Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: pemasaran

Teori Persuasi: Formula Segitiga Retorika

Banyak orang memutuskan membeli sesuatu berdasarkan emosi barulah menjustifikasi pembelian itu dengan logika. – Hasil Riset Scan Otak

Persuasi adalah seni membujuk orang lain dengan mempengaruhi emosinya, bukan pikirannya dengan fakta-fakta yang rasional. Persuasi berbeda dengan argumentasi thok yang hanya memaparkan alasan-alasan logis saja dan juga tidak sama dengan kohersi atau pemaksaan dengan ancaman kekerasan.

Persuasi telah diuji secara ilmiah oleh profesor psikologi pemasaran, Robert Cialdini, yang membuktikan ada tujuh prinsip persuasi yang paling efektif dari beragam teknik. Ketujuh prinsip tersebut telah banyak saya jabarkan di tulisan-tulisan sebelumnya di blog 100 motivasi, disini.

Dan dalam tulisan kali ini, saya akan mengemukakan salah satu teori dalam ilmu komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keahlian persuasif seseorang.

Bahkan ketika kita ingin menggunakan prinsip-prinsip persuasi dalam penawaran penjualan atau negosiasi, kita perlu memilih kata-kata yang paling persuasif dalam struktur bahasanya. Formula Segitiga Retorika adalah metode yang sangat berguna untuk menyusun kalimat-kalimat yang tepat dalam penerapan prinsip persuasi.

Pendekatan teori segitiga retorika ini berasal dari jaman Yunani kuno. Aristoteles sang guru filsafat menerangkan bahwa model persuasi berdasarkan segitiga retorika terdiri dari; ethos, logos, dan phatos.

ETHOS

Ethos adalah komponen di dalam argumen yang menegakkan kepercayaan pendengar terhadap kompetensi sang pembicara. Dalam prinsip persuasi bisa termasuk ke dalam prinsip otoritas dan rasa suka. Wawasan, etika dan karakter orang yang menyampaikan argumen haruslah meyakinkan.

Baca entri selengkapnya »

Tiga Tips Marketing Efektif

Berikan mereka kualitas, itu adalah jenis iklan yang terbaik. -Milton Hershey

Ada tiga upaya pemasaran yang telah teruji paling menentukan kesuksesan dari penjualan suatu produk atau jasa. Ketiga tips marketing efektif menurut blog 100motivasi ini adalah sebagai berikut.

Pertama, kemukakan manfaat atau benefit dari setiap komunikasi kepada pelanggan. Iklan, brosur, spanduk, billboard, kemasan, presentasi lisan oleh sales person, dan sebagainya harus mengungkapkan manfaat secara langsung dan jelas yang bukan hanya sekedar fitur-fitur yang terdapat pada suatu produk.

Baca entri selengkapnya »

Tips Marketing Sapi Ungu

Ilmu pemasaran semakin berkembang, berevolusi mengikuti jaman. Dan sekarang adalah jamannya persaingan gila-gilaan. Kita memerlukan tehnik marketing yang membedakan produk kita dan membuat kita unggul dari persaingan.

Tehnik marketing seperti diferensiasi produk dan USP (Unique Selling Proposition) saja tidak cukup untuk mengatasi masalah persaingan ini. Kita membutuhkan sebuah transformasi bisnis di era sekarang ini.

Selain itu, kini orang semakin menghindari upaya-upaya pemasaran. Banyak orang tidak lagi menonton iklan dengan tinggal menekan remote control televisi. Menerima penawaran lewat email dianggap spam. Menutup telpon cold-call seorang sales, dan sebagainya.

Ruang marketing pun semakin jenuh. Iklan semakin sesak, sales semakin banyak. Produk-produk yang berpotensi sukses banyak penirunya dan kurang menimbulkan buzz serta word of mouth tentang satu produk tertentu.

Disinilah, pakar marketing modern, Seth Godin memaparkan suatu teori sebagai solusi masalah ini. Teorinya ia sebut sebagai The Purple Cow. Tips Marketing Sapi Ungu. Produk kita selain berkualitas haruslah sensasional.

Seperti sapi yang berguna memberikan susu dan daging. Tapi dari banyak sapi, produk kita harus mampu menjadi seekor sapi ungu. Sapi yang sangat menarik perhatian.

Produk kita bukan hanya unik, tapi mesti menyolok pikiran. Setiap sapi memang berbeda. Unik, makanya keunikan menjadi hal yang biasa. Sapi ungu menjadi luar biasa karena memukau siapapun yang melihatnya. Dan yang melihat akan membicarakannya. Membuat sang sapi ungu terkenal dan mengemuka dari sapi-sapi lainnya. Dari persaingan.

