Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: motivator

TTM: Tips Trainer Motivator

Trainer yang berkualitas sangatlah sulit didapatkan perusahaan. Kebanyakan motivator untuk para karyawan hanya membacakan materi lewat presentasi yang membosankan atau mengadakan banyak permainan yang cukup seru tapi tidak membawa perubahan yang permanen.

Kini, saatnya saya membagikan tips untuk menjadi trainer atau motivator yang bermutu;

1)Mulai dengan cepat dan akhiri dengan kesan yang baik. Jangan bertele-tele dengan perkenalan dan pembukaan yang panjang. Akhiri dengan kata-kata yang tak terlupakan sehingga pelatihannya selalu diingat-ingat meski telah berakhir serta mendorong perubahan yang bermakna.

2)Selalu berlatih dan melakukan persiapan dengan matang. Rekam sesi motivasi untuk evaluasi nanti. Perbanyak praktek dan perbaiki materi serta cara mempresentasikannya. Siapkan alat bantu visual, video, multimedia, alat dan media untuk menggambar, serta hadiah sederhana untuk kuis atau permainan.

3)Fokus, selalu antusias, dan menjaga tingkat energi agar tetap bersemangat dalam memberikan training dengan bahasa tubuh yang meyakinkan. Berbicaralah dengan penuh kepercayaan diri, gerakkan badan dan tangan secara harmonis berkoordinasi dengan apa yang ingin disampaikan.

4)Perhatikan dan manfaatkan emosi serta gaya belajar dari para partisipan. Gunakan gambar dan tulisan, video dan lagu, contoh kasus dan strategi, gambaran umum dan detail khusus, pertanyaan dan permainan, pengajaran dan diskusi, dan sebagainya. Ciptakan interaksi personal yang menarik dan pancing sensasi perasaan yang menggugah.

5)Sederhanakan presentasi, beri ruang agar partisipan belajar dan menemukan sendiri ilmu yang ingin diajarkan. Berikan lembaran untuk partisipan memberikan umpan balik dan menulis saran/masukan untuk sang trainer.

6)Tingkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial untuk para partisipan dengan membentuk kelompok atau grup yang saling berkompetisi. Para peserta pelatihan akan belajar berinteraksi, bekerja sama, dan saling melengkapi dalam sebuah kelompok. Berikan tugas yang cukup menantang bagi grup-grup ini.

7)Last but not least, be yourself! Jadilah diri sendiri, jadilah versi yang terbaik dari diri sendiri. Setiap orang itu unik dan bisa memaksimalkan potensi dirinya tanpa perlu menjadi orang lain. Tapi kita juga memerlukan orang lain sebagai role-model, orang-orang yang telah mencapai kesuksesan yang ingin kita miliki. Selain mencari sosok yang bisa diteladani, kita juga harus mendapatkan tim pendukung untuk membantu presentasi ini. Tanpa dukungan orang lain, seorang trainer tidak akan berhasil dalam membawakan materi pelatihannya.

Sekian dahulu tips untuk kali ini, semoga berguna dan bisa membawa perubahan yang berarti..

Baca juga:
Motivator yang Merugikan
Menetapkan Prioritas Training Karyawan
Perusahaan Demotivator
Motivasi dari Hati (Tanpa Teriak2)

Iklan

Motivasi Tanpa Motivator

Memang seru kalau ikut seminar motivasi oleh seorang motivator top.

Seminarnya bisa jadi sangat menyenangkan, ada permainannya, ada film/video yang menghibur, ada musik yang menggelegar, dan trik-trik yang memukau seperti menonton sulap saja.

Kita bisa tertawa, menangis, dan yang paling penting: jadi merasa sangat termotivasi!

Tapi pertanyaannya, bagaimana kalau setelah beberapa hari motivasinya mengendur? Apakah kita mesti ikut seminar motivasi lagi yang biayanya lumayan mahal? Dan begitu seterusnya?

Sebenarnya, motivator yang bagus itu bisa memotivasi tanpa diperlukan kehadirannya. Yang penting ilmunya. Memang, membaca saja tidak cukup, lebih bagus mendengarkan dan praktek langsung dengan sang motivator. Baik itu di sebuah seminar atau mengikuti suatu kelas training. Ilmunya akan lebih melekat dalam ingatan dan cepat dipahami. Jadi, seminar itu ada baiknya juga.

Namun, apakah diperlukan segala jenis hiburan, tontonan, permainan, musik, dan beragam trik untuk membuat kita menjadi sangat emosional?

Tidak jarang saya melihat banyak peserta seminar yang bercucuran air mata. Dibuat terharu atau sedih sesedih-sedihnya oleh sang motivator. Perasaannya diaduk-aduk, tapi tujuan akhirnya adalah untuk memicu semangat/motivasi yang berkobar-kobar.

Tapi alangkah baiknya jika kita bisa mengobarkan semangat atau motivasi yang tinggi kapan saja saat kita butuh tanpa perlu dipancing oleh seorang motivator. Seorang motivator yang hebat adalah motivator yang memberikan ilmu motivasi yang bermanfaat walau tanpa kehadiran dirinya.

Sehingga, kita bisa termotivasi tinggi tanpa motivator. Hanya mempraktekkan ilmu yang didapat dari sang motivator, kita bisa bersemangat tanpa harus terus-menerus mengikuti seminar motivasi terlebih dahulu. Motivasi tanpa motivator.

Walaupun begitu, saya tidak menentang seminar motivasi. Saya malah mendukung seminar motivasi sebagai sebuah pendidikan yang diperlukan oleh semua orang yang ingin maju dan berkembang.

