Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: motivasi

Cara Rileks Sekarang Juga!


Seringkali pikiran kita membuat banyak cerita. 

Entah itu berupa memori dari masa lalu, atau bayangan akan masa depan. 

Kebanyakan malah penyesalan atas kesalahan atau pilihan yang tidak diambil, atau sekedar kesedihan karena masa lalu yang dikenang sudah tidak terjadi lagi. 

Beberapa kekhawatiran bisa juga berasal dari ketakutan akan kemungkinan-kemungkinan yang buruk yang akan terjadi, atau malah yang hal-hal dianggap mustahil untuk didapatkan di masa depan. 

Sekedar berpikir dengan beragam kisah dan skenario yang berbelit-belit, melompat-lompat, pikiran ini sungguh tidak bisa diam. Menyeret kesadaran kesana kemari, menambah kelelahan saja. 

Stop. 

Berhenti berpikir, lepaskan dulu segalanya untuk momen sejenak. 

Lupakan semuanya, beristirahatlah sekarang tanpa perlu memikirkan yang sudah berlalu atau yang akan datang. Atau bayangan, khayalan, dan segala bentuk pemikiran. 

Alihkan pikiran ke badan untuk sesaat. 

Rasakan ketegangan di beragam bagian tubuh, lalu lepaskan saja. 

Biarkan pikiran datang dan pergi, sadari saja kalau pikiran memang nyata tapi isinya bisa jadi hanya cerita. 

Coba tutup mata untuk sejenak dan bernafas dalam.

Beristirahatlah dengan menerima segalanya apa adanya. 

Sadari saja nafas, suara-suara yang ada, perasaan dari dalam diri yang muncul dan disadari. 

Sadari yang terjadi tanpa menilai atau beropini. Biarkan semuanya lewat, santai saja dulu. 

Nikmati masa kini. Apapun yang dialami saat ini. Terima apapun yang hadir lalu lupakan. Perhatikan saja perhatian itu sendiri, menyadari kesadaran. Kesadaran yang mencakup segalanya, yang luas dan tanpa batas. 

Menyadari luasnya kesadaran tanpa keterbatasan pikiran akan membawa rasa damai.

Silahkan rileksasi dalam kedamaian tanpa batas itu.

Rileks..

Tips Menyingkirkan Bad Mood atau Perasaan Bete

Ketika saya merasa merana, bad mood alias bete saya coba berbuat baik pada orang lain. 

Ternyata, saya malah merasa bahagia.

Mengapa bisa begitu?

Ketika kita buat kebaikan kita akan melupakan diri kita sendiri. Apalagi kalau berbuat baiknya dengan ikhlas, maka ego yang merasakan bete itu akan terlupakan.

Coba saja sendiri, berbuat baiklah seikhlasnya dan sebanyak-banyaknya. Jangan terlalu memikirkan diri sendiri.

Mulailah dengan senyum, berikan pujian yang tulus. Kasihanilah orang-orang yang sebenarnya juga memiliki penderitaan dan kesusahan masing-masing. Pandanglah kalau setiap orang itu memiliki kesusahan, atau sakit yang kita tidak tahu.

Berilah sedikit waktu, tenaga, uang, bantuan, atau sekedar perhatian.

Dengan memberi, kita akan menerima.

Berpikir dan Bertindak

Ada saatnya berpikir, ada saatnya bertindak.

Melakukan kedua-duanya secara bersamaan akan sangat rentan gagal fokus dan mudah terpengaruh yang lain. Jangan sampai menyesal karena tidak optimal dalam berencana dan bertindak.

Pisahkan keduanya.

  • Berpikir sebaik-baiknya secara matang dengan mengantisipasi segala kemungkinan.
  • Bertindak sesuai rencana secara konsisten dengan energi serta konsentrasi maksimal.

Setelah bertindak barulah membuat evaluasi tindakan dan membuat perbaikan rencana jika diperlukan. Setelah membuat rencana yang lebih baik barulah bertindak mengikuti rencana jangan pusing-pusing berpikir lagi.

Namun dari semula, pastikan berpikir dahulu sebelum bertindak.

Cobalah dari hal-hal kecil, seperti membuat daftar belanja sebelum pergi berbelanja agar jangan sampai menyesal karena tidak ada daftar jadi berbelanja mengikuti impulsif pikiran atau pengaruh dari orang lain.

Setiap malam atau pagi, rencanakan hari dengan menuliskan prioritas sebanyak tiga sampai lima hal yang ingin dikerjakan hari itu.

Siapkan skenario yang setiap interaksi yang penting. Susun prosedur dari setiap kegiatan. Semua aktivitas kalau bisa ada protokolnya.

Sehingga di saat kita akan mengeksekusi rencana, kita tidak ragu sampai labil atau bingung dan tak termotivasi karena sudah tinggal menjalankan rencana tanpa perlu susah-susah lagi berpikir.

Kalau kita masih malas bertindak dan mengaplikasikan rencana, itu berarti kita masih dalam mode berpikir. Energinya masih banyak ada di dalam pikiran belum tersalurkan kepada otot-otot tindakan.

Terdapat masa transisi dari mode berpikir ke mode bertindak. Tips motivasi untuk mengerjakan apapun sesuai rencana semula adalah: 

  1. Pertama-tama, kita harus membuat rencana tindakan langkah demi langkah yang jelas secara urut walaupun juga bisa membuat beberapa rencana cadangan atau alternatif tapi tetap tertib dan mendetail.
  2. Kemudian setelah berpikir keras dan menghasilkan rencana yang brilian, mulailah berhenti berpikir jika sudah mau memulai tindakan dari rencana tersebut sesuai dengan waktu tenggat (dead line) yang telah ditetapkan.
  3. Salurkan perhatian dari pikiran kepada sensasi fisik pernafasan. Rasakan gerakan dada atau perut, jalannya udara di hidung, dan atur pernafasan dengan sengaja.
  4. Kalau perlu tahan nafas sebisa mungkin dan mulai bertindak. Jika masih sulit bertindak, mulailah dari satu tindakan sederhana. Gerakkan satu jari, telunjuk misalnya.
  5. Setelah itu, gerakkan semua jari lalu seluruh tangan, kedua tangan, selanjutnya  tubuh dan kepala mulai bergerak. Lanjutkan gerakan kecil menjadi satu aktivitas seluruh tubuh.
  6. Gerakan seluruh tubuh ini memulai mode bertindak dan menghentikan mode berpikir, maka jangan kembali ke mode berpikir lagi.
  7. Segera lakukan langkah pertama dari rencana yang telah disusun di langkah kesatu dan ikuti urutannya untuk bertindak sesuai rencana.

(Saya mendapatkan ide transisi ini saat mengalami sleep paralysis yaitu kelumpuhan otot di saat otak terjaga dan sadar, namun tubuh masih dalam keadaan tidur dan otot-otot tidak ada yang bisa digerakkan kecuali ada sedikit pergerakan badan saat bernafas, kemudian saya mencoba bangun dari tidur tersebut)

 

 

Kutipan

People tend to dwell more on negative things than on good things.

So the mind then becomes obsessed with negative things, with judgments, guilt and anxiety produced by thoughts about the future and so on.

~Eckhart Tolle

Tips Motivasi Menghadapi Orang Sulit

image

Bayangkan Anda sedang menjenguk orang yang sedang sakit parah di sebuah rumah sakit. Orang ini adalah pasien sakit yang fatal, sewaktu-waktu dia bisa meninggal. Sakitnya bikin dia stres, marah-marah, dan menyulitkan orang lain.

Tapi Anda memakluminya, bahkan bisa melihatnya dengan rasa kasihan. Rasa iba dan bersimpati atas penyakitnya.

Dia sakit keras, parah. Dia menahan kesakitan dan suka berteriak, berperilaku tidak menyenangkan karena dia sedang menderita. Anda tentu tidak akan memarahi orang ini bukan?

Kalau dia berbuat yang tidak menyenangkan, terlihat egois, Anda akan memakluminya. Anda mengeluarkan yang terbaik dari diri Anda. Rasa belas kasih dan kesabaran yang penuh cinta.

Cobalah memunculkan bayangan ini setiap Anda menghadapi orang sulit. Orang yang membuat Anda kesal dan ingin berkonfrontasi. Apakah penting untuk menang dalam interaksi ini?

Baca entri selengkapnya »