Bagaimana kita membuat produk yang ingin dipasarkan menjadi seperti sapi ungu?

Pertama-tama tentunya adalah inovasi. Kreasi saja tidak cukup. Produk yang berkualitas belum tentu laku jika tidak diketahui orang. Apalagi calon pelanggan yang kita inginkan.

Penciptaan sapi ungu dimulai dari inovasi yang seksi. Mengundang prospek untuk mendekat. Inovasi yang menonjolkan kreasi produk yang memang sudah berkualitas. Inovasi yang menakjubkan.

Inovasi ini haruslah menjadikan produk kita menjadi urutan yang pertama, maksimal kedua dalam top of the mind awareness pada customer. Positioning di benak pelanggan adalah sebagai juara 1 atau 2.

Contohnya bisnis industri minuman bersoda seperti para sapinya. Minuman kola bersoda adalah inovasinya. Maka, sapi ungunya adalah Coca-Cola dan Pepsi sebagai juara 1 dan 2. Juara tiga tidak diingat orang.

Selanjutnya kita harus membuat buzz yang dimulai dari komunitas kuat. Tribe dalam istilah Seth Godin. Kalau buzz artinya adalah pembicaraan populer seperti word of mouth marketing (WOM).

Bedanya, selain menyebar atau melebar seperti WOM, buzz juga lebih mendalam pembicaraannya. Dan buzz dimulai dari tribe atau komunitas yang kuat.

Lalu, bagaimana memulai sebuah tribe? Tribe bukanlah kelompok pelanggan yang terfokus, tapi lebih kepada kelompok pelanggan yang mengadvokasi kita. Klien-klien yang menjadi suporter fanatik.

Untuk membangun sebuah tribe, sebelumnya, kita mesti menargetkan segmen pasar yang ingin kita bidik. Lalu strategi penetrasinya menggunakan tehnik permission marketing.

Permission marketing adalah upaya pengenalan produk secara santun dan terarah. Ibaratnya seperti petani yang sabar daripada pemburu yang menembak membabi buta. Petani yang terarah dan terfokus demi ketahanan pangannya.

Ibarat pacaran, kalau pemburu langsung tembak sedangkan petani mengadakan pendekatan dahulu. Tentunya yang paling berpotensi sukses cara-cara petani ini. Lebih pasti.

Petani lebih juga memberikan hasil yang lebih sustainable, tahan lama. Makanya manusia berevolusi dari pemburu menjadi petani. Petani lebih bisa bertahan hidup, survive.

Permission marketing berarti meminta ijin untuk mengenal sang prospek. Memberikannya informasi-informasi yang berguna untuk mempererat hubungan. Menanam bibit dulu di pikiran seperti petani yang sabar di lahannya.

Yang bukan permission marketing adalah direct mail secara massal (spam), iklan yang tidak personal, sales yang memaksa berjualan, pemberian katalog dan melakukan cold call.

Ini dinamakan pemasaran interupsi. Push marketing yang menjauhkan customer dan membuatnya tidak betah. Kebalikan dari permission marketing. Santun dan memberikan wawasan yang berguna.

Tehnik permission marketing ini juga akan mendukung strategi pemasaran yang disebut sebagai the blue ocean strategy. Tidak seperti red ocean strategy yang memiliki banyak pesaing sampai berdarah-darah.

Blue ocean strategy membuat kompetisi tidak relevan lagi.

Blue ocean strategy adalah karya begawan bisnis W. Chan Kim & Renee Mauborgne. Strategi ini menjadikan pesaing tidak terlalu berarti dalam bisnis.

Dan tips sapi ungu adalah penunjang strategi ini. Menciptakan nilai yang luar biasa menarik. Misalnya kombinasi antara diferensiasi, mengambil ceruk pasar atau niche, dan harga yang bersaing lewat low cost production.

Pada akhirnya, sapi ungu harus bisa menyebar seperti virus. Virus pikiran yang berupa ide terkenal, ramai dibicarakan, dan membuat suatu tren yang tahan lama. Sehingga produk yang kita pasarkan menjadi laris manis. Istilahnya meme, atau dalam bahasa sang marketing yang jenius: ideavirus.

Saya akan membahas lebih lanjut tentang ideavirus dan blue ocean strategy, buzz dan tribe, permission marketing dan branding dalam tulisan-tulisan lainnya. Artikel untuk tips sapi ungu ini juga masih akan dielaborasi lebih lanjut lagi. Jadi, stay tuned!