Hanya saja, kita tak perlu segala kehebohan dalam bentuk pertunjukan, hiburan atau tangisan yang berlebihan. Untuk itu, lebih baik ke bioskop, nonton konser atau pertunjukkan sulap saja. Sekalian saja ikut majelis dzikir atau kebaktian yang memancing isakan berair mata kalau mau menangis yang bermanfaat (karena ibadah). Yang kita butuhkan adalah ilmu motivasi yang bisa dipraktekkan oleh semua orang tanpa perlu mengharuskan kehadiran sang motivator.

Dalam blog ini, saya akan membagikan beragam tips dan tehnik motivasi 100% tanpa trik sulap atau permainan emosional lainnya. Selanjutnya, saya akan tuangkan dalam tulisan-tulisan saya; cara-cara memotivasi diri tanpa perlu motivator dengan memanfaatkan ilmu tentang gelombang otak, neuroscience, psikologi persuasif, terapi kognitif-perilaku, dan sebagainya.

Jadi, stay tuned terus di blog ini yaa!

Manajer Motivator

Perusahaan yang ingin memotivasi karyawannya perlu melihat ilmu motivasi dari dua sisi. Sisi yang menunjukkan cara-cara untuk meningkatkan motivasi.

Satu sisi yang lain menunjukkan demotivasi. Atau ketidakpuasan yang menurunkan motivasi kerja.

Anehnya, hal-hal yang menyebabkan ketidakpuasan di tempat kerja, atau yang disebut sebagai faktor-faktor yang menurunkan motivasi (demotivasi) tidak sama dengan faktor-faktor yang meningkatkan motivasi. Inilah yang membingungkan banyak perusahaan.

Sebagai contoh: seorang karyawan merasa tidak puas dan turun tingkat motivasinya bisa disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti: bayaran yang tidak memadai, fasilitas dan infrastruktur kerjanya yang kurang mendukung, peraturan yang terlalu mengekang, dll.

Lalu jika perusahaan membenahi faktor-faktor yang menurunkan tingkat motivasi dan kepuasan karyawan tersebut dengan memberikan gaji dan prasarana yang mendukung, membuat aturan dan sistem yang fleksibel tanpa terlalu membatasi.

Maka, tetap saja motivasi sang karyawan tidak meningkat.

Hal-hal yang menyebabkan menurunnya tingkat motivasi ternyata tidak selalu sama dengan hal-hal yang membuat motivasi meningkat. Ternyata, meningkatkan motivasi karyawan harus dipahami dari beberapa aspek.

Penelitian terbaru di bidang perilaku pekerja dan otak manusia (neuroscience) menunjukkan bahwa motivasi lebih bisa meningkat karena faktor-faktor psikologis dari dalam diri. Termotivasi secara internal.

Disinilah para manajer berperan penting sebagai motivator para karyawan.

Para manajer motivator ini harus melihat banyak aspek dalam ilmu motivasi karyawan.

Beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan adalah: emosi personal dan hubungan sosial karyawan, keinginan untuk meraih dan mempertahankan sesuatu di dalam diri masing-masing karyawan, dll.

Perusahaan yang baik memberikan upah yang layak dan sarana yang menunjang. Lalu, adalah tugas manajer untuk menilai dan memberikan penghargaan yang pantas sesuai kinerja atau prestasi dari para karyawannya.

Sebelumnya, manajer harus mendapatkan kepercayaan dengan bersikap terbuka.

Sikap terbuka para manajer yang mewakili perusahaan harusnya dimulai dari transparansi semua proses pekerjaan. Para manajer harus memastikan keadilan dalam pemberian tugas dan imbalannya.

Semua karyawan harus bisa mengerti secara jelas tujuan serta kontribusinya kepada perusahaan dan orang-orang lain.

Selain itu, budaya perusahaan yang mendorong interaksi sosial antar rekan kerja yang bersahabat, kerjasama yang saling menguntungkan, aliansi strategis, dan kolaborasi yang baik antar sesama karyawan.

Para manajer harus mampu merekatkan tim karyawan yang dipimpinnya agar bersinergi dan tetap harmonis. Sebab kalau tidak, tingkat motivasi karyawan bisa menurun jika suasana di tempatnya bekerjanya tidak kondusif dan kurang harmonis.

Para manajer motivator ini sebaiknya tidak terlalu mendikte dan memberikan keleluasaan untuk bawahannya atau para karyawan. Manajer motivator yang ingin memotivasi karyawan juga mesti membuat para karyawan mengerti secara jelas makna atau arti yang lebih besar dari sekedar deskripsi pekerjaannya.

Para karyawan juga harus diberikan peluang untuk belajar dan lebih maju lagi, menjadi lebih ahli dalam bidang pekerjaannya.

Sungguh, ilmu memotivasi karyawan ini sangat kompleks. Motivasi tidak sesederhana dengan memberikan kompensasi atau sanksi.

Para manajer juga harus mempelajari teori motivasi secara menyeluruh.

Dan perusahaan dituntut untuk menyediakan sistem remunerasi serta prangkat kerja yang mencukupi. Setelah mencukupi dan tidak ada keluhan serta ketidakpuasan kerja (demotivasi), maka adalah tugas manajer untuk menjadi motivator para karyawan di perusahaannya.

Oleh karenanya, manajer sebagai motivator harus mempertimbangkan banyak faktor dalam meningkatkan motivasi karyawan, khususnya faktor-faktor internal. Motivasi dari hati.

%d blogger menyukai ini: