Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: motivasi

Afirmasi yang Berhasil

Satu kata yang lebih baik daripada ribuan kata-kata hampa; adalah yang membawa ketentraman. – Buddha

Ada beberapa motivator yang mengajarkan tehnik afirmasi untuk meraih kesuksesan. Afirmasi adalah suatu pernyataan sugestif yang diulang-ulang. Harapannya, afirmasi dapat memprogram pikiran bahkan mendatangkan keajaiban dalam kehidupan.

Namun, apakah afirmasi bisa benar-benar merubah kehidupan seseorang?

Jawaban singkatnya, afirmasi bisa berguna jika diaplikasikan secara tepat. Tapi kalau afirmasi hanya sekedar diulang-ulang saja sepanjang hari, tidak akan terlalu berpengaruh kepada kesuksesan.

Afirmasi, seperti juga doa dan hipnotis, bisa bekerja ketika pikiran sedang tenang dan terfokus. Bahasa spiritualnya; khusyu’ sedangkan bahasa ilmiahnya: otak sedang dalam keadaan alpha-theta.

Baca entri selengkapnya »

1 Cara Memotivasi Tenaga Penjual

Seringkali, seorang tenaga penjual atau salesman merasa terdemotivasi. Tidak terlalu bersemangat dalam menjual.

Padahal ia sudah diiming-imingi dengan komisi yang tinggi jika berhasil menjual.

Tenaga penjual atau wiraniaga ini juga sudah dibekali dengan training sales dan ilmu marketing persuasif yang mumpuni.

Lalu kenapa bisa lesu?

Kurangnya motivasi pada tenaga penjual atau sang sales executive ini biasanya disebabkan oleh ego yang trauma tanpa ia sadari.

Trauma karena menerima begitu banyaknya penolakan. Nyalinya menjadi ciut duluan. Benaknya dipenuhi keraguan dan ketakutan.

Pada umumnya, tenaga penjual atau marketing representative yang kurang motivasi ini sudah lama tidak closing atau masih jarang membukukan penjualan.

Pikirannya menjadi down dan pesimis, pasrah bahwa nasibnya sedang tidak hoki. Sekali lagi, ego-nya sudah melemah.

Ada satu cara yang bisa jadi efektif untuk memotivasi tenaga penjual atau sales person yang sedang loyo ego-nya. Cara untuk menguatkan hatinya yang sudah dipenuhi keraguan atau ketakutan akan penolakan.

Caranya adalah dengan menyinggung ego sang penjual yang bertujuan membangkitkan emosinya, yaitu amarah untuk lebih spesifiknya.

Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, perasaan takut gagal atau ketakutan ditolak pospek dalam kasus ini; mesti ditransformasikan mejadi perasaan marah yang lebih agresif.

Emosi marah yang berkobar-kobar lebih baik daripada perasaan ketakutan yang melumpuhkan.

Kunci dari trik ini adalah membuat ego sang tenaga penjual menjadi cukup terhina sehingga ia bangkit dengan motivasi tinggi dan ingin membuktikan kehebatannya sebagai seorang tenaga penjual.

Yang perlu diperhatikan oleh sang sales supervisor atau marketing manager adalah jangan terlalu berlebihan sehingga sang tenaga penjual malah menjadi benci dan memusuhi atasannya.

Kadar amarah yang dipancing harus mencukupi untuk mengobarkan semangat dan konstruktif tapi jangan sampai menjadi emosi kebencian yang malah kontra-produktif.

Kalau perlu buatlah “musuh tandingan” (dalam tanda kutip); dari persaingan yang sehat di antara para tenaga penjual di sebuah perusahaan. Ciptakan suasana bersaing di antara para tenaga penjual.

Kondisi kompetisi ini akan membakar semangat untuk menang. Hasrat alami untuk mencetak prestasi sebagai tenaga penjual yang juara dari kumpulan sales team di kantornya.

Silahkan sang atasan yang menangani masalah pemasaran melontarkan kata-kata yang merendahkan, menjatuhkan harga diri sang tenaga penjual tapi tetap dalam batas etika.

