Apakah kita mesti ikut seminar motivasi lagi yang biayanya lumayan mahal? Dan begitu seterusnya?

Sebenarnya, motivator yang bagus itu bisa memotivasi tanpa diperlukan kehadirannya. Yang penting ilmunya. Memang, membaca saja tidak cukup, lebih bagus mendengarkan dan praktek langsung dengan sang motivator. Baik itu di sebuah seminar atau mengikuti suatu kelas training. Ilmunya akan lebih melekat dalam ingatan dan cepat dipahami. Jadi, seminar itu ada baiknya juga.

Namun, apakah diperlukan segala jenis hiburan, tontonan, permainan, musik, dan beragam trik untuk membuat kita menjadi sangat emosional?

Tidak jarang saya melihat banyak peserta seminar yang bercucuran air mata. Dibuat terharu atau sedih sesedih-sedihnya oleh sang motivator. Perasaannya diaduk-aduk, tapi tujuan akhirnya adalah untuk memicu semangat/motivasi yang berkobar-kobar.

Tapi alangkah baiknya jika kita bisa mengobarkan semangat atau motivasi yang tinggi kapan saja saat kita butuh tanpa perlu dipancing oleh seorang motivator. Seorang motivator yang hebat adalah motivator yang memberikan ilmu motivasi yang bermanfaat walau tanpa kehadiran dirinya.

Sehingga, kita bisa termotivasi tinggi tanpa motivator. Hanya mempraktekkan ilmu yang didapat dari sang motivator, kita bisa bersemangat tanpa harus terus-menerus mengikuti seminar motivasi terlebih dahulu. Motivasi tanpa motivator.

Walaupun begitu, saya tidak menentang seminar motivasi. Saya malah mendukung seminar motivasi sebagai sebuah pendidikan yang diperlukan oleh semua orang yang ingin maju dan berkembang.

Hanya saja, kita tak perlu segala kehebohan dalam bentuk pertunjukan, hiburan atau tangisan yang berlebihan. Untuk itu, lebih baik ke bioskop, nonton konser atau pertunjukkan sulap saja. Sekalian saja ikut majelis dzikir atau kebaktian yang memancing isakan berair mata kalau mau menangis yang bermanfaat (karena ibadah). Yang kita butuhkan adalah ilmu motivasi yang bisa dipraktekkan oleh semua orang tanpa perlu mengharuskan kehadiran sang motivator.

Dalam blog ini, saya akan membagikan beragam tips dan tehnik motivasi 100% tanpa trik sulap atau permainan emosional lainnya. Selanjutnya, saya akan tuangkan dalam tulisan-tulisan saya; cara-cara memotivasi diri tanpa perlu motivator dengan memanfaatkan ilmu tentang gelombang otak, neuroscience, psikologi persuasif, terapi kognitif-perilaku, dan sebagainya.

Jadi, stay tuned terus di blog ini yaa!