Hinaan yang menyinggung ego sang tenaga penjual sebaiknya memiliki cakupan yang fleksibel, yang nantinya bisa diproses oleh sang tenaga penjual menjadi sebuah tantangan untuk egonya. Jangan hanya sekedar caci-maki yang tidak produktif.

Tantangan ini menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan sang tenaga penjual untuk membuktikan diri. Meninggikan ego dan kehebatan sebagai seorang tenaga penjual. Mendorong hasratnya untuk menjaga serta meningkatkan harga diri atau derajatnya. Aktualisasi dirinya.

Caranya, sang manajer pemasaran atau sang supervisor sebagai atasan; memberikan coaching yang memancing emosi, memicu perasaan marah sang penjual.

Buatlah si tenaga penjual ini menjadi merasa tertampar secara psikologi dan mendendam untuk melawan kata-kata sang atasan dengan memberikan hasil kinerja yang membungkam segala keraguan dan ketakutannya.

Intinya adalah, timbulkan rasa marah yang bisa menyapu ketakutan akan penolakan agar menjadi seorang tenaga penjual yang lebih agresif dalam memprospek sampai closing.

Akan tetapi, ini hanyalah salah satu cara memotivasi tenaga penjual dengan mengelola salah satu emosinya. Terdapat beberapa cara dan beragam tehnik lainnya yang mengolah beberapa jenis emosi yang lain dari sang tenaga penjual.

Gunakan dengan bijak dan jangan berlebihan.

Untuk tips dan trik lainnya silahkan membaca terus blog motivasi ini 🙂

Cara Memberi Motivasi Pegawai

Persoalan memberi motivasi pegawai merupakan satu hal yang tidak sesederhana sekedar persoalan memberikan remunerasi yang cukup.

Selain itu, banyak faktor di dalam sistem suatu perusahaan yang bisa mengurangi motivasi pegawai yang jika diperbaiki, tidak serta merta meningkatkan motivasi pegawai.

Regulasi, gaya kepemimpinan, dan kondisi lingkungan kerja bisa menjadi beberapa hal yang menurunkan tingkat motivasi pegawai jika tidak dikelola dengan benar.

Namun, walaupun hal-hal ini sudah disempurnakan, belum tentu tingkat motivasi pegawai akan langsung melonjak.

Untuk meningkatkan motivasi pegawai, perusahaan membutuhkan pengetahuan di bidang psikologi mutakhir. Dan ilmu ini terus berkembang.

Dengan adanya kemajuan teknologi seperti scan otak dengan gelombang magnetik atau fMRI, 80 persen wawasan psikologi sebelumnya menjadi kurang relevan.

Banyak penemuan-penemuan baru yang di bidang riset otak dan saraf manusia yang memberikan banyak wawasan-wawasan psikologi baru yang berbeda dari yang selama ini diketahui secara umum.

Cara memberi motivasi pegawai harus mengikuti prinsip-prinsip psikologi terkini yang telah teruji dan terbukti. Motivasi kerja yang baik bukan hanya sekedar berteriak-teriak saja. Banyak aspek yang perlu diperhatikan, seperti:

Pegawai harus diberikan kesibukan yang berarti. Pegawai bukan seperti pengusaha, yang semakin sibuk, semakin produktif, dan akhirnya semakin tinggi pendapatannya.

Sedangkan pegawai, seproduktif apapun akan mendapatkan gaji yang sama tiap bulannya. Sehingga banyak pegawai bekerja sekadarnya yang hanya menunggu waktu, jam pulang kantor.

Kalaupun menyibukkan diri, kadangkala kesibukannya tidak terarah. Maka dari itu, pegawai perlu diberikan arahan untuk menyibukkan dirinya, bekerja dengan sasaran-sasaran yang jelas.

Sistem remunerasi pun perlu diberi beberapa variabel tambahan, tidak hanya sekedar gaji yang tetap dan upah lembur yang berdasar waktu. Tapi juga dilengkapi insentif berdasarkan kinerja, komisi berdasarkan produktivitas, dan sebagainya.

Semangat dan loyalitas pegawai pun harus dijaga, lewat program-program pengembangan diri. Pendidikan dan training serta peluang karir yang terbuka juga adil mesti dipersiapkan bagian SDM perusahaan.

Asuransi kesehatan pegawai dan keluarganya, fasilitas pinjaman, dan investasi untuk masa pensiun juga perlu diperhatikan oleh perusahaan.

Pemberian motivasi kepada pegawai harus bersifat harian. Setiap hari, mungkin saat briefing pagi dan setelah berdoa bersama, pegawai diberikan sesi motivasi khusus oleh manajernya.

Para pegawai mesti diingatkan setiap pagi, tujuan dan sasaran mereka bekerja. Ingatkan betapa pentingnya peran mereka di dalam perusahaan dan bagi keluarga yang dinafkahi.

Peluang untuk memaksimalkan keahlian dan kontribusi pegawai kepada kantornya, juga harus dijabarkan dengan lugas setiap ada kesempatan.

Penghargaan atas suatu ide inovatif atau kreativitas yang dapat memajukan perusahaan juga harus distimulasi tanpa perlu dibatasi secara ketat.

Ceritakan kisah-kisah yang inspiratif, keteladanan seorang atasan, dan ciptakan suatu kelompok fokus yang saling bersaing secara sehat di dalam memelihara budaya perusahaan.

Nilai-nilai utama berorganisasi mesti dituangkan ke dalam budaya perusahaan. Budaya ini jangan hanya menjadi simbolisasi tapi diwujudkan ke dalam beragam kegiatan yang partisipatif di setiap harinya.

Evaluasi karakter pegawai juga perlu dinilai secara berkala. Minat dan preferensi pegawai harus disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Secara rutin, atasan sebaiknya juga memberikan berbagai tantangan yang cukup sulit tapi tidak terlalu mustahil untuk kemampuan sang pegawai.

Yang paling penting, perusahaan harus mampu membuat suatu sistem yang bisa mengawasi dinamika sosial-politik di antara para pegawai dan keadaan emosional di dalam batin sang pegawai.

Oleh karena, emosi; adalah faktor kunci dari ilmu motivasi

Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan

Banyak orang hanya menginginkan kesuksesan. Jarang yang menginginkan kegagalan juga. Padahal kegagalan adalah bagian dari kisah sukses seseorang.

Hambatan terbesar seseorang untuk berusaha, mengupayakan kesuksesan dirinya adalah perasaan takut mengalami kegagalan.

Ketakutan akan kegagalan akan menyebabkan ketakutan untuk bertindak. Padahal melakukan suatu tindakan yang ditakutkan itu malah bisa membawa kepada kesuksesan.

Kegagalan sungguh melumpuhkan. Dan bayangannya saja; membuat orang beralasan agar tidak melakukan sesuatu yang ditakutkan bisa membawa kegagalan.

Akhirnya, dengan menunda-nunda berbuat sesuatu, seseorang menjadi tidak berusaha sama sekali.

Dengan tidak berusaha maka dijamin tidak akan ada kegagalan, tapi sayangnya; kesuksesan juga menjadi suatu hal yang mustahil.

Oleh karena, untuk sukses seseorang mesti melakukan sesuatu yang bisa membuatnya mampu meraih kesuksesan itu.

Penelitian membuktikan bahwa 80 persen penyesalan datang dari tindakan yang tidak dilakukan daripada yang pernah dilakukan.

Jadi, melakukan kesalahan atau gagal setelah mencoba sesuatu bukan berarti tidak akan pernah sukses. Justru kunci dari kesuksesan adalah eksekusi, bertindak!

Justru jika takut dan tidak mencoba bertindak sama sekali akan membawa kegagalan absolut dan kesuksesan menjadi jauh dari kenyataan.

Dengan adanya kegagalan, kita bisa belajar dari kesalahan kita dan mengubah pendekatan dalam upaya-upaya yang kita lakukan dalam meraih kesuksesan.

Kita bisa membuat kegagalan itu bersifat hanya sementara dan menjadikannya sebagai anak tangga dalam perjalanan kita menuju puncak kesuksesan.

Kita harus ubah paradigma berpikir kita dalam melihat suatu ancaman kegagalan menjadi suatu peluang pembelajaran.

Perasaan takut akan kegagalan mesti dikalahkan oleh hasrat untuk mengatasi tantangan dan menangkap potensi keberhasilan.

Dan kalaupun gagal, kita bisa gunakan emosi seperti amarah untuk memotivasi kita agar bangkit dan mencoba kembali.

Lebih baik merasa marah daripada takut. Kemarahan bisa menjadi emosi yang membangun sedangkan ketakutan merupakan emosi yang melumpuhkan.

Perasaan marah yang bisa dikelola dengan baik, akan menjadi suatu kekuatan motivasi yang besar. Amarah bisa dimanfaatkan sebagai tenaga pendorong untuk terus bersemangat dalam mengejar kesuksesan.

Amarah yang diekspresikan secara asertif, bukan agresif, akan menegaskan karisma seseorang. Seseorang menjadi amat karismatik jika ia berhasil menaklukan perasaan amarahnya.

Dalam riset terbaru, emosi marah malah bisa membawa optimisme selain motivasi yang tinggi. Suatu hubungan bisa menjadi lebih baik dengan saling memahami jika kemarahan diekspresikan dengan jelas.

Amarah juga membuat seseorang menjadi lebih bijaksana, lebih strategis dalam bernegosiasi, dan malah mengurangi potensi kekerasan jika diungkapkan dengan semangat mencari solusi daripada hanya sekedar menyalurkan kemarahan yang ada.

Mari kita ubah paradigma berpikir kita, daripada merasa takut gagal lebih baik merasa marah terhadap kegagalan. Marah terhadap ketakutan akan kegagalan. Marah agar termotivasi untuk sukses.

Salam sukses!

4 Strategi Motivasi

Motivasi bukan hanya pupuk penumbuh semangat untuk bertindak, namun juga buah dari tindakan yang terinspirasi.

Banyak orang mencari inspirasi agar termotivasi untuk bekerja, namun seringkali motivasi justru bertumbuh seiring upaya yang dilakukan.

Ternyata, inspirasi berasal dari lingkaran tindakan-termotivasi-tindakan. Maka, strategi pertama adalah:

1. Bertindak.

Lakukan sesuatu. Bergerak, melangkah maju. Proaktif dan jangan hanya menunggu inspirasi datang. Mungkin saja inspirasi jatuh dari langit, akan tetapi motivasinya akan menghilang jika tidak cepat-cepat ditindaklanjuti.

Dan seringkali kita melakukan penundaan. Biasanya pekerjaan yang ditunda itu terasa berat atau terlalu sulit. Maka, strategi kedua untuk memudahkan melakukan tindakan perubahan adalah:

2. Mulai dari hal yang kecil.

Jika kita merasa terlalu sulit untuk berdisiplin dan membuat suatu kebiasaan baru, mulailah dari hal yang kecil. Misalnya, datanglah tepat waktu pada satu janji temu atau satu rapat di setiap harinya. Lama-kelamaan, kebiasaan terlambat yang sulit diubah mampu diubah.

Ubahlah satu hal kecil yang bisa diubah dengan mudah. Namun kadangkala, ada saja tugas yang terasa susah dan kita membutuhkan pengetahuan atau pertolongan dari orang lain. Jadi, strategi yang ketiga adalah:

3. Bekerjasama atau meminta bantuan orang lain.

Bekerja dalam suatu kelompok yang memiliki tujuan yang sama atau sejenis akan mengobarkan semangat bekerja bersama-sama. Bekerja bersama orang lain akan menguatkan motivasi kerja dengan saling memotivasi dan memberikan inspirasi.

Dan strategi terakhir dalam tulisan ini adalah:

4. Konsisten.

Kita tidak ingin menjadi termotivasi hanya untuk sesaat saja dan tidak dalam jangka panjang. Inspirasi yang dimiliki tidak tahan lama dan memudar. Agar semangat tidak pernah hilang, kita memerlukan konsistensi. Konsisten untuk selalu bertindak, melakukan hal-hal kecil yang penting rutin dan terus-menerus. Selalu bekerja sama dan mau meminta bantuan orang lain dalam setiap tantangan. Semuanya dilakukan secara konsisten.

Konsisten dalam bertindak, melakukan hal yang kecil, dan bekerja sama dengan orang lain. Inilah strategi utama untuk termotivasi dan tetap terus bersemangat. Selamat bekerja!